4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Terapi Sandara


__ADS_3

Jangan lupa boom like audio book yg didubbing lele biar nanti dapet bonus eps kalau tips koin abis😘 Pengen lele crazy up tapi lele fokus cari nafkah di sebelah dulu krn di sana juga lagi deadline krn bulan depan tamat mungkin pas lebaran😁 Nanti kuis Love Is Henry lele post di Instagram aja. Masih eps bonus dr tips koin bang Koyo😍


----- back to Story :


Sedang di sisi lain.


Saat Arjuna dan Naomi bersusah payah menyelamatkan bayi mereka, Sandara dan timnya dihadapkan dengan Jordan yang mengamuk karena terkena serum monster. Mata Sandara melebar ketika Jordan nekat keluar.


Saat itu, seorang pria mengeluarkan sebuah senjata seperti pistol dan menembak leher Jordan yang tak dilapisi pelindung.


Sandara dengan sigap menembaki helikopter itu ketika Jordan roboh seraya mencabut jarum dengan tabung berisi cairan aneh.


Tulio dan Max membantu dengan ikut menembaki helikopter agar menjauh dari Sandara yang sedang berusaha menyelamatkan Jordan.


Sun melindungi dari balik jendela dengan pistolnya karena takut ada penyerang lain yang bersembunyi dan membidik mereka dari wilayah lain.


Arthur dengan sigap pergi menuju ke pusat kendali yang tak dijaga untuk mengaktifkan CamGun.


Saat itulah, senjata tembak otomatis itu langsung membidik helikopter yang sudah ditargetkan untuk dijatuhkan. Sandara berlari mendekati Jordan yang mulai mengerang entah apa yang terjadi padanya.


"Harrghhh!!"


"Dara!" teriak Max saat melihat Sandara tiba-tiba diterkam oleh Jordan hingga gadis cantik itu langsung jatuh terlentang di atas pasir dan membuat pistolnya terlempar.


Sandara terkejut ketika melihat Jordan berubah menjadi buas dengan mata merah dan mulut berliur.


"Menyingkir dari sini!" teriak Sandara saat ia masih bisa menahan serangan Jordan yang berusaha menggigit wajahnya dengan menahan dahinya menggunakan satu tangan, dan tangan lainnya menahan cekikan Jordan di lehernya.


Tulio dan Max segera berlari masuk ke dalam rumah. Namun, Sun yang melihat Jordan menggila dan takut Sandara terbunuh malah keluar dari persembunyiannya.


Sun mengabaikan perintah Sandara dan menarik tubuh Jordan agar menjauh dari puteri Kai tersebut.


"Jangan!" teriak Sandara saat tubuh Jordan berhasil dijauhkan darinya. Namun, seperti yang Sandara khawatirkan. Jordan kini mengincar Sun.


"Sun!" seru Max yang bingung karena tak mungkin menembak putera dari Amanda Theresia tersebut.


Sandara segera bangkit dan BUAKK!! BRUKK!!


"Pergi dari sini! Tutup semua pintu dan jendela! Amankan kak Juna dan Naomi! Hanya aku yang bisa menyembuhkan Jordan!" seru Sandara saat ia berhasil memukul kepala Jordan dan membuat pemuda itu langsung jatuh di atas pasir.


Sun terpaksa meninggalkan Sandara. Ia berlari dengan tergesa dan napas tersengal memasuki rumah. Putera agent M tersebut segera mendatangi Arjuna dan Naomi untuk diamankan.


Tulio dan Max melaksanakan perintah Sandara. Kini, dihadapan Jordan hanya ada Sandara seorang yang terlihat siap untuk dijadikan mangsa.


"Hargghh!" erang Jordan kembali berlari dengan buas siap untuk menerkam Sandara. Gadis itu masih dalam posisi berlutut di atas pasir. Namun, saat Jordan mendekat, tiba-tiba, SRAKK!


"Hagg! Arghhh!" erang Jordan ketika Sandara melemparkan pasir ke wajahnya dan mengenai mata pria itu.


Sandara segera bangkit dan melepaskan jasnya. Ia menggunakan lapisan bajunya itu untuk mengikat tangan Jordan. Pemuda itu mengerang dan memberontak. Namun, Sandara terlihat begitu kuat.


Tiap Jordan berusaha bangkit, Sandara tak segan menendang kepala saudara sepersusuannya itu seperti sengaja membuat Jordan linglung.


"Hah, hah, mana Jordan dan Dara?" tanya Arthur panik setelah memastikan CamGun menyerang helikopter bersenjata tersebut.


"Di sana!" jawab Max masih membuka satu buah jendela sebagai jalan darurat. Saat Arthur ingin melompat, dua pria itu menahan anak buah Amanda tersebut. "Jangan! Kata Sandara, kita tak boleh ikut campur. Kita awasi saja," ucap Max. Arthur terlihat cemas, tapi mengangguk paham.

__ADS_1


"Aku akan hubungi lainnya. Pastikan Sandara tak tewas karena serangan Jordan," tegas Arthur dan dua orang itu mengangguk siap.


Arthur kembali ke ruang kendali untuk menghubungi pusat. Tentu saja, Amanda kaget setengah mati saat tahu terjadi serangan di rumahnya.


Segera, Amanda pulang di mana ia sedang berbelanja di supermarket untuk kebutuhan cucunya.


Mix melaju mobil yang dikemudikannya dengan cepat. Sedang Match, segera menghubungi tim lainnya yang paling dekat dengan Florida.


Merry yang menjaga markas Red Skull segera memimpin pasukan wanitanya untuk mengamankan kediaman Bosnya itu.


Sedang Sandara, menyeret Jordan di atas pasir yang masih terus memberontak karena kedua tangannya dibelenggu oleh Sandara sehingga sulit bergerak. Sandara menarik Jordan menuju ke tepi pantai entah apa yang direncanakan.


Namun, saat keduanya sudah tersapu ombak di tepian, "Harghhh!"


BYURR!!


Jordan berhasil bangkit dan menerkam Sandara kembali. Keduanya terhempas ombak, tapi membuat Jordan panik.


Sandara memanfaatkan hal itu dan menarik Jordan kembali ke dalam air lalu menenggelamkannya.


"Apa yang Sandara lakukan?!" tanya Max pucat karena melihat Sandara berulang kali menghajar Jordan lalu menenggelamkannya ke dalam air lautan.


"Semoga Naomi tak marah saat melihat suaminya babak belur dihajar oleh Sandara," sahut Tulio meringis.


BLUB ... BLUB ... BLUB ... SPLASH!


"HARGHH!!"


BLUB ... BLUB ... BLUB ....


"Hah, hah, maaf, Jordan. Namun, kulakukan agar kausembuh," ucap Sandara terengah saat ia menjaga jarak dengan Jordan dan pemuda itu seperti berenang mencoba menggapainya dengan wajah bengis.


SRING!


"Woah! Apa yang Sandara lakukan? Apakah ... dia akan membunuh Jordan?!" pekik Tulio sampai matanya melotot karena melihat Sandara mengeluarkan sebuah belati dan kini menggenggamnya di tangan kanan.


"Harghhh!" erang Jordan kembali menerkam Sandara.


Sandara membiarkan Jordan menerkamnya dan membuatnya tenggelam ke dalam air. Sandara mencengkeram kuat baju pria Rusia itu dan SRETT!!


"Herrgh!"


SRET! SRET! SRET!


Praktis, darah segar langsung menyeruak di sekitar pemuda tersebut. Jordan mengerang dan menelan air laut cukup banyak saat ia merintih.


Sandara memasukkan lagi belati Silent Blue yang selalu ia siapkan di samping pahanya. Sandara berenang seraya menarik rambut Jordan yang sengaja ia jambak.


Jordan meronta, tapi perlahan ia melemah karena menelan banyak air.


"Hah, hah," engah Sandara saat ia berhasil membawa Jordan ke tepian pantai.


Saat itulah, Arjuna membawa Sun yang telah terluka bersama Tulio dan Max menuju rumah sakit.


Sandara melihat helikopter terbang menjauh dengan kepulan asap. Sandara melihat Arthur berlari ke arahnya dengan tergesa.

__ADS_1


BRUKK!!


"Oh! Apa yang terjadi? Kenapa Jordan berdarah?" tanya Arthur panik karena melihat luka goresan benda tajam di dada sebanyak empat buah hingga merobek baju pemuda itu.


"Aku terpaksa melakukannya. Setelah ini, Jordan harus dicuci darah. Pastikan kau menemukan donor darah yang cocok untuk Jordan. Pergilah. Dia sudah terkendali," jawab Sandara yang duduk di samping Jordan dengan tubuh basah kuyup dan napas tersengal.


Arthur terlihat bingung, tapi akhirnya mengangguk dan segera berlari pergi. Jordan mengerang dan napasnya memburu saat ia terlentang di atas pasir.


Sandara kembali bangkit. Ia meninggalkan Jordan dengan jalan tergopoh menuju ke teras. Sandara mengambil skop yang biasanya digunakan untuk menggali.


Sandara membuat lubang saat Jordan kini terpapar sinar matahari dan merasakan sakit di dadanya karena luka sayatan yang dibuat Saudarinya.


"Hah, hah," engah Sandara yang terlihat begitu lelah dan kembali mendekati Jordan yang masih ingin mengamuk.


"Harrghhh!" erang Jordan ketika Sandara kembali menarik kakinya hingga tubuhnya terseret di atas pasir.


BRUKK!!


"Agg, haggg!" erang Jordan ketika Sandara menimbunnya dengan pasir dan hanya menyisakan kepalanya saja.


Sandara menginjak pasir itu untuk memadatkannya lalu berjongkok di depan wajah Jordan saat pemuda itu terperangkap dalam lubang yang telah dipenuhi pasir pantai.


"Aku percaya caraku untuk menyembuhkanmu akan berhasil, Jordan," ucap Sandara tersenyum tengil.


Gadis cantik itu melepaskan pakaiannya yang basah begitu saja di hadapan Jordan dan menyisakan pakaian dalamm.


Sandara masuk ke dalam rumah dengan langkah cepat menuju dapur. Ia mengambil balok-balok es dalam lemari es lalu memasukkannya dalam kantong plastik.


Sandara membawa dua kantong plastik yang telah ia ikat agar isinya tak berserakan. Sandara mendatangi Jordan yang berusaha untuk meloloskan diri dari timbunan pasir.


Namun lagi-lagi, DUAKK!!


"Ugg," rintih Jordan dan langsung terlihat linglung ketika Sandara menendang wajahnya hingga bola mata Jordan bergerak tak beraturan. "Hah, hah, hah," engah Jordan ketika Sandara meletakkan plastik berisi balok-balok es itu di kepalanya.


Sandara membungkus lalu mengikatnya dengan pakaiannya sehingga kepala Jordan seperti orang sedang melakukan perawatan rambut.


"Hehehe, kau terlihat lucu," kekeh Sandara usai melihat hasil karyanya meski pelanggannya babak belur di wajah. "Emph, pantai yang indah. Sayang, Miles datang menghancurkannya. Sepertinya, dia ingin menjadikanmu senjata pembunuh, Jordan. Dia terlalu pengecut untuk mengotori tangannya sendiri, heh," sindir Sandara lalu pergi meninggalkan Jordan dan mengambil kaleng soda dari lemari es.


Sandara duduk di kursi santai teras belakang sembari mengawasi Jordan yang mulai tenang. Sandara terlihat menikmati hari menjelang sore layaknya liburan di pantai.


Saat suasana terasa tenang dengan terpaan ombak serta angin laut yang menyegarkan, tiba-tiba ....


"Jordan! Dara?" pekik Amanda saat ia tiba dan melihat anaknya dikubur dalam pasir dengan kepala dibungkus oleh kain entah apa yang terjadi padanya.


"Hei, Mom," jawab Sandara santai memamerkan tubuhnya yang hanya menggunakan bikinii.


"Aku tak paham. Apa yang terjadi? Katanya ada penyerangan?" tanyanya panik menatap Sandara keheranan.


"Oh, ya. Itu terjadi sekitar ... mm, mungkin 1 jam yang lalu?" jawabnya santai dan kembali meneguk minuman dinginnya.


Tak lama, anggota Red Skull datang dengan motor mereka. Para wanita itu terkejut karena gempuran hebat yang mereka pikirkan tak terjadi.


"Mam!" panggil Mix yang sepertinya menyadari sesuatu.


"Kalian cek saja dari rekaman CCTV. CamGun sudah melakukan tugasnya dengan baik," jawab Sandara santai dan Amanda tak bisa berkomentar apa pun selain pergi menuju ke ruang bawah tanah untuk mencari tahu.

__ADS_1


"Hem, kau hebat, Dara," puji Merry dan Sandara tersenyum tipis.


__ADS_2