
Mau info lagi. Lele mau fokus tamatin novel ini dulu aja takut gak keuber sampai lahiran nanti. Red Lips dan Monster Hunter lele up tapi gak tentu. Doain aja lele selalu sehat dan gak rewel hamilnya biar semua selesai sesuai jadwal. Amin❤️
Lele juga mau khatamin Qur'an tanggung tinggal 4 Juz lagi. Siapa tau sebelum lebaran semua target tercapai. Tengkiyuw tipsnya. Lele padamu💋
----- back to Story :
Dalam pengaruh sebuah gas ciptaan Miles, Sandara dan Jordan tak menyadari perbuatan hina mereka. Keduanya terbuai dan berpikir jika melakukannya bersama orang yang mereka cintai.
Meskipun bibir Sandara mengatakan kebencian pada Afro, tapi dalam hatinya, pria itu adalah cinta pertamanya. Namun, takdir author berkata lain sehingga cinta Sandara kandas dan harus terpuruk dalam kesedihan.
Di laboratorium Victor, Australia.
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.
BRAKK!!
"Victor! Ada yang tak beres di rumah. CamGun mengirimkan sinyal penyerangan. Namun, setelah itu sinyal menghilang. Aku tak bisa menghubungi Sandara, Jordan dan para Black Armys yang bertugas!" seru Aisha panik saat masuk begitu saja ke tempat penelitian itu.
"Miles," geram Jeremy, Victor dan Rayya menduga.
"Kita harus segera kembali. Hal buruk pasti terjadi!" tegas Rayya dan semua orang bergegas meninggalkan laboratorium.
Lima konvoi mobil SUV membelah kegelapan malam. Victor menyiapkan para Black Armys yang tersisa di laboratorium untuk membantunya menyelidiki kejanggalan ini.
Benar saja, setibanya di mansion, tak ditemukan satu pun Black Armys yang bertugas. Tak ada mayat bahkan korban terluka.
"Sir!" panggil salah satu Black Armys saat menemukan serpihan drone yang rusak karena tembakan CamGun.
"Cek pusat kendali!" tegasnya.
Sang isteri—Aisha—bergegas menuju ke ruangan tersebut untuk melihat kejadian saat ia meninggalkan rumah.
Sedang Jeremy, Victor, Rayya, Mix and Match, sibuk mencari keberadaan Sandara dan Jordan. Mereka khawatir jika dua orang itu diculik atau mungkin dibunuh oleh Miles karena tak ada tanda-tanda dari keduanya.
Namun, saat mereka tiba di kamar Sandara, ruangan itu dibiarkan terbuka begitu saja tanpa ada penghuninya hingga Rayya memekik.
"Air apa ini?!" tanyanya panik saat mendapati genangan air dari celah pintu kamar Jordan.
"Buka pintunya!" pinta Jeremy yang tak bisa ikut membantu karena kondisi fisiknya tidak memungkinkan melakukan hal berat.
"Dikunci! Siall! Aku akan mendobraknya!" ucap Victor.
"Biar aku saja," sahut Mix langsung mendekat.
Semua orang menyingkir. Pria bertubuh besar itu mundur satu langkah dan BRAKK!
"Wow! Kau memang hebat, Mix. Pastikan aku tak mencari masalah denganmu," ucap Victor yang tampak kagum karena hanya sekali tendang, pintu itu terbuka meski kunci pengait rusak.
Bergegas, Match masuk ke dalam. Namun seketika, mata semua orang melebar.
__ADS_1
"Oh!" pekik Rayya sampai menutup mulutnya, termasuk empat pria lainnya.
"Jordan! Dara!" teriak Jeremy marah besar sampai matanya melotot.
Namun, dua orang itu seperti mabuk. Keduanya bersikap aneh sudah tak berbusana. Jordan tengkurap di atas tubuh Sandara dengan bantal, selimut dan guling sudah berada di lantai terkena genangan air.
Kepala Sandara berada di tepian kasur dalam posisi tergantung dengan rambut terjuntai sampai ke lantai.
"Apa yang terjadi?" tanya Rayya masih berdiri depan pintu dan hanya bisa melihat tak bertindak.
Victor bergegas menuju ke kamar mandi untuk mematikan kran dalam bath up. Tubuh Rayya gemetaran terlihat bingung menyikapi hal ini termasuk Jeremy.
Match and Mix masuk ke ruangan perlahan dengan wajah tanpa ekspresi. Mix berjongkok saat mendapati beberapa obat berhamburan di lantai.
"Profesor," panggil Mix saat menunjukkan dua buah suntikan penetralisir yang ia temukan. Jeremy akhirnya berani untuk masuk meski keningnya berkerut melihat putera dari Boleslav dan Vesper yang ia duga melakukan perbuatan terlarang. "Mungkinkah?" tanya Mix, dan Jeremy mengangguk pelan.
"Hanya bisa dibuktikan dengan tes darah," jawabnya usai melihat cairan dalam suntikan itu telah kosong.
"Hei!" panggil Match saat mendapati sebuah drone berada di lantai dengan posisi menghadap ke arah Sandara dan Jordan.
"Aku tak mengenali benda itu. Drone itu bukan milikku," ucap Victor menunjuk benda tersebut.
"Drone ini aktif. Mungkinkah ... kita bisa tahu apa yang terjadi dari rekaman kamera drone ini?" tanya Match.
Victor segera mengambilnya. Match mengikuti Victor ke ruang kendali untuk mencari tahu kebenarannya.
"Bagaimana ini?" tanya Rayya yang berusaha untuk menyelimuti tubuh keduanya karena Jordan dan Sandara seperti orang mengigau.
Rayya akhirnya memberanikan diri memegangi Sandara yang tergolek lemah tak berbusana begitupula Jordan. Mix mengangkat Jordan dan menjauhkan tubuhnya dari Sandara.
Rayya mengambil selimut baru di almari untuk menutup tubuh dari puteri Vesper. Jordan ditutupi dengan jaket milik Mix.
"Kita harus sadarkan mereka," ucap Mix.
Rayya dengan sigap pergi dari ruangan seperti ingin mengambil sesuatu. Jeremy mendekat di mana keduanya telah direbahkan di atas kasur meski diberikan jarak.
Jeremy memeriksa denyut nadi dan suhu tubuh Jordan dengan tangannya secara manual. Mix menatap Jeremy saksama ketika pria itu membuka mata Jordan dan melihat pupilnya.
"Dia terkena semacam gas halusinasi, tapi ... entahlah. Mungkin Miles melakukan sesuatu yang lain," ucap Jeremy menduga.
"Jeremy!" panggil Rayya panik memasuki ruangan. "Tak ada! Koper persediaan serum penawar terakhir tidak ada. Mungkinkah Miles mencurinya?" tanyanya.
"Argh!" geram Jeremy yang merasa Miles sudah bertindak terlalu jauh bahkan menggunakan Jordan dan Sandara untuk memecah kubu dalam 13 Demon Heads. "Kita harus rahasiakan hal ini dari Naomi, orang-orang dalam jajaran Vesper dan Amanda. Miles sengaja melakukannya agar Vesper dan Manda berperang," tegas Jeremy, dan Mix mengangguk setuju. "Bawa mereka berdua ke laboratorium. Mereka tak bisa dirawat di sini. Sampai kita ketahui penyebabnya, jangan biarkan berita ini bocor ke siapapun."
"Oke. Aku akan temui lainnya," jawab Rayya dan Jeremy mengangguk.
Jeremy meminta agar Jordan dipakaikan baju. Mix dengan sigap mendandani anak dari majikannya dengan pakaian yang Jordan bawa dalam koper. Jordan lalu dibopong oleh Mix untuk dimasukkan dalam mobil.
Tak lama, Rayya datang bersama Aisha. Rayya menjelaskan semua kepada isteri Victor tersebut. Tentu saja Aisha shock, tapi ia paham dengan yang harus dilakukan.
Sandara segera dipakaikan baju dan dibawa masuk ke mobil terpisah. Kali ini, Aisha dan Victor berjaga di mansion bersama para Black Armys.
__ADS_1
Dua mobil pergi menuju laboratorium dalam pengawasan ketat Mix, Match, Rayya dan Jeremy. Mereka dilindungi oleh dua Black Armys di tiap mobil.
Jeremy berusaha keras untuk mencoba menyadarkan Sandara dan Jordan dari pengaruh obat yang tak ia ketahui.
Sedang Victor dan Aisha, akhirnya tahu isi dari rekaman drone tersebut. Namun, apa yang mereka lihat dengan yang mereka temukan di kamar adalah benar adanya jika Sandara dan Jordan melakukan hal terlarang tersebut.
"Mereka tak sadar saat melakukannya. Kau dengar yang Sandara panggil? Dia menyebut Afro! Begitupula Jordan yang memanggil nama Naomi! Ini ulah Miles!" seru Aisha masih membela dua anak malang itu.
"Aku tahu. Mungkin Vesper bisa mengerti, begitupula Amanda. Namun, Naomi? Sandara sudah bercerai dari Afro. Aku rasa, Afro juga tak akan kecewa akan hal ini. Hanya saja ... agh!"
BRAKKK!
"Miles sialan! Dia sungguh licik mempermainkan kita! Dia menggunakan cara menyerang tak seperti militer yang terang-terangan mencoba melenyapkan kita dengan bom, misil dan pasukan khusus. Miles menggunakan orang-orang kita sendiri untuk saling bermusuhan sehingga terjadi perang. Ini tak bisa dibiarkan!" sahut Aisha terlihat marah besar sampai menggebrak meja.
"Kita tak bisa membiarkan Amanda dan Vesper tahu hal ini, terlebih Naomi. Hancurkan drone itu, walaupun rekaman ini tetap kita simpan sebagai jaga-jaga jika perselisihan terjadi. Vesper sakit parah, begitupula Amanda yang sedang berusaha menghentikan kekacauan akibat ulah Miles," tegas Victor dan Aisha mengangguk setuju.
Victor menyimpan rekaman itu dalam sebuah hardisk khusus yang ia masukkan dalam brankas bersandi.
Aisha menghancurkan drone tersebut dengan meremukkannya menggunakan palu. Aisha melampiaskan kekesalannya pada Miles kepada benda sialan itu.
Namun, tanpa orang-orang itu sadari, Miles ternyata telah menyiapkan serangan untuk menghancurkan 13 Demon Heads dari dalam dengan video tersebut. Drone itu telah terkoneksi dengan GIGA IGOR.
Meskipun, Victor dan lainnya berusaha untuk menyembunyikan kebenaran, seluruh mafia dalam jajaran 13 Demon Heads mendapatkan kiriman mengejutkan tersebut saat Miles menggunakan Black Armys yang ia culik dari kediaman Victor di Australia untuk membawa rekaman tersebut.
Kastil Hashirama, Kyoto, Jepang.
Mereka bicara dalam bahasa Jepang. Terjemahan.
"Kalian ...?" tanya Lian—isteri Tora—saat mendapati dua orang Black Armys datang ke rumah peninggalan ayah Vesper seraya membawa sebuah flashdisk berwarna hitam dalam kondisi babak belur.
"Miles," ucap salah satu Black Armys tersebut langsung ambruk.
"Penjaga!" teriak Lian panik saat dua pria itu tergeletak lemah meski masih dalam kondisi sadar.
Lian mengambil flashdisk tersebut dan langsung membawanya ke pusat kendali untuk mencari tahu.
Dua saudarinya juga ikut bergabung karena benda itu kiriman dari Miles. Namun seketika, mata mereka melebar saat melihat tayangan yang tak mereka sangka dari isi flashdisk tersebut.
Hal serupa juga terjadi di Markas Hashirama, Jepang.
Mata Agent S terbelalak lebar saat melihat kejadian itu di mana orang yang paling diharapkan tak menyaksikan pergumulan itu malah ikut menontonnya.
Praktis, tangis Naomi pecah. Ia yang berlindung di markas itu langsung roboh dengan hati yang tersakiti usai melihat tayangan tersebut.
"Naomi, Naomi ...," panggil S mendekati wanita malang itu yang tak bisa menahan sakit hatinya karena merasa dikhianati.
S terlihat iba pada anak didiknya, tapi tak tahu harus berbuat apa. Ia juga tak berani menyentuh Naomi yang sedang terpuruk melihat suaminya bercinta dengan saudara sepersusuannya. Namun tiba-tiba ....
"Naomi!" panggil S lantang saat Naomi langsung berdiri dan berlari kencang meninggalkan markas. "Pastikan dia tak melakukan hal bodoh! Aku akan mencari tahu kebenaran ini!" perintah S lantang kepada dua Black Armys Ninja yang ikut menyaksikan hal itu karena disiarkan di pusat kendali dan ditonton oleh banyak orang yang bertugas.
"良い!" jawab dua orang itu serempak dan langsung bergegas keluar dari markas mengejar isteri dari Jordan.
__ADS_1