4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
TAWARAN JONATHAN


__ADS_3

Sikap Jonathan yang semena-mena, pada akhirnya membuat para suster dan dokter yang bertugas untuk merawat dua pasien mereka melakukan tindakan.


Mereka melaporkan perlakuan Jonathan yang disinyalir adalah seorang penjahat karena tak beretika.


Bahkan fotonya diambil diam-diam oleh seorang perawat ketika mengantarkan makanan. Hal itu membuat kepolisan Amsterdam segera mengambil tindakan.


Malam itu, Jonathan tertidur lelap saat menjaga dua bodyguard-nya. Mata Click and Clack masih ditutup perban.


Diam-diam, dua polisi dengan seragam khusus memasuki ruangan yang tampak kacau karena banyaknya makanan berceceran di lantai ruang pasien di mana seharusnya ruangan itu tetap steril dan bersih.


Dua polisi itu semakin yakin jika Jonathan adalah seorang penjahat karena memiliki banyak tato di tubuhnya serta menggenggam pistol meski sedang tertidur.


Diam-diam, Click and Clack dipindahkan setelah mereka dibius ketika cairan infus diberikan sebelum polisi datang untuk menyergap.


Jonathan telah dikepung oleh polisi baik di dalam atau pun di luar ruangan. Karena tak ingin membuat keributan di area rumah sakit, salah seorang polisi sudah siap dengan kain yang telah diberikan cairan bius jenis Chloroform.


Cairan ini bisa membuat korbannya pingsan selama beberapa jam. Selain itu, jenis bius ini tidak berbau, bereaksi cepat dan kuat.


Benar saja, polisi itu tiba-tiba saja membekap Jonathan yang sedang mendengkur dengan pistol masih dalam genggaman.


"Emph!" erang Jonathan saat ia membuka mata dan melihat seorang pria menutup wajahnya dengan masker serta berpakaian hitam. Jonathan memberontak dan mengarahkan pistolnya ke tubuh pria itu.


DOR!


"Agh!" erang polisi itu saat Jonathan berhasil menembak paha dan melukainya. Polisi itu ambruk dan kain bius itu terlepas.


Jonathan yang terkejut langsung bangun dan mengusap hidung serta mulutnya yang basah. Semua polisi mengarahkan pistol ke arah Jonathan terlihat siaga.


Saat Jonathan mengarahkan pistolnya ke salah satu polisi dengan wajah bengis, tiba-tiba ....


BRUKK!!


Para polisi bernapas lega karena tak perlu menembak pemuda itu karena masih belum diketahui dengan jelas asal-usulnya.


Data pencarian pemuda itu tak ditemukan dan hal tersebut membuat pihak kepolisian makin curiga. Mereka merasa jika pemuda bertato itu pasti terlibat dalam kelompok mafia atau semacamnya dan akan diselidiki.


"Hei, kau tak apa?" tanya polisi lain seraya membantu kawannya yang tertembak di paha. Pria itu mengangguk dan dibantu untuk dipapah keluar ruangan agar segera diobati.


Jonathan diborgol dan ditidurkan di atas ranjang pasien. Putera ketiga Vesper diamankan oleh pihak kepolisian yang selanjutnya akan diinterogasi.


Para pekerja di rumah sakit lega karena pihak kepolisian berhasil meringkus pemuda yang disinyalir adalah penjahat.


Mereka bicara dalam bahasa Belanda (Dutch). Terjemahan.


"Terima kasih banyak karena kalian sudah menyelamatkan ayah dan pamanku. Jujur, aku hampir saja melaporkan pada polisi karena mereka tiba-tiba hilang," ucap Dahlia yang berhasil meyakinkan pihak kepolisian karena membawa data Click and Clack meski telah dipalsukan.


"Hanya saja, mengingat tempat ini dirasa tak aman untuk keluarga kami, bisakah mereka berdua dibawa pulang?" tanya Lipan yang mengaku sebagai anak dari Clack dan Dahlia anak dari Click.


"Untuk hal itu, kalian harus membicarakan hal ini kepada pihak rumah sakit. Selain itu, saat dua pria ini telah sembuh, mereka harus memberikan kesaksian dan alasan kenapa bisa diculik oleh pemuda bertato tadi," tegas salah seorang polisi.

__ADS_1


"Mungkin aku bisa memberikan sedikit pernyataan. Ayah dan paman menjaga sebuah restoran yang memang sedang ditutup karena akan direnovasi. Saat itu, ayahku mengatakan jika dia melihat ada pemuda yang sering mondar-mandir di sekitar restoran seperti mengintai. Aku rasa, pemuda yang dimaksud oleh ayahku adalah lelaki bertato tadi. Kami mohon, Pak. Izinkan ayah dan pamanku pulang. Kami ingin merawatnya di rumah," pinta Dahlia memelas.


Pihak rumah sakit yang mendengar penuturan dari Dahlia dan Lipan akhirnya memberikan izin. Click and Clack diperbolehkan untuk meninggalkan rumah sakit asalkan biaya dan administrasi telah diselesaikan.


Namun, hal aneh kembali terjadi. Jaminan yang Jonathan berikan kepada petugas kala itu tidak ditemukan oleh bagian pendataan.


Dahlia segera melunasi seluruh biaya pengobatan dua pria berkepala gundul itu agar bisa dibawa pulang.


Hanya saja, Lipan harus bersedia mengantarkan Click and Clack saat keduanya sudah membaik untuk memberikan kesaksian kepada pihak kepolisian. Lipan menyanggupi hal tersebut termasuk Dahlia usai membuat surat pernyataan.


Tanpa sepengetahuan pihak rumah sakit dan kepolisian, Kemuning berhasil menyelinap dan mengamankan data Jonathan dengan berpura-pura menjadi petugas saat para karyawan terlihat tegang karena polisi akan melakukan penyergapan di rumah sakit tersebut. Kemuning memanfaatkan hal itu untuk beraksi.


"Kita pergi," titah Jambu Monyet yang telah duduk di samping sopir.


BROOM!


Mobil hitam MVP yang muat untuk 7 orang itu segera melaju meninggalkan rumah sakit yang selanjutnya pergi meninggalkan Amsterdam. Click and Clack diamankan oleh lima anggota pasukan pria tampan sesuai dengan instruksi misi.


Nantinya, mereka akan diterbangkan ke Kastil Borka—Rusia—dan dikurung. Dua pria itu tak diizinkan untuk berkeliaran lagi sampai keadaan dinyatakan aman oleh Dominic atas perintah Han.


Sedang Jonathan. Pemuda itu akhirnya sadar keesokan harinya. Jonathan terkejut karena ia berada dalam sel bahkan memakai pakaian tahanan dengan tangan diborgol.


"Hei!" teriaknya marah langsung mendatangi jeruji besi.


Seorang pria dengan seragam polisi mendekat. Napas Jonathan memburu. Ia menatap tajam pria itu yang memandangnya remeh.


Pria polisi itu tampak bingung karena tak mengerti yang diucapkan oleh tahanan. Jonathan lalu menggerakkan tangannya memanggil polisi itu. Polisi itu pun dekat, tapi tiba-tiba, DUAK!


"ARGH!"


DANG! BRUK!


"Agh, sial! Dia gak pegang kunci!" gerutu Jonathan saat berhasil melumpuhkan satu penjaga karena kakinya tak dibelenggu.


Jonathan menendang polisi itu dari celah jeruji dengan satu kakinya dan berhasil mengenai lutut pria tersebut.


Polisi itu merintih dan spontan membungkuk. Jonathan mengeluarkan tangannya yang terbatas jangkauannya untuk menangkap kepala polisi itu lalu membenturkannya ke besi. Praktis, serangan kuat itu membuat polisi tersebut langsung pingsan.


"Hei!" teriak seorang polisi lainnya yang mendatangi jeruji tempat Jonathan disekap, tapi kali ini tak memakai seragam.


Jonathan langsung mundur dan berhasil mengambil tongkat dari polisi yang pingsan. Ia menyelipkannya dibalik baju pada karet celana. Jonathan mundur perlahan dan menutupi tongkat itu agar tak ketahuan.


"Spreek je Nederlands?"


 (Apakah Anda berbicara bahasa Belanda?)


"English," jawab Jonathan angkuh.


Polisi itu mengangguk dan melihat kawan polisinya yang pingsan disingkirkan oleh dua polisi penjaga lainnya.

__ADS_1


Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.


"Siapa kau sebenarnya? Wajahmu tak ditemukan dalam data kependudukan di negara ini," tanya pria itu berdiri tegap menjaga jarak dengan Jonathan yang berdiri sepertinya.


"Apa kau pernah mendengar nama Vesper? 13 Demon Heads?"


Praktis, ucapan Jonathan membuat mata pria itu membulat penuh. Jonathan tersenyum miring.


"Keluarkan aku. Misiku sekarang adalah memburunya. Dua pria yang sedang dirawat di rumah sakit akan menolongku untuk menemukan Vesper. Lepaskan mereka," tegas Jonathan, tapi pria itu tampak terkejut.


Tak lama, datang seorang polisi yang terlihat memiliki kuasa di tempat tersebut. Jonathan menatap sosok baru tersebut dengan cuek saat pria beruban itu menghisap rokoknya.


"Siapa dua pria berkepala gundul itu? Kau menjaga mereka. Apakah mereka orang penting?" tanya pria yang baru saja datang.


"Ya. Mereka tahu di mana aku bisa menemukan Vesper. Jangan banyak bertanya. Aku harus bergegas. Jika kalian ingin terlibat, itu akan sangat membantu. Jika tidak, sebaiknya menyingkir, jangan halangi misiku," tegas Jonathan.


"Dua pria itu sudah dijemput oleh keluarganya," jawab pria seperti seorang detektif.


Praktis, mata Jonathan melebar.


"Dasar bodoh! Kalian melepaskannya? Pasti orang Vesper yang membawa dua orang itu pergi! Inilah akibatnya jika kalian ikut campur dalam urusan yang sama sekali tidak kalian mengerti! Pantas saja, kalian bukan tandingan para mafia dalam jajaran 13 Demon Heads dan The Circle. Kalian bodoh!" sindir Jonathan.


"You!" bentak polisi tersebut tak terima, tapi Jonathan malah meledek dengan senyum tengilnya.


Sedang pria beruban, menatap Jonathan tajam sembari menjatuhkan rokoknya. Ia menginjak bara rokok itu dan memadamkannya. Jonathan diam memandangi gerak-gerik pria beruban itu.


"Jadi ... Vesper masih hidup, dan The Circle masih ada?" tanya pria itu yang kini memasukkan kedua tangannya dalam saku.


"Yes," jawab Jonathan seperti ular mendesis.


Pria itu mengangguk lalu memberikan kode dengan telunjuk kanannya. Para polisi yang berada di sekitar tampak terkejut.


"Sir? Anda yakin?" tanya polisi yang terlihat tak menyukai Jonathan.


"Ya. Kita buktikan omong besarnya. Jika benar dia bisa membawa kita kepada Vesper, militer Belanda tak akan diremehkan lagi. Segera persiapkan semua," tegas pria beruban dan polisi tersebut mengangguk siap.


Sel tempat Jonathan disekap dibuka. Jonathan tersenyum lebar. Namun, saat ia melangkah, KLONTANG!!


Semua orang terkejut ketika melihat tongkat yang Jonathan rampas jatuh. Jonathan mengembuskan napas pelan, tapi pada akhirnya melangkah begitu saja melewatinya.


"Kau siapanya Vesper?" tanya pria beruban saat Jonathan berjalan di depannya dan kedua lengannya dipegangi kuat oleh polisi.


"Aku anaknya dan aku membenci ibuku. Sudah terlalu lama Vesper hidup. Semua kekacauan di dunia ini, dia penyebabnya. Jadi ... aku harus mengakhirinya," jawab Jonathan dengan wajah penuh kebencian.


Pria itu tersenyum miring dan kembali menyalakan rokok yang ia ambil dari dalam saku celananya.


***


tadinya lele sertain tips tapi krn novelnya gak naik2 jdi lele apus dulu. lele insert di next eps aja ya. sejak jam 3 sore loh belom up lele cek lagi jam 7 msh review. sabar sabar~

__ADS_1


__ADS_2