
Alarm Terminator begitu nyaring terdengar di Ballroom kediaman Dania. Semua ponsel anggota Dewan menyala merah.
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
"Markasku di serang!" pekik Javier panik.
"Milikku juga!" sahut Rohan.
"Sial! Pasti mereka sengaja saat kita sedang berkumpul!" sahut Martin ikut geram.
Para mafia langsung berbondong-bondong menuju ke pusat kendali di ruang bawah tanah kediaman Dania yang telah Vesper sulap seperti pusat komunikasi markas lainnya.
Pesta pernikahan berubah menjadi ketegangan. Para anggota Dewan yang hadir, tak bisa kembali ke negaranya. Satu-satunya jalan dengan memberikan komando dari jarak jauh.
Seketika, pusat komando sesak. Vesper meminta semua anggota Dewan kembali ke Ballroom untuk melakukan komando di sana. Para anggota Dewan dan anak buahnya segera menyiapkan diri.
Round table tempat duduk para tamu yang berisi hidangan, berubah menjadi meja kerja dengan alat komunikasi dan laptop.
Yena bahkan sampai mengabaikan penampilannya dan berlari ke sana kemari dengan heels seraya menjinjing gaun panjangnya.
"Sambungkan ke server utama. Ganti tampilan monitor pernikahan dengan situasi markas para anggota Dewan!" perintah Yena tegas ke para Black Armys yang bertugas sebagai operator.
Dengan sigap, para pria itu mengganti tayangan yang awalnya video prewedding Yena-Zaid, dengan siaran langsung penyerangan para hewan ganas di tiap markas anggota Dewan.
"Vesper, hanya punyamu saja yang gak diserang. Kenapa bisa demikian?" tanya Jamal melotot.
"Entahlah. Namun, aku khawatir. Jika aku mengirim pasukan dari markasku, mereka bisa saja menyerang saat tempatku kosong. Orang-orangku tak boleh meninggalkan pos," tegas Vesper sembari memegangi ponselnya yang tak mengirimkan alarm Terminator termasuk milik Han, Lysa, dan Arjuna.
"Nathan udah kirim The Circle ke markas kalian. The Shadow juga sudah dalam perjalanan," sahut Jonathan dari tempatnya berdiri dengan ponsel dalam genggaman.
Vesper, Kai, dan Han-yang duduk di kursi roda elektrik-mengamati serangan tersebut. Para anggota Dewan sibuk mengomandoi anak buahnnya yang sedang mati-matian membunuh para hewan liar tersebut.
"Mereka menggunakan anjing, tikus, kelelawar, dan kucing untuk menyerang. Pantas saja beberapa bulan yang lalu. Aku membaca dari beberapa artikel di beberapa negara yang mengatakan jika banyak hewan di penampungan menghilang. Bisa jadi, ini ulah anak buah Venelope," ucap Kai dengan sorot mata tajam menatap layar seksama.
"Pastikan data, berkas, dan barang berharga kalian aman! Aku khawatir, jika Venelope memanfaatkan kepanikan ini dengan pencurian aset," tegas Vesper dari tempatnya diri, menatap para anggota Dewan satu persatu.
Para anggota Dewan tak menyadari hal tersebut. Ternyata, dugaan Vesper benar.
__ADS_1
Han menunjuk layar yang sedang mereka awasi. Ada pergerakan diam-diam oleh beberapa orang di koridor dan mereka memasuki sebuah ruangan seperti ruang kerja.
"Jamal! Ruang kerjamu!" teriak Han dari tempatnya duduk.
"Agh! Sial!" pekiknya geram karena tak melihat pergerakan itu saat ia sibuk memberantas hama pengerat di rumahnya. "Rajesh! Amankan brankas!" perintahnya lantang dari sambungan earphone.
"Zaid! Bantu Jamal sebagai mata!" pinta Vesper.
Zaid yang mengenakan pakaian pernikahan itu segera berlari dan mendatangi meja Jamal. Jonathan dan Sierra disibukkan untuk mengirimkan bala bantuan dari pos-pos darurat terdekat.
Suara tembakan, ledakan dari Rainbow gas, dan granat tabung terdengar memekakkan telinga.
"Gunakan jaring perangkap! Alat yang kalian gunakan saat menangkapku kala itu di Pulau Giamoco!" sahut Afro mengutarakan idenya ditengah kericuhan.
"Ide bagus! Gunakan jaring!" sahut Yuki yang membantu Rohan. Anak buah pria India itu segera melakukan yang diperintahkan Bos besar mereka.
"Gunakan senjata penyembur api. Bakar mereka!" timpal Arjuna yang ikut memberikan masukan saat para anak buah anggota Dewan mulai kehabisan amunisi.
"Benar! Benar! Bakar mereka semua!" sahut Sherly yang kini mengambil alih komando sementara di Mansion Ivan.
Naomi terhenyak sejenak saat melihat wajah Arjuna muncul di layar laptop di hadapannya. Jordan melirik kekasihnya tajam. Namun dengan cepat, Naomi kembali fokus untuk membantu markas Bojan.
Hanya saja, serangan yang tiba-tiba dan tak terduga, berhasil menewaskan beberapa anak buah anggota Dewan.
Lysa melihat Javier kebingungan yang hanya ditemani Habib sebagai penasehatnya. Lysa menarik nafas dalam dan berjalan dengan tergesa menuju ke meja mantan suaminya.
"Kau butuh mata di markas mana?" tanyanya langsung menyahut dan memakai earphone di salah satu telinganya.
Mata Javier dan Habib melebar melihat kedatangan Lysa yang dengan sigap memberikan bantuan. Senyum Javier terbit, saat mantan isterinya duduk dan terlihat siap di depan laptop yang tersedia di sana.
"Sultan?" panggil Habib karena Javier malah melamun.
"Oh. Markas di Tunisia. Tolong," pintanya pelan dan Lysa mengangguk terlihat canggung.
Kai menyenggol lengan sang isteri, dan Vesper langsung menoleh ke arah Lysa yang sedang membantu jajaran Javier.
"Di mana Tobias?" tanya Vesper berbisik melihat sekitar.
__ADS_1
"Di kamar, sedang tidur bersama King D setelah mereka berdua kelelahan berenang sampai sore," jawab Kai pelan.
"Minta Obama Otong untuk memastikan mereka berdua tetap di kamar sampai kerusuhan ini selesai," pinta Vesper pelan dan Kai mengangguk.
Suami termuda Vesper mendatangi Otong yang ikut membantu ayahnya-Eko-sebagai mata di meja Yusuke. Kai terlihat membisikkan sesuatu dan Otong segera pergi.
Kai tersenyum di kejauhan dengan jempol ia tunjukkan. Vesper membalas dengan kiss bye, tapi Han langsung berdehem kencang.
"Apa?" tanya Vesper menatap suami tertuanya yang meliriknya sadis.
"The Shadow dan pasukan bantuan datang!" ucap Jonathan gembira.
Senyum para anggota Dewan merekah. Mereka segera mengabarkan hal baik ini kepada orang-orang yang menjaga markas mereka.
Walaupun para petinggi tersebut tak ikut dalam peperangan langsung, tapi kekacauan yang terjadi di Markas mereka membuat keringat tetap bercucuran.
The Circle kubu Jonathan segera melemparkan Rainbow gas tanpa bom ke seluruh ruangan. The Shadow menyelesaikannya dengan senjata penyembur api.
Para anak buah anggota Dewan yang terluka, segera dievakuasi oleh anak buah The Eyes milik Lysa yang masih bertahan di Markas tersebut.
Kekacauan mulai mereda, meski kondisi Markas kacau-balau. Para anggota Dewan bernafas lega saat para hewan-hewan yang menggila itu berhasil ditumpas, tapi musuh sebenarnya kini terlihat dan mulai bergerak memasuki markas tersebut.
"Mereka ...," ucap Torin lirih dengan mata melebar melihat sekelompok orang menggunakan topeng gagak memasuki Markas.
"Serangan kedua! Bersiap!" tegas Han dari tempatnya duduk.
Jantung semua orang berdebar, ketika melihat pasukan bertopeng itu melakukan aksi balas dengan membunuh para anak buah The Eyes yang masih muda sebagai pertahanan paling luar Markas anggota Dewan.
BRAKK!
"Argh! Venelope!" teriak Lysa geram sampai menggebrak meja, saat The Mask membantai anak buahnya tersebut dengan sadis.
***
Hari ini 1 atau 2 eps ya? Oia. Awal bulan nanti ada quiz buat novel Marco-Polo yg akan lele share di novel Simulation. Jadi pantengin ketika eps Quiz nongol di sana buat dapetin 1 tumbler. Semangat dan tengkiyuw tipsnya😍
__ADS_1