4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
After Life-Pernikahan Jordan Sandara*


__ADS_3


Akhirnya, bulan yang dinantikan untuk merayakan pesta pernikahan Sandara-Jordan di Kastil Borka Rusia berlangsung.


Nuansa serba putih menghiasi dekorasi pernikahan dua mempelai muda itu. Kastil bak cerita dongeng itu telah disulap sehingga lebih manusiawi dengan sentuhan baru dari Sandara.


Cara gadis itu untuk menutupi kegiatan ilegal dalam bangunan megah peninggalan sang ibunda, berhasil mengelabuhi para polisi dan militer.


Bahkan, anjing pelacak tak bisa menemukan kegiatan ilegal tersebut saat mereka mencoba menggeledah kastil tersebut, tepat satu minggu sebelum pesta pernikahan. Alhasil, para polisi itu kembali ke markas dengan tangan kosong.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.


"Kurasa kehidupan tenang belum sepenuhnya berpihak pada kita, Sandara," ucap Amanda saat ikut mempersiapkan gaun Sandara sebelum gadis cantik itu keluar menuju altar.


"Jangan terlalu dipikirkan, Mom. Wajar jika militer cemas dengan keberadaan kita. Selama ini, 13 Demon Heads adalah ancaman nyata bagi mereka. Kegiatan kita di masa lalu mencolok bahkan tak takut dengan serangan. Namun kupastikan, mereka hanya bisa mengawasi, tapi tak akan bertindak terlalu jauh karena kita juga mengendalikan stabilitas dunia," jawab Sandara tenang siap melangkah menemui calon suaminya—Jordan.


"Oke jika menurutmu begitu," ucap Amanda pasrah pada akhirnya.


Sandara tersenyum tipis terlihat tetap tenang menanggapi segala jenis ancaman dengan gaun pengantin terlihat indah ia kenakan.



Mereka berbicara dalam bahasa Korea. Terjemahan.


"Dara, ayo bersiap!" seru Manager Park memasuki ruangan bersama orang-orang dalam jajaran Dream High Entertainment yang dilibatkan sebagai pengisi acara, termasuk 5Limits.


"Ah, lihatlah gadis kecilku kini sudah beranjak dewasa. Aku tak sabar menanti kelahiran anak pertamamu," ucap Manager Song dikelilingi oleh anak buahnya.


Orang-orang asal Korea itu sibuk mengabadikan momen tersebut dengan memotret Sandara yang telah bersiap untuk pernikahannya. Sandara dibantu oleh Amanda dan manager Song menuju ke altar.


Sandara yang bertubuh ramping, membuat kehamilannya hampir tak terlihat. Perutnya belum membuncit membuatnya masih terlihat seperti gadis belia.


Seketika, kursi-kursi warna putih yang tadinya kosong itu telah terisi penuh. Sandara sengaja tak menutupi wajahnya dan membiarkan paras cantiknya dilihat oleh semua orang.


Mata Jordan tak berkedip melihat calon isterinya tampak mempesona dengan gaun pengantin sederhana yang ia pilih.


Pesta pernikahan yang mereka langsungkan juga tak semewah saat pernikahan pertama ketika dengan pasangan sebelumnya.


Keduanya hanya ingin diakui dan disaksikan sebagai sepasang suami isteri meski masih saudara sepersusuan.


Jordan meraih tangan halus Sandara dan mengajaknya berdiri di sisi. Senyum tipis keduanya terukir indah meski terlihat gugup saat pengesah pernikahan siap untuk meresmikan hubungan mereka.


Hingga akhirnya, "Silakan mencium pasangan kalian," ucap pria yang ikut berpakaian formal itu.


Sandara dan Jordan tampak tak malu saat menunjukkan cinta kasih mereka dihadapan para tamu.


Semua orang bertepuk tangan, bahkan Afro yang terlihat sendu saat melihat prosesi itu tetap memberikan selamat. Venelope diam saja dan memilih untuk tetap mengembangkan senyuman.


Meski keduanya berstatus agama Kristen, tapi Sandara dan Jordan sepakat jika itu hanya sebagai formalitas dalam identitas saja.


Penerapannya, mereka memilih seperti Vesper. Tidak beragama walaupun percaya adanya Tuhan.

__ADS_1


Para mafia memilih tak berkomentar karena bagi mereka itu adalah keputusan pribadi yang tak bisa diusik.


Banyak para mafia yang merasa jika status agama mereka hanya sebagai formalitas saja.


Kenyataannya, tak hanya Gereja, Vihara, Pura, bahkan Masjid, hanya didatangi saat mereka ingat Tuhan saja.


Orang-orang itu berpikir rasanya percuma berulang kali meminta maaf kepada Tuhan karena tetap akan melakukan kejahatan yang sama.


"Jadi ... kalian akan menetap di Borka?" tanya Rohan dengan Nandra di sisinya.


"Kami akan berpindah-pindah. Namun sepertinya, kami akan menetap di Italia sementara waktu sampai bayiku lahir. Aku tetap harus mengurus perusahaan," jawab Sandara serius. Afro diam saja mendengar hal tersebut.


"Kau sendiri bagaimana, Jordan? Bukankah ... perusahaan ayahmu sangat banyak. Bagaimana kau membelah dirimu?" tanya Yusuke berkesan meledek dengan Lucy di sisinya.


"Aku sudah memiliki banyak kloningan yang akan membantuku. Paman Arthur, Red, Daniel, Mix and Match, kak Sia, Jason, paman Maksim, Yuri, belum anggota Red Skull dan Bykov dari Beruang Hitam. Aku tak melihat masalah dalam menyelesaikan pekerjaanku," jawabnya santai, tapi berkesan menohok bagi Yusuke.


"Sudahlah, Sayang. Pemikiranmu tak akan sampai pada level Jordan. Sebaiknya, kita temui Yena dan Zaid untuk memastikan persiapan pernikahan kita," ucap Lucy menengahi dan Yusuke mengangguk pasrah.


Amanda dan lainnya terkekeh karena ucapan Jordan benar adanya. Orang-orang itu setia pada jajaran Boleslav terlebih Amanda, Q dan Monica yang ikut serta dalam pengurusan perusahaan.


Sayangnya, Yena tak bisa menghadiri pesta berikutnya karena ia harus bersiap untuk melahirkan. Semua orang memaklumi hal itu.


Malah, Cassie menyatakan siap menggantikan pekerjaan Yena bersama Jonathan untuk merampungkan persiapan pesta para mafia yang belum diselenggarakan.


Tentu saja orang-orang itu sangat senang mengingat Cassie kini telah berubah dan sangat bisa diandalkan.


Sierra tampak cuek ketika saudara sepupunya dipuji. Baginya, kelasnya dengan Cassie tetap berbeda tak sederajat. Ia pemimpin dan Cassie pesuruh.


"Kau ingin menemui Naomi?" tanya Sandara yang sudah berhasil menebak jalan pikiran Jordan hanya melihat sorot matanya.


"Hem. Aku iba pada kakakmu. Aku ingin memberikan sedikit nasihat pada Naomi. Kau tak keberatan 'kan?" tanya Jordan.


Sandara mengangguk pelan dengan senyuman. Naomi yang sedang menikmati potongan kue pernikahan terkejut saat melihat Jordan mendekat ke arahnya.


Ia melihat sekitar dan tak menemukan Arjuna. Naomi gugup, tapi ia tetap berusaha tenang saat duduk di kursinya.


"Hai," sapa Naomi dengan senyum kaku.


"Ada apa denganmu, Naomi?" tanya Jordan berdiri tegap dengan dua tangan masuk ke saku celana. Naomi tampak bingung menatap Jordan saksama. Jordan tersenyum tipis. "Apa kau sangat membenci Arjuna hingga kau terus-terusan memarahinya?"


Naomi terkejut. Ia memalingkan wajah. "Tidak," jawabnya dengan pandangan tertunduk.


"Lihatlah. Dia sangat menyayangi anak kita. Aku bahkan iri padanya. Selama Sig bersamaku, jarang sekali ia tertawa. Namun bersama Arjuna, anakku menjadi riang seperti dirimu dulu. Ia juga terlihat kuat dan mandiri setelah bisa berjalan. Kudengar, bukan kau yang mengajarinya, tapi Arjuna. Dia ... berperan penting dalam kehidupan kita, Naomi," ucap Jordan seraya melihat ke arah Sig yang sedang disuapi kue pernikahan bergantian dengan Loria oleh Arjuna.


Naomi tersenyum tipis dan mengangguk membenarkan setelah mendapati orang terkasihnya tertangkap pandangan.


"Aku juga tak tahu kenapa menjadi galak seperti itu," jawabnya gugup.


"Lupakan kebencian dan amarahmu pada lelaki itu. Arjuna yang sekarang telah berubah. Tak masalah kau menegurnya sesekali, tapi ... dia seorang pria sepertiku. Ada kalanya kami merasakan seperti direndahkan jika usaha kami tak dihargai. Jangan sampai Arjuna merasakan kekecewaan itu. Semoga ... kau selalu bahagia," ucap Jordan dengan senyum tipis lalu beranjak pergi.


Naomi terdiam. Ia merasa ucapan Jordan seperti sebuah pengakuan atas perasaannya saat bersamanya dulu.

__ADS_1


"Apakah ... aku pernah membuatnya kecewa hingga ia berkata demikian? Ya Tuhan, aku sungguh tak menyadarinya," ucap Naomi lirih terlihat takut.


Ia lalu bergegas mendatangi Arjuna yang kerepotan karena Sig terus berlari meski belum stabil.


Sedang Arjuna, harus menjaga Loria yang senang merangkak di atas rumput hingga gaunnya kotor.


"Kau makanlah dulu," ucap Naomi saat berjongkok di samping Arjuna usai ia berhasil menangkap Loria.


Arjuna bingung dan menatap wanita yang dicintainya lekat. Naomi tersenyum dan mengecup kening Arjuna lembut.


Arjuna malah mematung saat Loria ia gendong dan dibersihkan telapak tangan serta lututnya karena kotor.


Naomi lalu berjalan mendatangi Sig yang masih asyik berlari ke sana kemari bersama teman-temannya meski tak seumuran.


"Juby akan jagain Sig. Tante makan dulu aja," ucap Jubaedah riang seraya merangkai bunga hasil ia petik.


Sig terlihat serius saat melihat gerak-gerik gadis manis itu ketika membuat hiasan yang kemudian dipasangkan di kepalanya.


"Makasih ya, Endah. Ya udah, Tante titip Sig ya," ucapnya. Jubaedah mengangguk riang dengan senyum manis.


Sig duduk di atas rumput saat Jubaedah mengajaknya bermain masak-masakan dari tas yang ia bawa berisi perlengkapan dari plastik.


Arjuna menemani Naomi dan Loria yang akhirnya duduk dengan tenang bersamanya. Arjuna menyuapi mulutnya yang kelaparan berikut sang isteri dengan potongan buah segar.


"Hempf, aku ingin melakukan perawatan tubuh. Ikut?" ajak Naomi seraya menyuapi kue untuk bayi perempuan Arjuna.


"Tentu saja. Badanku pegal. Aku ingin pijat," keluh Arjuna pada akhirnya, di mana Naomi tak pernah menyangka hal itu karena sang suami selalu terlihat bugar usai bercinta sekalipun.


Naomi tersenyum dan keduanya tampak bahagia menikmati momen pernikahan Sandara-Jordan di Kastil Borka.


Seluruh mafia dari dua jajaran tampak senang menghadiri pesta tanpa khawatir diserang oleh militer atau musuh seperti yang pernah terjadi di tahun-tahun sebelumnya.


"Kenapa kau tak memilih kami sebagai ayah dari calon anakmu nanti?" tanya In Ho terlihat kecewa.


"Itu akan memberikan dampak buruk dikemudian hari. Ingat, kalian itu artis. Jika publik sampai tahu kalian menjadi donor spermaa, bisa jatuh nama 5Limits dalam sekejap. Kalian mau membuatku pusing dan kerepotan menjawab pertanyaan para wartawan yang selama ini gencar mencari kejelekan manajemen kita?" sahut Manager Park langsung mengaum dengan kue pernikahan di mulutnya.


Para lelaki yang kini tumbuh menjadi pria dewasa itu mengangguk pelan. Terlebih, masa ketenaran mereka untuk menjadi idol juga mulai meredup.


Walaupun 5Limits masih tergabung dalam boyband, tapi mereka mulai melakukan karir solo menjadi aktor K-Drama, aktor film, penyanyi solo, pengisi acara sebuah reality show, dan model fashion show.


Sandara tampak bahagia. Meskipun ia sudah tak berkecimpung dalam dunia keartisan, tapi orang-orang dalam manajemen yang pernah menaunginya tetap memberikan dukungan.


Mereka tetap berteman bahkan berbisnis dalam sektor legal.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE


__ADS_1


Uhuy makasih kucuran tipsnya😍 Lele padamu💋 Kuy yang belom biar lele semangat up sampai akhir minggu dan selanjutnya up novel yang terpaksa hiatus karena fokus selesein 4YM💪


__ADS_2