
...IPO IPO IPO...
...SIAPKAN MENTAL!...
...TANGGAPI DENGAN BIJAK...
...INI EPS JAHAD...
Dua hari kemudian, Javier kembali ke mansion Darwin bersama Lysa yang telah mengenakan gaun cantik ala Timur Tengah, usai melakukan jamuan bisnis di Oman, kediaman Javier.
Semua orang di luar kalangan mafia masih mengira jika dua pasangan serasih itu berstatus suami isteri.
King D tak diikutkan karena khawatir jika Tobias akan memanfaatkannya.
King D dipercayakan kepada neneknya, Vesper yang menyusul ke Oman setelah mendapatkan informasi dari Javier tentang permintaan Tobias.
Vesper tak curiga akan ajakan pertemuan yang dihadiri oleh tiga orang saja. Lysa, Javier dan Tobias di kediaman Darwin Flame.
Para pasukan Jihad berjaga di kejauhan jikalau mereka mendapat peringatan dari Sultan ketika pertemuan itu diadakan.
Mereka bicara dalam bahasa Inggris.
"Hoho, kalian sudah datang. Hem, gaunmu indah, Lysa. Kau tampak cantik tak seperti biasa," ucap Tobias menyambut kedatangan tamunya.
"Gaun indah ini pemberianku, Tobias. Tentu saja terlihat cantik ketika dikenakan oleh isteriku karena aku membuatnya khusus untuknya," jawab Javier sombong.
"Isteri? Hahaha! Otakmu pasti bermasalah, Sultan. Masih saja mengaku Lysa isterimu. Baiklah, untuk mengembalikan kesadaranmu, kita makan malam bersama. Aku lapar menunggu kedatangan kalian seharian," ajaknya.
"Terima kasih, tapi kami sudah ma ...."
"Hei! Ini rumahku! Sebagai tamu yang tahu sopan santun, tak baik menolak ajakan Tuan rumah. Apa kalian berdua tak diajarkan tata krama?" bentak Tobias memotong ucapan Lysa.
Dua orang itu langsung terdiam. Mereka pun menerima ajakan makan malam Tobias di ruang makan.
Tobias terlihat begitu lahap menikmati makannya sedang Lysa dan Javier terlihat ragu karena takut diracuni.
"Jangan membuatku kesal. Cepat makan dan kita selesaikan permasalahan kita," ucapnya tak memandang Lysa dan Javier. Tobias terus memasukkan daging ke mulutnya.
Lysa dan Javier terlihat tegang saat menikmati sajian itu. Keduanya makan perlahan terlihat tak berselera. Sedang Tobias, makan dengan sangat cepat.
"Aku sudah selesai dan aku sudah kenyang. Ayo kita ke ruangan lain untuk membahas hal ini," ucapnya sembari mengelap mulutnya dengan serbet.
Lysa dan Javier yang enggan makan itupun segera menutup makan malam dengan meneguk air mineral di hadapannya.
Para Pion menjaga keduanya ketika memasuki kamar Darwin. Namun, Tobias tiba-tiba menjauhkan Lysa dari Javier.
"Hei! Mau kau bawa kemana isteriku?!" pekik Javier, tapi dengan cepat, kedua bahunya ditekan oleh dua Pion D agar ia duduk.
"Diamlah di sini. Kau bisa mendengar apa yang mereka bicarakan dari tempatmu duduk, Sultan," tegas Pion Damian.
Nafas Javier menderu. Ia melihat Tobias membawa Lysa menuju ke sebuah rak yang memiliki banyak barang. Lysa bingung.
"Aku ingin memberikan kado pada King D. Aku tak tahu apa yang dia suka. Aku mengumpulkan semua kado pemberian kalian dan ... dia sudah punya semuanya. Apa yang bisa kuberikan untuknya? Kau Ibunya, kau lebih tahu," tanya Tobias terlihat lesu.
"Entahlah. King D tak menuntut apapun. Kau bisa memberikan dia apa saja. D pasti menerimanya," jawab Lysa santai.
__ADS_1
Tobias mendesah panjang. Ia menatap Lysa seksama.
"Kau suka memakai gaun seperti ini?" tanya Tobias tiba-tiba, menyentuh kain yang dikenakan Lysa dengan lembut.
Lysa memalingkan wajah. "Kau memintaku datang kemari. Apakah ... kau ingin aku yang meminta restu untuk menikahkan adikku dengan anakmu?" tanya Lysa melirik Tobias tajam.
"Kau tahu aku membenci si Sultan brengsek itu. Kenapa harus dia yang datang padaku dan bukan kau? Apa ... kau menghindariku?" tanya Tobias balas menatap Lysa tajam.
Lysa mengalihkan pandangan. "Jadi, bagaimana? Sierra dan Jonathan saling mencintai. Bagiku bukan masalah besar menikah muda. Selain itu, 13 Demon Heads dan No Face bisa bersatu," ucap Lysa kembali menatap Tobias tajam.
"Hmm ... bagaimana ya? Aku setuju saja, asal ... kau juga menikah denganku."
Lysa terkejut mendengar ajakan menikah Tobias. Lysa memegangi dahinya terlihat bingung dalam bersikap.
"Toby. Apa kau tak paham dari pembicaraan kita tentang perbedaan?" tegas Lysa.
Tobias menganggukkan kepala sambil mengerucutkan bibir.
"Emph, aku ... sudah mempelajari agamamu beberapa waktu lalu dan ... aku tak suka. Aku tak cocok, jadi ... aku tak ada niatan untuk memeluknya," jawabnya tengil.
"Kalau begitu, tak ada lagi yang perlu dibicarakan," jawab Lysa tegas.
Lysa berpaling, tapi ....
GRAB!
Tobias memegang tangan Lysa erat dan tak melepaskannya. Tiba-tiba, BUZZ! Lysa panik seketika saat semburan gas putih menyeruak di dalam kamar.
DUAKK!
"Agh!"
"Agg, emph!" erang Lysa saat Tobias menjambak rambut belakangnya dan mendorongnya kuat hingga wanita cantik itu tersungkur di atas ranjang.
Tobias mengelap hidungnya yang berdarah dengan punggung tangannya. Namun, seringainya keluar saat Lysa mulai batuk-batuk dan terhuyung saat mencoba untuk bangun.
Lysa jatuh bangun di atas ranjang. Berulang kali ia membuka dan menutup matanya sembari menggelengkan kepala. Tobias menyeringai dan mendekati Lysa perlahan.
"Sayang, kau tak apa?" tanya Tobias bersikap lembut tiba-tiba.
Lysa terlentang memegangi kepalanya seperti orang pusing. Tobias merangkak di atas ranjang dan kini berada di atas tubuh Lysa.
"Kenapa? Apa kau sakit? Sini, aku pijat," ucap Tobias memijat kepala Lysa perlahan dengan senyum penuh maksud.
Lysa terlihat terbuai akan sentuhan Tobias yang kini membelai lembut wajah dan lehernya.
"I ... i can't breath," keluh Lysa seperti orang sesak.
"Aku akan menolongmu, Sayang," jawab Tobias dengan seringainya.
Lysa seperti orang linglung dan pasrah, ketika Tobias melepaskan gaun yang dipakainya perlahan.
Tobias melemparkan gaun Lysa ke sebuah dinding kaca di samping ranjang. Tobias menoleh menunjukkan senyum liciknya.
"Errghhhh!! Hrrghhh!" erang Javier yang duduk di sebuah kursi yang sudah disemen permanen pada kaki-kakinya.
__ADS_1
Kedua tangan Javier diikat kuat berikut kedua kakinya dengan borgol besi. Mulutnya disumpal kain hingga teriakannya tertahan.
Javier disekap pada ruangan kaca besar di mana sebuah tembok kaca penghalang berwarna tiba-tiba muncul dan hanya bisa dilihat dari satu sisi.
Javier melihat dengan jelas, perbuatan bejat Tobias pada mantan isterinya.
Tobias melucuti pakaiannya sembari menatap tubuh sintal Lysa yang tak terbungkus kain, menggeliat di atas ranjang.
Tobias berbaring di samping Lysa dengan posisi miring, mempertontonkan aksinya di hadapan sang Sultan saat menyetubuhi wanita cantik itu.
Lysa yang terkena dampak dari gas halusinasi dan perangsang, merespon ajakan bercinta Tobias dengan penuh gairah.
Rintihan kenikmatan terdengar santer di ruangan tersebut saat keduanya begitu bersemangat saling menggoyangkan pinggul untuk memuaskan pasangan.
Tobias tak henti-hentinya menciumi wajah Lysa yang duduk di pangkuannya dan mencengkeram kuat rambut di kepala belakangnya.
"Yes, Lysa! Oh, i love you, Babe. I love you," ucap Tobias dengan penuh gairah memegangi pinggul wanita pujaannya dan terus mendorong miliknya kuat hingga Lysa kembali meronta tak bisa menahan gejolak di tubuhnya.
Javier menangis. Tak henti-hentinya ia meraung meski jeritan sakit hatinya tak bisa di dengar oleh kekasih hatinya yang sedang menikmati sensasi bercinta dengan Tobias.
Lysa pasrah saat Tobias tak henti-hentinya menyodokkan miliknya ke lubang kenikmatan itu dan mengerang menyuarakan kepuasannya.
Javier tertunduk. Ia begitu sedih dan sakit hati dengan apa yang ia lihat di depan matanya.
GRAB!!
"Kenapa, Sultan? Bukankah ... kau juga melakukan hal ini dengan para wanita-wanitamu? Bedanya ... Lysa tak melihatnya. Jadi ... kami tunjukkan padamu, sebuah alasan besar kenapa Lysa tak bisa menjadi milikmu lagi. Jadi ... menyingkirlah dari kehidupan Lysa selama-lamanya," ucap Pion Darion memencet kedua rahang Javier kuat dan menghadapkan wajahnya saat Tobias menggelontorkan seluruh amunisinya ke rahim Lysa dari belakang.
Javier memejamkan mata dan meneteskan air mata kesedihan. Ucapan Pion Darion makin merobek hatinya.
Sayatan besar terasa perih hingga Javier tak bisa berteriak lagi. Ia kini tertunduk lemas dan hanya bisa terus menangis.
Para Pion terkekeh melihat Javier seperti orang tak berdaya. Lysa sudah tergolek lemas saat keduanya puas bercinta.
Tobias menyelimuti tubuh kekasih hatinya dengan ia ikut tidur bersama di sampingnya.
NGEKKK!
Tobias melirik dengan senyum licik saat melihat Javier sudah lesu karena adegan menyesakkan dada ketika tembok kaca itu bergeser ke samping seperti pintu.
"Hmm, singkirkan dia. Jangan usik malam pertamaku," ucap Tobias dan para Pion mengangguk paham.
CLEB!
Javier disuntik bius. Belenggu di kedua tangan dan kakinya dilepaskan. Javier didudukkan pada sebuah kursi roda dan dibawa kaluar dari mansion.
BRUKK!!
Javier di masukkan ke bagasi mobil belakang oleh Pion Dexter. Pion Daido dan Darwin membawa Javier ke tepian sungai.
BYURR!
"Nikmati perjalanan airmu, Sultan," ledek Pion Darwin saat melemparkan tubuh Javier ke sungai.
Javier hanyut terbawa aliran sungai dalam keadaan tak sadarkan diri.
__ADS_1
***
adeh maap telat up. lele vaksin hari ini. kalo ada typo maklum aja krn ngetiknya nyambi. ss tips di next eps ya. kwkw tengkiyuw~