4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Penunggu Peru*


__ADS_3


Bulan Agustus Minggu Ketiga.


Kediaman salah satu isteri pak Sutejo di Peru yang dijaga oleh Biawak Hijau dan Putih bersama anak buah Han. Tempat itu digunakan sebagai rumah peristirahatan layaknya guest house oleh pemilik sebelumnya.


Sayangnya, saat tempat itu didatangi, tak ada satu pun yang tinggal di rumah tersebut seperti sengaja ditinggalkan.


Sun dan Agent M ditugaskan untuk mengunjungi rumah tersebut untuk mendengarkan kesaksian dari wanita berkerudung dari kelompok Sandara yang kini memihak kubu Vesper.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


"Sandara mengincar Miles dan anak pak Sutejo. Sejauh ini, kami berhasil," tegas wanita tersebut yang mengubah penampilannya seperti wanita rumahan tak seperti pembunuh lagi.


"Ke mana tujuan Sandara sekarang?" tanya Agent M serius.


"Sandara berasumsi jika hilangnya anak buah Jonathan, Lysa dan Arjuna, karena mereka diambil oleh Miles. Sandara mengenali mereka dari gelang pemenggal yang dikenakan anak buah Jonathan dan cara bertempur pasukan Bala Kurawa karena dididik dari Camp Militer. Selain itu, The Eyes milik Lysa masih remaja. Aku rasa, analisis Sandara tepat untuk hal ini," jawab wanita itu lagi dengan kerudung ia kenakan meski tak menutupi seluruh auratnya.


"Nasib Putih gimana, Mas M? Ijo cemas ini," tanya Biawak Hijau terlihat sedih yang duduk di sofa panjang sebelah wanita cantik mantan anggota Pasukan Wanita Berkerudung Kolektor.


"Belum ada kabar. Menurutmu, ke mana tujuan Sandara setelah ini?" tanya M lagi ke wanita cantik berambut hitam berwajah Arab tersebut.


"Jika Biawak Putih telah jatuh dalam genggaman Sandara, pasti dia telah memberitahu jika Panama tak membuahkan hasil. Biawak Hijau mengatakan padaku jika Panama dijaga oleh dua Biawak lainnya. Setahuku, Panama salah satu tujuan Sandara. Namun, melihat sampai sekarang tak ada sosok Sandara di wilayah itu, dia pasti bergerak ke tempat lain," jawabnya serius.


Sun lalu mengeluarkan tablet yang ia masukkan dalam tas ransel. Ia menyalakan tablet itu dan meletakkannya di atas meja.


"Kabar terakhir yang kudengar, Jordan sedang memburu Miles bersama Mix and Match di seluruh penjuru Amerika. Mereka mengatakan jika semua pos darurat milik anggota dewan tak diserang Miles. Namun, beberapa pos darurat dan usaha legal Jonathan menjadi sasarannya. Tempat-tempat itu ditutup oleh Jonathan untuk sementara waktu. Itu sebagai jejak jika Miles telah berkunjung," ucap Sun menginformasikan seraya menandai beberapa wilayah yang telah ia petakan.


"Kenapa kau tak mengatakan hal ini padaku?" tanya M melirik anaknya tajam.


"Kau tak pernah bertanya," jawab Sun santai, tapi membuat M langsung mendesis. Biawak Hijau dan wanita Arab itu menahan senyum.


"Terus, Ijo sekarang suruh gimana?" tanya pria gemuk itu dengan helaan napas panjang.


"Kau diminta untuk tetap menjaga rumah ini oleh Han. Jika semua telah selesai, kita akan berkumpul nantinya," jawab M serius.


Biawak Hijau lalu berdehem seraya melirik wanita Arab dari kelompok Iskra yang duduk di sebelahnya dengan anggun.

__ADS_1


M dan Sun mengedipkan mata tampak bingung dengan gelagat salah satu anggota Biawak itu.


"Aku tak paham. Maaf," jawab Sun lugu yang duduk di hadapan Biawak Hijau.


"Ijo cuma gak mau menimbulkan fitnah aja. Dua orang beda jenis ada dalam satu rumah, bisa menimbulkan gosip. Jadi, untuk menghindari itu, bagaimana jika ... ya ... gitulah, masa gak tau," ucap Biawak Hijau memberikan kode sambil melirik ke arah wanita cantik tersebut.


"Kau ingin menikahinya?!" pekik M spontan. Praktis, mata Sun dan wanita Arab itu melebar.


"Langsung terbas aja loh, tapi ya gitu lah intinya. Mas M tau aja ah. Ijo jadi malu," ucap pria gemuk itu terkekeh sembari menutup wajahnya dengan kedua tangan.


Wanita tersebut tampak terkejut dan bingung menyikapi hal ini.


"Mm, maaf, siapa namamu tadi?" tanya M sampai gugup bertanya.


"Salma," jawab wanita itu ikut kikuk.


"Jadi, kau ingin menikah dengan pria di sampingmu itu, Salma? Jika ya, aku setuju saja. Akan kusampaikan hal ini pada jajaran," jawab M tetap tenang.


Biawak Hijau tampak pucat menunggu jawaban dari wanita cantik tersebut. Wanita itu tampak bingung menjawab.


Beruntung, ia dipakaian alat translator buatan Eiji yang terpasang di salah satu telinganya.


Wanita Arab itu tertunduk diam terlihat gugup. Padahal, Biawak Hijau yang tampak paling gugup hingga keringatnya menetes.


Sun dan M menahan tawa melihat Biawak Hijau komat-kamit seperti takut jika lamarannya ditolak.


"Apakah bisa? Seorang pembunuh sepertiku berkeluarga? Menikah? Dan hidup layaknya sipil?" tanya Salma menatap M lekat.


"Tentu saja bisa. Buktinya, Sun lahir dengan selamat dan sudah tumbuh sebesar ini. Dia bahkan berkuliah dan bekerja pada sebuah perusahaan. Dulunya," jawab M dengan malas pada akhir kalimat karena itu bersangkutan dengan Arjuna.


"Dia lelaki hebat. Biawak Hijau pria yang tangguh dan bisa diandalkan. Aku rasa, kau akan hidup bahagia jika menikah dengannya. Dari pada kau hidup tanpa arah seperti sekarang," sahut Sun memberikan masukan.


Salma menatap Biawak Hijau saksama dan pria itu tersenyum kaku karena gugup.


"Baiklah," jawab Salma dengan senyuman.


"Alhamdulilah!" seru Biawak Hijau langsung melakukan sembah sujud syukur di lantai.

__ADS_1


Agent M sampai terkejut dan menaikkan kedua kaki karena hampir terkena dahi Biawak Hijau. Sun terkekeh dan Salma tersipu malu.


"Aku akan kabarkan hal ini pada Han. Mungkin untuk sementara waktu, mengingat kondisi kita sedang tidak bagus, kalian akan menikah secara sederhana dan legal saja. Bagaimana?" tanya M menyarankan. Biawak Hijau dan Salma mengangguk terlihat tak mempermasalahkan hal tersebut.


Tentu saja, kabar ini malah membuat gempar seluruh orang yang berada di Lugu Lake. Termasuk dua BIAWAK yang menjaga Panama karena kawan mereka menikah duluan.


"Woo si genduk dapet jackpot! Kita disalip, Bro," ucap Biawak Cokelat terlihat iri.


Biawak Kuning yang mendapat kabar hanya bisa tersenyum dan mendoakan yang terbaik untuk kawannya.


Akhirnya, Sun dan M sebagai saksi dari dua mempelai yang melangsungkan pernikahan di Peru.


Monica membantu membuatkan identitas bagi keduanya agar menjadi warga negara Peru dengan mengganti nama mereka.


Hal mudah bagi Sun dan M untuk melakukan pekerjaan ilegal kepada pihak-pihak kepengurusan kependudukan sekitar penyuka uang sogokan.


Salma menjadi Salma Aqila. Sedang Biawak Hijau menjadi Brayan Muhammad. Mereka tak ingin menyembunyikan diri jika keduanya beragama Islam meski di Peru mayoritas beragama Katolik hingga 77% (menurut survey).


Akhirnya, M, Biawak Hijau, Salma dan Sun membuat skenario baru untuk mengakuisisi kepemilikan rumah itu kepada lembaga setempat.


Biawak Hijau dan Salma mengaku kerabat dari pemilik rumah. Mereka diminta untuk menempati rumah itu.


Namun, keduanya berkeinginan untuk membelinya. Sayangnya, tak ada kabar dari pemilik sebelumnya. Merekapun berinisitif mendatangi lembaga setempat.


Ternyata, pemilik sebelumnya yang bernama Markonah dikabarkan masih hidup. Isteri keempat pak Sutejo memang tak pernah kembali ke kediamannya sejak beberapa tahun lamanya.


Surat asli rumah tersebut masih dipegang oleh pemiliknya. Tentu saja, hal ini membuat Agent M serta lainnya semakin yakin, jika keluarga Pak Sutejo masih ada yang hidup hanya tak diketahui di mana keberadaan mereka.


Menurut informasi dari petugas setempat, putera terkecil Markonah sering berkunjung setiap tanggal 17 Agustus dan mengundang tetangga sekitar untuk merayakan pesta di rumahnya selama satu hari penuh.


Momen itu, digunakan oleh orang-orang dari kubu Vesper untuk mencari tahu lebih detail karena tanggal tersebut akan segera tiba.



****


ILUSTRASI

__ADS_1


SOURCE : GOOGLE


Jangan lupa vote vocer gratisnya sebelum hangus ya gaes❤️ Kebut ah biar cepet kelar dan kita ganti cerita baru lagi. Cemangat!! Masih eps bonus dari tips mak ben ya. Kwkwkw.


__ADS_2