4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Mr. Smoke*


__ADS_3


Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Non-baku bahasa Indonesia campuran. Terjemahan.


Minggu keempat bulan Februari.


CEKLEK!


"Mr. Smoke," panggil salah satu tentara saat membuka pintu ruang kerja pemimpin tentara bayaran yang menyekap Jonathan dan timnya. Seketika, mata pria tua itu menajam menatap anak buahnya yang keceplosan karena memanggil namanya. "Sorry, Sir," ucapnya gugup.


Dua wanita cantik asisten BinBin mengantarkan makan siang untuknya ke ruang kerja dari pria yang disinyalir bernama Mr. Smoke, meski mereka yakin jika itu adalah nama samaran. Pintu kembali ditutup rapat oleh petugas dari luar.


Terlihat, pria itu menggunakan earphone translator buatan Eiji di salah satu telinganya yang ia rampas dari Clack.


Kini, pria itu bisa mengetahui segala jenis pembicaraan dalam berbagai bahasa. Mr. Smoke duduk dengan cerutu diapit di sudut bibirnya tanpa menyalakan bara api.


"Dasar jal*ng. Kalian pasti dibayar mahal oleh BinBin untuk memuaskannya," sindir pria berseragam militer usai melihat rekaman tampilan dari kamera CCTV di tempat Jonathan dan timnya dikurung sembari membakar ujung cerutu dengan korek api gas.


"Setidaknya, BinBin tahu bagaimana cara memperlakukan wanita dengan baik, tidak sepertimu. Lihat perbuatanmu pada Sierra. Mana ada wanita yang mau menjadi kekasih, apalagi menikah denganmu," jawab Cinta kesal dan meletakkan nampan makanan itu dengan gusar di meja kerja pria tersebut.


"Aku sudah menikah dan juga memiliki anak," jawabnya tegas.


"Oh, biar kami tebak. Pasti diceraikan, iya 'kan? Jika tidak, kenapa kau selalu berada di tempat ini bukannya berkumpul dengan keluargamu di rumah? Pasti kau dicampakkan oleh mereka karena ketidakmampuanmu dalam menjadi kepala keluarga," sahut Dinda menyindir.


BRAKK!


Dua asisten cantik BinBin terkejut dan langsung melangkah mundur bersamaan saat pria itu menggebrak meja kerjanya.


Pria itu meletakkan cerutunya yang masih menyala di asbak atas meja kerja. Ia berdiri dengan wajah garang menatap keduanya tajam.


"Kalian bisa menebak ya? Hebat sekali. Ya, aku bercerai. Isteriku berselingkuh dan anakku membenciku. Semua karena kalian, para mafia brengsek! Aku bekerja dari pagi hingga bertemu matahari lagi dan mengabaikan keluargaku! Kalian yang menghancurkan kehidupanku!" teriak pria itu gusar.


Dinda dan Cinta saling melirik. Keduanya kembali berdiri tegak dan menunjukkan pesonanya.


"Jika isterimu sungguh mencintaimu, ia seharusnya bisa menerima keadaanmu yang sulit dengan berjuang bersama. Seperti yang kami lakukan bersama BinBin," ucap Cinta seraya mencondongkan buah dadanya yang besar dan bertolak pinggang.


Mata pria itu menyipit.


"Anakmu membencimu, pasti karena isterimu yang mengkomporinya. Hah, hal itu sudah sangat klasik. Bandingkan dengan kehidupan kami para mafia. Kami berdua tahu jika hanya dijadikan asisten dan wanita BinBin saja, tapi kami merasa nyaman hidup dengannya karena BinBin memperlakukan kami dengan baik, tak sepertimu yang selalu marah, membentak dan merusak barang," sambung Dinda seraya mengibaskan rambut panjangnya dan tercium aroma wangi dari parfum yang dipakainya.


Pria itu berdiri diam menatap dua wanita cantik di depannya saksama yang mengenakan pakaian minim seperti disengaja.


"Apa ... mantan isterimu mampu memuaskanmu hingga kau terkapar tak berdaya?" tanya Cinta seraya mendekat dengan melenggang.


"Kami tak munafik. Kami berdua memang suka bercinta. Karena kau menyekap BinBin, kami tak bisa melampiaskan gairah. Bagaimana denganmu? Ingin dipoles? Kau harus merasakan kehebatan kami," sambung Dinda ikut berjalan mendekat dan kini, dua wanita cantik itu sudah mengapit Mr. Smoke.

__ADS_1


"Aku tak bermain dengan pelac*r," tegasnya tajam menatap dua wanita cantik itu bergantian.


"Kau tahu, Tuan? Pria yang suka marah-marah, karena ia tak merasakan kepuasan dengan pasangannya, terlebih dalam urusan bercinta. Kau, menyianyiakan sisa hidupmu dengan membiarkan milikmu berkarat," ucap Dinda yang tangannya kini sudah menjalar ke bagian daging panjang yang masih terbungkus kain celana dengan memijatnya kuat.


Pria itu melirik Dinda tajam, tapi gadis cantik itu malah tersenyum.


"Kau sudah tak memiliki pasangan. Tak usah sok jual mahal. Aku tahu kau pasti bersusah payah untuk menahan gairahmu. Namun, jika kau sungguh menolak tawaran kami, ya sudah. Kesempatan ini hanya berlaku sekali saja. Karena setelahnya, kami akan kembali pada BinBin," ucap Cinta yang tangannya sudah sibuk meremat pantat pria itu.


Lelaki itu berdiri diam menunjukkan wajah dingin. Dinda dan Cinta saling melirik. Keduanya akhirnya menjauh dan meninggalkan lirikan tajam kepada Mr. Smoke seraya berjalan menuju ke pintu keluar dengan melenggang.


Namun, tiba-tiba, "Ah!" seru Dinda terkejut karena tubuhnya ditarik ke belakang dan dirangkul oleh pria tersebut.


Cinta ikut tertegun saat melihat kawannya sudah diciumi dengan rakus di tengkuknya. Dinda melirik Cinta, dan gadis cantik tersebut tersebut berjalan mendekat ke arah meja saat Mr. Smoke sedang melampiaskan gairahnya.


Dinda sengaja mengeluarkan suara erangan kenikmatan saat dijamahi agar gerak-gerik Cinta tak terbaca. Cinta ikut memijat pundak Mr. Smoke dari belakang dengan tangan kiri.


Namun tangan kanannya, dengan sigap mengambil sebuah botol seukuran kelingking dari dalam bra-nya. Ia lalu menuang cairan tersebut ke alas dudukan kursi kerja dan berkas di atas meja dengan cepat.


"Oh! Kau pasti iri ya? Kemarilah, Sayang," ucap Mr. Smoke saat Cinta memeluknya dari belakang lalu menjamahinya.


Dinda dengan sigap memutar tubuhnya lalu duduk di atas meja seraya melepaskan sepatu berhaknya. Pria itu kini sibuk menciumi Cinta dan memunggungi Dinda.


Dengan segera, Dinda beraksi. Wanita itu mengambil dua botol yang ia selipkan di dalam sepatunya. Dinda menciprati tirai jendela dan perabotan kayu dengan cairan yang sama lalu kembali kepada pria tersebut.


Ternyata, tubuh dari pria tua itu cukup menggairahkan karena memiliki otot tubuh yang padat meski umurnya sudah tak muda lagi.


Cinta mendorong Mr. Smoke di sofa lalu merebahkannya. Cinta menaiki pinggul pria yang sudah memiliki uban tersebut seraya melakukan gerakan menggoda. Ia melepaskan kedua sepatunya perlahan sembari menunjukkan wajah sensualnya. Mr. Smoke terlena.


Dinda memanfaatkan hal itu. Ia yang duduk di samping kepala Mr. Smoke mengambil sepatu Cinta diam-diam. Cinta sudah menyiapkan kain yang ia sumpal di bagian ujung sepatu.


Kembali, sumpalan kain itu Dinda tuang dengan cairan dari botol yang BinBin selipkan di bra saat mereka mengantarkan makan siang setiap harinya. Botol-botol itu terkumpul cukup banyak dan kini saatnya pembalasan.


Dinda dan Cinta yang dijadikan pekerja dapur untuk memasak, mengantarkan makanan dan membersihkan ruangan meski dalam pengawasan ketat para penjaga, masih memiliki celah untuk menyiapkan perlengkapan agar bisa bebas dari tempat yang tak mereka kenal.


Setiap harinya, Dinda dan Cinta memberikan informasi kepada BinBin di balik celana dalaam mereka tentang denah yang sudah dilewati. Mereka menuliskannya dalam lipatan tisu yang digambar dengan angus dari perkakas memasak.


BinBin mengumpulkan semua lembaran yang datang padanya setiap hari lalu menyusunnya di bawah kolong mobil. Ia menempelkan tisu-tisu itu di bawah rangka mobil dengan plester.


Sedang yang lain, menutupi gerak-geriknya dengan berpura-pura melakukan pekerjaan sulit di sekitar BinBin bekerja, termasuk Jonathan.


Dinda dan Cinta tak hanya memberikan denah, tapi mendetail meliputi jumlah tentara yang berjaga, tempat Sierra disekap, jumlah pegawai sipil, dan kendaraan yang terparkir di basement.


DOK! DOK!


Ketuk BinBin di bawah kolong mobil memberikan kode. Dengan sigap, Hadi masuk ke kolong berpura-pura membawakan kunci ring untuknya.

__ADS_1


"Kita siap," ucapnya yakin dan Hadi mengangguk mantap.


Hadi melakukan kedipan mata dua kali kepada orang-orang yang menatapnya dari tempat mereka bekerja. Jonathan dan lainnya membalasnya dengan kedipan mata satu kali pertanda siap.


Jonathan mengambil botol oli mesin dan menuangkannya ke beberapa mobil yang siap untuk dipresentasikan kepada Mr. Smoke esok hari.


Click and Clack melakukan seperti yang Jonathan kerjakan sebelumnya dengan melonggarkan baut pembuangan oli. Tiga buah mobil siap untuk dijadikan tameng agar bisa lolos dari tempat terkutuk itu.


Mr. Smoke berhasil dipuaskan oleh Cinta hanya dalam sekali ronde. Pria itu tergolek lemas dan Cinta terkekeh karena berhasil melumpuhkan pria yang dikenal garang saat bertugas.


"Bagaimana? Aku masih bisa sekali lagi jika kau mau, Mr," ucap Cinta berbisik seraya menciumi leher pria tersebut.


"Hah ... cukup untuk hari ini. Kau benar. Aku tak pernah sepuas ini. Kau memang hebat," ucapnya memuji dengan mata terpejam.


Cinta melakukan belaian-belaian mesra di tubuh pria itu seraya menekan kuat kedua lengannya dengan kedua tangannya.


Mr. Smoke tersenyum karena Cinta seperti masih berhasrat untuk mengajaknya bercinta lagi. Diam-diam, Cinta melirik Dinda yang melangkah mendekat dengan sorot mata tajam ke arah Mr. Smoke di sofa tanpa busana.


Seketika, "Emph!" erangnya terkejut ketika Dinda memasukkan sumpalan kain ke dalam mulutnya.


DUAKKK!!


"Errghh!" erangnya lagi ketika Cinta memukul kepalanya dengan sepatu miliknya tepat di kepala dengan tubuh masih di atas pinggul Mr. Smoke.


"Dinda, cepat!" teriak Cinta yang terus memukul wajah pria itu dengan sepatunya membabi-buta seraya beranjak.


Dinda menciprati tubuh Mr. Smoke dengan cairan dari botol yang ia selipkan di ujung dalam sepatunya. Cinta dengan sigap segera menjauh terlihat panik sembari memakai sepatu.


TEK! WHOOM!


"HERRGHHH!!" erang Mr. Smoke dengan suara tertahan.


Dinda menyalakan korek api gas milik Mr. Smoke yang ia dapat di atas meja kerja. Adik mendiang Bunga melemparkan benda itu ke tubuhnya yang sudah terkena cairan bensin.


Cinta dengan sigap berpakaian seadanya saat Dinda membakar seluruh ruangan dengan cairan yang sudah mereka siramkan ke beberapa sudut. Praktis, ruangan itu terbakar hebat seketika.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE



Tengkiyuw tipsnya😍 Adeh pegel uyy. Jangan lupa vote vocernya sebelum angus❤️

__ADS_1


__ADS_2