4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Dampak Serum Rainbow Gas


__ADS_3

Kwkwkw baca komen kalian malah bikin lele ngakak. Lha abisnya, kalau udh pada geregetan suka pikun berjamaah kan lele pegel jelasin atu2 di kolom komentar jadi dijembrengin aja disini. Selain itu, kemarin pada nyumpahin anak2 vesper mati, eh abis itu minta ditolongin karena udah sekarat.


Wahai manusia, kenapa jiwa kalian sangat labil? Aku sebagai autor kudu gimana jawab komennya coba? Sampai bayiku seakan-akan bilang, "Udah, Mah. Like aja gak usah bales komennya. Biar Tuhan yg bales." Kwkwkw nah lo😆


---- back to Story :


Vesper terlihat pasrah dengan takdirnya, sedang Miles begitu bersemangat untuk menghabisi nyawa sang Ratu dengan dua pisau dalam genggamannya siap mencabik tubuh wanita berpakaian putih itu.


"Takkan kami biarkan!" seru seseorang yang muncul dengan topeng gagak dari belakang tubuh Vesper dan berlari kencang melewatinya.


Miles terkejut dan menghentikan laju larinya seketika. Saat pria itu akan mengubah arah, dari sisi sebelah kiri, muncul orang dengan kostum serupa membawa pedang Silent Gold dalam genggaman. Begitupula dari sisi sebelah kanan. Lagi-lagi, Miles terkepung.


Vesper masih berdiri di tempatnya. Ia seperti menunggu Miles merampungkan pertempurannya.


Ia melihat dua orang dengan kostum gagak mendatangi Yuki dengan tergesa membawa tas ransel entah berisi apa.


"Kita harus segera mengevakuasi mereka," ucap Yuki panik karena Lysa, Jonathan dan Arjuna kehilangan banyak darah.


Dua orang berkostum gagak yang baru saja datang membuka topengnya. Mata anak-anak Vesper melebar meski tak lagi bisa menggerakkan anggota tubuh lainnya. Dua orang itu adalah Zaid dan Yena.


Tiba-tiba, terdengar suara baling-baling dari benda terbang yang mereka kenal. Terpaan angin membuat mata orang-orang itu menyipit.


Sebuah helikopter siap untuk mengevakuasi. Sayangnya, benda itu tak bisa mendarat karena tempat yang sempit dan ditumbuhi oleh banyak pohon.


"Bawa mereka ke pantai. Kami akan menurunkan tandu!" teriak Victor dari atas helikopter.


Yuki, Zaid, dan Yena mengangguk. Victor menurunkan lima tandu sekaligus menggunakan tali.


Miles yang sedang diserang dari tiga sudut, melihat kedatangan tim penyelamat Vesper. Pria itu tak membiarkan buruannya lepas.


"Jangan kabur dariku!" teriaknya marah dan melemparkan sebuah granat mini ke arah tiga orang berkostum gagak yang sedari tadi menyerangnya.


BLUARRR!!


"Argh!" Tiga orang itu terkena dampak ledakan, tapi berhasil menghindar.


Sayangnya, Miles berhasil kabur. Pria itu berlari melarikan diri dari kepungan tiga orang yang berambisi untuk membunuhnya.


"VICTOR!" teriak Sun lantang saat melihat Miles mengambil senapan pelontar granat yang tadi digunakan oleh Arjuna untuk membunuh ayah dari Cassie, tapi gagal.


Mata Victor melebar. Ia melihat Miles membidik helikopternya dengan senapan itu. Victor memerintahkan kepada pilot untuk segera pergi dari tempat tersebut.


Sayangnya, tandu yang masih tergantung, membuat benda itu tersangkut di pohon. Yuki dan lainnya terkejut karena helikopter yang ditumpangi Victor tak bisa menghindar dari bidikan.


Benar saja, DUK! DUK! DUK! BLUARRR!!


"VICTOR!" teriak orang-orang dengan mata terbelalak saat helikopter tersebut meledak hebat di udara.


"Hahahaha!" tawa Miles gembira ketika ia berhasil membuat proses evakuasi gagal.


Yuki dan lainnya melindungi tubuh anak-anak Vesper dengan tas ransel anti peluru agar tak terkena serpihan puing.


Vesper diam saja melihat kericuhan di sekitarnya. Ia masih berdiri di tempatnya seperti menunggu kematian datang menjemput dari tangan Miles.


"Hei! Sepertinya Victor berhasil melompat. Aku melihat ada orang yang jatuh di atas pohon!" seru Sun mencoba bertahan dalam posisi tengkurap di atas tanah menahan sakit.


Yuki yang mengetahui hal tersebut segera berlari ke arah telunjuk Sun. Benar saja, Victor berhasil terjun dan ia jatuh di samping pohon dengan luka ringan.


"Agh, aku tak apa. Cepat, bawa tandu-tandu itu untuk memindahkan yang terluka. Jangan khawatir, tim penolong lainnya sudah bersiap di pantai," ucapnya seraya mengerang menahan sakit di tubuh hingga wajahnya berkerut.


"Oke, oke," jawab Yuki panik dan kembali berlari.


Ternyata, Yena dan Zaid melihat tandu-tandu yang tersangkut itu. Mereka berusaha untuk menariknya karena berada di atas pohon. Yuki dengan sigap memanjat dan memotong tali-tali tersebut.


"Uhuk!"


"Torin! Oh, syukurlah. Aku sudah yakin kau tak mati," ucap Sun lega saat Torin membalik tubuhnya meski napasnya tersengal.

__ADS_1


"Siaal, sakit sekali. Untung saja aku menggunakan pelapis. Jika tidak, Yuki pasti akan menggali kuburanku," ucapnya seraya memegangi dadanya dengan wajah berkerut, tapi perkataannya membuat Sun terkekeh.


"Bantu aku cepat. Kita harus segera pergi dari sini," pinta Sun.


Torin berusaha bangkit seraya mencabuti tiga peluru yang tersangkut di pelindung dada meski napasnya terengah.


Torin memapah Sun untuk berkumpul dengan anak-anak Vesper. Sun terlihat kaget melihat kondisi keempat anak Vesper yang menghawatirkan karena mereka seperti orang linglung.


Tubuh mereka bau bensin yang menyengat dan darah sudah menyelimuti tubuh serta luka di beberapa bagian. Sun iba melihatnya.


"Sun ...," panggil Arjuna berusaha menggapai tangan putera M tersebut, tapi Sun diam saja tak merespon. "Kutepati janjiku pada ayahmu. A-aku ... aku tak membunuh ibuku karena ia sudah menggantikan nyawanya," ucap Arjuna yang membuat Sun langsung melebarkan mata.


"Apa katamu?" tanyanya menatap Arjuna tajam.


"M memintaku agar tak membunuh Vesper. Kutukar nyawaku dengan nyawanya. Jangan bunuh nona Lily-ku ...," jawab Arjuna dengan suara parau teringat akan ucapan salah satu Agent yang telah berpulang itu.


Sun terlihat menahan tangisannya. Arjuna terlentang menatap langit malam dengan wajah sendu.


"A-ayahku berkata seperti itu?" tanya Sun dengan mata berlinang.


"Aku baru sadar. Aku baru paham setelah kurasakan semua ini, Sun. Maaf, jika terlambat," ucap Arjuna dengan suara lirih.


"Diam, jangan bicara lagi. Kau sekarat," ucap Yena langsung memasangkan tabung oksigen portabel ke hidung dan mulut Arjuna, begitupula ketiga anak Vesper.


"Cepat! Kita harus memindahkan mereka," ucap Yuki yang sudah mensejajarkan tandu-tandu itu, siap untuk menaikkan orang-orang yang terluka.


"Tetaplah di sini lindungi nyonya Vesper," pinta Torin. Sun mengangguk seraya menerima pistol dari suami Yuki.


Torin membantu Yuki mengangkat satu per satu anak Vesper ke atas tandu, begitupula Zaid dan Yena.


Sun terlihat cemas dengan kondisi Vesper karena sang Ratu mulai terlihat letih karena terlalu lama berdiri.


"Nyonya Vesper tak akan bertahan. Kita harus mengevakuasinya," ucap Sun saat empat anak Vesper siap dipindahkan.


"Aku mengerti. Akan kubujuk dia," sahut Yuki dan diangguki yang lain.


"ARGH!"


"Yuki!" teriak Torin langsung melebarkan mata ketika melihat isterinya ditembak dari samping oleh sosok tak terlihat karena gelapnya hutan.


Yuki ambruk di atas tanah setelah kakinya terkena peluru. Mata anak-anak melebar ketika mendapati Banu muncul dengan pasukan Black Armys Vesper yang diculik dari Australia.


"Keparatt tengik! Tak akan kuampuni kau kali ini!" teriak Torin marah dan segera berdiri, tapi dengan sigap, DOR! DOR!


"TORIN!" teriak Sun karena Banu berhasil mengenai kaki pemuda itu.


Torin kembali ambruk dan kakinya kini ikut terluka. Semua orang kembali panik karena satu per satu dari mereka tumbang.


"Hehe, padahal Banu lebih seneng kalau langsung bunuh kalian, tapi kata om Miles jangan. Lebih seru kalau dibuat menderita. Ternyata ucapannya benar. Om Miles emang—"


DOR! DOR! DOR! DOR! BRUKK!


Basa-basi Banu terhenti seketika saat Yena dengan sigap melepaskan tembakannya ke tubuh keturunan terakhir dari Sutejo itu.


Banu tewas tergeletak dengan mata dan mulut masih terbuka. Vesper melirik Yena dan tersenyum padanya. Yena balas tersenyum meski terlihat wajahnya tegang.


"Wah, kau keren, Sayang," puji Zaid seraya memberikan jempolnya.


Namun, "Bunuh mereka semua, tapi sisakan wanita putih itu untukku. Dia hanya boleh mati di tanganku!" seru Miles dari tempatnya berdiri yang kembali didatangi oleh tiga orang berkostum gagak.


"Harghhh!" erang mantan pasukan Black Armys Vesper usai menyuntikkan sebuah serum ke tubuh mereka. Praktis, mata semua orang dalam kubu Vesper melebar.


"Monster!" teriak Sun lantang.


Mata Vesper melotot melihat anak buahnya yang terkena pengaruh dari Miles kini malah mengincar orang-orangnya.


Saat Vesper akan ikut membantu melakukan perlawanan, tiba-tiba saja tubuhnya dipegangi erat oleh seseorang dari belakang. Vesper menoleh seketika.

__ADS_1


"Maaf terlambat, Nona Lily. Tetaplah di sini. Kami akan menyelesaikannya," ucap Agent V muncul dengan seragam gagak, tapi tanpa topeng.


"Terima kasih," jawab Vesper dengan senyuman saat agent lainnya ikut muncul termasuk S.


"Aku belum pernah melawan monster sebelumnya. Hanya pernah melihat dari video. Seburuk itukah?" tanya X seraya merapatkan pakaiannya.


"Anggap saja kalian melawan aku saat sedang mengamuk," jawab Vesper santai, tapi membuat wajah para agent pucat seketika.


"Well, oke. Sepertinya ... akan sangat merepotkan. Ayo!" seru J dengan sigap berlari.


Para agent dengan segera membentuk formasi dalam dua barisan menghalau serangan para monster mantan anak buah Vesper tersebut.


"Serahkan pada kami! Kalian pergilah!" seru S lantang telah membidik sekumpulan orang yang berlari dengan buas ke arah mereka.


Yena dengan sigap mendatangi Yuki yang kesulitan untuk bergerak. Zaid juga melakukan hal serupa kepada Torin. Keduanya kembali dikumpulkan ke tempat anak-anak Vesper berada.


"Hah, sial. Kita sebagai tim medis malah ikut terluka. Memalukan," gerutu Yuki, tapi membuat Lysa tersenyum padahal sudah babak belur.


"Dalam komandoku. Bidik dan tembak tepat di wajah. Kaki, hanya melumpuhkan, tapi tak membunuh mereka!" seru S mengomandoi yang berdiri dengan senapan laras panjang siap membidik.


Para agent Colombia mengangguk pelan. Empat diantara mereka berjongkok, dan sisanya berdiri.


Zaid dan Yena mengangkat Yuki terlebih dahulu agar segera diobati supaya bisa kembali mengobati orang-orang yang terluka.


Sun dan Torin memastikan empat anak Vesper tetap sadar meski kondisi mereka memprihatinkan.


Vesper berada di sisi Utara. Sedang anak-anak Vesper berada di sebelah Selatan. Para agent Colombia siap bertarung melawan para monster di sisi Barat, dan Miles berada di sisi Timur.


Empat penjuru wilayah itu ramai karena peperangan yang tak berkesudahan ini.


"Harghh!" erang para Black Armys yang sudah kehilangan pikirannya mulai menyerang.


"Tembak!" seru S lantang.


DODODODODOR!!


"ARGHH!"


BRUK! BRUK! BRUK!


Vesper memejamkan mata. Ia teringat saat masa-masa merintis pemerintahannya. Ia menyalami para Black Armys yang bersedia mengabdi untuknya. Vesper meneteskan air mata kesedihan.


Ia tahu, jika orang-orang itu tak bisa ditolong lagi. Ia begitu terpukul karena para Black Armys miliknya harus tewas dengan cara mengenaskan karena ulah Miles.


Vesper menguatkan hatinya dan mulai membuka mata. Ia menatap Miles tajam yang ternyata mampu mengalahkan Venelope, Souta, dan Naomi.


Tiga orang itu menggelepar di atas tanah dengan luka tusuk di beberapa bagian tubuh. Miles membalas serangan mereka dengan senjata yang dimilikinya.


"Tak ada lagi pengganggu! Kau kini milikku, Vesper!" teriaknya marah dengan dua pisau sudah berlumuran darah usai puas mencelakai lawannya.


Wajah Miles berdarah termasuk beberapa tubuhnya karena terkena sabetan pedang serta tertusuk panah, tapi pria itu begitu tangguh dan masih bisa bertarung.


Vesper berkerut kening. Ia curiga dengan dampak dari kombinasi serum penawar Rainbow Gas yang sudah menjalar ke tubuh ayah Cassie.


Perpaduan serum itu, seperti memberikan kekebalan dari rasa sakit. Vesper menduga, hal itu juga didasari oleh kemampuan fisik serta pengendalian mental yang kuat. Vesper yakin, jika Miles salah satu lawan yang tangguh.


"Harghh!" teriak Miles lantang yang berlari kencang ke arah Vesper. Mata sang Ratu menajam saat melihat kedatangan pria itu.


"Vesper-sama!" panggil Souta lantang seraya menyeret kakinya yang berdarah karena luka tusukan di pahanya. Vesper diam saja, tapi kali ini tak ada senyuman di wajah.


"Mati kau!" teriak Miles dengan wajah bengis seraya melompat dengan dua tangan menggenggam pisau, siap menghujam leher Vesper untuk digorok.


***



tengkiyuw tipsnya❤️ besok lagi ya😆

__ADS_1


__ADS_2