4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Agent M & 4P*


__ADS_3


Keesokan harinya, para penghuni markas Hashirama berkumpul di ruang makan menikmati sarapan. Sun datang bersama Agent M untuk ikut bergabung.


"Oh, kau terlihat lebih baik, Sun," puji Agent S dengan para Black Armys Junior—4P—yang duduk berjejer di sebelahnya.


Sun tersenyum seraya duduk di depan mantan Agent Colombia tersebut. M memberikan piring berisi banyak makanan untuk putera tunggalnya.


Semua orang menahan senyum karena bagi mereka, M memperlakukan Sun seperti anak kecil.


"M. Kini aku tahu alasan kenapa Sun tak betah tinggal di sini," ucap S yang membuat M menghentikan kegiatannya saat menuang susu cokelat di gelas puteranya.


"Oh ya? Apa itu?" tanyanya penasaran, termasuk semua pendengar.


"Kau membuatnya risih. Lihatlah, Sun sudah besar, malah seharusnya sudah menikah. Naomi saja sudah menikah bahkan sedang mengandung. Sedang anakmu, masih membujang hingga sekarang. Biarkan dia bersenang-senang mencari pacar untuk calon isterinya nanti. Sikapmu itu menghalangi masa depannya," ucap S yang membuat semua orang merapatkan bibir.


"Aku hanya tak ingin Sun seperti kita. Aku harus memastikan jika dia menikahi gadis baik-baik. Lihatlah, Naomi saja bisa, bahkan dia menikah dengan Jordan. Pemuda jenius, konglomerat, dan keturunan Boleslav. Woah, aku sudah bisa membayangkan Naomi sudah seperti nyonya besar saat menjadi ibu nanti," ucap M berangan-angan penuh kekaguman.


"Sudah kubilang, aku belum ingin menikah. Kenapa kalian berdua ini berisik sekali? Jika terus mengungkit hal itu, aku akan kabur!" ancamnya.


Praktis, mata S dan M melebar seketika.


"Hahaha! Kami hanya bercanda. Makan, ayo makan yang banyak," ucap M tertawa kaku begitupula S dengan senyuman paksa.


Sun memasang wajah masam saat menyuapi mulutnya. Para Black Armys tersenyum karena baru mengetahui drama keluarga itu.


Saat acara makan berlangsung, S menatap Sun saksama yang terlihat tangguh tak seperti terakhir kali ia meninggalkan markas karena tugas yang diberikan Vesper padanya.


"Bagaimana caramu lolos dari Miles?" tanya S penasaran.


Sun melirik sang ayah, dan M malah menatap 4P yang duduk di depannya. Empat pemuda asal Indonesia itu terlihat gugup karena ditatap tajam oleh semua orang yang penasaran dengan aksi mereka.


"Kamu aja yang cerita. Aku gak jago bikin dongeng," ucap P-K menyenggol kawan di sebelahnya.


"Noh, si P-M aja. Dia 'kan suka mendramatisasi keadaan," sahut P-I menunjuk kawannya yang kini menjadi sorotan semua orang. PM terlihat bersiap untuk memulai cerita.


"Agh, aku saja," sahut M segera yang membuat PM gagal berkisah padahal ia sudah membuka mulut. Semua orang menahan tawa.


"Aku juga penasaran," imbuh Sun melirik sang ayah.


"Hem, aku cukup kagum dengan kemampuan 4P ini. Cara kerja mereka tak seperti pelatihan yang sudah kita dapatkan selama ini di Camp Militer. Mereka ini unik, termasuk gaya bahasanya. Beruntung, translator buatan Eiji bisa menerjemahkan. Jika tidak, aku sudah gantung diri karena tak mengerti apa yang mereka katakan," ucap M terlihat kesal.


4P menggerakkan bibir seperti orang komat-kamit entah apa yang mereka ucapkan.

__ADS_1


"Ya. Aku bisa tahu dari logat mereka. Seperti cara bicara anggota The Kamvret, Red Ribbon dan Eko," sahut S dan diangguki semua Black Armys yang sependapat dengan hal itu.


4P memasang wajah masam merasa tersindir. Sun menahan tawa.


"Ya, saat itu diantara mereka mengusulkan untuk menggunakan anjiing pelacak. Aku berpikir, jika hal itu patut dicoba. Saat kami singgah di Montenegro, aku membeli hewan itu di sana," ucap M mulai berkisah.



"Uapik tenan, Mas, ora ngapusi aku. Sampeyan kudu plesir ke sana," sahut P-C tiba-tiba yang membuat semua orang terdiam.


"Hus! Nylonong aja loh. Itu Mas M lagi ngomong. Gak sopan!" tegur P-M.


"Ngapunten, Mas. Monggo, lanjut-lanjut," ucap P-C tersipu malu.


"See? Mereka itu aneh. Bisa kaubayangkan? Aku harus satu tim dengan mereka. Jika tak mengingat Sun, aku sudah menceburkan diri ke laut," timpal M menunjuk empat 4P yang duduk di depannya.


S terkekeh begitupula semua orang. Mereka bisa membayangkan penderitaan Agent M selama menjalankan misi pencarian Sun.


"Hem, aku menggunakan hewan itu untuk melacak keberadaan Sun dari topi yang ditemukan. Aku meninggalkan dua Black Armys di negara tersebut untuk menyusuri wilayah. Para P mengusulkan untuk terus berlayar, tapi setiap kami mendatangi satu negara dalam rute, aku diminta menurunkan dua Black Armys untuk menyelidiki wilayah itu. Begitu seterusnya sampai ke Yunani. Di tiap negara, aku membeli anjiing pelacak," tegasnya.


Semua orang mengangguk pelan. Para 4P terlihat bangga dengan ide mereka, tapi tidak demikian bagi M.


"Hingga akhirnya, pelayaran kami berhenti di Yunani. Kami masih terus terhubung. Saat aku sudah mulai putus harapan karena tak menemukan jejak Sun, tiba-tiba drone yang diterbangkan oleh P-I menangkap pergerakan mencurigakan. Aku meminta tolong pada Q saat itu untuk melacak dari GIGA SIA. Dan kautahu, kami melihat kapal dengan muatan bertuliskan Gold Coorporation," tegasnya yang membuat kening semua orang berkerut.


"Itu salah satu perusahaan milik The Circle. Mereka memiliki 3. Robicon, Golden dan Gold. Kami sengaja tinggal di hostel dekat dermaga agar bisa bergerak dengan cepat melalui perairan jika menemukan kejanggalan," jawabnya. S dan semua pendengar mengangguk paham.


"P-I tugas jaga malam itu. Ia menerbangkan drone saat pagi buta. Ia melihat jika ada kapal merapat, tapi jenis kapal layar yang cukup mewah. Nama Gold Coorporation tercetak pada peti kayu yang sedang dipindahkan dari sebuah mobil box untuk dinaikkan ke dalam kapal tersebut. Setelah kami tahu Gold Coorporation milik The Circle, kami bergegas mendatangi kapal tersebut untuk penyelidikan lebih lanjut," sambung M yang membuat semua orang tegang seketika.


"Jangan katakan Sun berada dalam peti itu," tebak S menunjuk M dengan mata melotot.


"Menyebalkan. Kenapa tebakanmu benar? Aku jadi malas bercerita," sahut M langsung memalingkan wajah dengan mendengkus kesal.


Sun dan lainnya menahan tawa. S terlihat bingung dalam bersikap karena kawan seperjuangannya itu menjadi sensitif.


Saat semua orang akhirnya pasrah dengan kisah yang menggantung tersebut, ingatan 4P membawa mereka saat aksi penyelamatan itu terjadi.


M yang akhirnya merasakan keberadaan anaknya di kapal itu, menarik semua anak buah yang ia tempatkan di beberapa negara sebelumnya.


Para Black Armys tersebut segera meninggalkan negara tempat mereka melakukan penyelidikan untuk segera berkumpul dengan tim utama.


"P-K, pasang pelacak di badan kapal. Jangan sampai kehilangan jejak," perintah M dari sambungan earphone saat Agent itu mengintai dari balkon kamar penginapan lantai tiga di kamarnya.


"Siap, Mas M," sahut P-K mengendap perlahan, menyembunyikan sosoknya diantara kapal-kapal yang merapat.

__ADS_1


Namun, karena penjagaan ketat dari anak buah musuh, membuat P-K nekat menceburkan diri ke air dengan hati-hati.


"Apa yang bocah gila itu lakukan?!" pekik M melotot dengan suara tertahan saat melihat P-K berenang mendekati kapal layar tersebut diam-diam.


P-K memanfaatkan kapal-kapal yang sedang berlabuh untuk menutupi sosoknya. Siapa sangka, P-K berhasil menyelinap dan menembakkan pelacak di bagian bawah kapal, samping kanan, kiri dan depan.


M yang melihat kedipan sinyal dari empat pelacak itu di tablet-nya, menaruh kagum karena pergerakan Black Armys Junior itu tak disadari oleh pasukan musuh.


"Hem, boleh juga," guman M memuji tanpa ia sadari.


"Sir! Jumlah musuh sekitar 10 orang di sekitar kapal. Mereka bersenjata lengkap. Nahkoda mulai memasuki anjungan. Sepertinya, kapal akan diberangkatkan kembali," ucap P-I dari pantauan drone yang ia perbesar tampilannya.


P-I khawatir, jika drone-nya terlalu dekat dengan kapal tersebut akan menimbulkan kecurigaan.


"Di mana peti itu?" tanya M seraya berlari meninggalkan kamar untuk ikut bergabung dengan 4P di lapangan.


"Udah di dalem, Mas M. Mobil box yang angkut peti-peti itu sepertinya siap berangkat juga. Muatan juga kosong. Tandai?" tanya P-C dari sambungan radio.


"Ya! Ya! Tandai! Kita harus tahu ke mana mobil itu pergi. Jangan sampai kehilangan jejak!" pekik M berlari tergesa seraya menggendong tas berisi persenjataan dan tablet dalam genggaman.


P-C membidik mobil box yang mulai bergerak meninggalkan dermaga.


SHOOT! CLEB! CLEB!


PIP! PIP!


"Good! Good! Aku sudah mendapatkan sinyal mobil box-nya! Akan aku teruskan kepada Q untuk mengunci target dengan GIGA SIA. Kerja bagus! Sekarang, fokus pada kapal itu. Aku tunggu di yacht," ucap M memuji seraya terus berlari dengan tergesa agar tak kehilangan jejak.


P-C berhasil mengenai bagian belakang dekat pengait pintu dan bagian atas mobil box. P-C segera bergerak menyusul M menuju ke yacht dengan persenjataan lengkap dalam tas ransel yang ia gendong di punggungnya.


"Jangan buat keributan di dermaga. Kita serang mereka di air. Cepat berkumpul!" seru M saat ia sudah naik ke atas kapal dan siap untuk berlayar.


"Yes, Mas M!" jawab empat orang itu serempak.


Para Black Armys Junior 4P segera meninggalkan pos, menuju ke yacht di mana Agent M sudah siap mengejar kapal yang mulai melaju meninggalkan dermaga Kalamata Marina, Greece.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE


__ADS_1


Tengkiyuw tipsnya. Lele padamu❤️Jangan lupa boom like audio book dan novel lainnya ya. Sudah hari Senin vote vocernya ya😍 Tengkiyuw 💋


__ADS_2