4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Ancaman Arjuna


__ADS_3

Keesokan harinya, sepasang suami isteri yang terlihat saling mencintai, menunjukkan senyum menawan ketika berjalan berdampingan dan bergandengan tangan ke Ballroom untuk sarapan bersama.


Pakaian yang dikenakan kini lebih casual dan terkesan santai. Jordan langsung dikerubungi oleh banyak lelaki.


Jordan terlihat tak tertarik untuk menceritakan malam pertamanya, meski wajahnya merah merona tak bisa ditutupi.


"Hehehe," kekeh Jonathan seraya mendatangi Jordan. Kening pengantin pria itu berkerut. "Gak cuma kamu aja yang malam pertama. Nathan juga sama Sisca," bisiknya seraya merangkul pundak salah satu putera Boleslav tersebut.


"Bagaimana jika Cassie tahu? Kau tak menjaga perasaannya," jawabnya sembari menyingkirkan tangan Jonathan di tubuhnya. Anak ketiga Vesper tersebut menatap Jordan tajam. "Kau ... semakin mirip dengan Arjuna. Kau sekarang memiliki tato. Hm, biar kutebak. Untuk menutupi jejak kenangan bersama Sierra dan Cassie?" tanya Jordan menyindir.


"Jangan, sebut, nama Cassie lagi. Terlebih Sierra. Oke? Mereka masa lalu. Mereka yang pergi ninggalin Nathan, bukan Nathan yang ninggalin mereka. Ngerti?" tegasnya menunjuk Jordan dengan ucapan penuh penekanan.


Jordan diam saja tak menjawab saat Jonathan berpaling darinya. Sisca dengan cepat menangkap tangan kekasihnya untuk dirangkul lagi.


Jonathan pun menyambutnya dengan sebuah kecupan mesra di pipi Sisca. Gadis itu terlihat senang.


"Jadi, kalian akan bulan madu ke mana?" tanya Sun mendekat dengan segelas orange jus.


"Kenapa? Apa tuan mudamu kini memintamu menjadi mata-mata setiap pergerakan kami?"


Sun berdecak, tapi tiba-tiba matanya melebar. "Eh, di mana tuan muda? Aku tak melihatnya sejak semalam?" tanyanya bingung.


"Sebaiknya kau pergi mencarinya. Aku khawatir bosmu itu bunuh diri karena tak sanggup menahan penyesalan atas kebodohannya," jawab Jordan ketus.


Sun menatap Jordan tajam. "Asal Anda tahu, Tuan Jordan Boleslav. Sebelum Anda mencintai Naomi, tuan mudaku lebih dulu mencintainya. Beberapa hal tak mudah untuk dilupakan. Terlebih, mereka sudah bersama sejak masa sekolah," ucap Sun berkesan membela.


"Dan asal kau tahu, Sun. Tuan mudamu menyakiti hati isteriku. Jadi, katakan padanya, untuk menjauh dari Naomi, dan jangan pernah berharap, bisa merebutnya dariku. Jika sampai Arjuna berani menyentuhnya sedikit saja, aku tak segan menghajarnya. Aku kini suami Naomi Edelweiss. Dan tugasku, untuk melindungi isteriku dari tangan-tangan keparat seperti majikanmu itu," tegasnya menatap Sun tajam. "Hem, pembicaraan yang menyenangkan di pagi yang indah ini. Selamat menikmati jamuan, dan hati-hati saat perjalanan pulang," sambung Jordan dengan wajah datar lalu pergi meninggalkan salah satu tamunya menghampiri kekasih hatinya lagi.


Sun mendengkus kesal. Ia akhirnya pergi mencari tuan mudanya dari pelacak yang terhubung ke ponselnya.


Langkah Sun terhenti, saat ia melihat tuan mudanya duduk di pinggir kolam renang dengan wajah tertunduk.


Sun segera menghabiskan jus jeruknya dan berjalan mendekat, di mana Tessa tak ada di sisinya.

__ADS_1


"Anda sudah sarapan, Tuan Muda?" tanya Sun sopan, berdiri di belakang majikannya.


"Dua anak yang digendong oleh Naomi dan Jordan saat itu ternyata anak Sia. Kita ditipu, Sun. Mereka mempermainkan perasaanku," ucap Arjuna murung lalu meneguk Brandy langsung dari botol. Sun menghembuskan nafas pelan.


"Saya juga baru tahu semalam. Sangat disayangkan."


"Aku akan membalasnya," sahut Arjuna menunjukkan sebagian wajahnya saat menoleh.


"Maksud Anda?" tanya Sun dengan kening berkerut.


"Akan kubalas. Lihat saja," jawabnya seraya meneguk habis minuman itu lalu berdiri, dan berjalan meninggalkan Sun begitu saja.


Sun bingung dan mengejar Tuan Mudanya yang berjalan mendatangi kerumunan orang-orang saat mereka menikmati jamuan.


"Oh!" kejut Tessa ketika Arjuna tiba-tiba merangkul pinggangnya.


Pandangan semua orang langsung tertuju pada keduanya, termasuk Naomi dan Jordan.


"Apa kau baru saja minum?" tanya Tessa dengan kening berkerut.


"Tak mau?"


Tessa tersenyum. "Tentu saja, My love. Aku sangat menantikannya. Entah angin buruk apa yang membuatmu tiba-tiba bersikap romantis padaku. Semoga, bukan karena minuman atau gas halusinasi," jawabnya seraya meletakkan gelas jus jeruk miliknya ke atas meja dengan tangan kiri tanpa melihat letaknya. "Aku sudah selesai. Pergi sekarang?" ajak Tessa dan Arjuna mengangguk.


Tessa berpamitan kepada semua orang. Arjuna berjalan mendekati Jordan dengan sorot mata tajam. Orang-orang yang melihat keduanya tegang seketika.


"Lebih hebat dariku, ha? Kita lihat saja, sejauh mana kesombongan itu akan membuatmu jatuh tersungkur dengan sendirinya, Jordan Boleslav. Sampai jumpa," ucapnya sinis, lalu berjalan mendekati Naomi.


Mata Jordan menyipit dan menatap gerak-gerik Arjuna seksama dari tempatnya berdiri. Naomi terlihat gugup.


"Semoga kau bahagia bersamanya, Naomi. Aku kecewa, karena kau tak bisa bertahan sedikit lebih lama untuk menungguku, dan malah memilih psikopat itu. Semoga, anakmu nanti tak mewarisi sikap keji tak berbelas kasih ayahnya, seperti ketika Jordan tak segan menebas kepala orang-orang dengan pedang Silent Red miliknya. Jangan lupa, darahnya mengalir serum monster. Jangan sampai, suamimu lepas kendali dan malah mencelakaimu atau anakmu nanti." Praktis, mata Naomi melebar seketika. "Kau harus mulai memikirkan sandiwara ketika anakmu tumbuh besar lalu menanyakan pekerjaan sang ayah yang sesungguhnya. Dan, jika kau tak sanggup mengatakannya, aku yang akan memberitahukan pada anakmu. Sampai jumpa," ucapnya meninggalkan senyuman dan berjalan keluar Ballroom diikuti Sun, Tessa, Biawak Hijau dan Putih.


Pandangan Naomi tak menentu, ia terlihat shock akan ucapan Arjuna yang membuatnya gemetaran seketika. Jordan mendatangi Naomi, dan sang isteri langsung memeluknya erat.

__ADS_1


"Apa yang dia katakan padamu, Sayang? Jangan terpengaruh," tanya Jordan yang kini memegangi wajah sang isteri lekat, tapi Naomi malah berlinang air mata.


Nafas Jordan menderu, ia terlihat marah. Saat ia akan mengejar Arjuna, Naomi memegang tangannya erat, menahan kepergiannya.


"Biarkan saja. Jangan berurusan lagi dengannya. Ucapannya tak begitu penting, aku akan melupakannya," ucapnya cepat.


Jordan menatap Naomi lekat dan kembali mendatanginya.


"Aku tahu kau bohong. Aku yakin jika ucapannya menyakitimu. Apa yang dia katakan?" tanya Jordan memaksa.


Naomi menundukkan wajah dengan mata terpejam. Jordan terlihat sabar menunggu.


"Ia ... ia mengatakan jika aku harus berhati-hati padamu. Serum monster mengalir di darahmu. Ia ... memintaku waspada jika suatu saat kau akan mengamuk dan malah menyakitiku atau anak kita nanti. Dan, aku harus mulai memikirkan sandiwara kepada anak kita kelak tentang pekerjaanmu sesungguhnya, sebagai Eksekutor Kematian Pengadilan 13 Demon Heads."


Praktis, mata Jordan melebar. Naomi langsung memeluknya erat, tapi Jordan malah berdiri kaku.


"Aku percaya padamu. Kita pernah berhasil melakukannya saat itu, dan pasti akan bisa mengendalikannya lagi jika serum monster bangkit. Sudah kukatakan, jangan dipikirkan. Arjuna mengatakan hal buruk karena ia cemburu dengan kebahagiaan kita. Kau tahu wataknya," imbuh Naomi dengan mata berkaca dan napas tersengal seperti menahan kesedihannya.


Jordan tak menjawab, tapi perlahan membalas pelukan sang isteri. Semua orang yang tak tahu dengan apa yang terjadi memilih diam, tapi Amanda dan Vesper menyadari jika ada perselisihan diantara anak-anak mereka.


"Manda," panggil Vesper lirih dengan pandangan tertuju pada Naomi dan Jordan yang berpelukan erat.


"Ya. Kita harus waspada, Vesper. Sepertinya, bukan No Face yang akan memecah jajaran, tapi anak-anak kita sendiri," jawab Amanda serius.


Vesper mengangguk pelan membenarkan.


***


uhuy tnx tipsnya😍 kalau masih ada tips koin lebih sampai akhir bulan nanti, lele split di bulan Oktober ya~


soalnya crazy up itu mempengaruhi level dan itu gak baik buat kesehatan performa novel lele di mangatoon😁 kuy masih ada waktu yg belom dapet medali gold. Cemangat💪


__ADS_1


__ADS_2