
Sedang di tempat Jonathan berada. Pemuda itu kini menjadi pemimpin dan penguasa di markas yang seharusnya milik No Face di bawah kepemimpinan Sierra.
Namun, tempat itu kini dipenuhi anak buah Jonathan yang mengakuisisi tempat tersebut. Sierra dan lainnya dibuat tak berkutik apalagi melawan.
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
"Bos. Yudhi dan timnya sudah datang," ucap Lavender dari tim Bunga Jonathan.
"Hem, suruh masuk," jawab Jonathan dengan wajah serius.
Venelope dan Sierra ia ikat di kursi dengan belenggu di kedua kaki serta tangan mereka. Mulut keduanya dibungkam dengan kain. Dua gadis cantik itu duduk di sudut ruang kerja sisi kanan dan kiri dekat pintu.
"Yudhi!" sambut Jonathan riang, tapi Yudhi memasang wajah dingin.
Jonathan kembali duduk tanpa senyum kali ini. Yudhi menatap Sierra dan Venelope tajam dari tempatnya berdiri. Click and Clack berdiri di belakangnya.
"Mana Smiley?" tanya Yudhi menatap Jonathan saksama.
Jonathan segera beranjak dan tempatnya duduk lalu mengajak Yudhi ke tempat Smiley di sekap. Pria tua itu sengaja tak diobati dan dibiarkan babak belur. Smiley menatap Yudhi tajam dari dalam sel saat pemuda itu mulai melangkah mendekati jeruji.
"Awas, ada listriknya," ucap Jonathan memperingatkan dengan kikuk.
Yudhi berdiri diam dengan dua tangan di belakang pinggang saling menggenggam. Gerak-geriknya yang tak biasa, malah membuat Jonathan dan dua pria gundul itu gugup.
"Buka selnya," pinta Yudhi seraya melangkah mendekat ke pintu jeruji tersebut.
"Bahaya, Yud," ucap Jonathan mengingatkan, tapi Yudhi malah meliriknya tajam.
Jonathan menghembuskan nafas dan meminta petugas untuk membuka pintu tersebut. Benar saja, saat pintu terbuka, Smiley dengan sigap langsung berjalan tergopoh menuju pintu. Mata semua orang terbelalak.
Namun, gerakan cepat Yudhi yang tak mereka sangka mampu menghalangi aksi kabur Smiley.
GRAB! CREETT!
"ARRRGHHHH!" erang pria tua itu saat Yudhi mencengkeram kuat baju di depan dadanya lalu mendorongnya ke dinding jeruji sel yang dialiri listrik.
Yudhi menekan tubuh Smiley dengan tangannya yang telah ia dilapisi sebuah sarung berwarna hitam. Jonathan dan orang-orangnya terkejut karena Yudhi tak terkena sengatan tersebut.
BRUKK!
"Agg, argh," erangnya ketika pria beruban itu jatuh di lantai dengan wajah dan kedua tangan hangus mengeluarkan asap karena tersengat.
Yudhi mendatangi Smiley yang meringkuk di lantai seraya mengeluarkan sebuah alat seperti pemotong cerutu, tapi dengan ukuran lebih besar.
KRAKK!
"AARGGHH!" erang Smiley untuk kedua kalinya saat Yudhi menginjak telapak tangan kanannya.
Jonathan terlihat takut dan mendekat ke arah dua bodyguard-nya. Click and Clack menatap Yudhi dengan kening berkerut karena pemuda yang terlihat ramah itu tiba-tiba bersikap keji tak seperti biasa.
"Harrghh! Apa yang kaulakukan? Lepaskan!" teriak Smiley yang suaranya terdengar kencang di ruang tahanan.
__ADS_1
Yudhi menarik telunjuk Smiley dengan paksa dan memasukkan ke lubang besi tersebut, tapi pria tua itu berusaha melawan.
"DIAM!"
BRAKK!! CREETTT!!
"ARRGHHHH!"
"Yudhi! Kamu mau ngapain?" tanya Jonathan dengan mata terbelalak saat Yudhi mendorong wajah Smiley hingga kepala belakang pria itu kembali tersengat karena terkena dinding sel yang dialiri listrik.
Kali ini, Smiley tak bisa melawan. Tubuhnya mengejang. Yudhi dengan sigap menarik telunjuknya dan memasukkannya kembali ke alat itu.
Seketika, KRASS!!!
"ARRGHHHH!"
"Howaaa!" teriak Jonathan histeris saat Yudhi memotong telunjuk Smiley dengan alat pemotong cerutu berukuran besar tersebut.
Yudhi tersenyum menyeringai. Ia mengeluarkan sebuah kotak dari dalam jasnya dan memasukkan potongan jari itu di sebuah slot dari total 10 yang sepertinya telah ia persiapkan untuk koleksi barunya.
"Ush, ush, diam, jangan berisik. Ini belum selesai. Penebusan dosamu, baru dimulai, Smiley," bisik Yudhi seraya menjambak rambut pria tua yang wajahnya telah pucat dan terbakar karena aksinya.
Yudhi kembali menarik jari Smiley lainnya. Pria tua itu kembali memberontak. Kali ini, Yudhi menggunakan kaki kirinya untuk mendorong punggung Smiley hingga terpepet dinding sel.
Smiley kembali tersengat, tapi aliran listrik itu tak menjalar ke tubuh pemuda tersebut. Yudhi menarik ibu jari Smiley dan ia masukkan lagi ke alat pemotong itu.
KRASS!
"Harrghhh! Arrrggh!" erang Smiley yang kali ini menangis.
Yudhi dengan sigap menarik jari-jari tua Smiley dan dipotongnya satu persatu. Semua orang memejamkan mata dan memalingkan wajah karena kebiadaban Yudhi.
"Harrgghhh! Aggg!" erang Smiley dengan tubuh bergetar karena telah kehilangan sepuluh jarinya.
Yudhi terlihat biasa saja saat meletakkan potongan jari-jari itu di dalam kotak hitam lalu menutupnya. Ia memasukkan souvernir itu di dalam saku jas seraya berdiri perlahan.
"Oh, Clack. Tolong, koperku," pinta Yudhi dari dalam sel.
Clack segera mendatangi Yudhi dan memberikan koper yang ia dititipkan. Yudhi meletakkan koper tersebut di lantai dalam sel lalu melangkah keluar.
"Tutup," perintah Yudhi.
Pintu sel di tutup rapat dari ruang kendali oleh operator. Yudhi berdiri di balik jeruji dengan sebuah remote dalam genggaman tangan kanan. Jonathan melirik dan melihat gerak-gerik Yudhi saksama.
KLIK!
Seketika, koper tersebut terbuka saat Yudhi menekan satu-satunya tombol warna merah di sana. Semua orang dibuat penasaran akan isi dari koper tersebut.
"Waaa!" teriak Jonathan panik ketika dalam koper keluar tikus-tikus hitam berukuran kecil terlihat buas.
Clack terkejut. Ia seperti tak mengetahui isi koper tersebut. Smiley yang terluka dan tak menyadari para tikus-tikus itu mulai mendekatinya, membiarkan darah-darah segar menetes dari potongan jarinya.
__ADS_1
Namun seketika, "Waaa! Waaaa!" teriak Jonathan histeris untuk kesekian kali saat tiba-tiba saja para tikus itu agresif dan menyerang jari Smiley yang mengeluarkan darah segar.
Yudhi berdiri diam seraya memasukkan kembali remote tersebut di dalam saku celananya.
Semua orang dibuat terkejut akan aksi Yudhi yang mengejutkan. Jonathan ketakutan dan memilih keluar karena tak sanggup melihat Smiley diserang oleh para makhluk pengerat yang menggerogoti dagingnya perlahan dengan gigi-gigi runcing mereka.
Yudhi mengeluarkan ponsel seperti menghubungi seseorang.
"Hai, Sayang. Bagaimana? Apa kau merasa baikan?" tanya Yudhi menunjukkan senyum. "Oh, itu suara Smiley. Ia sedang berpesta dengan tikus-tikus kirimanmu," sambungnya seraya membalik tubuhnya dan berjalan mendekati Click and Clack. "Yah, aku sudah membawakan souvernir pesananmu. Potongannya rapi. Oia, ada Sierra dan Venelope juga di sini. Apa kau ingin mereka juga diikutsertakan dalam pesta kita? Aku rasa, Jonathan tak keberatan," imbuhnya, tapi membuat mata Click and Clack melebar seketika.
Yudhi melangkah keluar dan membiarkan Smiley menderita dengan hadiah pemberian Sandara untuknya.
Yudhi berjalan menyusuri koridor kembali ke ruangan tempat Jonathan menyekap Sierra dan Venelope. Namun, langkah Yudhi terhenti saat melihat Jonathan malah membebaskan keduanya, bahkan ia menggendong Sierra.
"Kau ... melindungi mereka? Kau memihak Sierra dan Venelope?" tanya Yudhi dengan wajah dingin dan ponsel dalam genggaman.
"Kau keterlaluan, Yudhi!" jawab Jonathan berdiri melindungi dua wanita yang terlihat takut dengan sosok pria berpakaian hitam di depannya.
"Oh. Sangat disayangkan. Jika kau memihak mereka, janjiku balas budi padamu kuanggap berakhir saat ini juga, Jonathan. Aku tak memiliki hutang apapun lagi. Dan sungguh, aku kecewa. Kau sama saja, mendukung aksi No Face selama ini. Apa kau lupa, apa yang terjadi dengan Sandara?" tanya Yudhi dengan ponsel masih ia tempelkan di telinganya.
"Yang lakuin itukan hewan-hewan dan makhluk aneh, bukan Sierra atau Venelope," dalihnya terlihat panik.
Mata Yudhi membulat penuh. "Tapi mereka yang menjadikan hewan-hewan itu pembunuh, Jonathan! Hewan-hewan itu adalah peliharaan Sandara dan Kai! Mereka menculik dan memberikan serum monster! Berani kau membawa dua wanita itu lari dari hukumanku, hari ini juga, kunyatakan, kita kubu yang berseberangan, Jonathan Benedict!" tegas Yudhi menunjuk dengan amarah memuncak hingga telunjuknya bergetar.
Jonathan terlihat kebingungan. Ia melihat Venelope dan Sierra ketakutan. "Maaf, Yudhi."
BUZZ!
"Uhuk! JONATHAN!" teriak Yudhi lantang karena pemuda itu menggunakan gas asap untuk kabur.
Yudhi segera berlari mengejar, tapi ternyata Jonathan dilindungi oleh anak buahnya. Tiba-tiba saja ....
BLUAARRR!!
"ARGHHH!"
Yudhi terlempar saat rumah di belakangnya meledak hebat. Yudhi terkapar di halaman. Pemuda itu merintih kesakitan. Ia menaikkan wajahnya dan melihat tiga buah speed boat pergi meninggalkan tempat itu.
Jonathan duduk menatap Yudhi dengan wajah berkerut saat pergi meninggalkan anak lelaki yang pernah memiliki kenangan bersama saat di Black Stone.
"Arrrghhh! Jonathan!" teriak Yudhi marah besar ketika ia juga menyadari jika Click and Clack ikut bersamanya.
Dua bodyguard itu memalingkan wajah terlihat terpaksa meninggalkan Yudhi sendirian.
***
ILUSTRASI (CIGAR CUTTER)
SOURCE : GOOGLE
__ADS_1
Tengkiyuw tipsnya😘 Maap lele ketiduran. Ngantuk berat uyy brasa agak demam gimana gitu.