
Baiklah, untuk menghindari kesalahpahaman di antara kita, coba lele detailin lagi hal-hal yang membutuhkan sedikit keakuratan. Jangan lupa like, vote poin dan koin ya. Lele padamu^^
------ back to Story :
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
"BOJAN!" teriak Martin panik saat kaki Bojan yang menapak pada bibir pintu, terkena gigitan dari serigala yang melompat ke arahnya karena tinggi helikopter hanya 4 meter dari permukaan tanah.
Salah satu anggota Dewan 13 Demon Heads tersebut langsung jatuh tersungkur tak sempat menggapai badan helikopter karena serangan yang tiba-tiba.
Ivan langsung mengangkat tuas pengendali dan membuat helikopter kembali terbang lebih tinggi-disebut Collective-dengan tangan kirinya.
Martin dengan sigap mengarahkan senapan laras panjang untuk membidik serigala yang ikut jatuh setelah berhasil menarik kaki Bojan.
Namun tiba-tiba, KRASS!
"Tuan Bojan, Anda baik-baik saja?" tanya Sun yang muncul dari dalam terowongan dan langsung berlari. Sun menebas tubuh serigala itu hingga hewan berbulu tersebut tewas dengan bagian perut robek.
"Uhuk, yeah. Aduh, ini sungguh memalukan," jawabnya mengerang dan perlahan bangun dengan posisi seperti orang push up karena jatuh tengkurap.
Mata Sun langsung memindai sekitar dengan pedang Silent Gold menyala terang. Helikopter yang dikemudikan Ivan kembali terbang rendah dan mencari lokasi untuk mendarat.
"Bagaimana kaki Anda?" tanya Sun panik karena celana Bojan sampai robek.
"Oh, aku sebenarnya ... memakai kaki robot. Aku tidak apa. Aku hanya kaget saja. Rahang serigala itu kuat. Padahal tidak sakit, tapi aku merasa seperti digigit sungguhan. Aku membayangkan giginya menancap di kulitku," jawab Bojan dengan wajah lugu.
Sun tersenyum seperti menahan tawa. Ia tak menyangka jika imajinasi Bojan cukup tinggi. Jonathan dan lainnya bernafas lega karena khawatir jika Bojan terluka parah.
"Paman Martin. Kenapa kau bisa datang ke Belize begitu cepat? Jarak Honduras cukup jauh," tanya Jonathan tiba-tiba saat pria berambut gondrong itu berjalan mendatangi Bojan yang mulai berdiri.
"Jujur, ini sungguh kebetulan. Tujuan kami datang kemari karena ingin mengantar dan memasang CamGun di kediaman Tessa atas permintaan Vesper agar gerak-gerik di tempat ini tetap terpantau," jawab Martin dengan bertolak pinggang mengawasi sekitar.
"Oh, pantas saja. Kok cepet," imbuh Jonathan.
"Namun, aku juga menghubungi Tuan Martin saat serigala pertama memasuki rumah. Aku meminta agar para senior segera datang karena kami tak tahu berapa banyak serigala itu dikirimkan. Mereka seperti tak ada habisnya," sahut Sun yang ikut tersambung dengan GIGA IGOR setelah Sierra berhasil meretas menggunakan satelit milik The Circle.
Tak lama, muncul beberapa speed boat menuju ke arah bibir pantai kediaman Tessa. Kelompok dari Black Armys anak buah Martin di Honduras datang untuk mengamankan dan membersihkan kekacauan.
"Bereskan semua lalu pasang CamGun. Pastikan GIGA DARA terkoneksi dengan senjata itu," tegas Martin dan para Black Armys mengangguk paham.
"Bagaimana Tobias dan lainnya? Di mana mereka?" tanya Ivan penasaran dan Sun terlihat kaget akan pertanyaan yang diajukan.
Sun mengajak tiga anggota Dewan memasuki terowongan yang dipenuhi oleh serigala mati karena tebasan pedang Silent Gold putera Agent M tersebut.
Diam-diam, tiga senior 13 Demon Heads memuji kehebatan Sun dalam bertugas.
__ADS_1
"Oh! Tuan Tobias! Anda tidak apa?" tanya Sun saat mendapati Tobias sedang diobati oleh Pion Daido karena punggungnya terluka terkena cakaran dari serigala gila tersebut.
"Kau ke mana?! Aku memintamu membunuh para serigala itu, tapi kau malah kabur! Pengecut!" jawab Tobias marah yang duduk di lantai sembari meremat-remat baju dalam genggaman menahan sakit.
"Dia mengerjakan perintahmu. Semua serigala itu datang dari arah terowongan. Jika dia tak menghalau kedatangan mereka, kau dan anak buahmu sudah mati dalam potongan. Dasar tak tahu berterima kasih," sahut Martin kesal.
"Jangan kau kira aku tak berani menghajarmu, Pak Tua," geram Tobias melotot tajam ke arah Martin dan sahabat karib mendiang Erik Benedict langsung tersulut emosi.
Para Pion dan anggota Dewan berusaha melerai pertikaian mereka.
"Toby! Apa yang dikatakan Martin benar. Para serigala itu mati. Black Armys sedang menyingkirkan mayat hewan-hewan itu," ucap Pion Dakota melaporkan.
Tobias mendengus keras. Ia langsung berdiri dan berjalan meninggalkan semua orang menuju ke kamar.
Daido meringis karena benang dan jarum jahit masih menggantung di kulit punggung Bosnya dan Tobias tak mengetahui hal itu.
"Toby! Wait-wait!" panggil Daido mengejar sembari membawa kotak berisi perlengkapan medis.
Sun melihat para Pion terluka meski tak separah Tobias. Isi rumah Tessa berantakan karena perabotan berserakan di atas lantai dan beberapa pecah.
"Apakah ... itu anak buah Lysa, The Eyes?" tanya Ivan keluar dari rumah dengan sorot mata tajam karena melihat beberapa mayat remaja bergelimpangan di atas rumput.
"Ya. Serangan itu datang tiba-tiba, Tuan Ivan. Kami tak siap," jawab Pion Dexter lesu.
Sun membawa lima orang Black Armys bersamanya untuk memindahkan mayat-mayat itu ke halaman belakang yang nantinya akan dikubur.
Saat pemakaman masal, para Pion berdiri diam ketika melihat Sun mendoakan para mayat mantan anak buah Tobias di hadapan beberapa gundukan tanah.
"Sun. Maukah berjanji satu hal untukku?" tanya Pion Diego menatap pemuda itu seksama.
"Hem, apa itu?"
"Makamkan aku dengan layak seperti mereka. Doakan dan kunjungilah kuburanku jika suatu saat nanti aku mati. Entah kenapa, aku sangat mengingingkannya. Selama ini yang kutahu, ketika anggota The Circle mati, Madam menumpuk mereka dan membakarnya. Ironi sekali, seakan kami tumpukan sampah tak berguna," jawab Pion Diego terlihat sedih.
Para anggota Dewan terdiam termasuk Sun.
"Kami juga. Makamkan kami dengan layak. Jika bisa, buat kami tetap berkumpul saat di kuburkan," sahut Pion Dexter mendekat dan diikuti oleh para Pion lainnya.
"Ya, tentu saja. Doakan aku panjang umur agar bisa mendatangi makam kalian nanti. Hanya saja, belum waktunya. Aku yakin jika kalian akan berumur panjang. Memiliki keluarga dan bisa merasakan hidup seperti orang normal. Yah, mungkin tak sepenuhnya normal. Namun aku yakin, kalian akan merasakannya sebelum meninggal nanti. Kalian, para lelaki tangguh," jawab Sun yang membuat para Pion itu menunjukkan ekspresi lain karena gejolak di hati mereka.
"Terima kasih, Sun," ucap Pion Darwin menepuk pundak putera Agent M dan diikuti oleh para Pion lainnya yang tersenyum tipis padanya.
"Oke. Ini canggung dan aneh," sahut Bojan berbisik dan diangguki oleh Ivan serta Martin.
Tak lama, Daido keluar dengan wajah seperti orang kelelahan. Ia berjalan dengan lesu sembari mengelap keringat di dahinya.
__ADS_1
"Bagaimana?" tanya Ivan.
"Tobias sudah tidur. Aku memberikannya obat bius agar beristirahat. Sebenarnya, saat penyerangan terjadi, Sun sedang memberikan informasi jika seluruh markas The Circle telah musnah. Awalnya kami akan mencari keberadaan Venelope dan lainnya dari tempat-tempat itu, tapi mendengar berita dari Sun, Tobias menyusun ulang rencana. Dan saat itulah, para serigala menyerang kami ketika lengah," jawab Daido yang diakhiri dengan hembusan nafas panjang.
Ketiga anggota Dewan mengangguk paham.
"Bisakah kalian bawa pulang Toby ke rumah? Aku minta, Operasi Balas Dendam kita undur sampai Tobias pulih," pinta Lysa yang suaranya terdengar sedih dari sambungan earphone.
"Ya. Kami mengerti. Kami akan membawa Tobias kembali besok. Aku akan menyiapkan keberangkatan," sahut Pion Darion yang kemudian meninggalkan kumpulan.
"Kalian. Apakah sungguh tak ada tempat lain untuk menemukan Venelope, Tessa, Mr. White dan Smiley?" tanya Ivan menatap para Pion D yang masih berada di ruang tengah.
"Mungkin kita bisa menemukannya," jawab Pion Damian yang mengejutkan semua orang.
"Oh ya? Caranya? Apa yang kau sembunyikan dari kami?" tanya Pion Darwin curiga.
"Kita tunggu mereka mengunjungi Perusahaan. Mereka berempat adalah para petinggi di Perusahaan itu. Pasti, mereka tetap datang ke sana meski tidak tentu. Aku yakin itu," jawab Pion Damian mantab dan semua orang terlihat serius memikirkan ide tersebut.
"Ya. Aku setuju. Venelope dan lainnya pasti datang entah itu panggilan rapat Dewan Komisaris atau lainnya. Aku sarankan kita pasang CamGun di beberapa titik untuk memantau pergerakan mereka di jalanan yang tak bisa diakses oleh GIGA," sahut Sierra.
"Hem. Aku setuju. Petakan dan buatlah daftar secara terperinci. Aku akan meneruskan hal ini kepada Vesper agar mempersiapkan persenjataan," sahut Ivan tegas dan para Pion mengangguk paham.
Sun bersama para Pion berkumpul di ruang kerja untuk mengerjakan perintah dari Sierra yang disetujui oleh para anggota Dewan di sana.
Ivan, Bojan dan Martin terlihat serius membicarakan hal lain dengan Lysa yang terhubung dengan mereka.
"Begitukah? Kau yakin jika Arjuna di sana, Paman Martin?" tanya Lysa yang kini sambungan ke para Pion dan Sun telah diputus.
"Ya. Biawak Putih dan Hijau sedang menelusuri sebuah pulau atas instruksi dari Jordan. Menurut kabar, ada seorang mafia bernama Andreas yang menguasai pulau itu. Mereka kini sedang menyelidikinya. Jika Andreas ada sangkut pautnya dengan Arjuna, kita tetap harus menyeretnya ke Pengadilan," jawab Bojan tegas.
"Pengadilan akan ramai. Karena, bukan hanya Arjuna saja yang harus diseret, melainkan Sandara dan Afro juga. Ini akan sangat sulit. Dan yang kukhawatirkan adalah kondisi mental Vesper, Han dan Kai. Mereka pasti sangat sedih karena anak-anak mereka akan duduk di kursi eksekusi itu," sambung Martin dan semua orang langsung menarik nafas dalam.
"Kita harus lakukan sesuatu, Kak Lysa! Nathan gak mau lihat mereka dipenggal sama Jordan! Nathan yakin, jika Sandara terbukti bersalah, Jordan tetap bisa nebas kepala Dara loh. Dia 'kan udah punya Naomi, jadi gak butuh Dara lagi. Nathan gak mau ... Nathan gak mau kehilangan saudara," ucapnya langsung menangis.
Sierra yang berada di samping kekasihnya langsung memeluknya erat ikut sedih. Lysa memejamkan mata terlihat pusing memikirkan pertikaian ini.
Semua orang yang tersambung dengan panggilan radio dari GIGA IGOR, hanya bisa diam.
Pada akhirnya, Ivan meminta agar semua orang beristirahat sembari menunggu hasil dari Sun dan para Pion lainnya.
***
jangan lupa vote koinnya ya. brankas kembali surut gaes. kwkwkw. semangat!!
__ADS_1