4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
I Found It


__ADS_3

Orang-orang yang melihat Jonathan tercebur ke sungai panik seketika. Mata mereka membulat penuh ketika dua aligator mendekati Jonathan yang berenang dengan panik ke tepian.


"Jonathan!" teriak Click langsung menyiagakan pistol yang ia sembunyikan di balik pinggang ke arah dua hewan yang berenang secara perlahan, membidik tubuh pemuda yang berusaha menggapai pinggiran.


"Hah, hah, uhuk!" Nafas Jonathan terengah. Ia panik, ditambah tas besar yang ia gendong membuatnya kesulitan berenang.


"Lepaskan tasmu!" pekik Iwan dari sambungan radio, tapi earphone Jonathan terlepas, ia tak bisa mendengar nasehat itu.


Click terlihat panik. Ada dua buaya mendekat ke arah Jonathan. Ia membidik mereka bergantian. Hanya saja, ia tak tahu akan menembak yang mana.


Pria bertubuh besar itu menahan tembakannya karena khawatir jika buaya-buaya itu malah agresif dan menyerang Jonathan.


"Lepaskan tasmu!" teriak Click dengan wajah tegang seraya mendekati pinggir sungai dan mengulurkan tangan. "Sial! Aku tak pernah berurusan dengan buaya sebelumnya. Aku benci alam liar," gerutunya dengan nafas menderu.


Saat Jonathan melepaskan pengait tas ransel di dadanya dan benda itu mengapung, seketika ....


"Waaa!" teriak Jonathan panik karena seekor buaya menyerang tasnya yang mengapung.


Rahang besar hewan itu langsung meremukkan tas besar berisi persenjataan dan perbekalannya.


Jonathan panik dan semakin berenang dengan tergesa ke tepian melawan arus air yang cukup kuat menghempaskan tubuhnya.


DOR! DOR!


Click nekat melepaskan tembakannya karena seekor buaya kini berenang dengan cepat menuju ke arah Jonathan.


Hanya saja, peluru-peluru Click tak mengenai hewan itu. Ia begitu lincah. Click terus menembakkan peluru-peluru tajamnya, dan tanpa ia sadari pelurunya habis.


KLAK! KLAK!


"****! Jonathan!" pekiknya lantang seraya mengisi ulang amunisi pada pistolnya. Saat Click akan kembali menembak dan siap membidik buaya tersebut, tiba-tiba ....


SRAKK! GRUDUK ... GRUDUK!


"WAAA!" teriak Bejo panik saat ia keluar dari dalam hutan dan berlari kencang bersama Clack di belakangnya.


Kepala Click menoleh dan matanya melebar seketika saat melihat sekumpulan babii hutan berlari mengejar dua kawannya itu.


Click spontan ikut berlari menghindari kejaran hewan-hewan yang memiliki taring menyumbul ke atas menyerupai cula ke arah mereka dengan buas.


"Tolongin woi! Itu babii ngepet gak waras!" teriak Bejo karena hewan-hewan itu begitu beringas dan terus mengejar mereka dalam kelompok besar.


Jonathan ditinggal oleh Bejo, Click, and Clack yang kabur menghindari kejaran babii-babii tersebut.


"Hah! Om! Om!" teriak Jonathan lantang yang sudah kelelahan, tapi berhasil ke tepian.

__ADS_1


"Harghh!"


"Aaaa!" teriak Jonathan saat dua buaya tersebut kini agresif mengejarnya dengan naik ke daratan dan terus mengejar.


Jonathan jatuh. Ia merangkak mundur menggunakan telapak tangan dan pantatnya untuk terus bergerak menjauh. Kakinya terasa pegal dan sangat sulit diajak bekerja sama untuk berlari.


SRAKK! DUAKK!!


Dengan nafas tersengal dan tubuh basah kuyup, Jonathan melempari buaya-buaya itu dengan batu-batuan yang bisa ia gapai dalam genggaman.


Saat Jonathan sudah berhasil mengumpulkan kembali kekuatan dan keberaniannya untuk kembali berlari, tiba-tiba ....


"NGOOKK!"


DUAKK! BRUKK!


"AGH!" rintih Jonathan saat tiba-tiba ia diseruduk dari samping oleh seekor babii hingga terjungkal dan menghantam batuan besar di sampingnya.


Namun, dua buaya itu seakan menjadi penyelamatnya. Buaya-buaya itu kini membidik babii gemuk yang berdiri di hadapan mereka.


Jonathan mengerang sembari memegangi lengannya yang sakit. Ia melempari hewan yang memiliki moncong panjang di hidungnya dengan batu-batuan yang bisa ia gapai dan terus berteriak lantang.


DUAKK!!


"NGOKK!"


Buaya yang lain mendekat dan kini menggigit kepala babii itu hingga hewan liar tersebut tak berkutik.


Dua penguasa air mendapatkan makan siang pengganti karena remaja tampan itu berhasil lolos.


Jonathan segera kabur dan masuk ke hutan, menjauh dari sungai seraya memegangi tangannya yang sakit.


"Hah, hah!" Nafas Jonathan tersengal. Ia panik dan ketakutan akan kebuasan para penguasa alam yang siap untuk merenggut nyawanya jika ia tidak sigap.


DUK! BRUKK!


"Agh!" rintih Jonathan saat ia kembali jatuh di atas tumpukan daun-daun kering yang berguguran.


Jonathan yang sudah berantakan, lelah, terluka, dan hanya bersenjata belati Silent Blue terlihat mulai kehilangan kesadarannya. Matanya sayu dan siap untuk terpejam.


Namun mendadak, matanya kembali terbuka lebar saat melihat sepasang sepatu boots berwarna putih di kejauhan, digunakan oleh seseorang berpakaian putih, menutup wajahnya dengan topeng, sedang berdiri seperti memandanginya.


Jonathan langsung bangun dan menatap orang itu tajam. Akan tetapi, orang itu malah berlari menjauh.


"Hei!" panggil Jonathan lantang dan berlari mengejar. Jonathan semakin masuk ke dalam hutan.

__ADS_1


Drone yang tadinya memantau keadaan kini fokus menembaki babii-babii tersebut karena anggota tim mereka tak bisa kabur lagi, sudah tersudut di ujung tepian sungai.


"Lompat-lompat!" perintah Bambang yang mendekatkan perahu ke pinggiran sungai agar tiga orang itu segera naik.


"Mereka edan! Bunuh aja!" teriak Bejo dengan nafas tersengal dan mata melotot di atas perahu dari tim C-1.


Peluru-peluru tajam itupun ditembakkan dan berhasil menjatuhkan hewan-hewan buas yang seperti lepas kendali itu.


Babii-babii tersebut bergelimpangan di sepanjang pinggiran aliran sungai sudah tak bernyawa.


Orang-orang dari tim Jonathan bernafas lega, tapi seketika mereka menyadari jika Jonathan tak ada bersama mereka.


"Mana Jojon?!" pekik Hadi panik.


Mata semua orang terbelalak dan langsung melihat sekitar. Nama Jonathan diteriakkan dan beberapa orang kembali menyusuri pinggiran untuk mencari keberadaannya.


"Hei! Ini tasnya," ucap Clack saat menemukan tas Jonathan yang sudah robek dan beberapa isinya hilang di pinggir aliran sungai.


Clack memasukkan tas Jonathan ke dalam tasnya dan kembali menelusuri sekitar.


"Hei! Ada jejak! Sepertinya, Jonathan masuk ke dalam hutan," ucap Hadi yang akhirnya ikut turun untuk mencari keberadaan Jonathan.


Drone kembali diterbangkan untuk mencari sosok remaja tampan itu yang menghilang dari jejak oleh Iwan.


Hanya saja, Bayu yang menunggu di perahu bersama Iwan di perahu lain merasa janggal karena Kai dan Eko tak bisa dihubungi.


"Wah, kok perasaan Bayu gak enak ya? Kai sama Eko gak respon panggilan sejak tadi loh," ucap Bayu menatap kawannya yang ikut memasang wajah serius.


Di sisi lain, Jonathan terus mengejar sosok yang disinyalir adalah orang yang sama ketika penyerangan di Greenland.


"Hei!" panggil Jonathan lantang saat ia merasa jika orang tersebut bukan ancaman karena tak menyerangnya.


Hingga langkah Jonathan terhenti saat ia melihat sebuah tempat dengan rumah memiliki ciri-ciri seperti yang dikatakan oleh Sierra.


Sosok itu masuk ke salah satu rumah tradisional seperti pemukiman penduduk asli setempat.


Mata Jonathan terbelalak. Ia memasuki kawasan tanpa penghuni seraya mengawasi sekitar.


Jonathan melangkah dengan ragu ke rumah yang ia yakini sosok itu masuk ke dalam sana. Jonathan menelan ludah ketika menyibakkan pintu yang terbuat dari daun kering sebagai penutupnya.


Kepala Jonathan melongok ke dalam. Cahaya redup dari sinar matahari menjadi satu-satunya penerang. Hanya saja, sosok itu menghilang. Padahal Jonathan sangat yakin jika orang tersebut tadi masuk ke sana.


***


Ngetiknya pake hape dan lele nguantuk parah. Tengkiyuw tipsnya😍 Dan selamat bagi pemenang ya🥳 Segera DM lele buat pengiriman hadiah. Next Quiz khusus untuk para LAP medali GOLD. Be ready!

__ADS_1



__ADS_2