4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Pedang Pembunuh Tobias*


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Jepang. Terjemahan.


Pria berkuncir kuda itu menatap Lysa lekat seraya mengayunkan katananya. Lysa melihat jenis katana itu, tapi tak seperti dalam gambar yang didiskripsikan.


"Hei!" seru pria itu terkejut saat Lysa tiba-tiba saja berlari kencang meninggalkan lawannya tanpa melakukan perlawanan.


Namun, Lysa yang memutuskan keluar dari kelompok 13 Demon Heads, dianggap ancaman oleh para anggota dewan setelah kabar terakhir dari Javier, jika mantan isterinya itu menghilang saat mereka berniat untuk membantu menyelamatkan The Eyes terakhir.


Tanpa Lysa duga, PRITTT!


Anak pertama Vesper terkejut saat mendengar suara peluit yang ditiup panjang oleh pria berkuncir kuda itu.


Mata Lysa melebar saat ia berhenti di persimpangan gang dan melihat ada banyak lelaki berkuncir berlari ke arahnya sembari menenteng sebuah pedang.


"Jangan kaupikir bisa kabur, Lysa!" teriak pria itu yang berhasil mengepungnya.


Saat orang-orang hampir mendapatkannya, tiba-tiba saja, KLANG! BUZZ!!


"Gas! Rainbow gas!" seru pria berkuncir saat gas warna merah muda menyeruak di sekeliling Lysa.


Wanita cantik itu bingung karena kemunculan gas yang tak ia duga. Lysa mendongak ke atas dan melihat seseorang berpakaian serba hitam tertutup, berdiri di atas atap bangunan.


Orang itu menggunakan penutup wajah dan matanya tak tampak karena menggunakan caping jerami.


Namun seketika, mata Lysa melebar. Orang itu memegang katana yang sama persis seperti gambar pada petunjuk pembunuh Tobias.


"Hei!" panggil Lysa lantang.



Segera, Lysa keluar dari kepulan asap saat orang itu melompat ke atap bangunan lain, dan sosoknya menghilang dari pandangan. Lysa mengeluarkan busur panahnya dari dalam tas yang bisa dilipat buatan BinBin.


Lysa tak ingin buruannya lepas. Ia segera berlari mengejar, tapi tiba-tiba, TANG! Sebuah katana berhasil ditangkis dengan busur panah.


Pria berkuncir muncul dari kepulan asap merah muda yang tak memberikan dampak racun hanya menutupi keberadaan seseorang.


Sayangnya, lawan Lysa kali ini jebolan dari Camp Militer. Pria itu adalah orang kepercayaan Yusuke Tendo yang menguasai wilayah Tokyo. Pria itu salah satu mafia elit dalam jajarannya yang terkenal dengan kemampuan ilmu pedangnya.


"Jangan meremehkanku!" serunya lantang yang dengan sigap sosoknya menghilang usai mendorong bilah pedangnya hingga Lysa mundur ke belakang.


Mata Lysa melotot saat pria itu tak tertangkap mata indahnya. Lysa waspada dan mengganti senjatanya dengan pedang Silent Blue tanpa ia nyalakan laser. Lysa menajamkan pandangannya, dan saat itu juga, TANG! DUAKK!


"Ugh!" erang Lysa saat sabetan dari si pria berkuncir berhasil ia tangkis ketika muncul dari sisi samping kanan.


Namun, serangan siku saat lawannya berputar dan mengenai pipinya, tak dilihat oleh wanita cantik tersebut.


"Kau tak sehebat yang dikatakan orang-orang. Kuberjanji tak akan kubunuh, Lysa, atas nama ibumu, Vesper. Aku menghormatinya," ucap pria itu saat Lysa terhuyung ke samping hingga matanya berkedip.


Lysa terlihat marah dan memutar tubuhnya seraya mengayunkan pedangnya untuk menebas lawan.


Namun, gerakannya yang sembrono, membuat pria berkuncir kuda itu hanya melangkah mundur seraya menghindar dengan menekuk kepalanya ke samping kanan dan kiri serta menggeser bahunya.


"Amatiran."


BUAKK! BRUKK!

__ADS_1


"Memalukan. Kau bahkan tak mengenaiku sama sekali. Hah, kurasa, kau bukan ancaman bagi tuan Tendo. Aku juga malas meladenimu. Semuanya, pergi!" ucapnya seraya berpaling dan menyarungkan katananya kembali di samping pinggang.


Kepulan asap merah muda itu perlahan menghilang. Lysa roboh di jalanan gang. Ia melihat sekumpulan pria berkuncir pergi meninggalkannya seorang diri, mengacuhkan keberadaannya.


"Argh!" erangnya marah karena ketidakberdayaannya.


Ternyata, gerak-gerik Lysa diamati oleh orang yang menggunakan pedang dan disinyalir adalah milik pembunuh Tobias.


Lysa kembali melanjutkan perjalanan. Pipinya yang lebam, tentu saja mendapatkan perhatian dari banyak orang yang berpapasan dengannya di gang.


Lysa merasa risih dan tidak nyaman. Ia akhirnya memasuki sebuah restoran yang masih sepi dan memesan ramen. Lysa duduk seorang diri seraya menikmati sake dari pesanannya.


Namun lagi-lagi, pemilik restoran itu mengenalnya. Lysa yang sedang menyantap mi ramen tersebut, menaikkan pandangan perlahan saat mi panjang itu masuk ke mulutnya.


"Hargh!" erang pria itu seraya mengayunkan pisau pemotong daging ke arah kepala Lysa seperti ingin membelahnya.


KLANG!! BRUKK!


Lysa berhasil menghindar ke samping lalu berjongkok di samping bangku tempat ia duduk. Mangkok ramen miliknya terbelah dua dan semua isinya tumpah dari atas meja.


"Pengkhianat! Rasakan!" erang pria itu yang membuat Lysa masih dalam posisi berjongkok menjulurkan kaki kanannya ke arah pria botak tak dikenalnya itu.


DUAKK!! BRUK!!


"Agh!" erang pria itu saat pergelangan kaki kirinya ditendang kuat oleh kaki kanan Lysa hingga membuatnya jatuh tersungkur.


Lysa bergegas berdiri dan menginjak punggung pria itu karena menghalangi jalannya. Lysa segera keluar dari restoran dan terus berlari.


Ia merasa terancam di wilayah milik Yusuke Tendo. Namun, alasan dia diserang, masih menjadi tanda tanya wanita cantik itu.


Saat Lysa tiba di depan rel kereta api, ia baru menyadari jika ia tak bisa meninggalkan kota Tokyo. Ia tahu, jika pembunuh Tobias berada di sana.


Hingga akhirnya, langkah Lysa terhenti. Ia duduk di tepian Tokyo Bay saat langit telah bersinar terang dan aktivitas di sekitar mulai ramai. Lysa terlihat bingung seperti kehilangan arah tujuannya.


"Tunggu dulu. Orang itu muncul bersama dengan anak buah Yusuke. Jangan-jangan, yang melakukan pembunuhan itu adalah orang Yusuke Tendo? Apakah ... Yusuke balas dendam atas kematian ayahnya yang tewas saat itu karena ulah Tobias ketika di White Sea? Jika ya, berarti One ikut terlibat karena Kang Dae Gi juga tewas saat kejadian di pondok pak Sutejo. Mereka pasti membayar seorang pembunuh untuk menghabisi nyawa Tobias. Ya, itu pasti. Kurang ajar!" pekik Lysa geram memukul rumput yang didudukinya.


Pikiran Lysa membawanya jauh ke tragedi masa lalu atas kekejaman Tobias dulu sebelum berubah dan beralih pihak padanya.


"Seseorang yang mengenal Tobias dengan baik. Hanya para Pion yang bisa melakukannya. Namun, itu tidak mungkin. Para Pion saat itu ada bersamaku dan juga Toby di Teater," guman Lysa mengerucutkan pemikirannya. Hingga akhirnya, matanya terbelalak lebar. "Pasti diantara empat Biawak! Dulu mereka berkomplot dengan Tobias. Mereka mengenal kemampuan Toby, watak dan juga kediamannya. Mereka pasti sudah mengincar Toby sejak lama dan mencari waktu yang tepat," ucapnya langsung berdiri dengan napas memburu.


"Jadi, Arjuna sekarang melindungi mereka ya? Pantas saja, Yusuke dan One begitu akrab denganmu, Adik tiri. Ternyata, diam-diam kalian merencanakan pembunuhan ini. Sangat licik. Baiklah, aku akan mendatangi usaha legalmu, Kim Arjuna. Entah Biawak Hijau atau Putih pelakunya, aku harus membunuhnya! Akan kubuat mereka muncul di wilayah kekuasaanmu dan Tendo," tegas Lysa langsung bersiap.


Lysa menandai dalam tablet menggunakan tampilan satelit Marlena yang bisa ia operasikan dari jarak jauh.


Bagaimanapun, semua aset milik Marlena telah jatuh ditangannya saat berusia 25 tahun.


Perjalanan dengan kereta api Shinkansen dari Tokyo ke kota Sendai sebagai tujuan pertamanya menghabiskan waktu kurang lebih 132 menit.



Lysa mendatangi sebuah usaha legal dengan pos darurat sebagai tempat minum teh di dekat bukit.


Lysa mengincar usaha legal milik Arjuna yang bekerjasama dengan Yusuke karena berpikir jika Arjuna dan Yusuke berkomplot.


Lysa menyiapkan diri dan sengaja tak menyembunyikan wajahnya jika tertangkap kamera keamanan.

__ADS_1


Ternyata, kehadirannya telah diperingatkan oleh anak buah Yusuke yang berada di Tokyo entah apa maksud kedatangan Lysa pada mereka, tapi Yusuke minta untuk tetap waspada.


Kedatangan Lysa tertangkap kamera pengawas di usaha legal tersebut. Saat Lysa sudah memasuki wilayah tempat kendaraan di parkir yang berada di luar rumah teh tersebut, segerombolan pria mengenakan yukata hitam muncul dengan rambut digulung ke atas.


Lysa tak menghentikan langkahnya saat salah satu dari mereka mendatangi Lysa dengan wajah garang dan langkah tegas.


"Apa tujuanmu kemari? Tuan Kim Arjuna dan Yusuke Tendo tak ada di sini! Jika kau—"


SWING! DUK! BUZZ!


"Rainbow gas!" seru pria tersebut yang perkataannya terhenti saat Lysa tiba-tiba saja melemparkan granat tanpa bom warna hitam ke arah sekumpulan pria itu.


Praktis, orang-orang itu segera berlari menghindar karena gas hitam tersebut mampu membutakan mata.


Lysa terus melangkah karena ia sudah menyuntikkan serum saat kakinya memijak halaman parkir tersebut.


Lysa menarik busur dari dalam tas ranselnya dan menyiapkan sebuah anak panah dengan ujung berwarna merah.


Lysa terus melangkah dan menarik anak panah itu, membidik lantai pertama rumah teh tersebut.


SHOOT! BLUARR! PRANGG!!


"AAAAA!"


Kaca jendela pecah dan dinding roboh mengenai para konsumen yang tak siap dengan serangan mematikan dari panah bom buatan BinBin.


Lysa lalu memasukkan kembali busurnya dan mengacak rambutnya. Seolah ia juga korban dari serangan tersebut.


Lysa berbaur dengan orang-orang yang berlari berhambur keluar menyelamatkan diri meski beberapa dari mereka terluka.


"Cepat pergi! Tempat ini adalah sarang mafia! Segera telepon polisi!" ucap Lysa memegangi lengan seorang pria berkacamata dan memakai jas, terlihat panik saat menuju parkiran mobil.


"Mafia? Maksudmu ... yakuza?!" pekik lelaki itu yang membuat semua orang yang berada di sekitarnya melotot seketika.


Lysa mengangguk dan dengan sengaja menggelindingkan granat mini ke bawah mobil ketika orang-orang itu saling memandang. Seketika, BLUARR!!


"AAAA!"


Sebuah mobil sedang tiba-tiba meledak dan membuat orang-orang yang ada di sekitarnya tiarap.


Lysa memainkan dramanya. Ia meminta pria berkacamata itu segera menelepon polisi serta menyebutkan nama Kim Arjuna dan Yusuke Tendo.


Dengan sigap, para konsumen itu menelepon dan merekam kejadian tersebut untuk disebarluaskan. Praktis, insiden itu langsung menghebohkan seluruh wilayah di Jepang.


Lysa tersenyum menyeringai saat ia berhasil menghasut dan meminta kepada pria berkacamata untuk membawanya pergi dari tempat itu.


Lysa menumpang mobil yang dikendarainya. Anak buah Arjuna dan Yusuke dibuat kalang kabut serta kebingungan mencari keberadaan Lysa yang hilang begitu saja.


Lysa tersenyum licik dari dudukan belakang saat menoleh ke kaca belakang mobil karena aksinya sukses besar membalas Kim Arjuna dan Yusuke Tendo.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE

__ADS_1



Masih eps bonus dari tips mak ben. Kwkwkw makasih ya. Yang lainnya belom nih. Oia, segera baca Love Is Henry di Fizzo* ya. Mumpung gratis dan udah up 20 eps nih. Lumayan kalau mau marathon. Ditunggu kedatangannya di kolom komentar. Lele padamu❤️


__ADS_2