
Kini, mata semua petugas di Pusat Komando terfokus pada misi yang dijalankan oleh Drake, Buffalo dan James untuk mencari keberadaan Mr. Smiley yang berada di Perancis.
Sayangnya, Smiley sepertinya sudah tahu jika dirinya diincar. Hanggar miliknya sepi dan tak terlihat satupun anak buah yang biasanya ramai di sekitar landasan.
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
"Mereka sudah pergi, Kai. Hanya helikopter dan pesawat rusak yang ditinggal. Pusat Komunikasi dalam bangunan yang ditelusuri oleh Drake dan Buffalo sudah tak dialiri listrik. Jadi bagaimana?" tanya James dari sambungan telepon yang berdiri di helipad.
"Lakukan Protokol Zero," jawab Kai dan James mengangguk paham.
"Bagaimana?" tanya Buffalo setelah memastikan sekali lagi dengan menyusuri sekitar bersama dengan suaminya, Drake.
"Protokol Zero."
"Oke," jawab Buffalo dengan senyum merekah.
"Yah, karena ulah Tobias. Awalnya kita diminta untuk merebut semua aset milik The Circle, tapi berubah menjadi melenyapkannya," ucap Drake bertolak pinggang seraya menggelengkan kepala.
"Biarkan saja. Markas milik kita 1000 kali lebih hebat dari orang-orang The Circle itu. Benar 'kan?" sahut James menatap para anggota The Circle kubu Jonathan dengan lirikan sadis.
Orang-orang itu langsung mengangguk cepat meski terlihat terpaksa. Buffalo dan Drake menahan senyum.
"Hehe. Aku penasaran dengan kemampuan 'Tempurung' buatanku dari pengembangan DOMINO milik Kai," ucap BinBin yang ikut dalam misi sedang duduk dengan santai dalam mobil sembari bermain video games dari ponselnya.
"Jangan tekan sebelum kami selesai, Paman. Kami masih ingin hidup dalam dosa," ucap James sembari menarik dua buah koper berisi Tempurung untuk diberikan kepada Buffalo dan Drake.
BinBin hanya terkekeh. Ia menunggu dengan sabar bersama anak buah Jonathan dari Tim Kadal yang melindunginya di mobil.
Buffalo memimpin Tim Herbivora dan Drake menugaskan Tim Karnivora. Mereka berpencar untuk memasang peledak di fondasi utama bangunan berikut benda-benda besar di sekitarnya.
Tujuan utama adalah meruntuhkan gedung dan melenyapkan tempat itu dari peta.
James meneropong dari atas mobil. Ia berdiri gagah dan melihat sekitar untuk memastikan jika mereka tak diawasi atau diserang saat menyiapkan Protokol Zero.
Setelah 15 menit melakukan persiapan, Tim Buffalo dan Drake kembali. Mereka telah selesai dengan tugas yang diberikan dan segera masuk ke mobil.
"Oke, go go go!" ucap James memerintah.
__ADS_1
Lima mobil SUV hitam melaju meninggalkan hanggar milik Smiley dengan kecepatan sedang. BinBin memandangi pengendali dalam genggamannya. James yang duduk di sebelahnya menatap BinBin seksama.
Tiba-tiba, senyum BinBin merekah saat warna biru menyala pada lampu indikator dari pengendali berbentuk persegi panjang berukuran 20x10 cm tersebut.
KLIK!!
BOOM! BOOM! BOOM!
James dan lainnya langsung menoleh ke belakang karena mendengar suara ledakan hebat dari hanggar yang mereka tinggalkan. Kepulan asap tebal membumbung tinggi di udara.
James meninggalkan kamera pengintai di sekitar kawasan untuk melihat hasil dari kinerja Tempurung tersebut.
BinBin meringis terlihat begitu bangga akan hasil kerjanya. James, Buffalo dan Drake yang berada di mobil berbeda hanya menelan ludah.
Dentuman terus terdengar bahkan tanah yang dipijak oleh roda ban mobil mereka bergetar hebat.
Para penumpang dalam mobil tegang seketika dan langsung berpegangan pada dudukan bangku karena takut terkena imbas dari serangan yang mereka lakukan.
"Kai," panggil James dari sambungan telepon dengan speaker menyala.
"Tempat itu sudah rata, James. Ledakan terakhir membuat tanah di sana ambles dan menimbun bangkai dari ledakan. Yah, hampir mirip dengan yang terjadi pada tim Jonathan di Greenland," jawab Kai tenang.
"Ha? Ada yang memiliki senjata seperti Tempurung-ku?" tanya BinBin langsung sewot.
"Bukan, Paman. Ledakan dari granat mini yang Jonathan lemparkan membuat fondasi pada rongga di bawah bangunan runtuh yang mengakibatkan longsor. Aku rasa misi pemusnahan markas The Circle berjalan dengan mulus. Hanya tim dari Han saja yang mengalami luka serius. Setelah ini, aku akan terbang ke Italia. Sebaiknya kita berkumpul di sana. Akan aku informasikan lokasi pertemuan nanti," jawab Kai menjelaskan.
"Oke," sahut BinBin santai dan kembali bermain video games.
James memutus sambungan telepon dengan hembusan nafas panjang. Ia lega karena tak ada korban dari timnya dari misi yang sempat membuat orang-orang khawatir karena Tobias membocorkan strategi mereka.
Kamera pengawas yang James tinggalkan ikut lenyap karena dampak ledakan. James mematikan layar tablet-nya.
"Apa The Circle punya senjata seperti ini?" tanya BinBin menepuk pundak anggota Tim Kadal yang duduk di samping sopir.
__ADS_1
"No, Sir. Hanya Anda satu-satunya mafia yang membuat dan memiliki senjata pemusnah seperti ini. Saya penggemar Anda," ucap pria tersebut dengan wajah tegang.
BinBin makin bangga dan senyumnya terus merekah sampai tiba di Bandara.
Tim Kadal, Herbivora dan Karnivora diminta oleh Sierra untuk berkumpul di Kediaman Darwin yang berada di Melun untuk mengamankan Mansion karena para Pion dan Tobias akan pergi untuk melakukan Operasi Balas Dendam.
BinBin, James, Drake dan Buffalo, berpisah dengan 3 Tim The Circle bentukan Jonathan usai diantarkan ke Bandara.
BinBin dan timnya terbang menggunakan pesawat kargo Komandan Zeno menuju ke Italia menyusul Vesper dan lainnya.
Rumah Sakit tempat Han dan timnya di rawat, Italia.
Vesper terlihat sedih dan hanya bisa memandangi Han dari balik jendela kaca karena suaminya masih disterilisasi pasca operasi besar akibat pendarahan dalam serta luka bakar serius.
"Beruntung Mas Han, Tora dan One selamat, Mbak. Namun naas, anggota The Circle anak buah Jonathan yang ikut dalam mobil mereka tewas," ucap Biawak Hijau sembari berjalan perlahan mendekati Vesper yang memasang wajah sendu.
"Kita juga cepat nolong dengan memadamkan api dan mengeluarkan mereka. Sayangnya, ledakan itu memang cukup besar. Untungnya saat misil kecil itu meluncur dan mengenai samping kanan kiri mobil, mas Han dan lainnya dalam posisi merunduk. Mereka tergencet di celah pijakan mobil. Padahal mobil yang kita gunakan juga mobil modifikasi dari Jonathan dengan kaca anti peluru dan lapisan tahan benturan di body-nya. Yah, meski demikian tetap aja terluka parah," sahut Biawak Putih.
"Setelan Black Armys rancangan terbarumu kita akui sangat hebat, Mbak. Saat mereka kita selametin, celana tahan api gak rusak sedikitpun, hanya jas anti peluru dan kaos pelapis yang terbakar. Hantaman dari serangan itu juga cukup kuat. Isi mobil penuh. Mereka tergencet, dihantam dan terbakar. Hih, serem," sambung Hijau.
Vesper menghela nafas dan Biawak Putih langsung menyenggol lengan Hijau dengan mata melotot. Biawak Hijau baru menyadari jika informasinya terlalu akurat hingga membuat majikan mereka langsung memijat kepalanya.
"Yang kutakutkan adalah ... apakah Kak Han bisa menerima keadaan dirinya setelah insiden ini? Lukanya lebih parah ketimbang aku saat terkena ledakan di Somalia. Bukan hanya fisiknya, tapi organ dalamnya juga. Jonathan saja yang mengalami luka tak begitu berat, merasa minder dengan dirinya. James juga demikian saat seluruh kulitnya mengelupas dan membuatnya seperti manusia buruk rupa," ucap Vesper terlihat begitu sedih membayangkan hal buruk terjadi pada orang-orang yang disayanginya.
Biawak Putih dan Hijau saling berpandangan dalam diam tak lagi bicara.
Vesper meletakkan kedua telapak tangannya pada jendela kaca dan menatap Han lekat yang seluruh tubuhnya hampir tak terlihat karena dipasangi banyak alat medis sebagai penopang kehidupannya.
"Sudah cukup. Ini harus diakhiri," ucap Vesper dengan mata terpejam terdengar begitu pilu.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
Makasih ya tipsnya😍 Adeuh ngantuk kalo nemu tipo harap maklum ya😁
__ADS_1