
Para pembonceng motor dari kubu Sandara bersiap dengan persenjataan mereka. Lima motor melawan tiga buah mobil yang melaju bersamaan.
Tiga mobil menyerang dari tiga sisi dan terfokus pada pergerakan Sandara. Sayangnya, tim Sandara hanya mengincar kubu Miles.
"Berbelok, sekarang!" titahnya lantang.
NGENGG!!
"Woh! Mau ke mana itu bocah?" tanya Biawak Putih bingung karena gerombolan bermotor dari kubu Sandara menukik tajam.
"Bos, lihat! Mereka sepertinya mengincar orang yang memakai topeng itu! Apakah ... mereka orang-orang Miles yang kita waspadai selama ini?" tanya seorang pria dari kubu Han.
Biawak Putih menatap sekumpulan pria bertopeng yang menembaki Sandara. Biawak Putih mengeluarkan ponsel dan menghubungi seseorang.
TUT ....
"Halo?"
"Eiji! Bisa kau pastikan mereka ini siapa? Kita ketemu dengan Dara dan dia lagi nyerang orang-orang dari kubu bertopeng itu!" pinta Biawak Putih dari sambungan video call.
"Bagaimana bisa tahu? Kameranya terbalik! Jangan arahkan ke wajahmu, tapi ke mobil yang diincar!" seru Eiji melotot.
Biawak Putih baru menyadari keteledorannya. Eiji dengan sigap menyambungkan ke dalam daftar pencarian GIGA. Meskipun orang-orang itu bertopeng, tapi Eiji yakin jika mereka masih bisa diselidiki.
Biawak Putih mengarahkan kamera belakangnya ke mobil yang melakukan aksi tembak dengan Sandara meskipun duduknya bergoyang-goyang karena jalanan terjal.
"Yang bener dong nyetirnya! Kamera mahal ini! Kalau jatuh tak suruh ganti rugi kamu!" ucap Putih melotot ke arah sopir, dan lelaki itu memilih diam tak menjawab karena fokus menyetir.
Eiji dengan sigap melakukan penelusuran dari tangkapan kamera.
"Putih! Orang-orang itu menggunakan gelang pemenggal dari kubu Jonathan! Mereka pasti The Circle yang diculik oleh Miles! Mereka musuh!" jawab Eiji mantap dengan analisisnya.
"Oke! Kini Putih tahu ke mana harus memihak! Tengkiyuw, Bro!"
Biawak Putih segera memutus panggilan. Sopir dan anak buah Han yang mengejar Sandara belum melakukan aksi apa pun karena menunggu perintah.
"Bagaimana?" tanya pria bermata sipit duduk dibangku tengah meminta kepastian.
"Kita bantu Dara. Ayo!" jawab Putih mantap.
Segera, orang-orang dari kubu Han menyiagakan senjata. Kali ini, mereka akan ikut dalam usaha melenyapkan anak buah Miles meskipun dulunya mereka anak buah Jonathan.
"Dara! Orang-orang Vesper mengejar kita!" ucap Dahlia seraya terus menekan penuh gas motornya dan menghindari tembakan.
"Agh! Pengganggu!"
SWINGG!
"Menghindar!" pekik Biawak Putih saat melihat Sandara malah melemparkan granat mini ke mobilnya.
Dengan sigap, sopir membelokkan kemudi ke arah rerumputan menghindari peledak itu. Namun karena aksi gesit itu, granat mini Sandara malah mengenai mobil di belakang Biawak Putih yang beranggotakan pasukan Iskra.
DUK! BLUARRR! BLANG! BLANG!
"Wedyan! Nyaris aja!" pekik Putih panik karena ia dan timnya hampir menjadi manusia panggang hidup-hidup.
Di sisi lain. Mobil kedua dari kelompok pengintai Iskra, melaporkan aksi Sandara ke bos besar mereka.
__ADS_1
Mereka berbicara menggunakan bahasa Arab. Terjemahan.
"Apa? Sandara melawan kita! Kurang ajar! Tangkap dia hidup-hidup dan seret dia padaku!" titah Sudan lantang yang sudah berada di dalam pesawat sedang dalam penerbangan ke Peru.
Kembali ke tempat pertempuran.
"Dara, woi! Kita akan bantu kamu! Stop lemparin granat, Bocah edan!" pekik Biawak Putih sampai menggunakan pengeras suara yang terhubung dengan mobil.
Kening Sandara berkerut. Ia yang tadinya akan melemparkan sebuah granat mini menghentikan aksinya.
Sandara menatap Biawak Putih yang malah melakukan gaya 'Love' dengan kedua tangan melengkung di atas kepala dan senyum merekah.
"Mereka dipihak kita! Fokus jatuhkan kubu Miles!" ucap Sandara lantang.
Pasukan Pria Tampan mengangguk paham. Akhirnya, dua kubu yang awalnya bersiteru kini bergabung untuk melawan orang-orang bertopeng.
Dua anggota Pria Tampan milik Sandara yang berhasil diangkut oleh anak buah Miles didudukkan di bagasi belakang.
Sandara tak bisa ceroboh kali ini. Dua orang itu bernilai penting baginya karena dididik khusus oleh mendiang BinBin.
Sandara mengulurkan tangan ke arah Kemuning untuk meminta sebuah senjata. Dengan sigap, Kemuning mengambil sebuah senapan khusus berbentuk segitiga dari tas yang digendong oleh Dahlia sebagai pengemudi.
CEKREK!
Sandara berdiri pada pijakan kaki motor trail. Ia membidik mobil musuh di depannya yang berusaha kabur darinya.
Seketika, SHOOT!
GLUNDUNG .... KLEK!
"Menghindar!" titah Sandara lantang, tapi sayangnya tak didengar oleh kubu Biawak Putih.
"Rem! Rem!" seru Biawak Putih karena tiba-tiba saja motor-motor di depannya membagi menjadi dua tim ke sisi kanan dan kiri.
Mobil Biawak terus melaju dan malah menghantam bagian belakang mobil musuh yang roboh ke samping.
BRANNGG!!
"Agh!" erang Biawak Putih saat ia dan lainnya masih berhasil selamat meskipun bagian depan mobil menjadi ringsek dan berhenti melaju.
Dengan sigap, anak buah Sandara mendekati mereka saat sedang mengeluh kesakitan.
KLANGG! BUZZZ!
"Hah! Apa-apaan ini? Uhuk! Uhuk!" keluh Biawak Putih saat gas putih langsung mengepung mereka semua yang tersangkut pada dudukkan mobil karena hantaman kuat.
Tiba-tiba, suara batuk-batuk itu menghilang dengan gas putih yang mulai memudar. Lima orang dari kubu Han terdiam seperti orang bengong. Sandara muncul dari balik asap menatap lima orang itu saksama.
"Hei! Lihat aku!" perintahnya tegas. Praktis, lima kepala itu langsung menoleh dan menatap Sandara sendu. "Aku adalah Sandara Liu. Pemimpin kalian. Mulai sekarang, kalian semua menjadi anak buahku. Misi kita, melenyapkan Miles dan pria bertopeng hingga tak bersisa. Apa kalian mengerti?!" tanya Sandara tegas.
Orang-orang itu mengangguk pelan seperti orang linglung.
"Keluar dari mobil. Sekarang!" titahnya.
Segera, Biawak Putih melepaskan seat belt dengan tenang termasuk pria lainnya. Mereka kini menjadi budak Sandara meski masih terlihat loyo dan sempoyongan karena dampak dari gas.
Saat mereka berjalan menuju ke motor-motor dari kubu Sandara, tiba-tiba ....
__ADS_1
DOR! DOR!
"****! Lumpuhkan mereka! Buat mereka menjadi tim kita!" titah Sandara.
Segera, Biri-Biri menyiagakan senapan HIT. Pria itu membidik mobil terakhir dari tim Iskra yang menembaki mereka.
SHOOT!
GLUNDUNG .... KLEK!
BLUARR!!
"Arghhh!"
BRANGG!
Mobil tersebut meledak tepat di bagian bawah kap mobil setelah terkena bola dari HIT seperti yang terjadi dengan mobil pria bertopeng.
Mobil itu terbakar hebat dan memaksa orang-orangnya yang selamat untuk segera keluar.
Namun, lagi-lagi ....
KLANGG! BUZZZ!
"Hah! Gas! Menyingkir! Uhuk!" teriak salah satu wanita yang akan keluar dari mobil, tapi tiba-tiba saja, Dahlia memasukkan Rainbow Gas halusinasi ke dalam mobil tersebut.
Para wanita yang terkurung dari kelompok Iskra tak bisa melawan dampaknya. Sandara datang untuk menyelesaikan tugas.
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.
"Out!" perintahnya tegas.
Disisi lain.
Para pasukan Pria Tampan menembaki anak buah Miles bertopeng karena mereka tak bisa diobati lagi setelah terkena dampak dari praktik cuci otak ala The Circle seperti yang terjadi pada William.
Hanya saja, dosis yang digunakan Miles kini lebih kuat. DOR! DOR! DOR!
Para pria bertopeng itu tewas. Orang-orang dari Sandara berhasil mengamankan dua anggota mereka yang diculik dan beruntung tak mengalami cidera.
Ledakan bola HIT mengenai bagian samping mobil sehingga posisi mobil terbalik ke samping.
Sedang kubu dari Han. Orang-orang itu juga terkena dampak dari Gas Halusinasi, termasuk Biawak Putih.
Orang-orang itu kini menjadi anak buah Sandara termasuk pasukan Iskra yang beralih pihak.
"Cepat pergi dari sini. Kita harus meninggalkan Peru," tegas Sandara dan orang-orang itu mengerti.
Sandara menjadikan Biawak Putih sebagai orang kepercayaannya. Senyumnya terukir saat Biawak Putih menunjukkan wajah serius bahkan hanya sesekali berkedip selama mereka berjalan kaki menuju ke titik mobil yang sengaja diparkirkan menjauh dari wilayah kediaman isteri pak Sutejo di Peru.
Sedang pasukan Pria Tampan, mengikuti di belakang mobil yang mengangkut anggota tim barunya. Kini, jumlah anggota tim Sandara yang telah tewas karena serangan dari kubu Han, telah digantikan dengan anggota baru dari dua kelompok tangguh berjumlah 10 orang. Ditambah, 10 orang dari pasukan Pria Tampan. Bagi Sandara, jumlah ini sudah lebih dari cukup.
Ia hanya perlu orang-orang berkeahlian khusus tak perlu banyak seperti The Eyes Lysa, The Circle Jonathan, atau Bala Kurawa Arjuna.
"Setelah ini semua berakhir, aku akan kembali padamu, Kak Afro," ucap Sandara sedih seraya memegang cincin pernikahan yang terpasang di jari manisnya ketika mereka menggunakan angkutan umum menuju Bandara.
***
__ADS_1
masih eps bonus dari tips mak ben. makasih ya.