
Kabar ditemukannya Sandara, tapi kembali hilang karena diculik oleh Yudhi, praktis membuat gempar seluruh jajaran Vesper. Sang Ratu mengadakan teleconference ke seluruh anggota dewan dan jajaran yang terkait.
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.
"Yudhi dalang semua ini?" tanya Bojan sampai matanya melebar.
"Yes," jawab Vesper dengan wajah dingin tak terlihat keramahan lagi dalam dirinya.
"Kau ingin kami menjadikan Yudhi sebagai buronan nomor satu termasuk Miles dan anak-anak Sutejo itu?" tanya Martin memastikan.
"Yes," jawab sang Ratu dengan suara seperti ular mendesis. "Aku tak peduli jika Yudhi dulu adalah kelompok kita. Anak itu sudah tak waras. Aku lelah terus bersabar dengan semua kekacauan ini. Temukan dia, bunuh, tak perlu interogasi," ucap Vesper keji.
Eko diam tak berkomentar entah apa yang dipikirkannya.
"Siapapun yang berusaha untuk menyelamatkan Yudhi, aku sendiri yang akan membunuhnya. Ingat keluarga dan kawan-kawan yang akan kau tinggalkan jika sampai hal itu terjadi," ucap Vesper melirik Eko tajam dan pria berkepala botak itu memalingkan pandangan seketika.
Semua orang terdiam terlihat menyesuaikan keadaan yang terasa tegang.
"Jordan," panggil Vesper. Praktis, pemuda itu tertegun seperti kaget karena namanya disebut.
"Yes?" jawabnya pelan.
"Pengakuan?" tanya Vesper menatapnya tajam dari tempatnya duduk.
Jordan menarik napas dalam terlihat tegang. "Aku ikut bersalah dalam hal ini. Semua racun yang digunakan Yudhi dari Perusahaan Farmasi Elios."
Praktis, mata semua orang melebar seketika. Naomi, yang duduk di seberang suaminya sampai membungkam mulutnya karena tak menyangka dengan pengakuan mengejutkan itu.
"Kau bersengkongkol dengan Yudhi untuk membasmi kami? Jajaranmu sendiri? Apa kau sadar dengan yang kaulakukan, ha? Kau mempermalukan keluarga Boleslav!" seru Torin garang.
"Jangan libatkan nama Boleslav dalam hal ini!" jawabnya lantang.
"Tentu saja terlibat. Nama Boleslav akan terus menempel pada dirimu hingga kau mati, bahkan kepada calon anakmu nanti. Itu kutukan terbesarmu, Jordan Boleslav," tegas Torin melotot.
"Kau seorang eksekutor, tapi kau melakukan pengkhianatan terselubung. Kau harus diadili, Jordan. Tak ada pengecualian," tegas Yusuke.
Naomi menutup mulutnya rapat dengan kedua tangan dan air mata langsung menggenangi mata indahnya.
"Bayu juga bersalah. Bayu yang siapin semua. Bayu akan ikut bertanggungjawab," tegas salah satu anggota The Kamvret tersebut yang sosoknya ikut muncul di samping Jordan.
"Bayu! Kenapa kamu ikut-ikutan?!" tanya Bambang terkejut termasuk anggota The Kamvret lainnya.
__ADS_1
"Saat itu ... Yudhi datang. Awalnya dengan ancaman jika perusahaan Elios akan direbut saat Sandara kembali. Namun setelah itu, ia mengatakan jika orang-orang No Face dan The Circle yang tersisa harus dimusnahkan. Jujur, kami berdua awalnya menolak, tapi pada akhirnya kami setuju untuk terlibat," jawab Bayu menjelaskan.
"Kenapa bisa berubah pemikiran? Apa yang kalian berdua inginkan dari aksi itu?" tanya Bejo menimpali.
"Teman-temen kita semua tewas mengenaskan karena The Circle dan No Face. Mereka gak pantas buat diampuni. Walaupun beberapa dari mereka bilang sudah tobat, tapi kesalahan di masa lalu terlalu menyakitkan. Bayu gak terima. Kalian gak ingat, Jaka dan Surya mati mengenaskan. Bahkan kini Tessa hidup diantara kita, termasuk anggota The Circle dan The Eyes. Kita sama aja sudah disusupi dan kita biarin aja!" jawab Bayu lantang mengungkapkan perasaannya.
"Kenapa kau menyeret Tessa dalam hal ini, ha? Dia sudah berkontribusi banyak untuk jajaran. Bahkan dia berkhianat!" tegas Arjuna membela sang isteri yang duduk di depannya.
"Lihat yang terjadi! Orang-orang The Circle dan No Face yang masuk dalam jajaran kita sekarang diincar oleh Yudhi, Miles, dan anak-anak Sutejo. Jonathan kena imbas karena lindungin Sierra, Venelope, Click and Clack serta pasukan The Circle dan Gagak. Tobias dan para Pion yang membawa The Eyes terkena dampak. Semua asal mula karena organisasi parasit itu!" jawab Bayu penuh emosi sampai wajahnya memerah karena marah.
Semua orang terdiam. Perlahan beberapa dari mereka merasa jika ucapan Bayu ada benarnya.
"Orang-orang kita mati karena ketamakan mereka. Tobias sudah bunuh banyak orang kita, dan sekarang malah jadi menantunya mbak Vesper! Tobias bikin King D gak bisa kumpul sama ayah ibunya. Mereka malah bercerai dan bersiteru. Semua ini sudah direncanakan sama mereka dan kita malah memaafkannya!" sambung Bayu mengutarakan semua perasaannya.
"Aku setuju," sahut Javier tajam.
"Kau benar, Bayu. Semua salahku. Aku yang mengizinkannya," sambung Vesper yang membuat semua orang terkejut.
"Bayu gak salahin mbak Vesper. Mereka saja yang gak tahu balas budi. Wajar kalau Yudhi jadi kejam karena orang yang paling disayanginya mati dengan mengenaskan. Kita semua kenal Ahmed. Dia berjasa banyak kepada kita. Dan seolah-olah, kita diem aja gak balas kematian Ahmed setelah perlakuan keji yang The Cirlce lakukan," sambung Bayu terlihat sedih.
"Aku tahu. Tetap saja, semua salahku. Akulah penyebab semuanya. Kasih sayangku, rasa ibaku, keinginanku agar kita semua bisa berdamai menjadi petaka bagi kita semua. Aku yang akan bertanggungjawab sepenuhnya dengan hal ini," jawab Vesper sendu dan semua orang terdiam.
"Apa yang akan kaulakukan, Vesper?" tanya Ivan menatapnya saksama.
Praktis, mata semua orang terbelalak seketika.
"Kau gila! Jika kau melakukan hal itu, sama saja kau memberikan kemenangan bagi Miles dan lainnya!" seru Jamal menolak.
"Memang seperti itulah yang kuinginkan. Kini, akan kubongkar isi pemikiranku. Tak akan kututupi lagi. Aku percaya pada kalian semua. Aku sudah menganggap, 13 Demon Heads bukan sekedar organisasi mafia yang menaungi para penjahat di seluruh dunia, tapi ... kalian adalah keluargaku. Kita saling menolong, membutuhkan bahkan berselisih. Namun, memang seperti itulah keluarga, pasti ada perselisihan, tapi kita selalu bisa menyelesaikannya dengan baik," jawab Vesper tenang, meski terlihat jelas kesedihan dalam hatinya.
"Apa yang ingin kaukatakan, Nyonya Vesper?" tanya Rohan bingung.
"Jika Miles dan lainnya tahu aku mengundurkan diri, mereka pasti akan berpikir jika organisasi kita retak dan terpecah. Ia akan memanfaatkan hal itu dengan menyerang kita. Namun sebenarnya, aku akan melakukan perlawanan di belakang sana tanpa harus melibatkan 13 Demon Heads. Aku ingin ... menyelesaikan semua," jawab Vesper memaparkan pemikirannya.
"Kau akan melakukannya sendiri? Kau tak ingat jika kau ... maaf, Ibunda Ratu. Kau sudah tak setangguh dulu. Kau bisa terluka dan itu akan sangat berbahaya," sambung Javier cemas.
"Aku tahu, tapi ... aku percaya kepada orang-orang yang akan membantuku," jawab Vesper melihat wajah-wajah dari orang-orang di jajarannya yang tampak di layar monitor. Para pria dan wanita itu mengangguk mantap.
"Perintahmu adalah hidupku, Nona Lily," jawab James mantap diangguki oleh orang-orang dalam jajarannya.
"Terima kasih. Kalian ... selalu ada untukku," jawab Vesper dengan anggukan dan senyuman. Orang-orang itu balas mengangguk.
__ADS_1
"Jadi ... kau ingin kami bersiap dengan serangan dari Miles? Kau ingin kabar tentang mundurnya dirimu tersiar?" tanya Rohan memastikan dan Vesper mengangguk pelan.
"Vesper, ini sungguh beresiko," sahut Amanda terlihat tak setuju dengan keputusannya.
"Ini yang terbaik dan akan mengakhiri pertikaian kita dengan No Face serta The Circle selama ini. Aku ingin menanggung beban ini sendirian dengan namaku, meski nanti ada beberapa orang yang membantuku, tapi cukup, namaku saja yang mereka tahu jika akulah sumber petaka itu," tegasnya.
Amanda menghembuskan napas panjang memalingkan wajah.
"Aku akan melindungimu, Sayang," ucap Han yang wajahnya muncul di layar.
"Ya. Kami semua akan melindungimu sampai semua masalah ini tuntas," sambung Kai yang berada di Rumah Sakit menunggu Afro dan Vesper mengangguk.
"Terima kasih semua. Akan kita lakukan tepat setelah pernikahan Yuki dan Torin Maret nanti. Sekarang, kita bersiap, dan ... aku minta suara kalian sekali lagi untuk menggulingkanku dari ketua dewan. Please," ucap Vesper memohon.
Para anggota Dewan terlihat berat hati melakukannya, tapi pada akhirnya, tangan mereka terangkat. Telapak tangan kanan ditunjukkan oleh semua anggota Dewan termasuk Han dan Arjuna.
"Dengan ini, Kim Han Bong meminta dengan tegas kepada Vesper Zeno untuk mundur sebagai Ketua Dewan 13 Demon Heads karena ketidakmampuannya dalam memimpin organisasi!" serunya lantang.
Vesper tersenyum mengangguk berterima kasih. Eiji berat hati saat melakukan perekaman itu di mana hal tersebut akan disiarkan ke seluruh jajaran agar Miles ikut mengetahuinya.
Satu persatu anggota Dewan mengucapkan hal tersebut, tapi dengan alasan yang berbeda-beda untuk meyakinkan dan memperkuat alasannya diturunkan.
"Dengan ini, Kim Arjuna meminta dengan tegas kepada Vesper Zeno untuk mundur sebagai Ketua Dewan 13 Demon Heads karena ketidakmampuannya dalam menjaga keutuhan jajaran!" ucap Arjuna yang mengejutkan semua orang. Vesper mengangguk pelan tak ada rona di wajahnya.
"Dengan ini, Yusuke Tendo meminta dengan tegas kepada Vesper Zeno untuk mundur sebagai Ketua Dewan 13 Demon Heads karena kesehatan yang terus memburuk dan tak bisa melanjutkan kepemimpinan karena sakit yang dideritanya!"
Vesper tersenyum tipis, tapi Yusuke terlihat tertekan karena ia seperti menyumpahi Bibinya.
Saat semua pengaduan diucapkan, orang-orang yang mengetahui fakta sebenarnya menahan kesedihan di balik layar.
Naomi menangis sedih dan memilih pergi dari ruang siaran di rumahnya. Jordan dan Bayu hanya bisa diam karena tak bisa meninggalkan acara penting tersebut.
Tessa yang merasa dirinya tersudut ikut menyingkir dan memilih kembali ke kamar. Arjuna melirik Tessa yang terlihat sedih karena keputusan Vesper.
Usai penurunan jabatan, rekaman kembali dimatikan. Monica dengan segera mengirimkan video tersebut. Tentu saja, hal itu mengejutkan orang-orang dalam jajaran anggota Dewan karena mereka merasa hal ini mendadak.
Namun, strategi Vesper berhasil. Informasi itu sampai kepada Miles. Kabar gembira bagi para musuh 13 Demon Heads membuat mereka termotivasi untuk segera menuntaskan dendam.
***
Tengkiyuw tipsnya. Lele padamu💋💋💋 Jangan lupa vote poin dan vocer ya~
__ADS_1