
Kai shock seketika. Ia melihat dari pantauan GIGA DARA jika dua Pion masih tergeletak di sana, meski tak dapat diketahui hidup atau mati. Jantung Kai berdebar kencang.
Dengan sigap, suami termuda Vesper meretas kamera CCTV yang terpasang di kediaman Jonathan, tapi sinyalnya tak dapat menembus. Kai diam sejenak terlihat berpikir keras.
"Sial! Pemancar Fatamorgana. Argh!" erang Kai kesal dan segera mengirimkan ke seluruh jajaran Dewan tentang temuannya akan sosok Den Bagus. Praktis, para petinggi mafia tersebut terkejut.
"Ini kah sosok Den Bagus?" tanya Martin dengan kening berkerut.
Anggota Dewan di wilayah Colombia tersebut lalu menyebarkan foto itu ke jajarannya. Dalam satu jam, dengan kemampuan internet yang sudah hampir menyentuh seluruh pelosok wilayah di bumi, sosok Den Bagus langsung tersebar ke para mafia di dunia.
"Masukkan dalam daftar buruan nomor satu jajaran 13 Demon Heads. Cepat!" perintah Jordan lantang dari ruang kerjanya kepada Mix and Match.
Dua algojo itu pun segera melaksanakan perintah Bosnya. Naomi terlihat gugup, tapi Jordan meyakinkan jika mereka akan baik-baik saja.
Di kediaman Jonathan, Ceko.
"Singkirkan mayat mereka. Aku cukup yakin, jika Tobias dan anak buahnya akan—"
DOR! DOR! DOR!
"Agh!" erang Den Bagus saat kaki kirinya ditembak oleh Pion Dakota yang ternyata hanya berpura-pura mati dengan tetap telengkup di atas tanah.
Praktis, pergerakan itu mengejutkan orang-orang di kubu Den Bagus. Dakota segera berdiri, tapi sayangnya, kamera di dadanya telah remuk karena tertindih tubuhnya.
"Daido! Daido!" teriak Dakota seraya terus menembak para pria yang berusaha mendatanginya.
"Emph," erang Daido yang ternyata masih sadar, tapi wajahnya berkerut seperti menahan sakit.
"Let's go!" perintah Dakota lantang.
Daido mengangguk dan berusaha bangkit. Dakota melindungi kawannya dengan terus menembaki para pria yang berusaha untuk membunuh mereka.
Daido memegangi dadanya dengan berjalan tergopoh ke mobil Mercedes yang mereka kendarai. Tanpa diduga, tiba-tiba ....
SWOSHH!! BLUARRR!!
"DAIDO!" teriak Dakota lantang saat mobil mereka meledak hebat setelah sebuah luncuran roket RPG menghantamnya.
"Arrghhh! Agggg!" erang Daido yang terbakar hebat dalam kondisi hidup.
"DAIDO!" panggil Dakota dengan otot-otot di wajah menegang, melihat kawannya terbakar dan berlari tanpa arah.
DODODODODOOR!!
BRUKK!
"DAIDO!" teriak Dakota untuk kesekian kalinya saat tubuh kawannya itu diberondong serencengan peluru dari dalam kediaman Jonathan dan tak diketahui keberadaannya. "ARRGGHHH!"
DOR! DOR! DOR!
Dakota menggila. Ia meluapkan amarahnya dengan menembak seluruh target yang tertangkap matanya.
Seluruh amunisi di pistolnya ia lontarkan, tapi jumlah anak buah Den Bagus yang lebih banyak darinya, membuat Pion itu juga dalam keadaan terdesak.
BROOMM!!
DUAKK!
"AGH!" erang salah satu pria berpakaian layaknya pekerja bangunan ketika tubuhnya terhantam bagian belakang mobil yang bermanuver membentuk setengah lingkaran.
"Masuk, cepat!" teriak Yudhi lantang seraya membuka pintu samping dudukkan kemudi.
Mata Dakota melebar. Ia segera masuk dan tetap menembak dari jendela yang terbuka.
"Jangan kabur! Tabrak mereka semua!" perintah Dakota lantang, tapi membuat Yudhi gugup. "Lakukan!" teriaknya marah dan malah menginjak kaki Yudhi yang menekan pedal gas.
__ADS_1
BROOMM!!
DUAKK! DUAKKK!
"Wow! Wow! Wow!" seru Yudhi panik karena setirnya diambil alih oleh Dakota yang diliputi amarah dan dendam.
Yudhi menahan sakit di kakinya karena injakan kuat Dakota. Yudhi membiarkan dirinya tersiksa dan pasrah akan aksi nekat Dakota yang menabraki anak buah Den Bagus hingga orang-orang itu berjatuhan di tanah dengan mobilnya.
DOR! DOR! DOR!
CRATT!
"Agh!" erang Dakota yang langsung melepaskan genggaman pada setir karena lengannya tertembak.
Yudhi dengan sigap mengambil kembali tugasnya sebagai pengemudi. Yudhi mengarahkan kemudinya menjauh dari kediaman Jonathan.
"Pengecut! Kau mau ke mana? Hanya luka tembak, aku masih bisa hi—"
DUAK! BRUK!
"Brisik. Udah ketembak aja masih blagu," gerutu Yudhi mendorong kepala Dakota ke dashboard dengan satu tangannya hingga kepala pria itu terkantuk. Dakota pingsan.
BROOMM!
"Hentikan mobil itu!" perintah Den Bagus yang sudah diamankan oleh anak buahnya setelah terkena luka tembak.
Mobil Yudhi di berondong oleh serencengan peluru, tapi berhasil menghindar dengan gesit. Sayangnya, Kai tak bisa melihat pergerakan tersebut karena tiba-tiba saja, sinyal Dakota menghilang begitu memasuki mobil.
"Apa yang terjadi? Kenapa sinyal Dakota lenyap? Apakah ... ia berhasil ditangkap, lalu jam tangan itu diremukkan? Ya Tuhan. Aku harus segera menghubungi Tobias," ucap Kai panik dan segera menghubungi suami dari Lysa tersebut.
Mobil yang dikendarai Yudhi diikuti oleh anak buah Den Bagus dengan motor dan mobil. Mobil tersebut keluar dari kawasan kediaman Jonathan dan memasuki jalanan aspal yang sepi karena rumah itu berada di bukit dan jauh dari pemukiman warga.
Mobil tersebut tak bisa melaju kencang karena jalanan bersalju dan hampir tergelincir beberapa kali karena licin.
SRAKK!!
"Ugh!" erang para pengendara motor yang mengikuti di belakang mobil Yudhi karena terkena semburan dari salju dingin yang menyusup ke dalam jaket tebal mereka.
Yudhi terlihat panik dan menahan sakit di kakinya karena ia tak bisa menggerakkan kaki. Ia terus melaju karena pedal gas terinjak penuh.
"Buset! Kakinya, berat banget! Kalau gini, bisa-bisa Yudhi mati karena nabrak pohon, bukan karena ditembaki anak buah Den Bagus!" ucap Yudhi yang berusaha menyingkirkan kaki tersebut.
Tiba-tiba, pandangan Yudhi tertuju pada sebuah sinyal berkedip di kejauhan tepat di jalanan aspal di depannya.
Senyum Yudhi terkembang. Ia membiarkan kakinya tetap terinjak oleh Dakota. Kedua tangannya fokus ke kemudi.
NGENGG!
DOR! DOR! DOR!
"AGH! BRISIK! NGAGETIN AJA!" gerutunya karena ia sampai terperanjat karena suara tembakan pistol melubangi body mobilnya.
Belasan motor beranggotakan anak buah Den Bagus mengejar mobil Yudhi dengan kecepatan penuh. Pemuda itu menyetir dengan sedikit membungkuk karena khawatir jika peluru-peluru itu mengenai tubuhnya.
CIIITTT!!!
NGENGG!! BRAKK! BRAKK!
"Hahaha! Rasakan!" teriak Yudhi riang saat tiba-tiba saja ia mengerem laju mobilnya dan membuat motor yang jaraknya berdekatan dengan bagian belakang mobil terhantam kuat.
Dua motor berhasil dilumpuhkan dan jatuh di aspal berikut dua pengendaranya. Yudhi kembali menekan gas mobilnya di mana ia berhasil mengangkat kaki Dakota sebelum melakukan pengereman.
Namun, mobil itu kembali melaju kencang karena Yudhi tak sanggup bertahan lebih lama untuk menahan injakan kaki itu.
__ADS_1
NGENGG!!
PRANGG!
"Woi!" teriak Yudhi lantang saat kaca belakang mobilnya di pukul kuat dengan sebuah linggis hingga pecah.
Dua pengendara motor berhasil memepet mobil dan mengapitnya. Yudhi panik karena ia sudah terkepung dari samping kanan, kiri, dan belakang.
"Agh! Sial!"
TIN! TIN! TIN!
Tangan Yudhi menekan klakson mobil hingga suara nyaring itu begitu santer terdengar memekakkan telinga.
Seketika, SWING! JLEB! CRATT!!
NGENGG!! BRAAKK!!
Yudhi langsung menoleh ke arah samping kanan saat pengendara motor di sebelah kanannya jatuh, setelah terkena lontaran sebuah pisau yang terkait oleh tali panjang dari dalam hutan.
Yudhi tersenyum sembari melihat dari spion mobil. Pisau-pisau itu meluncur dengan cepat dan menjatuhkan para pengendara motor yang mengejarnya.
Yudhi melihat tanda berupa garis putus-putus melintang di jalanan aspal dengan cet warna merah. Pemuda itu dengan cepat menarik rem tangan dan melakukan drift.
Mobil yang dikendarainya berputar dengan kepulan asap pekat serta raungan dari knalpot atas aksi layaknya pembalap tersebut.
DUAKKK!! BRAKK!!
"Hahahahaha!" tawa Yudhi saat mobilnya berhasil menghantam tubuh para pengendara motor yang tersisa untuk menangkapnya.
BREEMM!!
"Agh! Sial! Kesangkut apa nih?" tanyanya panik karena mobilnya tak bisa bergerak. Yudhi melongok keluar dan mendapati bangkai motor tersangkut di roda belakangnya.
BREEMM!!
Mobil tersebut tak bisa bergerak dan terus menderu. Saat Yudhi berusaha untuk bisa menggerakkan mobilnya kembali, tiba-tiba, CEKREK! Yudhi mematung seketika.
Kedua tangannya spontan terangkat ke atas saat pelipisnya ditodong oleh moncong sebuah benda dari besi yang terasa dingin.
"Nyalimu besar juga, Bocah. Kita lihat, apa yang akan dilakukan oleh Den Bagus pada pengkhianat sepertimu," ucap pria di samping mobilnya dengan wajah bengis.
Yudhi terdiam. Saat moncong pistol itu ditekan dan membuat kepalanya bergeser ke samping dengan mata terpejam, tiba-tiba saja ....
SREETT! CRATT!!
"Ohok!"
JLEB! JLEB! BRUKK!
Yudhi melirik dan mendapati salah satu anggota dari pasukan berkerudung muncul di sampingnya dengan wajah tertutup.
Pria yang menodongnya tewas bersimbah darah saat lehernya diiris dari belakang dengan sebuah belati dan beberapa tusukan di tengkuknya.
Pria itu tewas mengenaskan di atas tumpukan salju di pinggir jalan. Darahnya merubah putihnya salju menjadi memiliki warna dari noda kematian.
"Hah, terima ka— Dara?!" pekik Yudhi melotot saat ia mengenali sosok di balik penutup cadar itu dari kedua matanya.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
Kayaknya ada yang ngasih tips koin ya? MT kumat gaes, jadi lele gak tau siapa sponsor tersebut tapi makasih yaa lele padamu❤️ Hari ini masih 1 eps karena lagi riweh di rumah ada ponakan.
__ADS_1