4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Dibodohi*


__ADS_3

udah hari minggu aja dan naskah buat simulation cetak baru sd eps 23 gaes. huhu sedih😩 marcopolo sementara lele stop dulu karena deadline ini bener2 bikin lele ingin merobek diri sendiri. sebel😤 baiklah tengkiyuw tipsnya. lele padamu😘


------ back to Story :


Awal November. Sandara dan timnya melakukan persiapan untuk pergi mendatangi markas tempat Jonathan di sekap.


Vesper mengirimkan sisa anggota dari Pria Tampan untuk mengamankan kediaman Yudhi sementara waktu sampai urusan 'Barter' selesai dilakukan.


Atit, Albino, dan Sohee tetap berada di rumah tersebut karena tak ingin dilibatkan. Hanya Sandara, Yudhi, lima anggota pria tampan dan Sierra saja yang akan pergi.


Orang-orang itu terbang menggunakan helikopter untuk menyeberangi lautan sampai ke sebuah dermaga di Venezuela.


Nantinya, mereka akan melanjutkan penerbangan dengan pesawat pribadi Sierra ke lokasi tujuan.


Mantan pemimpin No Face dijaga ketat oleh tim elite milik Jonathan. Terlihat, Sandara gugup entah apa yang dipikirkannya.


"Kita akan baik-baik aja, Dara. Yudhi bakal lindungi kamu. Oke?" ucap Yudhi menenangkan dengan menggenggam tangan Sandra erat selama penerbangan.


Sierra yang telah memberitahukan di mana lokasi tersebut, dibius selama perjalanan.


Paris, Perancis.


Penerbangan yang menempuh kurang lebih hampir 12 jam itu tentu saja membuat Sandara yang masih dalam penyembuhan merasa letih.


Yudhi selalu berada di sisi gadis Asia itu kemanapun Sandara melangkah. Keduanya mengenakan kostum yang dilengkapi persenjataan di balik lapisan kain tersebut, begitupula dengan Sandara yang kembali memakai topeng.


Mereka tiba di sebuah hanggar keesokan harinya karena melakukan perjalanan di malam hari.


Lipan mengatakan jika jemputan akan datang untuk membawa mereka ke tempat Jonathan berada.


Orang-orang dalam kubu Sandara telah bersiap dengan persenjataan untuk melakukan aksi balas jika pihak No Face tak mengindahkan ajakan berdamai dalam barter tersebut.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


TIN! TIN!


Sontak mata Sandara melebar saat ia mengenali dua orang pria yang turun dari dua buah mobil dan berjalan mendatanginya.


"Senang bertemu denganmu, Sandara Liu. Kau bisa mengandalkan kami. Bagaimanapun, melindungi Jonathan adalah tugas kami," ucap Click dengan senyum tipis, dan Sandara mengangguk pelan.


Dua buah mobil SUV hitam membawa sekumpulan orang-orang itu. Mulut Sierra dibungkam dan dijaga ketat oleh lima anggota Pria Tampan di mobil lain.


"Apa mama yang mengirim kalian?" tanya Sandara duduk di bangku tengah dengan Yudhi di sisinya.


"Ya. Saat kami putus harapan mencarinya, kabar mengejutkan datang dari ibumu, dan katanya kau ingin terlibat di dalamnya. Kita harus hati-hati. Rumah Sierra meski tampak indah di bagian luar, tapi kengerian sebenarnya ada di markas bawah tanah, tempat Jonathan disekap," jawab Clack yang duduk di bangku kemudi sebagai sopir dan Dahlia duduk di sampingnya.


"Ceritakan," pinta Sandara, dan Clack mengangguk.



Colmar, Perancis. Di mana musim dingin akan tiba sebentar lagi.


Mobil yang berada di paling depan berhenti sebelum memasuki gerbang.


Click membuka jendela dan menunjukkan setengah tubuhnya ke kamera pengawas dengan Sierra duduk di sebelahnya dalam keadaan kedua tangan terbalut perban dan terborgol. Mulutnya dibungkam, dan mata ditutup.


Tak lama, pintu gerbang terbuka dengan beberapa pria bersetelan hitam muncul menunjukkan wajah garang.


Click kembali menutup jendela mobil dengan dua earphone terpasang di telinga. "Show time, Guys," ucapnya santai.

__ADS_1


"Oke, bersiap," perintah Clack. Sandara, Yudhi, dan Dahlia terlihat bersiap.


BROOM!!


Dua buah mobil memasuki halaman kediaman Sierra yang dijaga ketat oleh puluhan pria di mana Smiley muncul menunjukkan wajah dingin.


Seketika, mata Smiley melebar saat melihat Sierra pucat dan terluka. Dia di dudukkan pada sebuah dorongan berwarna merah muda yang biasa digunakan oleh para tukang bangunan untuk mengangkut sebuah pasir.



Nafas Sierra menderu, ia terlihat marah. Pakaiannya pun tak diganti, masih sama dengan yang ia gunakan saat pertama kali datang untuk melenyapkan Sandara, tapi tidak berhasil. Terlihat noda darah telah mengering di gaunnya.


Sedang Sandara menggunakan otoped milik Sierra dan mengendalikannya dengan anggun. Mata Smiley tertuju pada sosok wanita berkostum misterius yang tampak asing baginya.


"Sandara Liu?" tanya Smiley mengerutkan kening.


"Hai," jawab Sandara singkat.


Sierra didorong oleh Clack sebagai pemimpin jalan. Sandara dan lainnya mengikuti di belakang.


"Kami semua memegang detonator, Smiley. Jika sampai salah satu dari kami terluka atau tewas, Sierra meledak," ucap Sandara saat dirinya berada di depan pria tua itu.


Smiley menatap mata Sandara tajam dari balik topengnya. Ia mengangguk pelan. Rombongan Sandara mengikuti Smiley yang berjalan di depan untuk menunjukkan jalan di tempat Jonathan berada.


Sebuah lift tersembunyi di balik lemari pajangan terbuka. Sandara masuk bersama Smiley, Sierra, Yudhi, Click and Clack. Lima anggota Pria Tampan menyusul karena lift tak muat untuk dinaiki banyak orang.


Sandara tetap menunggu di depan pintu lift saat benda itu kembali naik untuk menjemput anggota Pria Tampan.


Smiley melihat Sierra yang terlihat kesakitan dan memasang wajah dingin. Kedua tangannya bergetar dan tak terlihat jari-jarinya karena terbungkus perban.


"Anda sudah di rumah, Puteri. Kau akan baik-baik saja," ucap Smiley dengan senyuman, tapi Sierra diam saja.


Sandara melirik dan melihat banyak kamera pengawas di tiap sudut koridor serta ruangan yang dilewati. Ternyata, Yudhi dan lima anggota Pria Tampan juga menyadari benda-benda tersebut.


Smiley menghentikan langkah di sebuah pintu berwarna hitam. Ia membuka pintu dan mempersilakan semua orang masuk.


Mata Sandara melebar saat melihat Jonathan hanya mengenakan boxer dan hanya melapisi tubuhnya dengan jubah mandi model piyama.


Terlihat jelas tato di kedua lengan karena lengan piyama hanya sampai siku. Jubah itu terbuka di bagian depan sehingga dadanya yang dipenuhi tato terlihat. Orang-orang dalam kubu Jonathan ikut terkejut.


"Dara?" panggil Jonathan di kejauhan dengan sebuah kalung besi membelenggu lehernya.


Kalung pemenggal? Penyetrum? Sudah kuduga. Apa yang mereka lakukan pada Kak Nathan? Ia seperti tak terawat, sampai memiliki jambang, tanya Sandara dalam hati yang berdiri di otoped milik Sierra.


"Kau ... baik-baik saja, Kak Nathan?" tanya Sandara di kejauhan.


"Ya, Nathan baik-baik saja. Itu ... kenapa Sierra?" tanya Jonathan menunjuk Sierra yang di dudukkan pada sebuah bak.


"Bak ini ... mirip dengan yang Dara pakai saat disekap oleh Mr. White. Bedanya, Dara mendorong muatan berisi bahan makanan untuk bertahan hidup selama dalam cengkeraman No Face. Sierra beruntung, karena ia didorong oleh orang lain," jawab Sandara yang kini berdiri tanpa otoped di samping Sierra.


"Nathan ... Sandara begitu jahat padaku ... hiks, lihatlah ... dia membuat kedua tanganku lumpuh. Dia menyiksaku ... Aku tak bisa menggerakkan kedua tanganku lagi. Tanganku mati rasa," ungkapnya dengan air mata dan isak tangis.


Jonathan terkejut dan langsung menatap Sandara tajam dari tempatnya berdiri. Semua orang diam melihat ekspresi aneh pemuda bertato di depannya.


"Kok Dara jahat banget sih? Kenapa harus begitu?"


"Kenapa?!" balasnya menjawab dengan intonasi tinggi, Jonathan terkejut. "Buka matamu lebar-lebar, Kak Nathan!" ucap Sandara dengan nafas menderu seraya membuka topengnya.


Praktis, mata Jonathan melebar begitupula Venelope. Sierra masih menangis.

__ADS_1


"Kau pikir ... apa yang dirasakan oleh Sierra sepadan dengan yang kualami, ha? Kau iba padanya? Tidak denganku?" tanya Sandara seraya berjalan mendekat.


Venelope langsung mengarahkan pistol ke tubuh Sandara dan seketika, langkah puteri Kai tersebut terhenti.


"Mereka membuatku membunuh Lion! Afro! Bahkan Liu tewas karena mereka menginginkan sebuah hiburan dengan aku sebagai kelinci percobaan!"


KLANG!


Jonathan tersentak. Sandara membanting topengnya keras hingga terbelah. Yudhi diam tertunduk, begitu pula lima anggota Pria Tampan yang telah mengetahui cerita itu. Sedang Click and Clack ikut terkejut dengan pengakuan tersebut.


"Kau masih bisa menikmati kebebasan dan kehidupan mewahmu di luar sana, Kak Nathan. Aku melewatkan banyak momen indah bersama orang-orang dalam jajaran kita. Bekerja, berlatih, bertarung, itulah yang kulakukan agar tetap hidup dalam cengkeraman mereka," ucap Sandara dengan mata berkaca. Jonathan terdiam.


"Nathan ... gak tahu tentang hal itu. Nathan minta maaf," ucapnya dengan pandangan tertunduk.


"Ayo pergi. Dara mengajak barter. Sierra ditukar denganmu," ucapnya menatap Jonathan lekat. Jonathan terlihat gugup. Ia terlihat bingung akan sesuatu. "Tidak mau?" tanya Sandara menyipitkan mata.


"Kau ... pulanglah. Sebagai ganti karena kau menderita selama ini, pasukan Pria Tampan Nathan buat Dara aja. Nathan ... harus tetap di sini," jawabnya lesu.


"What?!" pekik orang-orang dalam kubu Jonathan karena tak percaya dengan kata-kata yang dilontarkan oleh pemuda itu.


"Nathan minta maaf. Nathan ... gak bisa pulang. Biarkan Nathan gantiin posisi Dara dengan menjadi tawanan mereka," ucapnya begitu saja dan langsung berpaling memasuki sebuah ruangan.


"Jonathan!" teriak Clack lantang, tapi Venelope mengarahkan moncong pistolnya ke arah punggung Jonathan.


"Terima kasih sudah membawa Sierra pulang. Kali ini, kami biarkan kalian pulang dengan selamat," ucap Smiley dengan senyum terkembang.


Sandara terlihat shock. Yudhi segera mendatangi Sandara lalu menarik tangannya agar segera pergi dari tempat itu. Sierra tersenyum miring dengan air mata telah mengering.


"Harrghhh!!


BRAKKK!


"Agh!" rintih Sierra saat Sandara menendang bak tersebut hingga gadis bermata biru itu terjungkal. Sierra menggelepar di lantai dengan rintihan kesakitan karena tangannya tertindih.


"Lihat saja! Akan kubalas kau, Sierra!" teriak Sandara dengan luapan emosi, meski tubuhnya telah dipegangi Yudhi kuat.


"Hei! Di mana om Ahmed?" tanya Yudhi dengan mata melotot ke arah Smiley.


"Oh. Dia telah tewas. Itu semua karena perbuatan pengkhianatanmu, Neon," ucap Smiley seraya memberikan setumpuk foto yang diambil dari dalam saku jasnya.


Yudhi melepaskan pelukannya di tubuh Sandara lalu menerima lembaran foto-foto itu dengan tangan gemetaran. Praktis, pemuda itu langsung meneteskan air mata.


Foto-foto kebrutalan Smiley saat membunuh Ahmed dan keluarganya dengan memotong tubuh mereka satu persatu saat masih hidup. Terlihat jelas jeritan kesakitan dari wajah-wajah orang itu saat kebiadapan terjadi.


Tangan Yudhi bergetar, berikut mata semua orang yang melihat kekejaman Smiley. Sandara bahkan sampai melebarkan mata saat melihat kepala Ahmed dan keluarganya di sejajarkan membentuk sebuah barisan lurus dengan tubuh mereka bergelimpangan di atas lantai tergenang darah.


"Hahahahaha! Hahahaha! Kau pikir kau sudah menang, hah? Kau pikir siapa yang kau lawan, Sandara, Yudhi? Pemimpin No Face? Mimpi saja!" teriaknya dengan wajah penuh kemenangan meski tubuhnya masih tengkurap di lantai.


"Harrghhh!" teriak Yudhi meluapkan amarah yang bercampur kesedihan di ruangan itu.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE


sabar tunggu besok ya. 2 eps akan kembali lagi. minum dl minum. panjang nih epsnya~


__ADS_1


__ADS_2