4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Kontainer*


__ADS_3

Sandara menghabiskan waktunya untuk menyelesaikan semua rancangan baju yang telah ia buat agar terealisasi menjadi sebuah pakaian indah sebelum dua dokter bedah plastik itu datang padanya.


Yudhi terlihat serius dengan ketulusan cintanya. Perlahan, Sandara mulai melunak dan menerima perlakuan Yudhi padanya.


Sedang, para anak buah No Face yang menjaga tempat itu, memberikan laporan kepada Bos besar mereka—Sierra—tentang gerak-gerik Sandara dan Yudhi.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris.


"Menarik sekali. Jadi ... mereka kini menjalin kasih ya? Hohoho, siapa sangka," ucap Sierra terkekeh dengan sebuah apel telah tergigit dalam genggaman tangan kanan.


Kedua kakinya menyilang, ketika pemimpin baru No Face tersebut duduk di kursi kebesarannya mengenakan gaun yang memiliki belahan tinggi sampai ke paha.


"Lalu ... kau ingin kami melakukan apa?" tanya Smiley menatap Sierra tajam.


"Apakah anak buah si Ungu genit sudah siap? Aku ingin melihat hasil didikan pria gemuk itu," tanya Sierra lalu menggigit apel merah tersebut dan mengunyahnya.


"Ya, mereka sudah siap. Kau ingin mengujinya kepada siapa?" tanya Smiley yang berdiri di depan Sierra.


"Bawa Jonathan padaku. Aku merasa ... entahlah, diriku yang lain merindukannya. Aku ingin bermain dengannya," jawabnya seraya menaikkan kedua alis dan pundak bergoyang.


"Kau ingin menjalin hubungan dengan Jonathan lagi? Aku rasa itu bukan ide bagus, Sierra. Ia pasti akan menentangmu," jawab Smiley geleng-geleng kepala.


"Aku tahu. Aku melihat rekaman saat Jonathan pertama kali dibawa ke rumah kakekku, Darwin. Saat itu, aku yang lemah melepaskannya. Namun, aku penasaran, jika dia berhasil kutangkap, apakah ... dia akan kabur, atau tinggal di sini bersamaku?" jawab Sierra tersenyum gemas menggigit bibir bawahnya.


"Baiklah. Terserah kau saja," jawab Smiley pasrah terlihat enggan untuk berdebat.


Senyum Sierra merekah. Smiley dengan segera mengeluarkan ponsel dan menghubungi seseorang untuk melakukan perintah gadis cantik tersebut.


Smiley memberikan kode dengan anggukan kepala jika anak buah Ungu genit siap menjalankan perintah.


Di tempat Jonathan berada, Ceko. Bengkel mobil modifikasi peninggalan pak Sutejo.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


"Jadi ... kau lebih suka dengan mobil kuno ketimbang mobil baru, Sayang?" tanya Sisca kekasih baru Jonathan yang duduk di pangkuannya seraya menyuapi anggur hijau.


"Ya, mobil kuno itu pajaknya murah. Selain itu, mobil-mobil itu limited edition, gak semua orang punya. Bukan karena gak mampu beli, tapi produksi jaman dulu gak sebanyak sekarang. Kemungkinan dicuri di bawah 50%. Karena kalau sampai rusak, mencari onderdilnya cukup sulit. Tak semua bengkel memilikinya. Oleh karena itu, bengkelku ramai pengunjung terutama pelanggan orang-orang tua. Dan yang paling penting, ketika mobil-mobil tua itu berada di tangan Nathan, yang awalnya terabaikan, akan langsung jadi primadona dengan harga melejit. Kau tahu alasannya, Sisca sayang?" tanya Jonathan seraya memegang dagu kekasihnya.


"Mm ... karena ... kau memberikan fiture berupa persenjataan yang tak dimiliki oleh mobil baru sekalipun?" tanyanya menebak.


"Ih, kamu pinter banget deh. Udah cantik, seksi, encer pula. Gak salah Nathan pilih kamu buat dampingin si ganteng ini," ucap Jonathan memuji dirinya sendiri.


Hadi The Kamvret dan lainnya yang melihat tingkah laku Jonathan serasa ingin muntah.


Mereka memilih menghindar meski Jonathan dan Sisca begitu menarik perhatian karena mereka sering bermesraan di manapun mereka mau.


"Perasaan kita yang sampai blepotan buat ngambilin onderdil mobil di tempat rongsok, kenapa yang ketiban untung si playboy tengik itu ya? Nasib muka pas-pasan ya gini, gak hoki kaya juragan ganteng," ucap Hadi kesal dengan handuk melilit di lehernya.


"Sabar, Hadi. Yang penting gaji lancar," sahut Bambang seraya memoles body mobil yang siap diambil oleh pemiliknya.

__ADS_1



Tak lama, pembeli yang dinantikan itu datang. Jonathan dengan sigap menyambut seorang pria tua dengan cerutu terselip di ujung bibirnya dengan senyum terkembang.


"Oh, indah sekali. Kemampuanmu memang tak diragukan lagi, Jonathan Benedict," ucap pria tua berambut putih itu bangga saat melihat mobil Chevrolet Camaro LSX Cassic miliknya tampak berkilau dengan perpaduan warna cokelat.


"Sistem persenjataan sesuai standar. Anda tahu 'kan, disesuaikan dengan isi kantong," jawab Jonathan menaikkan kedua alis seraya memiringkan tubuhnya ke arah pria tua tersebut.


Pria itu terkekeh lalu memberikan cerutunya kepada anak buah di sampingnya. Pria bergaya modis dengan syal berwarna merah menyala, setelan unik dengan ornamen ukiran kayu, dan sepatu fantovel dari kulit buaya berwarna senada dengan mobil tersebut, membuat kakek itu tampak bergaya.


"Ayo, kita coba mobil ini, Jonathan," ajaknya, dan Jonathan mengangguk siap.


Orang-orang Jonathan terlihat cemas, tapi pemuda itu memastikan jika ia akan baik-baik saja.


Jonathan duduk di sebelah pria tua itu dan membiarkan pelanggannya menjadi sopir untuk mencoba kemampuan kendaraan tempur miliknya.


"Hm, di mana letak misil?" tanya pria tua itu seraya menurunkan kacamata hitam yang menutupi dua matanya untuk melihat fungsi dari tombol tersembunyi di balik dashboard mobil.


"Tekan saja semuanya, nanti juga ketahuan," jawab Jonathan santai.


"Baiklah. Aku coba ... ini."


"Eh?!" pekik Jonathan dengan mata melotot, saat telunjuk pria tua itu menekan sebuah tombol berwarna hitam.


Seketika, gas dari salah satu Rainbow keluar dan menyeruak di tempat tersebut. Orang-orang dalam bengkel panik.


Jonathan yang berada di dalam mobil dengan kaca tertutup rapat terlihat kaget dengan yang dilakukan kakek tersebut.


"Hei!" pekik Jonathan lantang, saat mobil tersebut keluar dari bengkel dan meninggalkan orang-orangnya yang terkena dampak gas.


Jonathan mencoba menghentikan laju mobil, tapi siapa sangka, kakek itu begitu gesit. Ia menampik tangan Jonathan yang akan mengambil alih kemudi. Mata Jonathan dan kakek itu saling bertatapan tajam.


Jonathan berusaha menarik tuas rem tangan, tapi gerakannya terbaca oleh orang tua itu. Jonathan mulai curiga dan kini agresif dalam melakukan perlawanan.


BUAKK!!


"Agh!" rintih Jonathan saat tiba-tiba wajahnya dipukul dan darah langsung mengucur di lubang hidungnya.


Pria tua itu mengemudi dengan lihai. Jonathan kembali melakukan perlawanan dengan mencoba untuk menyalakan fiture tersembunyi.


Akan tetapi, gerakan pria tua itu sungguh gesit, seakan semua yang Jonathan akan lakukan terbaca olehnya.


"Aggg, akkk, lep-lepasin! Kakek gila!" erangnya dengan suara tertahan saat lehernya dicekik dengan satu tangan dan tangan lainnya tetap sigap mengemudi.


BRAKK!


"Ah!" rintih Jonathan ketika cekikan itu dilepas dan berganti rambut bagian depan dijambak kuat.


Kepala Jonathan dibenturkan hingga pemuda itu mengerang kesakitan dan membuat matanya terpejam seketika.

__ADS_1


"Dasar lemah. Apanya yang pemimpin The Circle? Aku bisa membunuhmu sekali tembak, tapi tak kulakukan," ucap kakek tua itu seraya menarik tangannya lalu kembali mengemudi dengan fokus.


Jonathan tak terima. Ia dengan sigap memegangi kepala orang tua itu dengan kedua tangan. Sontak, kakek itu terkejut dan langsung menghentikan laju mobil.


KREKK!!


"Hah?!" pekik Jonathan kaget saat ia baru menyadari jika pria tua itu menggunakan topeng dan wig.


BUAK! DUAKK! DUKK!!


"Aggg," rintih Jonathan saat pria tua itu dengan cepat meluncurkan tinju kepalan tangan ke wajah pemuda itu lagi dan membuat bibirnya berdarah.


Tak cukup sampai situ, kakek itu mendorong wajah Jonathan kuat lalu membenturkan kepala belakangnya ke jendela, dan menambah dengan cengkeraman di kepala belakang.


Dahi Jonathan dibenturkan ke dashboard mobil. Praktis, wajah tampan putera mendiang Erik babak belur seketika.


Jonathan linglung, dan tak lagi bisa melawan. Darah mengucur di hidung dan bibir. Pandangan Jonathan tak menentu.


Pria tua itu kembali melaju kendaraannya kencang seraya mencoba mencari sesuatu dalam peralatan fungsi mobil tersebut.


"Hem, ketemu," ucapnya tersenyum miring.


WHUS! KLANG!


Pria tua itu melemparkan GPS pada mobil keluar jendela. Ia lalu melirik Jonathan yang berusaha tetap sadar.


"Kau, emph, kau akan terima balasannya, Smiley," ucapnya menunjuk pria yang duduk di bangku sopir dengan mata terbuka tertutup.


"Salah. Kini, kau akan terima balasannya, Jonathan. Kau mencuri semua anak buah hasil didikanku. Jadi, sudah waktunya kau merasakan hukuman atas kesombonganmu. Kita lihat saja, sejauh mana kau bisa bertahan, Jonathan Benedict. Semoga, saat kau menyerah nanti, mayatmu masih bisa dikenali. Hehehe," kekeh Smiley menatap Jonathan dengan seringai.


Jonathan linglung dan mencoba untuk kembali bangkit, tapi lagi-lagi, BUAKKK!! BRUKK!


Kali ini, Jonathan sungguh pingsan. Ia tergeletak di bangku samping sopir memejamkan mata. Pukulan Smiley sungguh kuat.


Smiley menghentikan laju mobil dan melepaskan semua atribut pemuda itu lalu membuangnya ke jalanan. Smiley hanya menyisakan boxer di tubuh pemuda itu. Bibir Smiley melengkung.


"Oh, kau memiliki tato ya? Hmm, biar kutebak. Menutupi cidera saat di Perusahaan Farmasi Elios? Baguslah, aku akan menambah tatomu lagi hingga kau seperti Tobias. Hehehe," kekehnya terlihat gembira.


Smiley melanjutkan laju kendaraannya sampai ke sebuah dermaga. Mobil tersebut lalu dimasukkan dalam sebuah kontainer dengan Jonathan yang tak sadarkan diri berada di dalamnya.


Kapal kargo meninggalkan dermaga dengan orang-orang No Face menjaga tempat itu, berkamuflase sebagai pekerja kapal, mengenakan seragam resmi sebuah perusahaan.


Sedang pekerja asli telah tewas dibunuh dan mayatnya dimasukkan dalam kontainer yang ditinggal di dermaga tersebut.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE

__ADS_1



tengkiyuw tipsnya. lele padamu❤ Dan ... sekarang tanggal 1 Oktober. Bagi para Fans Medali GOLD, kuy segera intip Eps 15 dengan judul Gift Away For Gold Medal. Jawab pertanyaan di sana dan rebut 1 buah binder ekslusif untuk 1 pemenang. Free ongkir ya. Kuy buruan!


__ADS_2