
Pengumuman dikit. Lele ganti dulu covernya karena mau ajuin kontrak. Mudahan lolos biar aman gitu cerita karya lele dari para plagiat yang hobi cara instant copy paste. Dikira bikin cerita kaya orang bersin ya langsung jadi. Jadi, doakan semoga lolos kontrak dan covernya balik lagi kaya kemarin. Kwkwkw. Makasih dukungannya. Lele padamu
------ back to Story :
Sepeningalan Jonathan dan rombongan. Click and Clack datang menggunakan taxi. Keduanya terlihat panik dan segera mendatangi Sierra yang masih berada di luar mansion terlihat marah akan sesuatu.
Mereka bicara dalam Bahasa Inggris. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
"Nona Sierra," panggil Click sembari mendekatinya diikuti oleh Clack di belakang.
"Apakah Jonathan sudah kembali?" tanya Clack menatapnya seksama.
Pion Damian yang berdiri di samping Sierra memberikan kode dengan menggaruk ujung alis menggunakan telunjuknya.
Click and Clack langsung bertolak pinggang dan menghembuskan nafas keras.
"Kenapa ini bisa terjadi? Memangnya ada masalah apa antara Smiley dan Jonathan? Ceritakan padaku!" tanya Sierra dengan mata berlinang.
Click berjongkok di hadapan gadis cantik yang dirundung kesedihan itu. Ia menarik nafas dalam dan akhirnya menceritakan ketika pertemuan dua lelaki itu di hanggar helikopter Smiley.
Sierra mendengarkan dengan seksama. Saat Click baru saja berdiri, tiba-tiba dua mobil memasuki gerbang.
Pandangan semua orang kini tertuju pada dua mobil SUV hitam yang masuk ke kediaman Sierra yang terbuka lebar.
Sontak, mata Click dan para pion yang masih berada di luar melebar seketika. Mereka terlihat terkejut akan sosok yang baru saja turun dari mobil terlihat anggun dengan gaun yang dikenakannya.
"Aku tak bisa bahasa Perancis. Inggris boleh?" tanya wanita cantik itu dengan senyum merekah.
"Nyo-Nyonya Vesper?" ucap Clack gugup.
"Hai. Apa kabar semua? Hmm, kalian berkumpul di depan. Sepertinya telah terjadi sesuatu. Aku pasti ketinggalan hal menarik. Mungkin, ada diantara kalian yang mau bercerita padaku?" tanya Vesper tiba-tiba sembari berjalan mendekati Sierra.
Orang-orang yang mengenal Vesper terlihat gugup dan bingung dalam bersikap. Tak ada satupun di antara mereka yang mengarahkan pistol atau senjata lainnya.
Sierra menatap sosok Vesper lekat yang terlihat berkarisma di matanya. Dua lelaki berkepala gundul dengan wajah berbeda terlihat santai dan malah sibuk mengagumi pekarangan Sierra.
"Keknya kita telat dateng, Mbak Vesper," ucap Eko sembari bertolak pinggang.
"Ya. Aku lihat ada jejak ban mobil keluar dari mansion ini. Lalu ada bekas genangan bahan bakar dan juga arang di conblock ini. Lihat, ada goresan besar sebuah benda tajam mengikis. Sepertinya kabar tentang Jonathan terluka karena ledakan mobil benar, Vesper-sama," ucap Tora berjongkok mengikuti guratan di lantai conblock itu.
Vesper mengangguk pelan. Jantung orang-orang dalam kubu Sierra berdebar.
Mereka hanya bisa berdiri mematung melihat tiga orang di hadapan mereka yang memancarkan aura kuat, membuat bulu kuduk berdiri.
"A-Anda Vesper?" tanya Sierra gugup di tempatnya duduk.
__ADS_1
"Yes, Honey. Oh, kau sangat cantik. Matamu biru dan rambutmu indah. Let me guess. Sierra Valdiscanosafariva Imelda Flame, right?" jawab Vesper menunjuk gadis muda di hadapannya.
Sierra terkejut. Ia tak menyangka jika Vesper mengetahui namanya. Sierra mengangguk cepat dan Vesper tersenyum manis padanya.
"Oh, rumahmu cantik sekali. Aku dari dulu ingin sekali memiliki rumah berwarna merah muda. Kau tahu, dulu Kastil Borka ingin kucet warna pink, tapi nyonya Rose mengatakan jika itu akan sangat mencolok. Aku akan sangat senang jika diizinkan masuk ke rumahmu. Bolehkah?" tanya Vesper memelas.
"Oh, yes, yes, please," jawab Sierra terkejut akan permintaan Vesper.
"Thank you, Beautiful," jawab Vesper dengan senyum terkembang.
Eko dan Tora mengikuti Vesper di belakangnya terlihat santai. Sedang semua orang dalam jajaran Sierra dibuat tegang karena kehadiran ketua dewan 13 Demon Heads ke salah satu kediaman pemimpin No Face.
Vesper duduk dengan anggun di sebuah sofa panjang dengan Eko dan Tora duduk di sofa lain bersebelahan. Click and Clack serta para pion D memilih untuk berdiri.
Sierra segera menjentikkan jarinya untuk memberikan perintah kepada anak buahnya. Vesper menatap Sierra lekat dari tempatnya duduk, mengamati gerak-geriknya.
Terlihat banyak lelaki berjas berlalu lalang datang dan pergi setelah menerima perintah dari gadis muda bermata biru itu.
"Jangan repot-repot, Sierra sayang. Aku hanya mampir sebentar karena kebetulan aku sedang berada di Paris. Aku datang diam-diam begitu tahu Lysa menempati kediaman Darwin. Kau, tak masalah 'kan dengan kehadiranku yang berkesan tiba-tiba?" tanya Vesper menatap Sierra lekat dengan kedua tangan di atas lutut.
"Ya, ya, tidak apa. Jujur, aku malah senang sekali. Aku selalu penasaran dengan sosokmu, Nyonya Vesper," jawabnya cepat.
"Siapa yang menceritakan?" tanya Vesper penasaran.
"Aku."
Semua orang tertegun akan sikap Tobias yang tak disangka, tapi Vesper tersenyum.
"Ada apa, Toby? Kau membuat masalah lagi?" tanya Vesper mengelus kepalanya lembut.
"Bukan aku, tapi Jonathan tengik itu," jawabnya kesal dengan mata terpejam dan kedua tangan menyilang di atas dada.
"Jonathan? Memang apa yang dia lakukan?" tanya Vesper heran.
"Hempf, ceritanya panjang," jawab Tobias malas.
"Ceritakan. Aku mau dengar," pinta Vesper menatap wajah anak angkatnya itu seksama.
"Aku malas."
"Akan aku ceritakan. Aku juga baru mendengarnya dari Click. Jika Anda berkenan, Nyonya Vesper," sahut Sierra takut-takut.
"Yes. Aku tak masalah siapapun yang bercerita asalkan kejadian itu memang begitulah adanya," jawab Vesper yang kini pandangannya teralih pada gadis cantik di hadapannya.
Tobias membuka mata dan melirik Sierra sekilas lalu terpejam lagi. Sierra pun menceritakan ulang dari informasi yang diberikan oleh Click tadi. Vesper terlihat serius mendengarkan.
"Hmm, begitu. Jika boleh tahu, siapakah Mr. Smiley itu?" tanya Vesper mulai terlihat serius.
__ADS_1
"Dia pelatih para pion D. Tak ada yang tahu latar belakangnya, tapi semua senior The Circle menghormatinya," sahut Tobias tiba-tiba sembari bangun dan kini duduk di samping Ibunya.
Vesper diam terlihat memikirkan sesuatu. Semua orang dibuat gugup karena gerak-gerik Vesper.
"Kenapa kau tak mencari tahu siapa Smiley sebenarnya?" tanya Vesper kini menggeser dudukkannya dan menatap Tobias lekat.
"Aku pernah mencobanya, tapi nihil. Dia tak memiliki bukti sejarah. Tak ada yang mengenalinya di luar sana. Tau-tau dia sudah ada dalam kelompok The Circle. Aku bertemu dengannya saat aku ditunjuk menjadi salah satu pion D," jawab Tobias terlihat malas sembari mengambil botol wine yang disuguhkan oleh pelayan.
"Aku tertarik pada Smiley," ucap Vesper tiba-tiba.
"Weladalah. Eling Mbak Vesper, eling. Udah ada mas Han dan Kai loh, mau nambah lagi. Tau Eko kalo Mbak Vesper masih kuat, tapi kasian itu dua pejantan nanti merasa dianggurin loh," sahut Eko tiba-tiba dengan sebuah toples kaca dalam dekapan berisi kacang almond.
Vesper mengedipkan mata terlihat bingung dengan ucapan bodyguard-nya itu.
"Sembarangan bicara!" teriaknya lantang dengan mata melotot.
Semua orang kaget karena Vesper tiba-tiba marah. Eko langsung menutup wajahnya di balik kepala gundul Tora yang duduk di sebelahnya sembari memangku cangkir berisi teh.
Vesper memejamkan mata dan menarik nafas dalam mencoba untuk menenangkan hati. Tobias melirik Vesper terlihat kaget seperti yang lain.
"Jadi, tak ada yang tahu nama asli Smiley?" tanya Vesper kembali tenang menatap Tobias dan semua orang-orang The Circle di sekitarnya.
Orang-orang itu menggeleng termasuk Sierra.
"Kalian punya fotonya?" tanya Vesper dengan senyum penuh maksud.
Sierra dan Tobias saling bertatapan terlihat ragu.
"Aku hanya ingin memastikan jika Smiley bukan ancaman," imbuh Vesper.
"Jika dia ancaman?" sahut Tobias.
"Harus dibinasakan."
Tobias memalingkan wajah seketika. Sierra tertunduk terlihat bingung dan terus memainkan kain pada roknya.
"Jadi ... foto Smiley?" tanya Vesper lagi yang kini pandangannya tertuju pada Sierra.
Sierra menelan ludah saat Vesper menatapnya lekat sembari meraih cangkir teh dan meneguknya perlahan.
***
ILUSTRASI
SOURCE : PINTEREST
makasih ya tips koinnya Yuki. Napsu loh se-SS namamu semua😆 lele padamu. lele mau rehat dulu. weekend ini sungguh melelahkan gaes. kwkwkw😆
__ADS_1