4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
After Life-Profesor Kai


__ADS_3

Tepat bulan Desember, para mantan mafia dalam jajaran 13 Demon Heads dan The Circle berkumpul di Kastil Borka.


Kai dan timnya akan mempresentasikan tabung pengawet mayat Vesper dan juga tabung manusia hidup yang akan diisi oleh Souta.


Tentu saja, hal mendebarkan ini tak ingin dilewatkan oleh semua orang. Hanya saja, anak-anak tak diikutsertakan kecuali King D dan Otong, di mana keduanya kini sudah ketahuan jika tak terkena dampak gas halusinasi.


Kecerdikan keduanya, malah diberikan apresiasi oleh para orang dewasa karena keduanya memilih untuk mengambil risiko atas kehidupan mereka di masa mendatang.


Sore itu, Kastil Borka dipadati oleh orang-orang berpakaian hitam, khususnya di ballroom yang digunakan oleh Sandara untuk melakukan pesta dansa saat pernikahannya tahun kemarin.


"Aku ucapkan terima kasih kepada para tamu undangan yang bersedia hadir. Kalian menjadi saksi atas uji coba pertama pada tabung ciptaan kami yang berhasil dibuat atas saran dari Tora dan pemikiran cerdas profesor Kai. Ya, aku rasa, Kai sudah sangat pantas disebut profesor meski dia tak menempuh jenjang pendidikan tinggi sepertiku," ucap Jeremy membuka sambutan, dan dihadiahi tepuk tangan meriah dari para penonton.


Kai tersipu malu, tapi terlihat bangga akan dirinya yang akhirnya berhasil mewujudkan rancangannya. Jeremy lalu memberikan kode pada Victor yang telah bersiap di posisinya.


Semua orang tampak serius ketika lampu ballroom dimatikan dan sorot lampu, hanya terfokus pada pintu kayu besar yang terbuka.


GREKK!!


"Oh! Mesin itu otomatis bergerak? Keren sekali!" seru Lysa terkejut saat mendapati sebuah tabung berbentuk seperti kapsul yang memiliki roda di empat sisi layaknya mobil.


Benda itu bergerak dengan sendirinya saat Victor menekan sebuah tombol dari remote.


"Berterima kasihlah atas ide dari Jonathan yang ia terapkan pada tabung ini. Jonathan biasanya menerapkan teknologi ini pada mobil tempurnya, tapi kini, tabung ini juga mampu melakukan hal lebih," tegas Jeremy dari tempatnya berdiri menggunakan kaki robot hasil modifikasi.


Semua orang mengangguk terlihat bangga karena tak menyangka, diam-diam Jonathan ikut terlibat.


Jonathan tersenyum lebar seraya melambaikan tangan terlihat bangga. Sedang, dua isteri cantik di sisinya hanya bisa menahan senyum.


"Apakah tabung itu juga dipersenjatai?" tanya Verda penasaran dari tempatnya duduk.


"Ya. Tabung ini hanya bisa dibuka jika terjadi hal darurat menggunakan sidik jari orang tertentu yang telah terekam dalam database mesin. Q, Eiji dan Monica, bekerja keras untuk merealisasikan hal tersebut karena terhubung dengan satelit Theresia. GIGA SIA, DARA dan IGOR, mengawasi secara penuh dan otomatis ketika sistem ini diterapkan," jawab Jeremy mantap yang kini berdiri di samping tabung berwarna silver tersebut.


"Persenjataan seperti apa yang kalian terapkan untuk melindungi manusia di dalamnya?" tanya One penasaran karena tabung yang terlihat mewah dan futuristik itu tampak aman.


Jeremy tersenyum dan memberikan kode pada Match yang terlihat siap akan sesuatu. Seketika, mata para mantan mafia itu melebar.


Mereka terkejut saat mendapati seorang lelaki diikat kedua tangannya berjalan tergopoh memasuki ruangan.


"Hah. Aku bosan mengatakannya. Namun, militer sepertinya masih mencurigai kita. Hem. Dia adalah mata-mata dari militer Rusia. Sepertinya dia penasaran akan kegiatan yang dilakukan oleh kami selama beberapa hari ini untuk persiapan presentasi," ucap Jeremy.


Wajah para mantan mafia itu berubah bengis seketika. Lelaki itu tampak pucat karena mulutnya dilakban dan dijaga oleh dua algojo Amanda.


Jeremy menganggukkan kepala memberikan kode. Match dengan sigap mendorong pria itu dan memaksa kedua tangannya menyentuh tabung tersebut di sembarang tepat. Seketika ....


"Wow!" seru Arjuna terkejut ketika bagian luar tabung itu menyala merah seperti mendeteksi adanya ancaman.


PIPIPIPIPI!!


Praktis, mata semua orang melebar saat suara nyaring dari alat berbentuk mirip kotak sabun itu berbunyi bagaikan alarm.


Tiba-tiba, CRETTT!!


"ERRGHHH!"


"Oh! Dia tersetrum!" seru Naomi lantang dan Jeremy mengangguk pelan.


Pria itu mengalami kejang hingga akhirnya ambruk di lantai. Jeremy terlihat santai saat menunjuk pria yang tampak shock atas apa yang terjadi pada dirinya itu.

__ADS_1


DOR! DOR! DOR!


Orang-orang terperanjat. Sudah lama sekali mereka tak mendengar suara letusan dari peluru.


Mata-mata militer itu tewas dengan mata terbuka dan tubuh berasap. Match dengan santainya menyeret orang itu keluar dari ruangan diikuti oleh Mix usai menembak mati pria tersebut.


"Jika benda ini dibongkar paksa, maka gas buta akan menyeruak dari sisi bagian bawah tabung. Benda ini sengaja diberikan pengamanan agar tak sembarang orang bisa membukanya," imbuh Jeremy.


"Wah, kita harus berhati-hati," sahut Zurna terlihat ngeri.


James mengangguk dengan wajah pucat seperti membayangkan dirinya yang terkena dampak tersebut.


"Baiklah. Inilah saat yang kita tunggu-tunggu. Kami akan memindahkan Vesper dari peti kaca ke tabung ini. Kalian masih bisa melihat sosoknya karena bagian atas tabung berupa kaca anti peluru dan anti getaran," tegas Jeremy.


"Anti laser?" tanya Drake menyahut.


"Hem, kau menemukan kelemahan untuk membuka tabung ini. Dengar, hanya kita yang tahu. Cara membuka tabung ini dengan aman melalui kacanya. Gunakan laser dari Silent Blue, Gold atau Red untuk memotong kaca tersebut. Jika kalian tak memiliki benda itu, mintalah pada orang-orang yang memilikinya karena kami semua sudah sepakat untuk tak memproduksi senjata buatan BinBin tersebut demi keamanan kita bersama," jawab Jeremy tegas menatap para mafia yang berjaya di zamannya.


Orang-orang itu mengangguk paham. Ada rasa kebanggaan dari diri mereka yang memiliki jenis senjata tersebut.


Tiba-tiba, muncul dinding kaca seperti menyekat keberadaan mereka. Peti kaca yang menyimpan jasad Vesper memasuki ruangan didorong oleh Click and Clack. Praktis, suasana duka langsung terasa.


"Ibunda Ratu seperti sedang tertidur lelap," ucap Javier lirih dengan wajah sendu, dan diangguki oleh semua orang yang duduk di sekitarnya.


Dua algojo tersebut menggunakan pakaian khusus yang selanjutnya mengangkat penutup peti kaca.


Semua orang tampak tegang ketika Kai memasuki ruangan dengan pakaian khusus yang telah disterilkan.


Kai meletakkan telapak tangannya pada tabung tersebut perlahan. KLIK!


Bagian atas tabung terbuka seperti sebuah kerang yang akan menyimpan mutiara indah di dalamnya.


Mantan algojo Madam tersebut mengangkat jenazah Vesper perlahan untuk dimasukkan dalam tabung berikut atribut selama ia masih memimpin.


Pusaka-pusaka berharga peninggalan 13 Demon Heads ikut bersemayam bersamanya.


Kai melepaskan helm khususnya. Ternyata, ada pelapis wajah seperti sebuah plastik tembus pandang yang merekat pada parasnya, tapi pada bagian belakang kepala terdapat tabung oksigen agar ia tetap mendapatkan asupan udara.


Kedua tangannya kembali berlapis sarung tangan khusus berwarna transparan sehingga masih terlihat warna kulitnya.


"Selamat tidur, Sayang. Kami akan sangat merindukanmu. Aku mencintaimu," ucap Kai sendu dan meninggalkan kecupan manis di kening Vesper hingga matanya terpejam.


Semua orang kembali berlinang air mata. Han diam saja terlihat mencoba untuk tetap tegar saat ikut memasuki ruangan.


Han ikut mencium kedua pipi Vesper lembut dan mengelus kepalanya terlihat begitu kehilangan.


"Kau akan kami lindungi. Jangan khawatir," ucap Han dengan senyuman lalu menutup tabung itu kembali.


Lysa, Sandara, Jonathan dan Arjuna menahan kesedihan karena tak bisa mengucapkan selamat tinggal pada sang ibu untuk terakhir kali.


Rasa sesal kembali menyelimuti hati mereka karena lupa tak mengungkapkan permintaan agar bisa berpamitan sebelum Vesper masuk ke dalam tabung.


Sidik jari Han dan Kai terekam di tabung tersebut. Hanya mereka berdua yang memiliki akses untuk membukanya. Tak ada orang lain meski empat anak Vesper sekalipun.


Prosesi pemindahan jasad Vesper berjalan mulus. Peti lama Vesper dipindahkan oleh 2C keluar dari ruangan kaca.


Han lalu pamit dan Kai mengizinkan. Hanya Kai yang masih berdiri di samping tabung Vesper seraya memandangi wajah cantik sang isteri dalam tidur abadinya.

__ADS_1


"Selanjutnya. Inilah inovasi terbaru dalam penyimpanan raga kondisi hidup. Souta, dengan keberanian dan kesetiaannya untuk mengabdi pada Vesper, bersedia untuk menjadi penjaga sang Ratu selama masa tidur 5 tahun. Semoga kita semua diberi umur panjang untuk melihat kebangkitannya 5 tahun mendatang," ucap Jeremy yang membuat jantung semua orang berdebar.


Souta memasuki ruangan didampingi oleh Rayya dan Roxxane. Sebuah tabung kembali masuk, tapi dengan warna yang berbeda, hitam.


Tabung itu mirip dengan yang digunakan oleh Vesper, tapi memiliki fungsi lain.


Souta mengenakan pakaian berwarna putih ketat tanpa lengan, celana sepaha, dan rambut dicukur gundul. Sekilas, ia mirip dengan Tora saat muda dulu.


Tiga isteri Tora tampak terkejut untuk sepersekian detik, tapi kemudian mereka sadar jika sang suami telah tiada.


Para pion yang menjadi suami mereka memaklumi hal tersebut dan tak ada niatan untuk menggantikan posisi Tora di hati isteri-isteri mereka.


"Hiks, Souta-Kun. Semoga mimpi indah ya. Kita belom ngobrol banyak. Bahasa Indonesiamu juga masih ambrul adul," ucap Eko sedih dari tempatnya duduk.


Souta yang mendengar ucapan itu hanya tersenyum, entah ia paham atau tidak, tapi ia terlihat senang dengan misi pertamanya ini.


"Souta, silakan," pinta Jeremy dan Souta mengangguk mantap.


Souta masuk ke dalam tabung yang dibuka oleh sidik jari Rayya. Ia lalu memakai sebuah penutup seperti masker gas di hidung dan mulutnya. Souta berbaring di mana tabung miliknya terlihat lebih nyaman.


Orang-orang melihat dari bantuan layar besar yang terpampang di kanan kiri dinding kaca karena bagian dalam tabung sulit terlihat dari posisi mereka duduk.


Semua orang tampak serius ketika tabung ditutup oleh Rayya. Perlahan, Souta memejamkan mata seperti dibius.


Kedua tangan dan kakinya diletakkan pada sebuah cekungan seperti memang disediakan untuk tubuhnya.


Roxxane berdiri di samping tabung seraya meletakkan telapak tangan kanannya. Seketika, sebuah penutup terbuka.


Wanita cantik itu menekan layar sentuh seperti mengoperasikan sesuatu.


"Serum telah disuntikkan. Kalian bisa melihat dari layar pengendali jika semua sistem organ dan syaraf Souta bekerja dengan baik, tapi mulai dilemahkan. Tubuhnya akan tetap awet karena udara dalam tabung memiliki kemampuan untuk mengawetkan tubuh agar tak rusak. Virus, bakteri, dan racun yang mungkin bisa muncul dalam tabung, akan disterilkan otomatis dari semprotan gas ketika Souta tertidur. Pemberian asupan vitamin, mineral, dan segala kebutuhan fungsi tubuh tetap dilakukan ketika detektor yang melekat pada tubuhnya mendeteksi jika fungsi tubuhnya mengalami penurunan. Jangka waktu pada percobaan ini adalah selama 5 tahun seperti yang sudah kami perkirakan jika serum pengawetan mayat Vesper akan habis fungsi di tahun tersebut, termasuk asupan bagi Souta," ucap Jeremy panjang lebar menjelaskan.


"Oh! Jadi ... Souta akan tetap dipaksa bangun setelah 5 tahun, begitu?" tanya Buffalo memastikan.


Jeremy mengangguk dengan senyuman. "Souta sudah mendapatkan pelatihan khusus sebelum mengambil misi ini. Salah satunya dalam kondisi terburuk, seperti tiba-tiba bangun di mana waktu belum mencapai 5 tahun. Namun, kami semua berupaya penuh agar Souta tetap hidup dan bangun di waktu yang telah ditentukan. Mari kita semua mendoakan yang terbaik," jawab Jeremy.


"Amen!" seru semua orang serempak.


"Dikarenakan masih dalam tahap percobaan, tabung milik Souta dan Vesper tetap berada di Kastil Borka karena dianggap lebih aman ketimbang di Camp Militer."


Orang-orang mengangguk paham dan menghormati keputusan itu. Presentasi telah selesai.


Keputusan terakhir akan didapat saat lima tahun mendatang. Apakah tabung berhasil berfungsi dengan baik seperti yang diharapkan atau tidak, orang-orang itu tak sabar menunggu di hari mendebarkan itu.


Para mantan mafia tampak kagum saat melihat dua tabung kini tergeletak di ballroom meski dihalangi oleh dinding kaca.


Ruangan itu tetap bisa digunakan meski ada tabung Vesper dan Souta di sana. Penjagaan ketat juga diberlakukan sampai masa tabung Souta berakhir.


Kai memilih untuk tinggal di Kastil Borka untuk mengawasi dan berencana memperbanyak tabung tersebut.


Orang-orang percaya pada hasil karyanya bahkan sudah memesan untuk mereka nanti. Kai menyanggupi hal itu di mana ia akan bekerja keras selama 5 tahun untuk merealisasikan permintaan para mantan mafia tersebut.


***



uhuy makasih tipsnya❤️ lele padamu💋 selamat akhir pekan. dan siapakah yg mau menjadi penutupan tips koin eps terakhir? masih terbuka krn belom ada😆

__ADS_1


__ADS_2