4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Hapus Ingatan


__ADS_3

Para mafia diberikan kesempatan untuk memberikan penghormatan terakhir kepada sang Ratu.


Satu per satu, dari mereka mendekati peti kaca jenazah Vesper seraya meletakkan bunga mawar warna putih di sekeliling petinya sembari mengucapkan salam perpisahan dan terima kasih.


Para anak-anak yang ikut dalam prosesi pemakaman turut melakukan hal serupa. Sayangnya, momen mengharukan ini terpaksa harus dihapuskan oleh Jeremy yang sudah disepakati oleh para mafia dalam jajaran seperti permintaan Vesper.


Para orang tua meminta agar anak-anak itu berkumpul di sebuah ruangan usai acara pemakaman dengan alasan sudah waktunya untuk menikmati jamuan.


Tentu saja mereka senang dan telah siap dengan duduk di kursi masing-masing yang telah diberikan nama.


"Namaku ada di sini!" seru bocah lelaki bernama Alexander Rex saat mendapati sebuah kursi dengan namanya tertempel pada sandaran.


"Ya, duduklah. Makanan sebentar lagi akan dihidangkan," ucap Monica dengan senyuman lalu mengecup kening puteranya lembut.


Para orang tua meninggalkan anak-anak mereka yang sudah duduk dengan rapi termasuk Obama Otong, King D, bahkan dua anak kembar Lopez.


Ayah ibu dari anak-anak itu keluar dari ruangan dan melihat prosesi pemberian gas halusinasi kepada anak-anak mereka.


Tentu saja para orang tua itu terlihat gugup, meski anak-anak terlihat senang dan malah asyik mengobrol.


"Lakukan," ucap Kai dengan wajah serius.


Victor menarik napas dalam dan PIP! BUZZ!


"Asap apa ini?!" seru Marco—putera Lopez dan Brian—panik saat melihat dari lubang udara muncul kepulan asap warna putih yang menyeruak.


Saat anak-anak itu akan beranjak dari kursi, tiba-tiba saja perut mereka terperangkap oleh sebuah besi hingga tak bisa kabur. Benda itu muncul begitu saja.


Para orang tua terlihat tegang dan beberapa dari mereka memalingkan wajah saat anak-anak mereka menangis di dalam ruangan yang sudah dipenuhi oleh gas tersebut.


Namun, tanpa sepengetahuan para orang dewasa, Obama Otong menyadari hal tersebut. Tangan dan kakinya yang terbebas bergerak dengan leluasa.


Otong melepas sepatunya dan mengambil sebuah dompet. Ia dengan sigap memberikan sebuah suntikan kepada King D dan anak lelaki itu dengan cekatan menerimanya.


"Ucapanmu benar, D. Mereka akan menghapus ingatan kita. Untung kau menguping saat itu. Ayo! Cepat, sebelum ketahuan!" bisik Otong menatap King D saksama.


King D mengangguk dan menyuntikkan jarum berisi serum penawar itu tepat di pergelangan tangannya, begitupula Obama Otong.


King D memberikan bekas suntikan itu kepada Otong dan putera Eko tersebut dengan sigap menyimpan suntikan itu lagi ke dalam sepatunya.


Dua anak lelaki itu terlihat berusaha untuk tetap tenang. Cerdiknya, mereka tahu apa yang harus dilakukan agar tak dicurigai.


Tiba-tiba saja, pintu terbuka saat asap itu sudah hilang. King D dan Otong berpura-pura terkena dampak. Keduanya diam saja dengan pandangan tertunduk.


King D melihat dirinya dipakaikan sebuah benda yang mengikat kepalanya oleh sang ayah—Javier—dengan bagian depan seperti kacamata.


Jantung anak itu berdebar ketika tiba-tiba saja muncul cuplikan gambar. King D menonton tayangan berupa kejadian-kejadian yang ternyata tak ada Vesper di sana termasuk teman-temannya, para mafia, dan peperangan yang pernah terjadi.

__ADS_1


Kening King D berkerut. Ia merasa jika proses pencucian otak dimulai. Namun, anak itu tetap diam.


Durasi hingga dua jam lamanya itu ternyata berhasil membuat kegiatan penghapusan ingatan dengan metode seperti yang diterapkan oleh The Circle berhasil.


Venelope membongkar rahasia itu untuk mensukseskan prosesi demi mempersingkat waktu ketimbang harus diwawancarai satu per satu seperti yang dilakukan oleh jajaran Boleslav kepada William.


Hingga akhirnya, kacamata itu dilepas. King D terkejut saat mendapati sang ayah duduk di depannya. Jantung King D berdebar saat ia ditatap tajam oleh ayahnya.


"Hei, bagaimana keadaanmu?" tanya Javier.


"Mm ... baik. Sedikit pusing. Apa yang terjadi?" tanya King D saat mendapati Otong dan Fara ada di sebelahnya, tapi teman-temannya sudah tak ada entah sejak kapan dipindahkan.


Javier tersenyum dan mengelus kepala anaknya lembut. Tak lama, Lysa muncul dan tersenyum pada puteranya.


"Hai, D. Mengenalku?" tanya Lysa. King D mengangguk.


"Lalu ... siapa gadis kecil di sebelah kananmu itu?" tanya Lysa seperti ingin memastikan hasil cuci otaknya.


"Fara. Dia adikku. Dan sebelah kiriku ini ... Obama Otong. Dia sudah seperti kakakku," jawab King D jujur karena tampilan dalam video di kacamata itu menunjukkan hal yang sama.


"Dan kalian berdua ... orang tuaku," ucap King D yang mengejutkan Lysa dan Javier. "Setelah ini, Mimi akan pulang ke Oman 'kan? Kita akan hidup bersama-sama lagi 'kan?" tanya King D yang membuat Javier dan Lysa saling berpandangan.


Javier lalu berdiri dan mengajak Lysa bicara. King D menatap orang tuanya lekat. Ia lalu menoleh ke arah Otong dan bocah lelaki itu mengangguk dengan senyuman.


"Mm ... apa maksudmu, Sayang?" tanya Lysa saat ia kembali mendekati puteranya terlihat gugup.


"Ya, aku tahu. Hanya saja ... bukankah ... apa kau tak ingat jika ada nama Fatimah?" tanya Lysa terlihat seperti menahan kesedihannya.


"Fatimah? Siapa Fatimah? Apa kautahu, Kak Otong?" tanya King D berpura-pura di mana dalam cuplikan tersebut muncul sosok Fatimah yang mengatakan jika ia isteri dari Javier.


"Gak tau. Otong gak kenal. Apakah ... guru les kita? Eh, bukan. Guru ngaji mungkin?" sahut Otong berlagak bodoh.


Lysa terdiam begitupula Javier.


"Kau tahu siapa Fatimah, Fara?" tanya King D menanyakan kepada adiknya, dan herannya, Fara mengangguk.


"Fatimah isteri baba," jawabnya lugu.


Praktis, mata King D dan Otong melebar, termasuk Javier serta Lysa.


"Isteri? Isteri baba itu Mimi, bukan Fatimah!" bentak King D yang membuat Fara sampai terperanjat dan akhirnya menangis.


Lysa langsung mendatangi anak perempuannya lalu menggendongnya. Javier menatap King D saksama dan tak lama, Jeremy mendatangi sang Sultan.


"Ada apa?" tanya Jeremy yang ikut menggunakan kaki robot.


"Sepertinya ... ada beberapa memori yang gagal terserap oleh King D dan Otong. Mereka tak tahu siapa Fatimah," jawab Javier.

__ADS_1


King D langsung berdiri. Besi yang memerangkap perutnya sudah hilang sejak Javier melepaskan kacamata yang menutup matanya.


"Kalaupun Baba memiliki isteri bernama Fatimah, D hanya mengakui Mimi! D akan tinggal bersama dengan Mimi! D tidak mau memiliki ibu lain selain Lysa!" teriaknya marah dan diikuti oleh Obama Otong yang berdiri di sampingnya.


"Welah bocah gendeng. Kamu kok ikut-ikutan?!" sahut Eko yang buru-buru masuk ke ruangan karena perseteruan terjadi di dalam.


Lysa terlihat bingung dan kini mendekati King D yang terlihat marah pada ayahnya. Javier diam saja menatap puteranya tajam.


"Hei, D. Bukankah ... lebih seru jika kau memiliki dua ibu? Kau akan mendapatkan kasih sayang lebih banyak," ucap Lysa dengan mata berlinang.


"Mimi menyetujui Baba menikah lagi? Mimi senang melihat King D harus memiliki ibu lain selain Mimi? Apa Mimi tak ingin hidup bersama D, Fara dan Baba lagi? Apa Mimi juga mencintai pria lain?!" tanya King D dengan mata berlinang seperti akan ikut menangis.


Lysa terkejut termasuk semua orang yang mendengar.


"D gak mau pulang kalau ada Fatimah di rumah. D mau tinggal dengan kak Otong saja!" teriaknya lalu menangis dan memeluk Otong.


Lysa dan Javier tampak tertekan. Eko dan Jeremy saling memandang. Jeremy lalu meminta dua anak itu keluar dari ruangan.


Dewi mendatangi mereka lalu mengambil Fara dalam gendongan Lysa. Tiga anak itu dibawa keluar oleh Dewi untuk ditenangkan.


"Udah to. Rujuk aja. Kasian loh si D. Mungkin nih ya, mungkin loh. Prediksi Profesor Eko kalau dalam pikiran tersempitnya si D itu, Lysa masih dianggap sebagai sosok ibunya yang melekat kuat di hati nurani, jiwa dan raga. Wong namanya ibu dan anak. Mau bagaimanapun ikatan batin itu kuat. Ibarat pohon, itu akar udah nancep sampai ke perut Bumi. Jangan nentang takdir. Disentil malaikat baru tau rasa loh," ucap Eko menasehati, tapi membuat Jeremy terkekeh.


"Profesor Eko, hem?" tanyanya seakan menyindir.


"Woo ... ngece! Eko itu lebih hebat dalam hal perbatinan. Gak ada sekolahnya itu. Kamu aja gak punya ilmunya toh. Jangan berlagak, Jer," sahut Eko seraya bertolak pinggang.


Jeremy tak mau berdebat. Ia lalu meminta Eko untuk keluar dari ruangan, tapi lagi-lagi, salah satu bodyguard Vesper itu memberikan nasihatnya kepada Javier dan Lysa.


"Inget. Kalian berdua itu orang tua King D dan Fara. Itu cuplikan tentang Fatimah juga buatan. Dia belum jadi isteri sahmu to? Seinget Eko, kamu juga belum minta restu sama mbak Vesper kalau mau nikah lagi loh. Awas kualat. Kata pak ustaz waktu Eko ikut pengajian Jumatan beberapa tahun silam, orang mati itu arwahnya masih di sekitar raganya selama belum dikuburkan. Mbak Vesper gak dikubur loh. Berarti, itu rohnya masih bergentayangan di sini. Hayoloh," ucap Eko menakut-nakuti dan ternyata, hal itu sukses membuat Lysa dan Javier percaya.


"Bisa jadi mbak Vesper lagi pelototin kalian di ruangan ini. Kalian aja yang gak tau, tapi Eko bisa merasakan hawa-hawa demit di sekitar ruangan ini. Pasti mbak Vesper setuju sama saran Eko biar kalian rujuk lagi. Wong masih saling mencintai gak usah munafik. Gak usah gengsi. Demi anak-anak. Fatimah lempar aja ke empang piranha. Beres," ucap Eko yang membuat Jeremy tak bisa menahan tawa karena ia menggunakan translator di telinga.


Jeremy menarik Eko keluar dari ruangan dengan paksa.


"Opo sih, Jer! Eko lagi kasih wejangan ini buat dua sejoli munafik ini," ucap Eko berusaha memberontak dari cengkeraman tangan kuat Jeremy.


"Berikan mereka waktu untuk bicara. Dengan adanya kau di sini, mereka tak bisa saling jujur dengan perasaan masing-masing. Sudah, ayo keluar," ajak Jeremy memaksa.


Kali ini Eko menurut. Meski ia masih melakukan ancaman dengan mengatakan roh Vesper mengawasi keduanya.


Javier dan Lysa saling memandang dalam diam. Keduanya tampak canggung akan sesuatu.


Lama mereka hanya saling berdiri tak bicara, hingga akhirnya, sang Sultan memberanikan diri untuk bertanya.


***


__ADS_1


laper uyyy. tengkiyuw tipsnya😍 jangan lupa tips poin kopi ditunggu ya. siang melanda, ngantuk menerpa. semoga tiponya gak berhamburan. amin💋


__ADS_2