
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
"Maaf, D. Pipi sibuk. Kita lanjutkan nanti, oke?" pinta Tobias langsung mematikan sambungan video call.
Senyum King D sirna dan berubah cemberut.
"Bye, Pipi," jawabnya melambaikan tangan ke layar ponsel yang sudah mati.
"D, kita main sama Pony yuk," ajak Otong, tapi King D menggeleng lesu.
Otong menoleh ke arah Lysa yang terlihat sibuk bersama Sierra dan Jonathan yang membahas penyerangan. Tiga orang dewasa itu meninggalkan ruangan dan pergi entah menuju ke mana.
"King D main sama Jubaedah aja. Main salon-salonan mau?" ajak Dewi dan spontan, King D langsung menoleh.
"Salon-salonan?" ulang D. Dewi mengangguk. "D mau, main, masak-masakan aja," jawabnya masih mengeja dalam penyusunan kata.
"Boleh. Yuk, main di playground aja," sambut Dewi sembari mengulurkan tangan agar D meraihnya.
Namun, King D malah berlari kencang dengan senyum terkembang. Dewi tersenyum tipis karena putera dari Lysa-Javier itu tak sedih lagi.
King D memiliki fasilitas bermain di salah satu ruangan Mansion Darwin. Lysa sengaja membuatnya agar King D betah di rumah mengingat ancaman bisa datang kapan saja dan melukai anak kesayangannya.
Terlihat, King D asyik bermain bersama Otong dan Jubedah yang masih berumur 2 tahun. Dewi menemani mereka bermain meski terlihat isteri Eko tersebut kelelahan.
King D begitu bersemangat, energinya selalu terisi penuh tak pernah lelah ketika memainkan semua jenis permainan yang tersedia di sana.
Di Pusat Kendali Mansion Darwin, Melun, Perancis.
"Bagaimana, Sierra?" tanya Lysa menatap wajah kekasih Jonathan lekat dari tempatnya berdiri.
"Pantauan GIGA IGOR tak melihat ada armada apapun di sepanjang garis pantai kediaman Tessa di Belize, Mimi. Serigala itu dikirim dari mana?" tanya Sierra bingung.
"Oh! Kau ingat terowongan yang dilaporkan kak Afro saat kak Juna evakuasi ketika diserang oleh Jordan? Mungkinkah para serigala itu datang dari terowongan itu? Tempat itu berada di sisi lain kediaman Tessa," sahut Jonathan. Sierra dan Lysa terlihat satu pemikiran dalam diam.
Sierra mengarahkan pantauan GIGA IGOR menuju ke Selatan dari kediaman Tessa tersebut. Mata Sierra menyipit saat melihat pergerakan dari rimbunan pepohonan dari atas langit.
"Kau benar, Nathan! Lihat! Ada sebuah mobil pengangkut dengan jeruji besi pada pintunya! Agh! Aku ingin sekali ke sana menyelidikinya," ucap Sierra kesal.
__ADS_1
"Jangan. Kau bilang sendiri akan mengurus usaha butik dan salon Sandara. Kita hubungi bang dad lagi aja atau pion lainnya buat cek tempat itu," jawab Jonathan dan Lysa segera menghubungi para pion dari telepon khusus.
Wajah tiga orang itu tegang seketika. Panggilan Lysa tak mendapat jawaban. Jonathan mencoba menghubungi pos terdekat untuk meminta bantuan. Sierra terus memantau pergerakan di sekitar rumah Tessa.
Namun tiba-tiba, sebuah pergerakan datang menuju ke wilayah Selatan tempat para serigala di lepaskan.
"Hei, hei!" panggil Sierra lantang. Lysa dan Jonathan kembali mendekat dengan tergesa.
"Siapa mereka?" tanya Jonathan dengan kening berkerut.
Di wilayah Selatan Kediaman Tessa, Belize.
DODODODOOR!!
"Yeah, kill them all!" teriak Martin saat Bojan menembakkan seluruh amunisi dari senjata gatling di pintu helikopter yang terbang rendah.
"Serigala-serigala ini tidak waras, Martin!" jawab Bojan sembari mengarahkan moncong senjatanya ke para serigala yang memasuki terowongan.
"Kita ledakkan saja!" saran Martin.
"Kau gila? Itu akan meruntuhkan daratan di sekitar rumah Tessa! Rumah itu akan ambles dan tertelan longsor," jawab Bojan menoleh ke arah sahabat mafianya itu terheran-heran.
"Aku mendengarmu, Paman Martin. Aku tahu kau tak menyukai suamiku, tapi jangan bertindak terlalu jauh," sahut Lysa tiba-tiba dari sambungan radio.
"Haish. Pasti ulah si IGOR cacat," gerutunya. "Hei, kau tahu? Sangat tidak sopan meretas jaringan frekuensi radio kami. Kau seperti mengintip kami saat sedang mandi," sahut Martin kesal.
Bojan terkekeh dan malah membayangkan. Lysa, Jonathan dan Sierra yang berada di ruang kerja tersipu malu karena ucapan Martin ada benarnya.
"Oh, apa kalian tahu? Jeremy sudah menganalisis dan menemukan alasan kenapa para serigala ini mejadiĀ liar," sahut Bojan.
"Kenapa tuh?" tanya Jonathan serius.
"Serum Monster. Orang-orang itu menyuntikkan serum itu ke tubuh para hewan-hewan malang ini. Benar-benar tak bisa dimaafkan. Sepertinya Venelope memperbanyak serum ini, Jonathan. Jeremy tak lagi melakukan penjualan serum Monster sejak kasus Fox. Entah ia dapat dari mana, tapi yang jelas ia berhasil menggunakannya sebagai senjata untuk menyerang kita," sambung Ivan kesal yang bertugas sebagai pilot helikopter.
Mulut Lysa, Sierra dan Jonathan menganga. Mereka semakin yakin jika Venelope berambisi untuk melenyapkan orang-orang yang berusaha menjatuhkannya.
Sierra terlihat geram dari raut wajahnya. Tiga orang itu kembali serius melihat pertempuran dari pantauan satelit.
"SUN! KAMI SUDAH DATANG!" teriak Martin saat helikopter yang dikendarainya diarahkan ke halaman rumah Tessa.
__ADS_1
Sun memberikan jempol dan senyum merekah ke arah helikopter.
"Sun yang panggil mereka gitu? Wah, cekatan juga. Oia, paman Martin 'kan lagi di Honduras buat cari kak Juna. Lha, om Bojan kapan ke sana? Sejak kapan mereka ada di Belize?" tanya Jonathan dengan rencengan pertanyaan terlihat bingung dengan sistem kerja para mafia senior. Sierra dan Lysa terkekeh.
"Paman Martin! Ledakkan mobil pengangkut yang bersembunyi di balik rimbunan pepohonan! Jangan biarkan mereka lolos!" pinta Lysa dan segera, helikopter yang dikendalikan oleh Ivan berubah arah.
Helikopter wisata itu berputar menuju ke tempat yang dimaksud oleh Lysa. Martin melihat dari teropong pendeteksi suhu di mana para serigala masih terkurung dalam sebuah mobil box tertutup.
Martin segera mengambil senjata besar dan mengisi amunisinya. Mata Martin menyipit, menyorot tajam dari teropong bidikan. KLIK! BLUARRR!!
Luncuran granat mini dari senjata pelontar granat beraksi. Ledakan hebat terdengar bersahut-sahutan dan membuat suasana pertempuran semakin riuh.
Dua mobil pengangkut meledak hebat dan membakar para serigala yang masih berada di dalam sana. Hewan-hewan malang itu terpanggang dan gosong dalam kobaran api. Pohon-pohon tumbang dan ikut terbakar. Martin dan Bojan terlihat begitu senang.
"Jangan lupa padamkan apinya. Kalian akan membuat kebakaran hutan," tegas Lysa mengingatkan dan tiga pria itu langsung diam seketika.
"Haish," keluh Bojan dan Lysa tersenyum tipis dari tempatnya berada.
"Sun! Selatan sudah aman. Tak ada serigala terlihat," ucap Ivan melaporkan dari sambungan radio dan matanya terus memindai sekitar dari dudukan kemudi.
Namun tiba-tiba, "HARGHH!!"
"Huwaahhh!"
BRUKK!!
"BOJAN!" teriak Martin lantang ketika seekor serigala yang sudah terluka melompat ke pintu helikopter dan menggigit kaki Bojan hingga pria itu tertarik lalu jatuh dari atas.
Kembali, semua orang panik seketika.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
Karena tipsnya dua jadi jumlah kata menyesuaikan panjang pendek naskah ya. Besok up satu atau dua eps nih? Brankas koin kosong nak, kwkwkw #modus dan SIMULATION lele ikutkan lomba juga di MT. Kenapa jadi banyak lomba ya. Pengen ikut semua tapi waktunya meresahkan. Semangat!! Jangan lupa dukung SIMULATION ya soalnya mau lele kebut. Hehe
__ADS_1