
Akhirnya, bulan yang dinantikan telah tiba. Sierra terlihat anggun dengan gaun pengantin layaknya seorang puteri di mana pesta pernikahannya dengan Jonathan diselenggarakan di kediamannya.
Di Perancis, hanya diperkenankan menikah dengan satu pasangan dan harus berstatus single.
Jika sudah menikah sebelumnya, maka harus bercerai terlebih dahulu dan melakukan serentetan persyaratan agar pernikahan dinyatakan legal di negara tersebut.
Sierra yang memang sudah ditakdirkan kaya layaknya seorang puteri seperti Jonathan, tak membuatnya pusing jika pernikahannya dengan Jonathan tak tercatat.
Ia mengakalinya dengan melaksanakan pernikahan secara tertutup dan hanya diketahui oleh para mafia dalam jajaran 13 Demon Heads serta The Circle.
Sierra akan menjadi ibu tunggal bagi puterinya nanti meski Jonathan dan seluruh orang tahu jika Serenity Flame atau panggilan akrabnya nanti adalah Eren merupakan anak kandung dari Jonathan Benedict.
Baginya, pengakuan oleh dua jajaran dalam kelompok mafia lebih penting ketimbang pemerintahan.
Meski demikian, ia tetap melaporkan tentang kelahiran dan status anaknya meski tanpa embel-embel Benedict di dalamnya.
Kali ini, Cassie tak turut hadir karena rasa cemburu dan iri masih menyelimuti hatinya. Hanya Cassie yang tercatat sebagai isteri sah Jonathan, sedang Sierra tidak.
Bagi Sierra, menjalani hidup tanpa status pernikahan, sebenarnya bukan masalah besar seperti kebanyakan wanita Perancis lainnya.
Namun, semenjak munculnya Cassie, terlebih kedua gadis cantik itu mencintai pria yang sama, timbul rasa iri dalam hatinya.
Sierra melihat Cassie dimanja bak puteri oleh Jonathan dan orang-orang yang menyayanginya. Cassie juga menjadi gadis yang berpendidikan atas ajaran Vesper selama di Lugu Lake.
Sierra tidak terima dan merasa tersaingi. Muncul sisi kompetisi dalam dirinya yang ingin membuktikan jika ia masih memiliki kuasa penuh atas kekayaan leluhur serta pengetahuan lebih luas dari sepupunya tersebut.
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
"Jadi ... statusmu single parents ya?" tanya Martin saat menyalami Sierra yang tampak anggun dengan mahkota menghiasi kepala.
"Ya. Eren akan mendapatkan hak penuh atas peninggalan The Circle nantinya, sepertiku," tegas Sierra yang masih menunjukkan kendalinya dalam jajaran.
Para mafia hanya bisa mengangguk karena Sierra memang jenis wanita yang memiliki idealisme tinggi dan independen.
Ia bahkan tak masalah atas status pernikahannya meski puterinya nanti akan menjadi warga negara Perancis sepertinya.
"Kau harus tepati janjimu untuk berkunjung di bulan berikutnya setelah menemui Cassie dan Neil, Jonathan," tegas Sierra yang menunjukkan wajah galak dan dagu terangkat.
"Iya, Yang. Ya ampun," jawab Jonathan yang mulai pusing karena dua saudari itu tetap tak bisa akur padahal rumah mereka sudah berjauhan bahkan beda negara.
Kai dan Han terkekeh. Mereka ingat momen yang hampir mirip saat Vesper masih hidup di mana keduanya ribut sendiri untuk pembagian jatah, dan Vesper sempat protes karena ia merasa dirugikan dalam hal tersebut.
"Bagaimana perkembangan tabung ciptaanmu, Anak muda?" tanya Han dengan bayi Loria dalam gendongan karena Arjuna terlihat sibuk mendampingi Naomi yang kini tak segan menunjukkan taringnya jika calon suaminya itu berulah.
"Sepertinya akan mundur dari jadwal. Lebih rumit dari yang aku dan Jeremy pikirkan. Rayya dan Roxxane mengatakan agar kami tak terlalu terburu-buru karena Vesper dengan sabar menunggu. Ya itu benar, karena bagaimanapun Nona Lily ...," jawab Kai dengan pandangan tertunduk.
Han tersenyum lalu menepuk pundak rivalnya kuat. Kai terkejut dan menatap Han lekat.
"Berusahalah. Hubungi aku jika butuh bantuan. Aku hanya sibuk mengurus perusahaan yang ditinggalkan Vesper. Milikku sudah kuberikan pada Arjuna sepenuhnya dan dikelola oleh orang-orang yang kupercaya," tegas Han, dan Kai mengangguk dengan senyum tipis.
Jonathan dan Sierra tampak begitu bahagia hari itu dengan bayi Eren yang ikut serta menikmati momen pernikahan. Ketiganya foto bersama berikut dengan para tamu undangan dari dua jajaran.
__ADS_1
Sepertinya, Sun kini menjadi rebutan para gadis-gadis mafia dalam jajaran 13 Demon Heads.
Sisca, mantan dari Jonathan bahkan ikut membidik putera dari M atas desakan dari sang ayah.
"Kau sungguh tak apa?" tanya Sisca menatap ayahnya keheranan karena Bojan terlihat antusias.
"Sandara dan Jordan sampai mempercayakan Sun untuk menjadi ayah biologis calon anak mereka nanti. Pilihan seperti itu tidak gampang, Sayang. Sun orang terpilih dari sekian banyak mafia muda dalam jajaran. Ini kesempatan emas dan tak boleh disia-siakan. Kudengar orang-orang The Kamvret ikut gencar menjodohkan dengan Yu Jie. Namun, siapa gadis itu? Dibanding kau dan latar belakang kita, kedudukan kita lebih tinggi. Jonathan saja sempat jatuh dalam pelukanmu, terlebih Sun. Ayo, dapatkan dia," desak Bojan.
Sisca melirik Sun yang terlihat serius saat diajak berbicara dengan puteri tertua dari Jamal. Sisca membulatkan tekad dan mengangguk paham.
Gadis itu melenggang mendekati Sun dengan menunjukkan pesonanya. Myra selaku puteri dari Jamal melirik Sisca tajam seperti tahu tujuan dari gadis itu.
Sedang Sun tampak gugup karena ia jarang sekali bicara dengan perempuan kecuali saudarinya, Naomi.
"Halo, Tuan Sun," sapa Sisca seraya mengajak bersalaman.
"Halo. Panggil saja Sun, tak perlu Tuan," jawab Sun sungkan seraya membungkuk.
"Ayahku ingin berbicara tentang suatu hal yang tak kumengerti mengenai bisnis. Bisakah kau membantu?" tanya Sisca memelas, dan Sun dengan sigap menyanggupinya.
"Maaf, Nona Myra. Saya permisi dulu. Senang berbicara dengan Anda. Selamat menikmati jamuan," ucap Sun sopan dan segera beranjak.
Myra melirik Sisca sadis, tapi puteri Bojan terlihat santai dengan meninggalkan senyuman tipis seolah menyatakan dia pemenangnya.
Sisca berjalan di samping Sun menghampiri Bojan yang sedang duduk menikmati hidangan. Sun membungkuk memberikan hormat dan Bojan tampak kaget karena baginya sang anak dengan cepat bisa membawa Sun padanya.
"Ayah. Sun mengatakan jika dia bersedia menikah denganku."
"What?!" pekik Sun dan Bojan bersamaan karena tak menyangka dengan hal tersebut.
"Kaubilang mencintaiku. Aku juga demikian. Jadi, tunggu apalagi? Ayahku sudah di sini. Segeralah minta restu darinya. Aku yakin jika ayahku akan menerima maksud baikmu," ucap Sisca dengan senyum terkembang lalu merangkul lengan Sun mesra.
Sun tergagap dan matanya melotot lebar saat melihat Sisca meletakkan kepalanya di pundak lelaki Asia itu.
Bojan mematung untuk sepersekian detik karena kaget dengan aksi sang anak yang tak disangka.
"Ayah, bagaimana?" tanya Sisca cemberut.
"Ya, ya, baiklah. Ayah restui," jawab Bojan gugup dan malah canggung sendiri.
"Ta-tapi, a-aku ...."
"Aku tahu kalau kau pasti sangat bahagia, Sun. Sama, aku juga. Jadi, ayo kita rayakan dengan berdansa. Apa kau pernah berdansa sebelumnya? Jika belum, ayo aku ajarkan," ajak Sisca dengan senyum terkembang, tapi Sun terlihat shock dengan hal yang tak disangkanya itu.
Namun anehnya, Sun tampak mulai bisa mengimbangi gaya bicara, berpikir dan tingkah laku Sisca.
Sisca yang manja, selalu menempel padanya, tak membuat Sun risih, tapi merasa senang karena diperhatikan.
Sun bahkan sampai tak sadar jika ditatap banyak orang yang terheran-heran dengan kedekatan super kilat itu.
"Wah ... abang Sun punya bakat terpendam," puji Jonathan sampai keningnya berkerut ketika Sun bisa tertawa lepas saat mengobrol dengan Sisca.
"Jangan menyesal, Jonathan. Sun akan menjadi menantuku," sindir Bojan, tapi Jonathan hanya memonyongkan bibir, sedang Sierra menatap calon suaminya sadis.
__ADS_1
Acara pernikahan Sierra hanya dilangsungkan sampai sore hari. Selebihnya, para tamu memilih untuk segera kembali ke negara masing-masing.
Sierra mengucapkan terima kasih atas kehadiran para mafia dalam jajarannya. Hanya beberapa saja yang memilih untuk menginap termasuk jajaran The Circle, dan tiga saudara Jonathan.
Sun malah dengan senang hati ikut pulang ke Serbia atas permintaan kekasih baru dan calon mertuanya.
Keesokan harinya.
"Kak Lysa. Yakin mau jadi single parents juga kaya Sierra? King D sama Fara gimana?" tanya Jonathan saat mereka berkumpul di ruang makan.
Lysa tersenyum tipis. "Aku yakin bisa, Jonathan. Aku sangat beruntung karena dikelilingi oleh keluarga dari mama yang sayang padaku dan dua anakku."
"Sultan tak berkunjung?" tanya Sandara menimpali di mana Jordan ikut menemani calon isterinya.
"Ya, dia sering menelepon dan menanyakan kabar anak-anak. Dia sering mengatakan untuk datang menjemput kami dan mengajak ke rumahnya di Tunisia. Aku mengizinkan King D dan Fara pergi, sayangnya ... aku masih enggan untuk ikut serta. Aku ... merasa bersalah atas kematian Habib dan Sauqi karena perbuatanku dulu," jawab Lysa tertunduk terlihat sedih.
"Aku tak mendengar kabar jika Sultan akan menikah dengan Fatimah. Apakah tidak jadi dilangsungkan?" tanya Jordan yang membuat semua orang terkejut.
"Oh! Benarkah? Aku jadi penasaran," sahut Arjuna langsung mengeluarkan ponsel dari saku celana.
Naomi menatap Arjuna lekat yang kini lebih banyak bicara dan tampak riang tak seperti dulu. Calon suaminya itu bahkan selalu mengajak dua anaknya untuk beraktivitas bersama.
"Hei, Sultan!" seru Arjuna karena Javier tak hadir di pesta pernikahan Sierra dengan alasan sedang sakit.
Arjuna memperdengarkan panggilan telepon itu agar semua orang ikut menyimak.
"Ada apa?" tanya Javier terdengar lesu.
"Kau sakit apa?" tanya Arjuna seraya melirik bayi Loria yang tampak asyik bermain dengan dunianya bersama Sig di box bayi portabel.
"Jika hanya bertanya tanpa menjenguk, aku enggan menjawab," jawab Javier malas, tapi membuat semua orang tersenyum.
"Baiklah, aku akan datang. Kau di mana?"
"Aku di Oman. Jika kau berkunjung, bisakah ajak King D dan Fara? Aku ... sangat merindukan mereka. Sayangnya, mereka enggan kemari jika Lysa tak ikut serta. Bisakah kaubujuk dia untuk ikut hadir? Jujur, aku sangat ingin bertemu mereka," pinta Javier yang membuat mata semua orang terarah ke anak pertama Vesper.
Lysa langsung menundukkan pandangan.
"Berdoalah yang banyak. Akan kuusahakan. Baiklah, cepatlah sembuh. Sampai jumpa," jawab Arjuna dengan pandangan terkunci pada Lysa seorang.
"Udah sih, Kak. Tuh, Sultan aja ngarep loh kamu dateng ke sana. Kasian tau dia kangen sama anak-anaknya. Pastinya kangen sama kamu juga," ucap Jonathan dan diangguki semua orang.
"Kematian Habib dan Sauqi bukan salahmu sepenuhnya, Lysa. Itu memang kehendak Tuhan. Javier saja memaafkanmu. Kau juga seharusnya demikian," sahut Naomi memberikan pengertian.
"Akan kupikirkan," jawab Lysa dengan pandangan tertunduk masih terlihat enggan untuk berbicara banyak tentang mantan suaminya. Semua orang ikut terdiam.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
__ADS_1
uhuy tengkiyuw tipsnya😍 brankas koin sekarat gaes. kuy semangat otw tamat! MH masih lemot updatenya karena lele masih rempong acara lebaran😩