4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Jonathan Jengkel*


__ADS_3


Sierra dan Venelope terlihat gugup karena Jonathan menodongkan pistol ke kepala mereka berdua dari tempatnya duduk. Saat Sierra mencoba mencari keberadaan Cassie dengan GIGA IGOR, tiba-tba ....


"Angkat ta—"


DOR! DOR! DOR!


"Aaaa!" teriak Sierra karena kaget.


Gadis cantik itu menutup telinganya saat salah seorang anak buahnya yang telah sadar masuk ke ruang kendali, tapi dengan cepat, Jonathan menyambut sapaannya dengan tiga peluru bersangkar di tubuh pria malang tersebut.


Jonathan dengan sigap menggendong tas ranselnya lagi, tapi ia hadapkan di depan seperti perisai.


Jonathan menutup pintu ruang kendali dari luar. Sierra dan Venelope saling berpandangan. Venelope melihat pergerakan Jonathan yang menyusuri lorong dengan tas terbuka. Ia menyuntikkan sebuah serum ke lipatan lengannya seraya berjalan. Kemudian ....


BUZZ! BUZZ!


"Ohok! Ugh!"


Para pria yang telah sadar kini harus menderita. Gas beracun dari Rainbow Gas, Jonathan lemparkan ke sepanjang koridor yang ia lewati berikut ruangan yang berisi orang di dalamnya. Jonathan seakan tak peduli siapa orang tersebut.


Erangan kematian terdengar bersahut-sahutan di lantai markas bawah tanah. Mata Venelope dan Sierra terbelalak lebar saat anak buah mereka tewas mengenaskan setelah tubuh mereka melepuh dan muncul nanah disertai darah di sekujur tubuhnya.


Jonathan juga tak segan menembak orang-orang itu seraya terus melangkah. Ia menginjak tubuh orang-orang tersebut yang menghalangi jalannya hingga ia tiba di tempat memarkirkan mobil.


Sierra melihat Jonathan membuka bagasi mobil. Praktis, mata kedua gadis cantik itu melebar. Mereka melihat Smiley babak belur dan Jonathan menariknya paksa hingga pria tua itu kembali merintih karena dibanting dari atas bagasi menghantam tanah.


Jonathan mengambil tali dari dalam tasnya dan membuat simpul dari dua gelang pemenggal di kaki Smiley.


Jonathan mengikat tali itu di sebuah batang pohon. Dua gadis pirang itu melebarkan mata dengan rasa penasaran yang tinggi karena gerak-gerik Jonathan.


Pemuda berjambang tipis itu menyeret kerah belakang baju Smiley dengan langkah gusar. Pria tua itu mengerang tak bisa melawan karena seluruh tubuhnya terluka. Tiba-tiba, BYURRR!


"Oh!" pekik Sierra karena Jonathan melemparkan Smiley ke dalam air.


Jonathan berdiri di pinggir sungai dan melihat Smiley berusaha untuk tetap terapung di permukaan air, meski tubuhnya timbul tenggelam. Jonathan kembali masuk dan hal itu mengejutkan dua perempuan No Face tersebut.


BRAKK!

__ADS_1


"Hah!" kejut Sierra hingga matanya melebar saat melihat Jonathan kembali masuk.


"Ingin Smiley tetap hidup? Segera temukan Cassie! Nyawa Smiley tergantung pada kalian!" seru Jonathan lantang dengan mata melotot.


Sierra dengan tergesa memerintahkan GIGA IGOR untuk melacak keberadaan Cassie dari kapal yang dimiliki olehnya di kediaman itu.


"Sepertinya, Cassie akan menyeberang ke Denmark. Kau lihat di tampilan layar? Kapal yang ditumpangi oleh Cassie dan Miles menuju ke sebuah dermaga di negara itu. Menurut analisisku, mereka akan berlabuh di Skagen," ucapnya seraya menunjuk layar di mana titik dari kapalnya berkedip.


Kening Jonathan berkerut. "Wait. Miles? Maksudmu ... Miles asistenmu dulu? Ayah dari Cassie?" Sierra mengangguk. "Miles masih hidup?!" pekik Jonathan dengan mata melotot.


"Ya. Aku ... juga baru tahu. Kau bisa menanyakan pada Venelope. Dia biang keladinya," jawab Sierra melirik rival di sebelahnya tajam.


Venelope terlihat gugup dengan wajah tertunduk.


"Lope," panggil Jonathan yang membuat Venelope menarik nafas dalam karena moncong pistol Jonathan kini di arahkan ke pahanya. "Jangan buat Nathan menunggu. Nathan gak segan buat melubangi tubuhmu satu persatu sampai akhirnya kau sekarat. Nathan akan kubur kamu hidup-hidup dan menyisakan kepala aja di permukaan. Nathan akan sirami kamu tiap hari kaya tumbuhan. Gimana? Kayaknya seru," ucapnya mengancam, tapi wajah tengil yang ia tunjukkan.


"Ya, itu benar. Yang dikatakan oleh Sierra benar. Aku dalang semuanya. Kau pasti tahu alasannya, Jonathan. Dia gila! Jika dia tak kuhentikan, dia akan menghancurkan seluruh negara dengan peperangan. Dia akan menciptakan perang. Dan kau tahu yang mengejutkannya, semua Mens bahkan Madam menyetujuinya. Dialah teroriis sebenarnya dan aku, satu-satunya orang waras yang dianggap gila karena menyukai dunia mistis!" jawabnya kesal melotot ke arah Sierra yang duduk di sebelahnya.


"Untuk menjadi penguasa, hal itu perlu dilakukan, Keturunan palsu. Semua orang memihakku. Jika aku tak melakukannya, 13 Demon Heads yang akan mengambil kejayaan itu, dan aku tidak mau itu terjadi!" balas Sierra membentak.


Jonathan terpaku melihat dua wanita di depannya malah saling menghujat satu sama lain. Jonathan mengambil ponsel di tasnya dan menutup pintu, membiarkan dua pirang menyelesaikan sengketa mereka.


"Mama!"


"Nathan? Berapa banyak nomor ponselmu?" tanya Vesper bingung.


"Ini ponsel punya sopir Smiley yang tewas. Biar aja. Mah, Cassie kabur sama Miles! Dia masih idup. Tapi, pas Nathan mau tanya alasan Miles masih idup sama Lope, dia malah berantem sama Sierra. Mungkin lagi jambak-jambakan atau cakar-cakaran tu berdua. Mah, cari Cassie dong! GIGA IGOR detek katanya kapal mereka menuju Denmark. Kemungkinan berlabuh di Skagen," pintanya merengek dengan sebuah pistol dalam genggaman.


"Oke. Akan Mama bantu, tapi ... jangan ganti nomor lagi. Kau membuatku pusing!"


"Iya, iya, jangan marah dong. Nanti kisut loh," ledeknya dan Vesper mendesis.


"Mama akan tanam benang (thread lift) biar gak keriput. Anak nakal. Sudah, kau pastikan orang-orang No Face itu tak kabur. Hah, pacarmu itu membuat strategi Mama berantakan. Kita batalkan sandiwara kita. Mama akan kirimkan Tim Air ke tempatmu berada dan tim Bunga untuk mencari keberadaan Cassie," jawab Vesper menggerutu.


"Oke, Mah. Makasih mama cantik yang seksi, muach!" puji Jonathan saat menutup panggilan.


Saat Jonathan akan kembali ke ruang kendali, tiba-tiba saja, pintu itu terbuka. Ia terkejut melihat Sierra keluar dengan rambut berantakan seperti orang ketakutan.


Gadis itu merangkak di atas lantai dan langsung memegangi kaki Jonathan. Pemuda tampan itu bingung.

__ADS_1


"Nathan, Lope sangat jahat padaku. Dia ingin membunuhku. Dia kejam sekali," rengeknya memegangi kaki Jonathan erat.


Pemuda yang kini mengubah warna rambutnya jadi hitam memutar bola matanya dengan malas. Ia lalu berjongkok dan membantu Sierra berdiri. Gadis cantik bermata biru itu memeluk Jonathan erat hingga pemuda itu dibuat kaget oleh sikapnya.


"Hei! Kami sudah melakukan permintaanmu. Lepaskan Smiley!" tegas Venelope dan Jonathan mengangguk.


"Tolongin sendiri sana. Kamu 'kan kuat. Buktinya, bisa bikin Sierra berantakan gini," jawabnya malas.


Venelope terlihat kesal. Ia segera melangkah dengan cepat keluar untuk menolong Smiley yang mulai lemas dan pucat.


Jonathan memapah Sierra kembali ke ruang kendali seraya melihat pergerakan Venelope di pinggir sungai.


Jonathan tersenyum miring melihat Smiley meringkuk kedinginan seperti terkena hipotermia. Venelope seperti berusaha untuk menolongnya. Ia menggunakan kursi roda Sierra untuk membawa Smiley masuk di tengah udara dingin musim gugur.


"Nathan," rengek Sierra yang masih memeluknya erat, tapi Jonathan memasang wajah masam.


"Apa?!" jawabnya galak, tapi membiarkan Sierra memeluknya.


"Mereka sengaja membuatku lumpuh. Miles membohongiku dengan berpura-pura mati. Ternyata selama ini, Venelope, Smiley, dan Mr. White merencanakan pemberontakan ini. Dan secara tak langsung, perbuatan 13 Demon Heads dengan menghancurkan kami, memberikan peluang pada mereka. Jujur, aku sebenarnya berterima kasih padamu. Sierra yang kaucintai dulu sering mengusikku. Dia selalu datang dengan kenangan indah bersamamu. Apakah ... dulu kita begitu dekat?" tanya Sierra menatap Jonathan dengan wajah sendu.


Jonathan balas menatap Sierra lekat, tapi ia langsung melepaskan pelukan itu dan mendorong tubuh gadis bermata biru dengan kuat hingga Sierra jatuh tersungkur di lantai.


"Pikirin aja sendiri. Kamu udah masa lalu Nathan. Kalau kata anak gaul di Indonesia, lu-gua-end!" jawabnya galak dan segera keluar dari ruang kendali.


Sierra menatap Jonathan kebingungan. Jonathan melangkah cepat dengan tas ransel selalu ia gendong. Jonathan pergi keluar untuk menunggu anak buahnya datang dengan wajah kesal.


"Gawat kalo Sierra nempel-nempel Nathan mulu. Bisa CLBK nanti. No, no. Nathan harus kuat iman. Nathan adalah calon Panda. Nathan paham kenapa Cassie kabur karena dia pasti kangen sama bapaknya," ucapnya mantap dengan kedua tangan terlipat di depan dada. Namun kemudian, wajahnya berubah menjadi sebal. "Tapi kenapa Nathan ditinggal? Udah dua kali loh! Ngeselin banget sih tu cewek kaya jalangkung!" ucapnya jengkel.


Jonathan melampiaskan kekesalannya dengan membuang semua batu yang ia temukan ke sungai. Sedang Sierra, yang melihat tingkah laku Jonathan tersenyum tipis di ruang kendali.


"Hem, aku masih bisa mengambil hatinya lagi. Siapa yang bisa menolak pesona Sierra? Cukup merubah diriku seperti yang dulu, dan ... Jonathan akan berada di pihakku," ucapnya dengan senyum terkembang.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE


makasih tipsnya😘 kwkw kemarin lupa gak ke ss tapi lele udah tempelin di eps sebelumnya plus benerin typo. heran typo kok tiap eps😑 ditunggu tips selanjutnya utk dobel eps😆 happy sunday❤️

__ADS_1



__ADS_2