
Alhamdulilah hasil swap lele dan sekeluarga negatif. Walaupun mualnya belom ilang, tapi ya sudah nikmati aja selama proses kehamilan. Doain lele selalu sehat biar upnya kembali lancar. Baiklah, lele gak tau kapan novel ini tamat, kita nikmati aja kisahnya otw tamat. Kwkwkw, semangat!
---- back to Story :
Di sisi lain, Kediaman Andreas yang kini ditempati oleh Arjuna dan keluarga kecilnya.
Kelahiran bayi perempuan di tengah-tengah pasangan muda itu tentu saja mewarnai kehidupan mereka. Tessa melahirkan dengan normal di salah satu rumah sakit di Coxen Hole.
Sayangnya, kabar gembira itu tak disiarkan oleh Kim Arjuna. Namun, tanpa sepengetahuannya, Tessa mengabarkan kelahiran puterinya kepada saudari-saudarinya. Tentu saja hal itu mendapat sambutan suka cita dari Sierra dan Venelope.
Sayangnya, dua gadis dari kelompok The Circle tersebut tak bisa berkunjung mengingat Kim Arjuna telah membatasi diri dengan para mafia dalam jajaran 13 Demon Heads dan lainnya.
"Sudah tahu, siapa nama anak kita?" tanya Arjuna saat melihat bayi perempuannya sedang menikmati ASI dari sang ibu di kamar perawatan.
"Kim Loria," jawab Tessa masih terlihat lesu.
"Hem, nama yang indah. Loria," ucap Arjuna seraya mengelus rambut tipis sang bayi yang terlihat mirip dengan ibunya karena berwarna pirang.
Arjuna menikmati hidupnya sebagai warga sipil. Sun dipercaya untuk mengurus perusahaannya yang berada di Hong Kong.
Arjuna seakan lupa dari mana ia berasal. Ia menghabiskan hari-harinya dengan menemani sang isteri merawat buah hatinya.
Tessa sering mengabadikan momen ketika Arjuna bersama sang anak melalui kamera ponselnya. Diam-diam, ia mengirimkan foto itu ke ponsel Vesper dan juga Han.
Sayangnya, nomor dua orang itu tidak aktif. Tessa merasa sedih karena ia sangat berharap mertuanya itu bisa melihat cucu mereka di mana sang Ratu yang memberikan nama tersebut.
Hanya saja, Miles yang masih berkeliaran, membuat para mafia dalam jajaran 13 Demon Heads dibuat waspada.
Sedang Banu, yang kini dicurigai oleh para mafia setelah Jordan memberikan kesaksiannya terhadap serangan Miles di Mauritania, membuat satu-satunya keturunan Sutejo tersebut dalam pengawasan penuh.
Biawak Hijau dan sang isteri masih bersandiwara mengikuti permainan Banu di mana mereka yakin jika semua ini sudah direncanakan oleh Miles.
Oktober Minggu Ketiga.
Sun tiba di Coxen Hole Honduras untuk menjenguk sekaligus memberikan laporan langsung kepada Arjuna tentang kondisi perusahaan.
Sun ikut bahagia melihat puteri dari Kim Arjuna dan Tessa tampak sehat. Sun bahkan tak canggung saat menggendong bayi cantik itu.
"Aku ingin memeriksa semua berkas ini dulu. Kau makanlah, mumpung Sun sedang bersama si kecil," ucap Arjuna ditemani oleh Jose untuk mengecek semua laporan dari perusahaannya.
__ADS_1
"Oke," jawab Tessa saat Arjuna pergi meninggalkan kamar.
Namun, Tessa tak beranjak. Sun melirik wanita berambut pirang itu yang tampak serius memandanginya.
"Ada apa?" tanya Sun bingung.
"Ke mana Vesper dan lainnya? Kenapa aku tak bisa menghubungi mereka? Apakah ... mereka membenciku?" tanya Tessa terlihat sedih seperti akan menangis.
Sun menarik napas dalam. Ia lalu duduk dengan tegak seraya mengusap telapak kaki Loria yang tak terbungkus kaos kaki di atas ranjang.
"Tidak. Mereka ... sengaja melakukannya. Vesper sakit, Tessa. Dia sangat merindukan anak-anaknya. Hanya saja, sampai saat ini, tidak ada satu pun dari mereka yang ingin mengunjungi ibunya. Aku tak tahu kenapa Vesper malah menyembunyikan diri. Namun, aku yakin, jika dia pasti merencanakan sesuatu. Aku cukup lama ikut dengannya, tapi aku masih tak mengerti jalan pikirannya," jawab Sun ikut lesu.
"Apakah karena Miles?" tanya Tessa menduga.
"Vesper tak takut kematian meski Miles yang merenggutnya. Entahlah, aku hanya berpikir, dia sengaja menghilang agar dicari oleh anak-anaknya. Vesper seperti ingin menguji mereka. Apakah ... anak-anaknya peduli padanya atau tidak. Jujur, aku saja tidak tahu di mana Vesper dan orang-orangnya sekarang. Kata ayahku, semakin sedikit aku mengetahui keberadaannya, semakin aman Vesper dari kejaran Miles. Mereka tak ingin Miles menemukan Vesper. Dia dilindungi oleh semua orang," jawab Sun mengemukakan pendapatnya.
Tessa terlihat tertekan usai mendengar penjelasan Sun. Ia baru tahu hal ini di mana sebelumnya ia berpikir jika dirinya dibenci.
Namun, melihat Sierra, Venelope dan lainnya dilindungi oleh Vesper, ia yakin jika ucapan Sun ada benarnya. Vesper tak berniat untuk melenyapkan keturunan Flame, malah sebaliknya.
"Aku akan meminta Arjuna untuk pulang," ucap Tessa tegas.
"Kau yakin? Aku rasa tidak. Kulihat tuan muda sudah nyaman dengan kehidupannya sekarang, Tessa. Dia ... lupa dengan keluarga yang sudah merawatnya hingga ia bisa menjadi seperti ini. Ia lupa dengan kawan-kawannya. Meski demikian, aku ... sudah berjanji untuk melindungi dan mendampinginya," jawab Sun menundukkan wajah.
Sun mengangguk. "Sebenarnya, bukan aku saja, tapi Naomi juga. Namun, janji itu sudah ditarik oleh Vesper saat Naomi menikah dengan Jordan. Janjiku juga akan ditarik olehnya saat aku memutuskan untuk menikah. Sayangnya, entahlah, aku masih belum menginginkan sebuah pernikahan. Aku merasa ... tuan muda belum mendapatkan kebahagiaan seutuhnya. Bagaimana aku bisa bahagia jika dia masih menderita? Aku tak tahu apa yang membuat tuan muda tidak bahagia, tapi aku bisa merasakannya," jawab Sun terlihat jujur dengan perasaannya.
Siapa sangka, pembicaraan Sun dan Tessa didengar oleh Arjuna saat ia ingin menemui Sun untuk mengkonfirmasi laporan perusahaan.
Arjuna berdiri terpaku di balik dinding samping pintu kamar yang tak tertutup rapat. Putera Han tersebut terdiam dengan map dalam genggamannya.
"Aku tak ingin Arjuna menyesal karena sudah meninggalkan keluarganya. Aku ingin agar anakku mengenal kakek dan neneknya. Aku ingin Vesper dan Han melihat cucu mereka sekaligus menggendongnya. Aku sudah tak memiliki ayah dan ibu, Sun. Hanya Arjuna dan kalian yang kumiliki. Aku tak mau anakku hidup menyedihkan tanpa orang-orang yang menyayangi dan melindunginya. Aku ingin anakku bahagia," ucap Tessa berlinang air mata.
"Aku mengerti," jawab Sun dengan senyuman.
Arjuna segera beranjak dari tempatnya berdiri. Pria itu menyadari saat Tessa melangkah keluar dari kamar untuk mencarinya. Arjuna sengaja masuk ke sebuah ruangan dan berpura-pura dari sana.
"Oh! Kau ada di sini? Kukira ...," tanya Tessa terkejut saat Arjuna muncul dari balik pintu kamar Sun.
"Kenapa? Kaumencariku?" tanya Arjuna menatap isterinya lekat.
Saat Tessa akan mengungkapkan permintaannya, tiba-tiba ....
__ADS_1
TET! TET! TET!
Praktis, mata Arjuna dan Tessa melebar. Alarm penyerangan yang terpasang di kediaman Andreas terdengar nyaring dan membuat dua orang itu mematung seketika.
"Loria!" seru Arjuna dengan mata melotot.
Segera, Tessa dan Arjuna berlari kencang menuju ke kamar. Beruntung, Sun dengan sigap menyadari adanya ancaman.
"Segera pergi dari sini!" perintah Sun saat memberikan bayi cantik itu ke pelukan sang ibu.
"Pasti ulah Miles. Dia tahu kita di sini!" seru Tessa langsung mendekap bayinya erat.
Saat orang-orang itu segera berlari menyusuri koridor menuju ke titik evakuasi. Namun tiba-tiba, BLUARRR!!
"Arghhh!" erang Sun saat dinding di sebelah kanannya tiba-tiba meledak dan menghempaskannya.
Arjuna dan Tessa yang berlari di belakangnya terkejut akan serangan tak terduga tersebut. Anak buah Arjuna segera mengamankan sekitar.
Sun dibantu Arjuna berdiri meski terlihat ia mengalami luka-luka di tubuh sisi kanannya.
"Berbalik! Berbalik!" teriak Jose yang muncul dari arah koridor seraya berlari kencang.
Beruntung, Tessa dan bayinya selamat tak terluka. Arjuna yang mendengar peringatan itu segera mengajak isterinya berlari. Sun dibantu oleh Tulio untuk segera pergi dari tempat itu.
Namun lagi-lagi, DODODOOR! PRANG!!
"AAAAAA!" teriak Tessa saat sebuah helikopter muncul menembaki kaca yang menjadi dinding rumah mewah tersebut.
Tessa langsung membalik tubuhnya untuk melindungi sang buah hati. Praktis, Loria langsung menangis. Arjuna melihat helikopter itu terus memberondong rumahnya.
Namun, suara serangan balasan juga terdengar seru di luar. CamGun fokus membidik helikopter penyerang, mencoba untuk dijatuhkan.
"Tuan!" panggil Jose dengan napas tersengal saat ia membuka sebuah pintu dan meminta orang-orang itu untuk segera mengikutinya.
Arjuna melindungi Tessa yang berjalan lebih dulu di depannya. Loria masih terus menangis, dan hal itu membuat semua orang semakin panik.
"Bala Kurawamu yang melakukan penyerangan! Ini ulah Miles!" teriak Jose saat mereka menuruni tangga dengan tergesa.
"Argh! Kurang ajar!" teriak Arjuna marah besar karena merasa seperti senjata makan tuan.
Malam gelap semakin mencekam. Miles sepertinya belum puas sampai melihat orang-orang yang dalam incarannya tewas.
__ADS_1
Arjuna dan lainnya terus berlari mencoba menyelamatkan diri dari serangan Miles, di mana kini, Bala Kurawa Arjuna terlihat mulai memasuki rumah tersebut.