4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Kecerobohan Sandara


__ADS_3

Rumah Dinas Perusahaan Elios, Italia.


"Tugas HURI bukan sebagai pekerja di perusahaan yang akan kaukelola, Sandara Liu. Selain itu, perjanjian kita batal. Kau, tak bisa memberikanku anak," tegas Jibran Sudan dengan Valentina berdiri di sampingnya.


Sandara yang duduk di seberangnya tampak geram. Toras berdiri di samping Sandara menyimak pembicaraan.


"Harus kuingatkan, Sandara. HURI adalah milik Ahmed. Dan dia, mempercayakan HURI pada Yudhi, bukan padamu. Kau, kuberikan kesempatan untuk mengendalikan HURI dengan memberikanku anak sesuai dengan perjanjian. Bahkan, ibumu ikut menyaksikan. Namun, yang terjadi adalah kau gagal. Jadi ... kau tahu selanjutnya 'kan?" sambung Jibran tegas dengan kaki menyilang, duduk di sofa panjang.


"Lalu ... ke mana HURI akan berpihak jika Ahmed dan Yudhi telah tiada?" tanya Toras penuh selidik.


"Kembali pada kami, para Kolektor. Vesper dan Sandara telah mengetahui hal itu. Termasuk ayahku yang menjadi saksi kala itu," jawab Jibran santai.


"Lalu ... apa sebenarnya tugas HURI?" tanya Toras makin mendetail.


"HURI, hanya bertugas untuk melenyapkan The Circle, seperti perjanjian kami dengan Yudhi dan Sandara. Mereka bukan anak buah Sandara atau pun Vesper. Seperti kami, HURI golongan terpisah, bukan jajaran 13 Demon Heads," tegasnya.


Seketika, mata Toras menyipit.


"Melenyapkan The Circle? Apakah ... tewasnya Tobias ada hubungannya dengan Kolektor?" tanya Toras curiga.


Praktis, mata Sandara, Jibran dan Valentina melebar. Dengan sigap, SHOOT! CLEB!


"Agh! Ka-kalian ...."


BRUK!!


"Sandara! Bagaimana bisa kau melibatkan orang yang tak tahu apa pun tentang hal ini? Kau tahu, kesalahanmu sungguh fatal! Aku curiga, apakah benar kau jenius seperti yang dikatakan orang-orang, atau itu hanya sandiwara belaka untuk menutup kecerobohanmu? Dengar, aku benci pendusta. Bahkan di kelompok kami, pembohong dihukum potong lidah," tegas Jibran menunjuk.


"Aku yang akan mengurusnya, tak usah heboh begitu," jawab Sandara bernada kesal seraya berdiri dari kursinya. "Valentina, tolong angkat paman Toras dan bawa dia ke kamar. Setelah itu, lakukan yang perlu kalian lakukan. Aku belum melihat aksi kalian seperti yang disepakati, tentang pemusnahan The Circle. Apakah ... itu juga sebuah kebohongan? Aku pun juga, aku benci penipu," ucapnya membalas dengan lirikan tajam ke arah Jibran.


Napas pria itu memburu. Ia terlihat marah dengan sikap Sandara padanya. Jibran segera pergi dan menunggu di mobil saat para HURI mengangkat Toras ke kamar karena tak sadarkan diri usai terkena panah bius dari Valentina yang mengenai lehernya.


Namun, siapa sangka. Isteri Bayu melihat tamu-tamu tersebut dari lantai dua rumahnya. Ia merekam kegiatan itu diam-diam dari kamera ponsel lalu mengirimnya ke Afro.


Suami Sandara yang berada di Filipina bersama para mafia dalam jajaran 13 Demon Heads terlihat kesal karena sikap sang isteri yang membawa tamu masuk ke rumah tanpa seizin dan sepengetahuannya.


Namun, Afro masih bisa menutupi kemarahannya di depan para mafia terutama ayah mertuanya-Kai.


Red Mansion, Filipina.

__ADS_1


"Apa kalian sudah menghubungi Australia? Bagaimana dengan Victor dan keluarganya?" tanya Kai saat para mafia itu berkumpul di pusat kendali bawah tanah.


"Ya. Beruntung, Victor dan Colin dengan sigap mengamankan semua serum dan akan dipindahkan ke mansion, tempat Vesper dulu mengasingkan diri. Kini, rumah itu dalam penjagaan ketat Black Armys di bawah komando Aisha," jawab Rayya serius.


"Han. Kita sudah melihat rekaman saat penyerangan Miles di laboratorium. Anak buah yang digunakannya adalah para Bala Kurawa yang diinformasikan oleh dua BIAWAK jika mereka hilang dari pos penjagaan di Panama dan Peru. Aku merasa, jika dua tempat itu kini dijadikan markas Miles dan anak-anak Sutejo," ucap Ivan di mana para anggota dewan juga berkumpul.


"Ya. Aku cukup kaget saat dua BIAWAK tiba-tiba saja menghubungiku. Mereka mengatakan jika Arjuna tak membutuhkan mereka lagi. Anak itu, semakin kurang ajar," jawab Han gusar.


"Lalu, sekarang bagaimana?" tanya Yusuke cemas.


"Aku sudah menugaskan empat Biawak untuk mengawasi dua tempat itu. Biawak Putih dan Hijau di Peru. Lalu, Biawak Cokelat dan Kuning ke Panama," jawabnya menyampaikan. Para mafia itu mengangguk paham.


"Apakah kita sepakat tak melibatkan Vesper dalam hal ini?" tanya Martin menatap kawan-kawan mafianya serius.


"Yes. Sekarang, biarkan tugas para ayah yang memberikan pendidikan keras pada anak-anak mereka," jawab Kai gusar, tapi entah kenapa, para anggota Dewan bahkan Afro terlihat senang.


Saat para mafia itu sedang membahas strategi dari kemungkinan penyerangan Miles melalui informasi Cassie pada Han dan Seif kala itu, tiba-tiba saja, salah satu anggota Trio Bali memasuki ruangan. Praktis, fokus mereka teralih.


"Ada apa?" tanya Afro melihat Wayan memegang sebuah ponsel terlihat pucat.


"Detektor jantung pada Toras mengalami lonjakan kuat, Mas Afro. Jam tangan yang dipakainya menyalakan sinyal darurat. Namun, saya menghubungi isteri Bayu dan dia mengatakan kalau rumah mas Afro gak ada serangan, tapi Sandara dan Toras gak keluar seharian," jawab Wayan seraya menunjukkan layar ponselnya.


Dengan sigap, Afro mengaktifkan ponsel. Semua orang dibuat penasaran dengan aktifitas pemuda itu.


Para mafia ikut terkejut saat Afro melakukan screen mirroring ke LCD di ruangan sehingga semua orang bisa melihat tayangan ketika Sandara melakukan semacam interogasi padanya.


"Gila! Apakah Sandara sedang mencuci otak Toras dengan gas kita? Apa yang ia rencanakan?" tanya Rohan melotot.


"Kau harus mengusut isterimu itu, Afro," sahut Jamal tampak kesal dan Afro mengangguk.


Afro melihat isterinya melepaskan ikatan Toras dan mengajaknya keluar dari kamar yang menyekapnya. Afro mematikan tayangan itu terlihat berpikir serius entah apa yang ia pikirkan.


Saat semua mafia saling berbisik mendiskusikan hal ini dengan serius, tiba-tiba ....


"Mas Afro!" panggil anggota Trio Bali lainnya yang muncul dengan ponsel dalam genggaman.


"Ada apa, Om Nyoman?" tanya Afro semakin tegang.


"Dara pergi meninggalkan rumah dengan Toras, Mas! Isteri Bayu yang kasih tahu. Sayangnya, pelacak Toras gak aktif. Nona Dara juga. Ini yang kasih tau Eiji dan Monica dari dua pelacak GIGA setelah Om minta cek sama mereka berdua!" jawabnya panik.

__ADS_1


Tentu saja, hal itu mengejutkan semua mafia yang mendengarkan. Tak lama, anggota Trio Bali yang terakhir masuk ke ruangan dengan wajah panik.


"Apa lagi sekarang?!" tanya Afro langsung berdiri dari kursinya.


"Yu Jie dan Bayu pingsan! Eh bukan, seluruh pegawai di sektor penyimpanan. Serum merah dan biru dicuri oleh sekelompok orang tak dikenal memakai cadar hitam!"


"Apa fungsi dari dua serum itu?" tanya Jamal curiga.


Namun, anggota Red Ribbon tersebut menggeleng tidak tahu.


"Maaf, aku harus segera pergi," ucap Afro dan diangguki semua orang.


Kai mengikuti Afro saat keluar dari ruang rapat dengan tergesa. Mereka terlihat membicarakan suatu hal dengan serius sepanjang koridor.


"Aku mengerti, Papa. Sampai jumpa," jawab Afro seraya memeluk Kai lalu bergegas pergi diikuti oleh Trio Bali yang berencana kembali ke Italia.


"Maaf, Han jika menyinggung. Namun, anak-anak Vesper semakin gila. Ditambah, serangan Miles dengan senjata Vesper dan Boleslav membuat kita tersudut. Posisi kita tak menguntungkan. Jadi ... bisakah aku minta tolong?" tanya Bojan tiba-tiba.


Kening Han berkerut. "Apa itu?"


"Aku tahu rencana Vesper dan kalian berdua saat Otong mengatakan tour pensiun di pernikahan Sandara. Aku merasa, kalian memiliki sebuah tempat yang tak akan ditemukan oleh Miles, kami, bahkan militer. Jadi, amankan keluargaku di sana sampai keadaan kembali normal," pinta Jamal serius.


"Apakah itu benar? Jika ya, tolong aku juga," sahut Ivan dan ternyata semua anggota Dewan meminta hal yang sama.


Tak lama, Kai masuk ke dalam. Ia tampak bingung saat Han dan Seif menatapnya lekat.


Seif akhirnya terpaksa mengatakan di mana persembunyian Vesper untuk menjauh dari perang. Kai menghembuskan napas pelan dan akhirnya mengangguk setuju.


"Baiklah," jawabnya dengan anggukan.


Segera, hari itu. Para anggota dewan menghubungi sanak saudara yang akan diungsikan karena merasa ancaman Miles tak main-main.


Tentu saja, orang-orang itu terkejut dan segera berkemas seraya mengamankan dokumen penting.


Vesper yang diinformasikan tentang hal ini tak merasa keberatan termasuk warga Lugu Lake yang terlibat.


Dengan sigap, para Red Ribbon yang dipercaya oleh Kai dan juga The Kamvret, mendatangi keluarga yang telah terdaftar untuk diamankan.


***

__ADS_1



pendek dulu epsnya. ngetik pake hp acara lamaran sodara di semarang otw demak. kl ada typo koreksi aja. lele padamu❤️


__ADS_2