
Di kamar Sierra.
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
Jonathan yang terbuai dalam sentuhan lembut Sierra mulai tak bisa mengendalikan gairahnya. Ia mulai agresif, tapi Sierra terlihat letih dengan ajakan bercinta Jonathan padanya.
"Nathan, bisakah kita tunda dulu ... kepalaku pusing," pinta Sierra lirih yang terlihat lesu dengan mata terpejam.
Namun, Jonathan yang bergairah, tak mendengar permintaan dari kekasihnya. Sierra tergolek lemas dan tak membalas sentuhan Jonathan di tubuhnya.
Saat Jonathan sudah siap untuk melepaskan keperjakaannya, ia terkejut ketika melihat Sierra tak bergerak dengan mata terpejam, terlentang di atas kasur masih mengenakan gaun milik Sandara.
"Yang? Sierra?" panggil Jonathan terlihat takut karena Sierra tak merespon panggilannya. "Eh, kamu kenapa?" tanya Jonathan memegang tubuh Sierra yang lunglai seperti orang pingsan.
Jonathan panik. Ia segera mengenakan celananya kembali dan keluar kamar untuk mencari bantuan.
Tak lama, datang segerombolan orang dari tim medis Sierra untuk memeriksanya.
"Cepat! Berikan suntikan penguat syaraf. Nona Sierra sudah lemah," pinta salah satu bodyguard mengenakan jas setelah mengecek tekanan darahnya.
Jonathan berdiri dengan panik di samping ranjang, melihat orang-orang itu mulai memasangkan infus di tangan Sierra berikut sebuah suntikan berwarna kuning ke tubuh sang kekasih.
"Sierra gak papa 'kan? Dia kenapa?" tanya Jonathan sedih.
Salah satu bodyguard Sierra mendatanginya terlihat murung.
"Nona Sierra mengalami penurunan fungsi motorik. Serum penguat syaraf ini, membuatnya tetap bertahan hidup, terutama menjaga daya ingatnya agar tak semakin menurun. Sepertinya, Nona Sierra lupa menyuntikkan serum ini ke tubuhnya hari ini. Terlambat sedikit saja, akan seperti ini kondisinya," jawabnya menjelaskan.
"Jika sampai lupa, anggaplah kita lagi pergi ke suatu tempat dan serum itu tak dibawa, apa akibatnya?" tanya Jonathan tegang.
"Dampak buruk awal, dia akan pingsan dalam waktu lama. Jika sadar, ia seperti mengalami amnesia. Selanjutnya, ia tak bisa menggerakkan tubuhnya, seperti orang mati, tapi sadar. Selanjutnya, ia tak merasakan apapun di tubuhnya seperti makanan yang masuk ke mulutnya. Setelah itu ... dia akan meninggal."
Mata Jonathan terbelalak lebar seketika. Ia tak menyangka jika kondisi Sierra memprihatinkan seperti ibunya, Vesper.
Hanya saja, Sierra lebih tidak beruntung karena tak bisa berjalan. Akan sulit baginya untuk melakukan sesuatu sendiri.
Jonathan baru menyadari, banyaknya anak buah di sekeliling kekasihnya karena mereka ada untuk membantu di mana Sierra tahu keterbatasannya.
"Maafin Nathan, Sierra. Nathan gak tau kalo kamu sakitnya separah ini. Nathan gak akan maksa lagi. Nathan cuma pengen Sierra terus di samping Nathan dan gak sakit-sakit lagi. Bangun ya, Sayang. Maafin Nathan ya," ucap Jonathan terlihat sedih sembari mengelus kepala kekasihnya dengan penuh perhatian.
Anak buah Sierra yang berada di ruangan itu saling melirik dalam diam. Mereka meninggalkan Jonathan dengan Nona mereka di kamar agar bisa beristirahat.
"Aku merasa, jika Jonathan sungguh tulus mencintai Nona Sierra. Sepertinya, ucapan Miles ada benarnya kala itu. Hanya Jonathan yang bisa memberikan kehidupan bagi Sierra," ucap salah satu bodyguard Sierra berambut pirang.
"Aku setuju. Aku akan mendukung kebersamaan mereka," sahut bodyguard berkulit hitam.
Orang-orang itu lalu pergi dan kembali ke posnya masing-masing untuk kembali bertugas.
Malam itu, Vesper mengadakan teleconference kepada orang-orang yang ditunjuknya termasuk Sandara Liu, Lysa dan Arjuna serta beberapa petinggi dalam jajaran 13 Demon Heads untuk meminta kesepakatan.
"Hallo, selamat malam semua. Yah, di sini sudah malam," ucap Vesper membuka salam dengan candaan.
__ADS_1
Semua orang yang terlihat di layar 50 inch di hadapan Vesper dan Han di ruang kendali tersenyum tipis.
"Jadi, isteriku mengadakan pembicaraan ini untuk membahas hubungan Sierra Flame dan Jonathan," sambung Han.
"Itukan urusan keluarga kalian, kenapa kami dilibatkan?" tanya Bojan heran.
"Aku tahu. Hanya saja, ini menyangkut kedamaian dua kubu kita di mana belum sepenuhnya kelompok dalam jajaran The Circle menerima penyatuan ini," sahut Vesper.
Semua orang mengangguk pelan. Mereka mulai mengerti kondisinya.
"Apakah, ini menyangkut penyerangan yang terjadi ke Jonathan?" tanya Martin menduga dan Vesper mengangguk.
"Aku sudah melihat tayangan peresmian pembukaan toko Sandara kemarin. Aku cukup terkejut ketika Sierra tiba-tiba muncul. Namun, aku bisa melihat dari cara bicaranya. Dia ... pintar dan dewasa dalam bersikap. Aku rasa dia juga cukup jenius mengingat bisa bersembunyi selama ini bahkan tak bisa ditemukan oleh jajaran kita. Dia kaya dan berkuasa serta memiliki pengaruh kuat di Perancis. Bisa dibilang, Perancis dalam kekuasaannya," ucap Lysa ikut berpendapat.
"Ya, ya, aku setuju denganmu, Kak," sahut Arjuna menimpali. Semua mata kini tertuju padanya. "Lalu ... apa yang ingin kau sampaikan, Mom?" tanya Arjuna kini menatap Ibunya seksama.
"Aku akan menikahkan Jonathan dengan Sierra."
Sontak semua orang terkejut.
"Wow, kenapa tiba-tiba? Apa tak terlalu muda? Aku tak bisa membayangkan jika Jonathan menjadi seorang ayah," jawab Javier menyahut.
"Demi keutuhan kedamaian kita. Aku melihat jika Sierra serius dengan Jonathan, begitupula Nathan. Melalui pernikahan dari dua kubu yang selama ini bertikai, kita memiliki banyak keuntungan," sahut Vesper serius.
"Keuntungan apa?" sahut Arjuna terlihat sebal. Naomi yang duduk di belakangnya tersenyum tipis.
"Banyak. Kita bisa bergabung untuk menguasai Perancis. Negara itu bisa menjadi tempat perlindungan para anggota 13 Demon Heads dari segala jenis serangan mafia lain yang belum dikenal atau kita ketahui melalui Sierra," terang Han.
"Tanpa aku beritahu, mereka sudah mengetahuinya sejak 13 Demon Heads generasi pertama. Hanya saja, mengenai pengembangan teknologi komunikasi, persenjataan, memang masih kita sembunyikan rapat dari militer dan The Circle. Sejauh ini aku melihat, mereka belum menyadarinya," jawab Vesper.
"Aku setuju dengan Nona Lily. Setelah peperangan dengan Madam di Arizona, kita mengembangkan senjata-senjata prototipe kita. Seperti HIT, senjata peleleh logam, mini Domino, pemancar fatamorgana portabel dan lainnya. Meskipun awalnya itu hanya sebuah percobaan, tapi melihat hasilnya sangat memuaskan, kami mulai mematenkan dan memproduksi dalam jumlah banyak," sahut Eiji dengan Monica di sebelahnya sedang bermanja-manja.
"Oia. Aku sudah menerima benda yang ditemukan Lysa kala itu di mansion Sierra. Sebuah kaki robot penopang. Itu bisa aku kembangkan dan aku berencana untuk memberikan benda itu untuk Sierra. Anggaplah, sebagai ucapan terima kasih karena telah mempopulerkan toko Sandara," sambung Kai dengan Sandara di sebelahnya mengangguk setuju.
"Wah, ini akan menjadi hal baik. Kau ... bisa menerima keberadaan Sierra, Dara sayang?" tanya Vesper yang kini matanya tertuju pada anak gadisnya.
"Ya, Mah. Dara berhutang terima kasih pada Sierra. Dara juga mulai mencari tahu tentangnya melalui GIGA dan ternyata, keluarga Sierra memiliki peran besar dalam perekonomian di Perancis. Hanya saja, ada yang aneh di sini," jawab Sandara yang membuat kening semua orang berkerut.
"Apa itu, Sayang?" tanya Kai menoleh ke arah anaknya dan menatapnya seksama.
"Disebutkan jika Sierra memiliki dua saudari perempuan. Hanya saja, nama mereka tak disebutkan. Apakah itu, Venelope dan Tessa?" tanya Sandara penuh selidik.
"Hmm bisa jadi," sahut Lysa dan Vesper bersamaan yang mengejutkan semua orang.
"Kau duluan," tunjuk Vesper dan Lysa gugup seketika. Javier menatap wajah mantan isterinya tajam.
"Mm, Toby bisa dibilang ... dia ayah dari semua anak keturunan Flame. Yah, bisa dikatakan juga jika semua anak dari wanita yang dihamili olehnya adalah darah dagingnya. Tessa, Venelope, mungkin mereka anaknya, tapi Tobias tak mengetahuinya. Hanya Sierra Flame yang diketahui olehnya karena Darwin memberitahukannya," tegas Lysa.
"Tobias, what?" pekik Rohan sampai melebarkan mata.
"Ya, itu benar. Sierra anak dari Tobias," sambung Vesper.
__ADS_1
Mulut semua orang menganga. Mereka tak menyangka akan mendapatkan informasi mengejutkan tentang silsilah keturunan Flame.
"Tessa anak Tobias?" tanya Arjuna terlihat kaget.
Vesper mengangkat kedua bahunya. Ia tak tahu, tapi dugaannya berkata demikian. Arjuna menelan ludah terlihat pucat.
"Lalu ... bagaimana Tobias? Apa dia menyetujui pernikahan Sierra nanti?" tanya Amanda.
"Aku akan meminta tolong pada Lysa untuk hal itu," jawab Vesper, tapi mengejutkan bagi Lysa dan Javier.
"Kenapa aku?" tanya Lysa heran.
"Kau pernah berhubungan dengan Tobias sebelumnya, Lysa. Kau tahu bagaimana berbicara dengannya. Bisakah, kami mengandalkanmu, untuk meminta restu dari Tobias?" tanya Vesper menaikkan salah satu alisnya.
"Kenapa harus isteriku? Kau bisa melakukannya, Ibunda Ratu," tegas Javier.
"Isteri?" tanya Lysa langsung menoleh ke arahnya dengan mata melotot.
"Yes, isteri. Bukankah kau isteriku?" tanya Javier menatapnya tajam dan Lysa terdiam seketika.
Ia baru sadar jika para anggota dewan dan beberapa mafia tak mengetahui perceraian tersebut.
"Yes, aku isterimu," jawabnya kaku.
Javier yang masih berada di Australia karena berusaha untuk tetap dekat dengan King D dan mantan isterinya, melakukan telekonference dengan Lysa bersamanya.
"Kau ... memintaku untuk menemui Tobias, Javier? Sopan sekali kau berani menyuruhku," jawab Vesper berwajah dingin seketika.
Semua orang diam seketika.
"Kau sungguh lancang, Sultan. Ingat posisimu. Bagaimanapun, Vesper lebih tua darimu. Kau harus menghormatinya. Vesper tak perlu turun tangan untuk hal sepele seperti ini. Atau kau yang ingin menggantikan Lysa menemui Tobias?" sahut Jamal meliriknya kesal dan Javier terunduk.
"Hem, aku akan sangat setuju jika Javier yang melakukannya. Aku penasaran bagaimana hasilnya," sahut Lysa menyindir.
Javier terpojok. Semua anggota dewan memintanya untuk menemui Tobias, meminta restu darinya.
Lysa tersenyum miring karena bisa memberikan hukuman bagi mantan suaminya itu.
"Akan kutemui dia, seperti permintaan kalian," jawab Javier tegas, tapi terlihat ia seperti tertekan.
"Baiklah. Lalu, mengingat Sandara dan lainnya masih berada di Paris, kalian temui Sierra dan Jonathan. Sampaikan dukungan kabar baik ini pada mereka. Pernikahan akan dilangsungkan tahun depan saat ulang tahun Jonathan di musim panas, usai pernikahan Zaid dan Yena. Bagaimana?" tanya Vesper dan semua orang mengangguk setuju.
"Hem, aku rasa, cukup sekian dariku. Mungkin ada yang ingin kalian sampaikan sebagai tambahan?" tanya Vesper memberikan kesempatan untuk lainnya berbicara.
Namun, pembicaraan berikutnya malah pembahasan bisnis. Sandara dan Arjuna yang tak tertarik dengan pembicaraan itu memilih undur diri dari teleconference.
***
Panjang nih epsnya. Makasih ya tipsnya. Lele padamu💋💋💋
__ADS_1