4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Kau Mati Bersamaku!


__ADS_3

Halo lele mau info. Love Is Henry diperkirakan tamat pada akhir April di Fizzo*. Nah lele mau kasih bingkisan buat 3 orang pemenang yang nanti berhasil jawab pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh lele di apk tersebut pada Eps-Gift Away. Semua hadiah free ongkir ya. Jadi, simak terus kisahnya dan jangan lupa komennya ya. Masih eps bonus dari tips mak ben😁



ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE


---- back to Story :


Tessa berlari menghindari serangan dari kubu Miles yang sedang berhadapan dengan Ringgo dan Samuel di hutan. Tessa melihat helikopter penyerang terbang tak beraturan.


Praktis, mata Tessa melebar saat mendapati lelakinya sedang bergelantungan di bagian bawah helikopter dan mendapatkan perlawanan dari seorang pria yang ia kenal karena tak memakai topeng.


"Den Bagus," ucap Tessa dengan mata terbelalak.


Tessa mencoba menyelinap di balik riuhnya pertempuran. Ia melihat anak buah Arjuna bersusah payah menjatuhkan para Bala Kurawa yang mengepung seluruh tempat itu.


Tessa menguatkan hatinya di mana ia akan ikut bertempur kali ini tak ingin lari lagi. Ia sudah merasa lega karena puterinya diselamatkan oleh Seif, salah satu bodyguard kepercayaan Vesper.


"Aku percaya padamu Seif. Aku juga percaya padamu Vesper. Maaf, jika selama ini aku meragukanmu. Akan kubawa Arjuna kembali padamu. Bagaimanapun, aku tetap yang bersalah karena menjauhkan Arjuna darimu. Aku akan menebusnya," ucap Tessa merasa bersalah karena sejak kemunculannya, hanya petaka yang ia bawa dalam keluarga sang Ratu.


Tessa melihat sekeliling untuk mencari peluang. Ia yang hanya mengenakan dress selutut dan juga sandal rumahan tanpa pelindung, berlari kencang menyeberangi pekarangan rumah Andreas untuk menolong Arjuna.


"Kali ini, kau harus mati, Den Bagus," ucap Tessa geram dan kembali masuk ke mansion.


Tessa mendapati banyak mayat baik dari kubu Arjuna atau Miles tergeletak di beberapa sudut rumah. Namun, Tessa fokus dengan tujuannya.


Ia menuju ke ruang penyimpanan senjata di mana tempat itu hanya bisa dibuka olehnya, Arjuna, Sun, dan orang-orang kepercayaan Arjuna mantan anak buah Andreas Balconi.


Saat Tessa sudah menuruni tangga dan hampir tiba di pintu, ternyata ruangan itu sudah terbuka.


Tessa waspada seketika, dan berjalan mengendap dengan pedang Silent Gold dalam genggaman tanpa laser bisa menyala.


Tessa melongok ke balik pintu dan melihat kubu dari Miles berhasil menguasai ruangan tersebut.


Tessa melihat persenjataan milik suaminya sedang dimasukkan dalam koper-koper seperti siap dipindahkan.


"Kurang ajar. Pencuri," geram Tessa.


Dengan sigap, Tessa segera masuk dan KRASS!! BRUKK!


Salah satu mantan anggota Bala Kurawa langsung tewas begitu Tessa menyabetkan pedang tajam itu ke leher pria tersebut.


Tanpa suara erangan kesakitan, potongan kepala itu jatuh menggelinding begitu saja. Praktis, empat anggota lainnya yang sedang mengemasi persenjataan dibuat terkejut.


GREKK!! BRAKK!


PRAK! JLEB!


Tessa dengan sigap mengambil sebuah kursi beroda dan mendorongnya ke arah sekumpulan pria yang sedang berjongkok itu.


Orang-orang tersebut menghindar agar tak terkena kursi, tapi serangan Tessa tak sampai di situ.


Wanita cantik itu dengan cepat mengambil sebuah senapan laras panjang dan memukul kepala salah seorang dari mereka dengan gagang senjata tersebut.


Keturunan Flame tersebut menambah serangannya dengan menusuk perut pria yang linglung karena pukulannya menggunakan pedang Silent Gold dan menjadikan tubuhnya sebagai perisai di hadapannya.


"Arghhh!"


DOR! DOR! DOR! DOR!


Tessa mengerang seraya menembakkan peluru dari senapan itu saat tiga pria lainnya berusaha melawan balik, tapi mereka kalah cepat.


Moncong senapan laras panjang itu Tessa letakkan di salah satu bahu pria yang masih ditusuknya. Tiga pria tersebut berusaha menghindar, tapi peluru-peluru Tessa tepat mengenai mereka.

__ADS_1


CRATT!!


"Agg ...."


BRUKK!


Tessa berhasil melumpuhkan lima anggota Bala Kurawa sendirian meski ia terlihat lelah. Tessa hampir roboh dan duduk di atas meja untuk memulihkan tenaganya.


"Aku harus cepat," engahnya kembali berdiri tegak lalu mengambil sebuah tas ransel khusus untuk membawa senjata.


Tessa memasukkan beberapa persenjataan ke dalam tas itu lalu menggendongnya. Pedang Silent Gold yang masih berlumuran darah tetap ia genggam dalam tangan kanan dan pistol di tangan kiri. Kali ini, Tessa terlihat fokus.


Ia bertemu dengan banyak musuh dari kubu Miles yang berusaha menghalangi jalannya dan seperti ingin memasuki gudang senjata.


Tessa melawan orang-orang itu sendirian dengan kemampuan bertarung yang dimilikinya.


Sayangnya, fisik Tessa belum pulih sepenuhnya pasca melahirkan. Ia kembali merasa nyeri pada luka jahit di bagian intiimnya.


"Emph, aggg," erang Tessa saat melihat darah menetes di paha bagian dalam padahal ia sudah menggunakan pembalut.


Tessa menarik napas dalam menguatkan fisik dan mentalnya lagi. Ia menyender pada dinding dengan tas masih dalam gendongannya.


Tessa kembali berjalan meski wajahnya terlihat pucat. Ia membiarkan darah nifas itu menetes tak memperdulikannya.


DUAK! DUAKK!


"Hah, aggg," erang Arjuna saat wajahnya ditendang oleh Den Bagus dari pintu helikopter saat ia berusaha memanjat ke benda terbang tersebut.


DOR! DOR!


"Agg!" erang Den Bagus saat ia mendapati tembakan dari bawah.


Arjuna berusaha untuk tetap bertahan dengan berpegangan kuat pada tali tambang tombak JERA yang belum ia ledakkan.


Den Bagus melongok ke bawah dan mendapati Tessa mengarahkan moncong pistol ke arahnya.


Arjuna melihat ke bawah dengan menahan sakit. Betapa terkejutnya, saat ia melihat sang isteri sedang bertarung dengan para Bala Kurawa yang mencoba untuk menghentikannya.


"Tessa!" teriak Arjuna panik karena isterinya mulai kewalahan akibat dikeroyok.


"Mati kau, Flame," ucap Den Bagus dengan wajah keji membidik Tessa dari atas siap untuk ditembak.


Praktis, mata Arjuna melebar. "Argh!"


"Agg, pengganggu!" geram Den Bagus karena Arjuna malah menangkap moncong senapan laras panjang itu sehingga tak bisa ditembakkan ke arah target.


DOR! DOR! DOR! CRATT!


Tessa tertegun dan mendongak ke atas karena mendengar suara tembakan. Helikopter yang membawa Arjuna dan Den Bagus terbang tak terkendali karena pilot yang mengemudikan benda terbang tersebut terkena peluru nyasar akibat perkelahian dua pria tersebut.


"Juna!" teriak Tessa lantang karena helikopter terbang menuju ke laut.


Tessa berlari mengejar sembari menembakkan peluru-pelurunya ke arah Bala Kurawa yang berusaha menghalangi jalannya.


Ternyata, hal itu disadari oleh orang-orang Arjuna. Mereka bergegas mengejar helikopter yang mulai menukik tajam dan siap menghantam permukaan air laut.


"Tuan Muda!" teriak Sun yang sudah babak belur usai berhasil melumpuhkan beberapa anak buah Miles yang mencoba untuk membunuhnya.


BYURR!!


"Juna!" panggil Tessa panik saat melihat helikopter yang ditumpangi oleh suaminya jatuh ke laut dengan keras dan perlahan tenggelam.


Saat Tessa panik karena suaminya tak muncul dari tragedi itu, sebuah jet ski muncul dengan seseorang mengendarainya. Mata Tessa melebar melihat Ringgo dengan sigap menuju ke lokasi helikopter.


"Tessa, awas!" teriak Greco dari arah belakang. Saat Tessa menoleh, DOR! BRUKK!

__ADS_1


"Greco!" panggil Tessa dengan mata melotot saat pria itu menjadikan tubuhnya sebagai tameng agar isteri dari bosnya tidak tertembak.


"Aggg," erang Greco yang beruntung masih bisa bertahan karena peluru itu mengenai salah satu kakinya bukan organ vital.


Tessa dengan sigap melepaskan tas ransel dan mengambil beberapa granat dari Rainbow Gas. Tessa melemparkan gas-gas itu ke arah Bala Kurawa Arjuna yang berlari ke arahnya.


Orang-orang itu dengan sigap menghindar, tapi Tessa terus melakukan lemparan hingga seluruh wilayah luar mansion tertutupi oleh kepulan gas kematian dengan warna-warna pelangi tersebut.


Beruntung, angin tak membawa asap itu ke arah Tessa berada.


"Bangun, cepat! Kita harus menghindar!" pinta Tessa membantu Greco bangun karena jatuh tersungkur di tanah.


Saat Tessa sudah merangkulkan tangan Greco di salah satu bahunya, tiba-tiba, DUAKK! BRUKK!


"Agg!" erang Tessa saat wajahnya mendapat pukulan kuat dari samping hingga membuatnya jatuh, begitupula Greco. Pedang Silent Gold milik Seif terlempar dari genggamannya. "Argh!" rintih Tessa saat rambutnya dijambak hingga ia kembali berdiri.


Mata Greco melebar saat melihat Den Bagus mengarahkan pistol ke kepala Tessa dengan tangan kiri di mana tangan kanannya sedang mencengkeram kuat rambutnya.


"Tessa!" teriak Greco dengan mata melotot saat isteri dari Arjuna tersebut berusaha untuk melepaskan diri dari cengkeraman kuat Den Bagus.


"Mati kau, Flame," ucap Den Bagus bengis dengan moncong pistol sudah diarahkan ke pelipis wanita berambut pirang itu.


DOR!


Mata Tessa melebar. Den Bagus tiba-tiba mematung dengan mata melotot saat ia terkena peluru dari pistol yang ditembakkan Arjuna di kejauhan.


Tessa tersenyum saat mendapati suaminya selamat dan kini sedang berjalan dengan napas terengah menuju ke pantai. Namun, seringai Den Bagus ikut muncul. Praktis, mata Tessa melebar.


DOR!


Tessa terperanjat. Pistol yang tadinya membidik pelipisnya telah turun perlahan saat Arjuna menembak anak Sutejo tersebut.


Namun, Den Bagus mengarahkan moncong pistol itu ke perut lawan. Tessa jatuh karena luka tembak di perutnya.


"Tessa!" teriak Arjuna lantang karena usahanya untuk menggagalkan rencana Den Bagus gagal.


Lelaki itu mengenakan jas anti peluru sehingga peluru Arjuna tak membunuhnya, hanya memberikan dampak lecet di kulit.


Tessa merangkak dan berusaha keras menggapai pedang Silent Gold milik Seif yang terlepas dari genggamannya.


Den Bagus membalas tembakan Arjuna dengan peluru-peluru tajamnya dari tempat ia berdiri. Arjuna berlari menghindari bidikan itu yang bisa menewaskannya.


Greco berusaha bangun untuk menolong Tessa, tapi wanita itu mampu menahan luka di perutnya dan segera bangkit usai mendapat apa yang ia butuhkan.


"Mati kau, Kim Arjuna! Hahahaha!" tawa Den Bagus yang terus menembaki Arjuna dan juga anak buahnya yang berusaha untuk menolong.


JLEB!


"Ohok!"


"Hempf ... hempf ... mati kau, Den Bagus," ucap Tessa berbisik di salah satu telinga pria itu dengan tubuh gemetaran saat tusukan pedangnya berhasil menembus perut lawan.


Mata semua orang melebar saat Tessa melakukannya dari titik buta Den Bagus di belakang.


Namun, Den Bagus mampu menahan tusukan itu meski darah sudah merembes di sekitar luka.


"Arrghhh! Kau mati bersamaku!" teriak pria itu yang melangkah mundur dengan cepat dan Tessa ikut terdorong hingga ia menabrak sebuah pohon yang berdiri kokoh di halaman.


DOR! DOR! DOR!


"TESSA!" teriak Arjuna hingga matanya melebar saat Den Bagus mengarahkan moncong pistolnya ke bagian belakang di atas bahunya dan melepaskan seluruh pelurunya ke tubuh bagian atas Tessa.


Wanita malang yang terhimpit itu tak bisa berkutik. Ia menerima hujan peluru dari Den Bagus yang sama sekaratnya dengan dirinya.


Bahu Tessa terkena peluru tajam tersebut hingga akhirnya ia tak bergerak dan jatuh bersamaan dengan Den Bagus di samping pohon usai menuntaskan amarahnya.

__ADS_1


"Tessa!" panggil Arjuna berlari kencang mendatangi sang isteri yang sudah tak bergerak. Darah menyeruak di tubuh bagian atas dengan bahu telah berlubang. "Hiks, Tessa ... Tessa!" panggil Arjuna dengan air mata mengalir deras dan tubuh gemetaran saat sang isteri tewas dengan mata terbuka di atas punggung Den Bagus yang ikut tewas bersamanya. "Arrrghhhh!"


__ADS_2