
Mereka bicara dalam bahasa Inggris.
"AARRGHHH!!"
Mr. White mengerang saat Sandara menjatuhkan kabel yang dialiri listrik ke genangan air yang mengalir, dan terhubung dengan pakaiannya yang berbau seperti besi berkarat.
Sandara dengan sigap naik ke atas bangku dan berdiri di sana. Ia menyiramkan semua botol yang ia simpan dengan alasan cadangan air jika galon habis kepada Mr. White saat itu.
"Hahahaha!" tawa Sandara ketika ia sengaja menciprati orang-orang itu dengan air dalam botol genggamannya hingga seluruh ruangan basah terkena air.
Lantai ruangan tergenang dan menyebabkan kepanikan orang-orang di dalamnya. Pintu keluar berada jauh dari tempat Venelope berada.
Venelope melihat sekitar di mana genangan air sudah berada di mana-mana dari ember dan galon yang Sandara tumpahkan. Venelope panik. Ia yang belum terkena air berusaha menghindar.
Mr. White yang menggelepar di lantai dan basah kuyup, tak bisa melarikan diri dari aliran listrik yang yang kini memanggang tubuhnya. Tubuhnya mengejang dan matanya melotot lebar.
"White!" teriak Venelope gemetaran saat Mr. White mengalami luka bakar serius dan asap tipis muncul di balik kulitnya karena sengatan kuat dari kabel listrik di pusat kendali itu.
Puteri dari Kai itu meneruskan aksinya. Ia melempari dua bodyguard Venelope yang berusaha mendatanginya dengan menghindari genangan air.
Sandara melempari mereka dengan benda-benda yang berada di sekitarnya. Ia mencabut kabel-kabel yang masih terhubung dengan komputer ke lantai untuk menaikkan tingkat sengatan.
DUAKK! BRUKK!
CRETT!!
"ARRGHHH!"
Salah seorang bodyguard Venelope terkena dampak setrum saat ia roboh di lantai yang basah, akibat lemparan sebuah monitor yang mengenai kepalanya.
Monitor itu pecah dan serpihannya menambah kemampuan listrik untuk menguasai daerah yang belum terhubung dengannya.
Kawan seprofesi yang berdiri di dekatnya, terkena setrum karena kawannya itu memegang salah satu pergelangan kakinya.
Sandara memanfaatkan hal ini. Ia mengirimkan pesan yang sudah ia persiapkan dalam ingatannya ke sebuah nomor ponsel sebagai pesan elektronik dari komputer yang masih terhubung dengan internet.
"Hentikan dia!" pekik Venelope dari tempatnya berdiri saat melihat Sandara mengirimkan pesan itu dan statusnya sukses.
Salah seorang bodyguard yang masih berada di samping Venelope dengan sigap mengeluarkan pistol dari balik pinggang.
Seketika, DOR! BRUK!
"Kau gila!" teriak Venelope, saat anak buahnya malah menembak punggung Sandara hingga gadis itu langsung roboh di kursi ia duduk.
__ADS_1
"Kami sudah mematikan sambungan listrik utama!" teriak salah seorang penjaga di luar ruangan tak bisa masuk karena Mr. White mengunci pintu dari dalam.
Venelope melihat Mr. White sudah hangus terbakar karena sengatan listrik yang memanggangnya berikut dua pria penjaga berpakaian sipil tanpa pengaman. Para pria itu tewas mengenaskan.
"Arrrghhh! Sial!" pekik Venelope marah besar.
BRAKKK!!
Pintu pusat kendali di dobrak paksa. Para penjaga terkejut, ketika mendapati ruangan itu sudah porak-poranda dan bau daging gosong begitu menyengat.
"Bawa gadis itu! Dia tak boleh mati! Dia jaminanku tetap hidup! Cepat!" teriak Venelope murka, menunjuk Sandara yang berdarah hebat di punggungnya.
Saat Sandara dibopong oleh salah satu petugas, Venelope bernafas lega karena Sandara masih sadar meski matanya sayu. Sandara dibawa keluar dengan tergesa.
Venelope menangis di samping mayat Mr. White yang tewas mengenaskan. "Oh, White," ucapnya sedih.
Venelope menangis histeris. Ia tak berani memegang tubuh Mr. White yang terlihat begitu mengerikan dengan luka bakar di sekujur tubuhnya.
Mr. White yang hanya mengenakan pakaian casual, membuat dirinya tak bisa bertahan dari aliran listrik yang mematikan itu karena tak memakai baju tempur seperti biasanya.
Suasana duka menyelimuti tempat yang kini digunakan oleh Venelope dan anak buahnya untuk bersembunyi dari kejaran jajaran 13 Demon Heads.
"Sandara yang bersalah, tapi Vesper adalah ibunya. Ia tetap harus bertanggungjawab. Ia harus mati dengan mengenaskan," ucapnya dengan air mata menetes dan nafas yang menderu di depan makam Mr. White.
Orang-orang dari jajaran Venelope datang sehari setelahnya usai mendapatkan kabar mencengangkan dari Venelope.
"Ini pukulan berat bagi kita. Kau tetap harus bersabar. Tak mudah untuk menjatuhkan mereka," ucap Smiley menasehati.
"Itu benar. Dan kabar buruknya, Tessa menghilang. Orang-orang yang aku kirimkan ke sana tewas dibunuh oleh pasukan Bala Kurawa Arjuna yang melindungi tempat itu," sahut pemimpin The Mask.
BRAKK!!
"Agh! Sial! Kenapa menjadi sulit seperti ini?! Aku akan turun tangan! Aku sudah tak bisa menahan diri lagi! Kalian semua tidak berguna!" teriaknya lantang dengan nafas menderu sampai menggebrak meja untuk meluapkan amarah.
Semua orang menghembuskan nafas terlihat tertekan akan sikap pemimpin mereka.
"Kalau kamu gagabah gini, Ungu gak mau ikutan. Rekrut para tahanan untuk jadi anak buah itu gak gampang. Mereka itu pembangkang, sok kuat, sok hebat, ngendaliin mereka lebih sulit ketimbang peliaraanmu itu," sahut Ungu genit terlihat sebal dengan bahasa Indonesia.
"Oh, kau kini ikut mengancamku?" tunjuk Venelope ke pria gemuk di hadapannya.
"Kau bisa bertahan sampai sejauh ini karena kita, Venelope. Kita adalah otak dan ototmu," ucap Ungu seraya menunjuk empat pria bertopeng dengan nama narkotika. Nafas Venelope menderu. "Tanpa Ungu dan mereka, kamu bukan siapa-siapa. Kamu itu, cuma pemasok dana karena kamu kaya," ucapnya menunjuk dengan sinis. Venelope menatap Ungu tajam. "Kalau kamu mau jalanin misi balas dendam ini dengan caramu, ya silakan. Namun, Ungu dan lainnya gak ikutan. Toh, kita gak rugi apa-apa," sambungnya sembari bertolak pinggang dengan pose layaknya supermodel sedang bergaya.
Venelope memejamkan matanya rapat. Ia terlihat seperti berusaha menahan amarahnya. Smiley dan pemimpin The Mask saling menoleh dalam diam.
__ADS_1
"Ucapanmu sungguh menyakitkan, tapi kau benar. Ya, aku memang kaya, dan aku butuh pesuruh seperti kalian untuk mengerjakan permintaanku," ucapnya ikut bertolak pinggang menatap para pria di hadapannya.
"Serahkan saja pada kami. Bersabarlah, semua hal yang kita lakukan, tak bisa dikerjakan secara instan. Lihatlah para pendahulumu. Mereka bisa bertahan karena mereka bersabar dan pintar dalam bermain curang," ucap Smiley menasehati, dan Venelope mengangguk pelan.
"Masalahnya sekarang adalah, aku yakin jika Tessa berkhianat. Ia pasti akan membocorkan rencana kita, tapi itu bukan masalah. Kita sengaja mengatakan semua hal itu pada Tessa karena kita sudah bisa mencium bibit pengkhianatannya saat ia memutuskan Arjuna calon suaminya," sahut pemimpin The Mask.
"Ya, kau benar. Tessa hanya ... anak bawang. Dia tak berarti apa-apa. Kita hanya kehilangan satu pesuruh, dan itu bukan hal besar. Kita bisa mencari pengganti yang lain. Dan aku, berencana untuk menggunakan Sandara," jawab Venelope dengan senyum licik.
"Tapi, Venelope. Jika kau mencuci otaknya, kita akan kehilangan kejeniusan Sandara untuk membantu kita. Kami punya cara lebih baik, agar Sandara patuh. Oke?" sahut pria bertopeng putih dengan jubah berwarna merah.
"Apakah aku bisa mengandalkanmu?" tanya Venelope terdengar ragu.
"Lihat saja nanti hasilnya. Kau selama ini hanya memandang Mr. White dan mengabaikan kami. Saatnya membuka matamu lebih lebar. Oh, mungkin karena topeng yang menutupi wajahmu itu. Sebaiknya, kau buang topeng-topengmu mulai sekarang. Kami sudah tahu, seperti apa wajahmu," tegas pria bertopeng berwarna biru.
Venelope terlihat kaget. Ungu dan Smiley, dua pria yang tak menutupi paras mereka, memasang wajah datar ketika Venelope menatap mereka tajam.
Akhirnya, Venelope melepaskan topengnya, meski terlihat ragu. Ekspresi dari Ungu dan Smiley masih sama saat Venelope meletakkan topengnya di atas meja dan melirik mereka tajam.
"Bukanlah ... terasa lebih nyaman?" tanya Smiley, dan Venelope memalingkan wajah terlihat kesal. "Pernah mendengar istilah? 'Lakukan dengan jantan saat membunuh musuh terbesarmu. Jangan gunakan orang lain untuk membalaskan dendammu'. Hem?"
Venelope mendengus kesal. "Itu istilah buatamu. Aku tak pernah mendengarnya," jawabnya ketus.
Smiley tersenyum tipis terlihat tak mempermasalahkan jika Venelope tak mempercayainya.
"Kau itu cantik dan pintar. Kenapa harus menutupi diri?" tanya pria bertopeng hitam dengan jubah putih.
"Cerewet," sahutnya galak.
"Sebaiknya, kau amankan diri. Aku cukup yakin, jika orang-orang 13 Demon Heads akan muncul sebentar lagi. Kita tak bisa terus-terusan bersembunyi dan lari untuk menghindari kejaran mereka. Saranku, kau urus perusahaan saja. Selama ini, tak ada yang tahu sosokmu bahkan Tobias, para Pion, Sierra, Tessa, dan Click and Clack. Fokuslah untuk menyuplai keuangan kami selama misi kita berlangsung," ucap Smiley lagi dan kali ini Venelope menurut.
"Baiklah. Esok kami akan pergi untuk meneruskan misi. Sandara sudah tak bisa tinggal di tempat ini. Ia akan ikut bersamaku. Saat kau bertemu dengannya lagi, dia akan menjadi seperti yang kau mau," ucap pria bertopeng biru.
Venelope hanya bisa menuruti perkataan para pria di depannya. Kesedihan masih merundung hati Venelope atas kepergian Mr. White yang sudah ia anggap seperti saudaranya sendiri.
"Aku akan membalaskan dendammu, White. Aku berjanji," ucapnya lirih membayangkan sosok Mr. White berdiri di depannya sedang mengangguk, mendengar janjinya.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
__ADS_1
Tengkiyuw tipsnya. Lele padamu. Stok brankas tipis gaes. Kuy kuy tips koinnya yak. Cemangat😆