4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Kesepakatan Jonathan dan Smiley


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


"SMILEY!" teriak Jonathan yang tak bosan-bosannya memanggil nama mantan mentor para Pion D dari ruang tahanan.


Jonathan mengamuk karena mendapatkan fasilitas tidak layak. Ruangan sempit, kasur dengan alas keras, wastafel dan toilet menjadi satu ruangan, tanpa sekat di tempat tersebut.


Semua yang ia dapat sekarang jauh dari kata mewah di mana biasanya ia dimanjakan oleh banyak pelayan dan apapun yang diinginkan terfasilitasi.


"SMILEY!" teriaknya untuk kesekian kali hingga membuat para penjaga yang berjaga di koridor memilih untuk pergi ke area lain karena terganggu oleh suara lengkingan Jonathan.


"Diam! Mau apa?" tanya Smiley yang suaranya terdengar di sel Jonathan.


Pemuda yang kini dipenuhi tato itu terkejut dan langsung mendongak ke atas untuk melihat sekitar.


Mata Jonathan menyipit saat menyadari sebuah kamera mini di atas pintu sel dengan speaker di bawahnya. Jonathan bertolak pinggang.


"Apa-apaan kau ini? Kau pikir aku tahanan? Penjahat? Kau bahkan tak memberikanku pakaian! Kau juga hanya memberikanku roti dan tak ada isi selai di dalamnya! Minuman pun tak ada! Kau benar-benar kelewatan!" teriaknya marah.


"Ya, terima kasih atas pujiannya," jawab Smiley tenang.


Jonathan kesal bukan main. Ia melemparkan bungkusan cokelat bekas roti yang telah dimakannya ke arah kamera.


Di sisi lain, Smiley terkekeh di mana Ungu genit duduk di sebelahnya.


"Kau ingin pakaian? Boleh saja. Tapi ada syaratnya," jawabnya memancing.


"Apa? Pasukan The Circle? Kau sama saja seperti Sierra! Tuli! Udah Nathan bilang 'Gak mau! Gak sudi! Gak akan! Jangan harap!' Inget itu!" teriaknya garang.


Smiley menghembuskan nafas panjang, dan Ungu genit hanya tersenyum manis seraya mengaduk kopi susu dalam cangkir dengan anggun.


"Ah, aku berubah pikiran. Aku bisa memberikanmu pakaian, makanan enak dan sel yang lebih bagus jika kau menerima persyaratanku. Bagaimana?"


"Ya udah, apaan cepet!" pekik Jonathan kesal.


Ungu menerjemahkan ucapan Jonathan kepada pria tua di sampingnya. Smiley mengangguk.


"Karena kau tak mau mengembalikan pasukan The Circle milikku, kau harus mencarikan pasukan baru untuk kami."


Kening Jonathan berkerut. "Ha? Caranya?"

__ADS_1


"Caranya? Kau itu pemimpin, kenapa bertanya padaku? Itu tugasmu untuk berpikir," jawab Smiley tegas.


Jonathan memonyongkan bibir terlihat kesal. "Aku lapar, gak bisa mikir! Makanya kasih makanan yang enak biar otak Nathan gak tumpul! Minta steak cepet!" jawabnya memaksa.


Smiley menghembuskan nafas pelan. "Ide dulu, baru steak. Itu kesepakatan kita. Jika sudah dapat, panggil aku lagi."


Jonathan terkejut karena sambungan terputus. Pemuda itu kesal bukan main. Ia menendangi semua properti yang masuk dalam jangkauannya, tapi kemudian ia roboh di atas kasur karena kakinya sakit.


"Bener-bener. Ini tidak memanusiakan manusia. Awas kau peyot!" pekik Jonathan kesal seraya memijat ujung kakinya yang merah karena menendang dudukkan toilet.


Jonathan berbaring di atas kasur sambil berpikir, tapi perlahan ia memejamkan mata dan malah tertidur.


Smiley terlihat begitu sabar dengan tahanan barunya yang lain dari tahanan yang pernah dikurungnya. Ungu genit terkekeh dan pergi dari ruang kerja Smiley.


TING! TING! TING!


Mata Jonathan terbuka seketika saat mendengar bel dari sebuah lonceng berbunyi nyaring.


Matanya masih merah dan ia terlihat mengantuk. Jonathan bangun dan mendapati sosok yang ia kenali.


"Eh, kamu 'kan ...?" ucapnya menunjuk dengan mata terbelalak.


"Halo. Aku Ungu genit. Hihihihi," ucapnya tertawa genit seraya menutup bibir dengan jemari gemulainya.


"Kamu bangkit dari kubur apa gimana?" tanya Jonathan mengamati sosok pria berbadan besar di depannya memicingkan mata.


Ungu genit mendesis. "Aku bantu kasih ide buat dapet pasukan pengganti. Mau denger gak?" tanyanya kesal.


Mata Jonathan berbinar seketika. Ia mengangguk cepat lalu berdiri di depan pintu sel dengan jeruji dan kawat yang membatasi keduanya.


"Wah, dedeknya udah bangun juga. Gemes deh," ucap Ungu genit melirik ke arah boxer Jonathan. Praktis, pemuda itu langsung menutupi kejantanannya dengan kedua tangan.


"Awas ya, sampai mimpiin Nathan yang enggak-enggak. Nathan cincang kamu. Ngomongnya sambil tutup mata!" teriaknya mengancam.


Ungu genit terkekeh geli. Ia menuruti permintaan Jonathan dengan menutup mata. Jonathan mengamati gerak-gerik pria yang memakai pakaian berwarna ungu seperti namanya.


"Ikutin aja cara Ungu buat dapetin pasukan."


"Gimana?" tanya Jonathan menjaga jarak padahal di depan keduanya sudah terhalang pintu besi.

__ADS_1


"Para tahanan. Kita bebasin mereka dan jadiin pasukan. Gampang 'kan?" jawabnya dengan senyum terkembang di akhir kalimat.


"What?!" pekik Jonathan melotot.


"Hampir mirip dengan cara perekrutan Black Armys Vesper. Cuma bedanya, orang-orang ini memang penjahat beneran, bukan mafia abal-abal kaya jajaranmu. Setuju? Kalau yes, kamu bakal dapet fasilitas lebih baik dari yang sekarang," ucapnya masih menutup mata.


Jonathan diam sejenak terlihat berpikir. "Oke, mau. Tapi temenin pas rekrut. Nathan gak ngerti teknisnya," jawabnya gugup.


Ungu genit membuka mata terlihat kesal. Jonathan membalik tubuhnya dengan tolehan ke belakang.


"Kamu itu sungguh memalukan para mafia di seluruh dunia. Apanya yang pemimpin? Apanya yang mafia? Penakut, pengecut, gak mau terluka. Kalau gitu kamu harus jadi jagoan biar bisa. Ungu jadi gak yakin kalo kamu beneran keturunan Vesper dan Benedict. Lembek gitu, menang ganteng doang," ucapnya mencibir.


Mata Jonathan terbelalak seketika. Ia menunjuk Ungu dengan wajah garang, tapi pria tersebut malah menatap Jonathan gemas. Jonathan kembali panik dan kini memilih duduk bersimpuh. Ungu genit terkekeh.


"Heh, Nathan udah lulus Camp Militer tau!" ucapnya membela diri.


"Halah. Lulus Camp pasti nyogok. Liat kemampuanmu jauh dari kata seorang penjahat. Kamu itu playboy, manja, anak mami, dan cengeng. Kelebihannya cuma ganteng, kaya, dan jago modif mobil. Itu aja montir bengkel kalau dipoles juga sama aja kaya kamu. Gak ada bibit mafia dalam dirimu. Sampai mati, kamu gak pantes jadi pemimpin The Circle apalagi ketua Dewan 13 Demon Heads!" ucap Ungu melotot.


Jonathan terkejut akan penilaian pria besar dengan wajah berseri seperti melakukan perawatan kulit tersebut. Pemuda itu terdiam dan memalingkan wajah. Ungu tersenyum miring.


"Makanya buktiin! Bebasin itu para tahanan di penjara. Kita kasih perlindungan dan transportasi buat angkut para tahanan yang berhasil kabur nanti. Tapi tetep, kamu doang yang bakal masuk ke dalam untuk lepasin mereka satu-satu. Ini kesepakatannya," tegas Ungu terlihat serius dengan ucapannya.


Jonathan terlihat berpikir keras. Ungu menatap Jonathan seksama dengan bertolak pinggang. Ternyata Smiley juga menunggu keputusan dari pemuda yang dikurungnya itu di tempatnya berada.


"Oke! Tapi kalau gagal, bukan salah Nathan loh ya. Nathan udah usaha," jawabnya meminta toleransi.


Ungu genit memutar bola mata terlihat malas, tapi mengangguk.


"Kita beraksi minggu depan. Selama seminggu pikirin cara buat bobol penjara dan bebasin tahanan. Tiga hari sebelum misi dilakukan, kita mau lihat presentasimu. Dinilai buruk, kamu akan tetap berada di tempat ini sampai jadi bangkai. Inget itu!" tegas Ungu dan pergi meninggalkan sel dengan melenggang.


"Eh, eh, agh!" rintih Jonathan saat akan berdiri, kakinya malah kesemutan. Jonathan bergulung-gulung di lantai yang dingin seraya memegangi kakinya.


Smiley memerintahkan anak buahnya untuk menyiapkan perlengkapan alat tulis bagi Jonathan.


Pemuda itu terkejut saat sebuah papan putih, kertas kosong menumpuk, spidol, pensil, penghapus, penggaris, sebuah peta, denah bangunan yang disinyalir penjara yang akan dibobolnya, telah berada di ruangan.


Pasti mereka bawa masuk pas Nathan lagi tidur. Bisa-bisanya Nathan gak sadar. Kebo banget ya, apa jangan-jangan ... Nathan dibius lagi, makanya gak sadar ada pergerakan di sekitar? Ah iya, pasti dibius. Nathan 'kan peka sama sekitar, gak mungkin tidur kaya orang mati, batinnya membela diri sembari mengangguk ketika menatap papan putih di hadapannya dengan tangan menyilang di depan dada.


***

__ADS_1


kwkw maap gaes lele ketiduran abis pulang kondangan di ajak monster. jadi telat up dah. terima kasih telah sabar menunggu. lele padamu❤️ besok agak siangan ya upnya. lele laper uyy dan ngantuk lagi😆



__ADS_2