4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
After Life-Kembali Seperti Semula


__ADS_3

Esok harinya, Arjuna, Naomi, Lysa dan anak-anak mereka pergi meninggalkan kediaman Sierra di Colmar, Perancis.


Mereka terbang ke Oman untuk menjenguk Javier yang dikabarkan sakit. Sesampainya di sana, ternyata memang benar jika Sultan sedang dirawat bahkan menggunakan infus.


Lysa terlihat iba. Menurut Black Armys Medis yang bekerja kepada Javier, Sultan kelelahan karena banyaknya pekerjaan yang harus diselesaikan semenjak ditinggal wafat oleh dua orang kepercayaannya.


Tak banyak orang yang mengerti tentang bisnis legal dan ilegal milik Sultan tersebut. Terlebih, Sultan kini juga menjadi anggota kelompok Kolektor yang menyita lebih banyak waktu dan tenaga.


Lysa memberanikan diri duduk di samping mantan suaminya yang masih memejamkan mata terlihat pucat.


King D dan Fara ikut mendampingi sang ibu yang diam saja menatap lelaki Arab itu dengan wajah sendu.


"Mimi ... kasihan Baba," ucap King D terlihat sedih karena Javier tampak kurus seperti tak terawat padahal semua orang tahu jika pria itu bukan orang miskin.


Lysa mengangguk pelan. Fara mendatangi Javier dan mengelus wajahnya. Lysa menatap Fara saksama karena tak pernah melihat anak perempuannya itu seperti peduli pada ayah tirinya.


"Baba ... Baba," panggil Fara seraya mengelus hidung mancung Javier.


Seketika, Javier mulai menggerakkan tubuhnya perlahan meski matanya masih terpejam. Lysa terkejut, tapi King D seperti paham. Anak lelakinya ikut mengelus dua alis tebal Javier dengan jemarinya.


"Apa yang kalian lakukan?" tanya Lysa bingung.


"Baba sering melakukan hal ini saat membangunkan kami untuk salat seraya mengatakan, 'Bangunlah malaikat kecil Baba sebelum malaikat maut yang membangunkan kalian. Bangunlah'. Ya kira-kira begitulah," jawab King D yang membuat Lysa terkejut karena baginya cukup ekstrim.


"Baba ... salat Baba ...," panggil Fara menirukan cara Javier padanya dulu saat Lysa pergi meninggalkan buah hatinya karena dendam pada kematian Tobias.


"Bisakah ... Mimi ikut membangunkan?" tanya Lysa penasaran.


King D mengangguk dan meletakkan kedua tangan ibunya di rahang sang ayah meski terlihat ragu.


King D meminta Lysa untuk mengelusnya lembut bergerak naik turun seraya mengucapkan kata-kata seperti yang dikatakan oleh adik perempuannya.


Lysa menarik napas dalam dan mengembuskannya perlahan. "Javier ... bangunlah. Ayo kita salat berjamaah. My Sultan ... my Sultan?" panggil Lysa lembut.


Entah keajaiban apa yang terjadi, Javier mulai membuka matanya perlahan meski masih terkejap.


Lysa langsung menarik kedua tangannya, tapi King D menahan tangan ibunya yang malah mendarat di dada mantan suaminya.


"Baba ... D bawa mimi kemari. Baba cepatlah sembuh," ucap King D yang membuat Lysa terkejut.

__ADS_1


Javier membuka matanya semakin lebar. Lysa tampak kaget saat pandangan sang Sultan terkunci padanya.


Javier menggerakkan kedua tangannya dengan gemetaran dan memegang punggung tangan Lysa lembut. Lysa mematung.


"Mimpi yang sangat indah," ucapnya pelan.


"Ini bukan mimpi, Baba. D, Fara dan mimi ada di sini untuk baba," jawab King D lalu mengecup pipi kiri ayahnya lembut.


Kepala Javier menoleh. Ia melihat King D tersenyum padanya. Javier diam sejenak hingga ia terperanjat saat King D mencium keningnya lalu tersenyum lebar.


"Baba, Baba," panggil Fara yang membuat Javier langsung menoleh ke asal suara gadis kecil tersebut.


Senyum Javier terkembang. Fara balas tersenyum dan memeluk ayah tirinya. Tangan Lysa yang masih menyentuh tubuh Javier merasakan jika jantung Sultan berdetak semakin kencang seperti merasakan kebahagiaan dalam dirinya.


Javier lalu mengembalikan pandangannya lagi ke arah wanita cantik yang terlihat gugup saat ditatapnya.


Javier meraih tangan Lysa dan merematnya kuat. Lysa terdiam dan bisa merasakan tangan Javier yang dingin karena sakit.


"Kau datang untukku? Semoga kau tak terpaksa melakukannya, Lysa," tanya Javier yang membuat Lysa semakin tak bisa berkata-kata.


"Mimi dengan senang hati datang kemari, Baba. Mimi sayang dengan baba. Mimi sayang kita bertiga," ucap King D yang membuat Lysa terkejut karena tak menyangka jika anak lelakinya sangat pintar berbicara.


"Benarkah demikian?" tanya Javier memastikan.


Lysa melihat genggaman erat tangan Javier. Ia mengangguk pelan dengan senyum tipis muncul di wajah.


King D tersenyum lebar. Rencananya berhasil untuk membuat kedua orang tuanya kembali bersama, tapi usahanya masih jauh dari sempurna.


"Mimi ... D ingin kita menjadi keluarga lagi. Baba mengurungkan niat untuk menikahi Fatimah. Baba masih mencintai mimi," ucap King D yang membuat kening Lysa dan Javier berkerut.


"Bagaimana kau bisa tahu hal itu?" tanya Javier heran menatap King D saksama di mana kejanggalan dirasakan oleh kedua orang tuanya.


Praktis, mata King D melebar. Ia baru ingat jika dirinya tak terkena dampak dari gas halusinasi. King D langsung melangkah mundur terlihat takut, sedang Javier dan Lysa menatapnya tajam.


"D?" panggil Lysa menyipitkan mata.


King D terlihat tegang dan balas menatap orang tuanya tajam bergantian.


"D tak mau melupakan semua! Kematian Tobias, oma Vesper, dan lainnya. Banyak janji D kepada oma sebelum ia meninggal dan D tak mau melupakan janji itu!" seru King D yang membuat dua orang dewasa itu tertegun.

__ADS_1


"Janji? Janji apa?" tanya Lysa penasaran.


King D diam sejenak terlihat serius. "Oma menaruh harapan besar pada D dan D akan mewujudkan impian oma. Namun, impian itu hanya bisa terwujud jika mimi dan baba kembali bersatu menjadi keluarga dengan Fara ikut bersamanya. Jadi, bersatulah demi harapan terakhir oma dan impian D saat besar nanti."


"Apa impianmu, D?" tanya Javier penasaran.


"Menjadi pemimpin menggantikan oma di masa depan, tapi dengan cara D sendiri. Oma tetap meminta D untuk terus mengaji dan tak meninggalkan salat. Menurut oma, masa depan nanti akan lebih kacau saat orang-orang jahat tahu jika 13 Demon Heads dan The Circle musnah. Sampai hal itu terjadi, oma meminta D untuk terus percaya pada Allah. Oma meminta agar D berdoa agar bisa membedakan mana hal baik dan hal buruk agar tak tersesat. Oleh karena itu, D membutuhkan mimi dan baba untuk membimbing D," tegasnya yang membuat Javier tertegun.


"Itukah impianmu? Menjadi pemimpin? Seorang penguasa?" tanya Lysa memastikan dan D mengangguk mantap.


Lysa dan Javier saling memandang terlihat kaget. Javier meminta kepada Lysa untuk mendekat karena ia tak ingin anak lelakinya mendengar pembicaraan yang berkesan rahasia itu.


Lysa mengangguk pelan di atas tubuh sang Sultan meski masih menjaga jarak. King D menatap dua orang tuanya tajam dari tempatnya berdiri.


Perlahan, Lysa mengangguk pelan dan akhirnya tersenyum saat menatap King D. Kening anak lelaki itu berkerut.


"Jadi ... kau ingin Baba dan mimi rujuk, begitu?" tanya Javier memastikan.


"Kalian juga harus tinggal bersama. Kita berempat harus selalu bersama," tegasnya. Lysa dan Javier mengangguk. "Buktikan dengan pernikahan," imbuhnya yang membuat dua orang itu tersentak.


"Tentu saja," jawab Javier dengan senyum lebar, tapi Lysa tampak kaget saat pria Arab itu malah menarik tubuhnya hingga wanita cantik tersebut jatuh dalam pelukan Sultan. "Kau yang menentukan kapan baiknya kami menikah," imbuhnya pada sang anak.


Senyum King D terkembang. Ia mengangguk cepat dan mengajak Fara untuk keluar bersamanya entah ingin melakukan apa. Lysa menatap Javier tajam, tapi sang Sultan tersenyum.


"Aku tahu kau masih mencintaiku, Lysa. Kau wanita yang berhati baik, hanya saja sempat terjerumus dalam dendam dan amarah. Mungkin benar kata orang yang mengatakan jika anak adalah penyatu kedua orang tuanya. Kita beruntung dan harus bersyukur karena memiliki D. Karenanya, kita kembali bersama. Jangan sungkan untuk menegur dan menasihatiku jika kumelakukan hal-hal yang mungkin bisa membuat kita bertikai lagi. Namun kupastikan, hal bodoh yang pernah kulakukan sebelumnya takkan terjadi lagi karena aku sangat mencintaimu. Kaulah cinta pertamaku dan kau juga cinta terakhirku. Pegang janjiku," ucap Javier yang tak melepaskan dekapan di punggung wanita yang dicintainya.


Lysa tersenyum dengan rasa haru menyelimuti hatinya.


"Jika aku belum bisa mencintaimu sepenuhnya, aku minta kau bersabar, Sultan. Kesempatan kedua lebih sulit dan banyak kenangan buruk masih tersimpan dalam ingatanku," jawab Lysa sendu.


"Aku tahu. Aku tak akan memaksamu. Aku hanya ingin kau bahagia hidup bersamaku dan anak-anak kita. Tetaplah di sisiku, Lysa," ucap Javier lalu memeluk Lysa erat hingga wanita cantik itu jatuh dalam pelukan Sultan.


Lysa bisa mendengar dengan jelas debaran di dada mantan suaminya itu. Ia bisa merasakan sentuhan lembut sang Sultan saat membelai rambut panjangnya.


Perlahan, senyum yang telah lama redup itu mulai terbit. Lysa memberanikan diri membalas pelukan itu dan memejamkan mata untuk meyakinkan hatinya lagi dengan memberikan kesempatan kedua bagi cinta pertamanya.


***


__ADS_1


makasih tipsnya dr brankas terakhir koin❤️ cedih😩 krn jadwal lele padat kemungkinan besar up untuk MH epsnya pendek aja. sekaligus nyicil King D tapi baru release menjelang detik-detik terakhir 4YMS2. itu aja infonya. lele padamu 💋


__ADS_2