4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Bukan Pembunuh Sebenarnya*


__ADS_3

Minggu kedua bulan Agustus.


Amerika, New York. Apartemen Theresia.


Naomi yang kini tinggal di sana setelah didesak dan diberikan pengertian oleh Amanda, akhirnya bersedia bersama buah hatinya.


Sayangnya, tak adanya Jordan, membuat Naomi bersedih. Jordan seperti menghindar darinya. Jordan enggan menerima panggilan dari sang isteri padahal nomornya tersambung.


"Apakah Jordan menjauhiku?" tanya Naomi sedih menatap Renata lekat yang kini menjadi Ibu susu buah hatinya.


"Jordan dendam pada pelaku yang membuat dirinya menjadi lepas kendali, Kak Naomi. Kau isterinya. Kau pasti paham watak Jordan. Saranku, biarkan dia selesaikan misinya. Saat ia sudah selesai nanti, sambutlah dia," sahut Jason menengahi.


Orang-orang tak menyangka jika kembaran dari Jordan kini bisa bersikap bijak layaknya pria dewasa.


"Bayimu kini membutuhkanmu, Naomi. Selain itu, kenapa kau tak memberikannya nama? Jujur, kami bingung harus memanggilnya apa," tanya Q ikut bergabung.


"Hanya Jordan yang boleh memberinya nama. Aku akan terus menunggunya sampai ia kembali. Jika dia belum pulang, panggil saja bayiku dengan sebutan yang kalian inginkan," jawabnya seraya beranjak dari dudukkan dengan wajah sendu.


"Naomi ...," panggil Renata sedih karena sepulang dari rumah sakit, wanita cantik itu tak lagi menunjukkan senyumnya.


Naomi murung dan mengurung diri di kamar. Tanpa kehadiran Jordan, Naomi seperti kehilangan semangat hidup.


Selain itu, ASI yang dihasilkan Naomi sedikit. Meski demikian, isteri dari Jordan tetap berusaha untuk menyusui anaknya sedikit demi sedikit.


"Jordan ... kau di mana? Lupakan dendammu dan pulanglah. Temani aku," pinta Naomi sedih seraya mengirim pesan elektronik ke nomor suaminya.


Pesan itu terkirim dan dibaca, tapi tak dibalas. Hati Naomi begitu pilu. Ia merasa sangat kecewa dan kembali menangis seraya memeluk bayinya yang tengah tidur dengan lelap siang itu.


Kantor CIA, Langley, Virginia, Amerika.


Tampaknya, usaha tim Arjuna untuk membuktikan dia tak bersalah menuai hasil. Tak ada bukti yang ditemukan oleh polisi jika usaha yang dimilikinya di Jepang tersebut adalah sarang mafia.


Kim Arjuna dibebaskan dari tuduhan termasuk Yusuke Tendo meski mereka berdua harus merogoh kocek yang cukup dalam agar bisa membebaskan diri dari tuduhan yang bisa merusak nama mereka dari pencitraan publik.


Kim Arjuna juga membuktikan jika ia tak terlibat dalam kelompok Yakuza seperti yang dirumorkan oleh publik.


Diam-diam, Kim Han Bong menghapus nama Arjuna dari daftar anggota Dewan. Permintaan itu disetujui oleh para Dewan lainnya termasuk nama Yusuke Tendo dari 13 Demon Heads.


Dua orang itu resmi dikeluarkan, meski terlihat dua pria tersebut marah. Mereka tak terima karena dikeluarkan secara sepihak setelah anggota Silhouette memberikan surat tersebut di kediaman masing-masing.


Kali ini, kawan-kawan William yang memihak 13 Demon Heads secara tak langsung juga menyatakan jika nama dua mafia itu tak termasuk dalam daftar incaran atau pengawasan CIA.


"13 Demon Heads tak membuat ulah dengan mengacaukan pemerintahan sejak beberapa senior mereka telah tiada. Kelompok itu bahkan sepertinya sudah tenggelam ditelan bumi dengan sendirinya. Perang besar yang terjadi di Arizona kala itu, sepertinya penutup dari aksi para mafia tersebut. Jika masih ada yang berkeliaran, mereka sudah tak beraksi lagi. Namun, satu hal yang harus kita waspadai tentang orang ini. Miles Flame," tegas Ara memberikan laporan saat ia, Catherine dan Jack diminta untuk membuat pernyataan dari berita ter*risme yang muncul beberapa tahun belakangan karena disinyalir ulah dari kelompok mafia elite tersebut.


"Siapa Miles Flame? Namanya seperti tak asing," tanya Direktur CIA ikut dalam rapat gabungan tersebut.


"Dia satu-satunya keturunan Flame yang masih hidup. Yang kami tahu dari kabar terakhir menurut agent di lapangan, para mafia terakhir dari 13 Demon Heads memburunya. Selain itu, dalam temuan di markas milik Mr. Smoke, nama dia tertulis di sana. Aku sangat yakin, jika Miles dalang semua teror ini," tegas Ara tak terlihat gentar saat menjawab semua pertanyaan yang dilontarkan padanya sudah hampir satu jam lamanya.


Wajah Miles diperlihatkan ke semua monitor yang ada di hadapan para pejabat militer pemerintah.

__ADS_1


Tiga kawan William lebih cepat bertindak dalam menyelidiki setelah Kai mengirimkan sketsa gambar Miles kepada Catherine melewati surat pos yang dialamatkan ke rumahnya.


Cassie membeberkan semua yang ia ketahui tentang ayahnya dan setuju jika lelaki itu harus dihentikan. Hal terakhir yang Miles lakukan padanya tak bisa ia maafkan.


Ia merasa sang ayah tak pernah menyayangi dan hanya memanfaatkannya sebagai mesin pembunuh layaknya para Flame lainnya.


Semua berkas kejahatan Miles, video-video rekaman tempatnya melakukan teror ditayangkan dalam satu file oleh Jack yang dirangkum oleh Eiji.


"Di mana kalian mendapatkan semua hal ini?" tanya Menteri Pertahanan terheran-heran.


"Semua data ini dikirimkan oleh para mafia 13 Demon Heads yang tersisa. Miles menyerang mereka. Miles membuat teror di wilayah sipil. Miles mengancam kesejahteraan yang tak lagi diusik oleh para mafia dalam jajaran 13 Demon Heads. Mereka meninggalkan inisial 13DH pada flashdisk yang dikirimkan ke kantor CIA untuk Jack," tegas Ara dan Jack menunjukkan flashdisk yang dimaksud dengan bentuk unik.


Jack memberikannya kepada salah satu asisten Menteri, dan flashdisk warna hitam dengan cetakan timbul 13DH itu berpindah tangan dari satu orang ke orang lainnya untuk melihatnya dengan saksama.


"Lalu ... kabar mengenai Vesper masih hidup atau telah tewas, benar atau tidak?" tanya Presiden yang wajahnya muncul dari dalam layar karena tersambung melalui teleconference.


"Kami tidak tahu," jawab Catherine, Ara dan Jack menggeleng bersamaan dengan wajah datar. Padahal, mereka tahu kebenarannya.


Semua pejabat tampak serius membicarakan hal ini.


"Apakah saudara-saudara semua setuju jika Miles Flame adalah target kita selanjutnya?" tanya Ara seraya mengangkat tangan dengan tegas.


Para pejabat saling melirik dan mengangguk pelan. Direktur CIA menyetujui permintaan dari tim Ara yang kemudian disahkan oleh Menteri Pertahanan setelah mendapat persetujuan dari Presiden.


Akhirnya, militer Amerika setuju untuk membidik Miles Flame. Senyum Ara terkembang termasuk Jack dan Catherine.


Kyoto, Jepang.


Lysa tak berhenti melakukan aksi terornya di tempat usaha milik Yusuke dan Arjuna sekitaran Jepang, tapi berhasil digagalkan oleh anak buah Yusuke yang berjaga.


Namun, tanpa Lysa sadari. Jika selama ini gerak-geriknya diawasi oleh para Pion.


"Dia akan beraksi lagi. Lysa sudah gila. Dendamnya pada Tobias membuat semuanya semakin parah," tegas Damian dalam penyamarannya di sebuah warung sushi sedang menikmati hidangan tersebut.


"Lysa sungguh tidak peka. Apa dia tak berpikir jika ada orang lain yang melindunginya seperti kejadian kala itu di Cuba? Beruntung, kita berada di sana meski sengaja tak terlibat dalam aksi tersebut agar Miles tak membidik kita," sahut Dexter yang menyembunyikan dirinya dalam sebuah mobil seraya mengintai dari jauh.


"Jika kita tak ada, mungkin Javier telah tewas. Sayangnya, kita tak bisa menyelamatkan Habib dan Sauqi," sahut Darwin yang menyamar sebagai penarik becak 'Jinrikisha'. "Selain itu, Lysa tak peduli mereka masih hidup atau tidak usai kejadian itu. Dia tak meneruskan penyelidikan," sambungnya.



"Lysa bahkan melupakan King D dan Fara. Aku sangat yakin, jika Tobias masih hidup, ia akan mencekik isterinya karena melupakan tugas pentingnya sebagai seorang ibu," sahut Dakota yang menyamar sebagai juru foto dengan pakaian khas Jepang di tempat wisata sekitar kuil Kiyomizu.


Tempat tersebut pernah dikunjungi oleh Vesper dan Erik sebelum akhirnya sang Ratu tahu jati dirinya.



"Namun, siapa orang yang sering muncul dengan pedang aneh itu? Sepertinya, orang itu sengaja memberikan petunjuk pada Lysa. Dia tahu jika Lysa terobsesi pada pembunuh Tobias. Bagaimana dia tahu ciri-ciri pembunuh Tobias sedang kita saja tak menemukan satu pun petunjuk tentang pelakunya?" tanya Darion heran dari tempatnya meneropong di Menara.


"Kita fokus saja pada pergerakan Lysa sebelumnya. Jika ia bisa membawa kita kepada pembunuh Tobias, jangan sungkan untuk membantunya. Dari semua kegilaan Lysa, aku hanya menyetujui untuk ikut andil dalam melenyapkan pembunuh Tobias," tegas Diego.

__ADS_1


"Oke," jawab semua Pion serempak dari sambungan telepon.


Saat para Pion fokus mengintai pergerakan Lysa, wanita cantik itu tiba-tiba saja pergi dari tempatnya berada seperti ingin pergi ke suatu tempat.


Segera, para pria itu mengejar agar tak kehilangan jejak. Namun ternyata, anak buah Yusuke Tendo terlihat.


Para Pion berasumsi jika Lysa menghindari kejaran dari para pria berkuncir kuda itu. Mereka juga menghindari wilayah kekuasaan Yusuke Tendo agar tak semakin menambah kekacauan.


Saat Lysa sudah keluar dari wilayah wisata dan berjalan menjauh menuju ke suatu tempat, ia melihat seseorang mengenakan yukata hitam melintas menggunakan sepeda dan mengikat pedang seperti yang ditunjukkan pada surat di punggung. Praktis, mata Lysa melotot.


"Hei!" panggilnya lantang, tapi orang itu terus mengayuh seperti tak memperdulikan panggilan anak pertama Vesper.


Lysa berlari kencang mengejar karena tak ingin buruannya lepas. Lysa menarik busur panah dari dalam tas ranselnya dan segera berdiri dengan melakukan bidikan ke sosok yang tak dikenalnya itu.


Lysa menajamkan matanya dan SHOOT! JLEB! BRUKK!


Lysa segera berlari kencang dan mengambil anak panah kedua dari dalam tas ranselnya. Orang yang terkena panahnya tewas tergeletak di pinggir jalan bersama sepedanya.


Saat Lysa berjongkok di samping untuk membuka penutup wajah sosok itu, tiba-tiba ....


"AAAAAA!" teriak seorang turis melihat kejadian tersebut.


Praktis, lingkungan yang awalnya sepi menjadi ramai seketika saat wanita tersebut histeris dan mengatakan jika wanita yang membawa anak panah tersebut membunuh seseorang.


Lysa panik. Ia menatap pria tak dikenalnya itu saksama dan tak mengenalinya. Lysa menarik sarung pedang tersebut dan segera berlari menghindar dari kejaran orang-orang yang ingin membidik sosoknya untuk ditangkap.


Lysa masuk ke halaman rumah seseorang dan mengganti penampilannya dengan tergesa. Ia menyembunyikan pedang dan busurnya dalam tas ransel.


Lysa menggulung rambutnya ke atas dan menusuk dengan hiasan khas Jepang. Ia juga melapisi pakaian tempur Black Armys yang dikenakannya dengan yukata warna merah muda bermotif bunga agar sosoknya tak dikenali.


Ia juga membungkus tas raselnya dengan kain bermotif dan menentengnya seperti sebuah hantaran. Lysa menarik napas dalam dan keluar dari sebuah rumah seperti ia penghuni kediaman tersebut.


Lysa membungkuk kepada orang-orang yang melintasinya dan bersikap wajar seperti dia bukan pembunuh itu.


Lysa terus berjalan menjauh dari keramaian di mana terdengar suara sirine mobil. Pergerakan Lysa terus diawasi oleh para Pion di mana Darwin masih berada di lokasi kejadian dan ikut berkerumun bersama para warga yang melihat pria tewas terkena panah di punggung.


Mereka bicara dalam bahasa Jepang. Terjemahan.


"Dia kawanku. Terakhir dia mengatakan jika mendapatkan pekerjaan setelah lama menganggur. Aku sering melihatnya pergi dengan pakaian ini sembari membawa pedang. Aku pernah bertanya padanya tentang hal itu. Namun, dia hanya menjawab jika dia hanya diminta untuk memakai saja. Katanya, dia tak sendiri, tapi ada orang-orang sepertinya yang menggunakan pakaian serupa dan juga pedang yang sama. Entah siapa yang memerintahkan karena kawanku enggan menjawabnya. Dia senang karena mendapatkan uang hanya dengan melakukan hal mudah. Siapa sangka dia mati mengenaskan seperti ini. Hajime," ucap seorang pria yang memberikan kesaksian dan diakhiri dengan tangisan.


Semua orang yang mendengar pernyataan pria itu turut sedih. Darwin segera menyingkir dari lokasi dan memberitahukan hal ini.


"Dia bukan pembunuh sebenarnya. Pria itu dan banyak lainnya sebagai pengalih. Sial, pekerjaan siapa ini?!" pekik Darwin kesal dari sambungan telepon grup.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE

__ADS_1



tengkiyuw tipsnya mak ben. kwkwkw yg lainnya sabar ya😅


__ADS_2