4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
After Life-Ulang Tahun Sig*


__ADS_3


Bulan berganti begitu cepat dan kini memasuki Juli. Para mafia dalam jajaran The Circle dan 13 Demon Heads menikmati momen menjadi warga sipil meski tak dapat dipungkiri, pekerjaan dari sektor ilegal tetap mereka tekuni secara diam-diam.


Kai kini tak terburu-buru menyelesaikan pembuatan tabung atas saran dari banyak orang agar hasil ciptaannya nanti sempurna.


Kai menerima nasihat itu dengan baik, dan Jeremy turut senang karena akhirnya ia bisa sedikit beristirahat tak seperti dikejar bulldog.


Bisnis dari sektor legal pun mulai menunjukkan hasil yang signifikan. Kerugian yang mereka terima saat masa-masa penyerangan The Circle mulai tertutup dengan laba yang menjanjikan.


Kehidupan damai penuh cinta dari orang-orang terkasih mulai dirasakan oleh para penjahat kelas elite tersebut.


Sedang di Kastil Borka, persiapan untuk pernikahan Sandara dan Jordan mulai terlihat.


Sudah lama kastil itu tak diramaikan oleh acara besar. Beny terlihat sibuk mengurus gaun pernikahan bagi keduanya termasuk Yena dan Zaid.


Bagi orang-orang itu, hampir tak ada hari libur selama jadwal pernikahan para mafia dinyatakan selesai.


Beny dibuat kerepotan atas permintaan baju pengantin bagi calon mempelai.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


"Kau sengaja memanjangkan rambutmu?" tanya Sandara saat mendapati wajah calon suaminya hampir tertutup poni rambut cokelatnya.


"Hem. Aku tak ingin terlihat seperti anak ingusan," tegasnya. Sandara tersenyum tipis seraya mendekat.


"Aku juga tak ingin disebut anak kecil lagi. Beruntung, kita tinggi sehingga terlihat seperti orang dewasa," sahut Sandara.


Jordan membalas dengan senyum yang sama saat keduanya mencoba baju pernikahan di salah satu ruangan.


"Oke, tugasku sudah selesai. Tak ada keluhan dari pakaian kalian, jadi ... kita akan bertemu sehari sebelum pesta pernikahan," tegas Beny usai memastikan jika rancangannya sudah sesuai dengan postur dan permintaan calon mempelai.


"Terima kasih, Beny," ucap Sandara dan Jordan bersamaan di mana keduanya juga tak menduga jika serempak untuk kesekian kali. Beny dan Amanda tersenyum.


Beny pamit untuk mempersiapkan gaun bagi calon pengantin berikutnya di mana pria nyentrik itu mulai terlihat lelah karena limpahan pesanan.


"Kalian sangat serasi. Hah, Mommy terkadang merasa sedih jika mengingat kalian saudara sepersusuan. Namun, melihat kalian berdua memang sangat cocok dalam segi apa pun, Mommy mulai bisa menerima kenyataan ini," ucap Amanda seraya berjalan mendekat ke arah calon mempelai.


"Jangan sesali atas kejadian yang telah lalu, Mom. Bagaimanapun, kau berjasa besar dalam kehidupanku," ucap Sandara seraya memeluk Amanda yang terlihat sedih atas keputusannya menikahi saudara sepersusuannya.


Amanda balas memeluk dengan mata terpejam dan anggukan. Jordan diam saja melihat ibunya masih tampak berat memberikan restu. Akan tetapi, demi kebahagiaan keduanya, Amanda menepiskan egonya.


"Terima kasih atas pengertianmu, Mom. Istirahatlah," ucap Jordan ikut mendekat.


Amanda melepaskan pelukan dengan senyuman. Sandara dibantu oleh Sia dan Yena melepaskan gaun, begitupula Jordan dibantu oleh Jason dan Zaid di ruangan terpisah, meski nantinya pakaian mereka dipasangkan pada patung sampai acara tiba.


Sedang di tempat Arjuna berada. Kediaman Han, Hong Kong.


Meskipun Naomi kini berperan penuh sebagai ibu rumah tangga, tapi ia ikut dalam mengurus usaha yang dijalankan oleh suaminya, Arjuna.


Bahkan, bayi Sig dan Loria, sering diajak Arjuna bekerja ke kantor atau berolah raga bersama saat akhir pekan.


Akibatnya, dua anak itu kini dikenal oleh banyak orang bak artis karena kelucuan dan calon konglomerat.


"Apa?" tanya Arjuna bingung saat menikmati siang yang terik di kolam renang bersama Sig dan Loria.


Sig yang kini genap berumur 1 tahun, terlihat gembira ketika mendapatkan hadiah pelampung dari kakeknya, Han.


__ADS_1


Arjuna yang tak tahu apa salahnya karena dilirik tajam oleh sang isteri, terlihat pucat dengan bayi Loria dalam gendongan.


"Lihat mereka! Jadi hitam!" seru Naomi terlihat kesal di pinggir kolam bertolak pinggang.


Arjuna menatap anak perempuannya lekat yang tampak tenang saat menikmati sejuknya air bersama sang ayah.



"Itu hanya perasaanmu saja, Sayang," jawab Arjuna santai karena tak berpikir demikian, tapi Naomi masih menyipitkan mata menunjukkan sisi dominannya. "Kenapa ibu selalu marah-marah? Ayah sampai pusing mendengarnya," bisik Arjuna mengadu pada Loria yang terlihat asyik menggerakkan kaki dan tangannya di dalam air.


"Naik kemari, cepat! Sudah waktunya untuk tidur siang!" tegas Naomi galak.


Arjuna mengembuskan napas pasrah. Baginya, berenang hanya menghabiskan waktu satu jam belum dikatakan seru.


Namun, melihat Naomi sudah menunjukkan taringnya, sang ayah akhirnya menurut karena tak mau ribut.


Arjuna menarik pelampung Sig dan membawanya ke pinggir kolam, termasuk Loria yang ia masukkan dalam pelampung warna merah muda.


Namun, seperti dugaannya, keduanya malah menangis dan memberontak tak ingin mengakhiri sesi berenang.


"Itu karenamu yang sering mengajak mereka berenang hampir setiap hari!" gerutu Naomi seraya berjalan mendekat ke pinggir kolam.


Naomi berusaha menenangkan keduanya, sedang Arjuna memilih diam dan berdiri di samping sang isteri yang kebingungan karena anak-anaknya masih ingin bermain.


Tiba-tiba, seringai Arjuna muncul. Ia dengan sigap mendekap Naomi dan menariknya ke dalam kolam sehingga keduanya jatuh bersamaan.


BYUR!


"Juna!" teriak Naomi kesal yang mendadak basah kuyup.


"Serang ibu!" teriak Arjuna heboh dan menciprati Naomi dengan air kolam.


Bayi Loria dan Sig terlihat senang karena tubuhnya ikut terkena cipratan air kolam yang membuatnya basah lagi. Keduanya kembali berenang karena sang ayah memihak keduanya.


Namun, aksi Naomi malah membuat Arjuna bersemangat untuk melakukan hal lain.


"Juna!" teriak Naomi panik saat Arjuna menyelam dan malah melucuti celananya. Naomi yang kebingungan berusaha mempertahankan pakaiannya, tapi Arjuna yang ahli dalam air, lebih sigap melakukan aksinya. "Kau gila! Nanti ada orang yang melihat!" serunya panik melihat sekitar, padahal tak ada satu orang pun di sekitar kolam. "Agh!"


Arjuna dengan sigap memepet tubuh sang isteri ke dinding kolam. Naomi tampak gugup saat Arjuna menaikkan kedua kakinya hingga ia seperti orang duduk di atas pinggul sang suami.


Arjuna tak berkata-kata, tapi bibir dan kedua tangannya dengan cekatan bekerja. Jantung Naomi berdebar karena Arjuna mengajaknya bercinta di tempat terbuka di mana ada Sig dan Loria di sana, meski dua anak itu terlihat cuek dan asyik dengan dunia mereka.


"Emph! Juna!" rintih Naomi yang berusaha menahan gairahnya saat ia merasakan milik Arjuna menyusup ke dalam titik terlemahnya.


Kedua tangan Arjuna dengan sigap menyelinap ke dalam kaos sang isteri dan memainkan dua buah benda kesukaannya itu dengan agresif.


Kali ini, Naomi tak bisa berkutik dan pada akhirnya pasrah. Ia mulai menikmati tiap hentakan yang Arjuna berikan.


Naomi memeluk Arjuna erat di mana kaos yang digunakannya masih terpasang meski bagian bawahnya tidak.


Saat keduanya sudah berada di puncak, tiba-tiba ....


"Sig! Loria! Kakek datang!" seru Han yang tiba-tiba muncul bersama para mafia lainnya untuk memberikan pesta kejutan ulang tahun bagi cucunya.


Namun, "Wow!" seru Jonathan langsung melebarkan mata saat melihat Naomi dan Arjuna saling berpelukan dengan erangan kenikmatan seperti tak menyadari kedatangan orang-orang itu.


Para tamu mematung, tapi tidak dengan Jonathan yang terkekeh geli melihat pasangan pengantin baru itu terbuai dalam nikmat dunia.


"Jangan berisik. Minggir dulu. Kejutannya dilanjut nanti lagi. Kasian, tanggung itu," bisik Eko menggiring orang-orang untuk kembali masuk ke dalam.

__ADS_1


Han dan lainnya yang masih shock menuruti perintah Eko dengan jalan mengendap meski sesekali mata mereka terarah ke dua insan yang masih tak sadar jika sedang ditonton secara live.


Di ruang keluarga.


Para mantan mafia itu terdiam karena masih teringat akan aksi panas Naomi Arjuna di hari yang terik.


Sedang Eko dan Jonathan, tampak santai seraya menikmati jus jeruk buatan Dewi yang disiapkan untuk para tamu sambil menunggu tuan rumah menyelesaikan ritualnya.


"Lama amat ya," keluh Eko tak sabaran.


"Sabar, Om Eko. Kasian kalo di-cut ditengah-tengah," sahut Jonathan dengan semangkuk anggur dalam pangkuan.


"Eh! Itu Loria sama Sig gimana? Aduh! Nanti tenggelam!" seru Dewi panik dan langsung keluar begitu saja.


"Eh, eh, Dek Dewi! Jangan!" teriak Eko saat melihat sang isteri sudah berlari tergesa ke kolam renang.


Para tamu yang berada di ruang tengah tampak tegang saat mendengar teriakan histeris dari arah kolam renang.


"Nah, kan. Dibilang," keluh Eko, tapi membuat semua orang terkekeh.


Dewi kembali masuk terlihat shock akan sesuatu yang mengejutkannya. Tak lama, Arjuna dan Naomi masuk terlihat terburu-buru dengan dua bayi ikut bersama mereka. Praktis, suasana canggung seketika.


"Kenapa berteriak?" tanya Afro bingung.


"Aduh! Dewi liat anunya mas Juna. Gimana dong?" ucapnya panik.


"Apa?! Ayo sini cepat! Ini gaswat! Matamu harus disterilkan!" pekik Eko panik dan segera menarik tangan sang isteri ke kolam renang.


Jonathan dan orang-orang terkekeh geli melihat Eko mencuci wajah isterinya dengan air kolam hingga pakaian Dewi basah kuyup.


"Ka-kalian kapan datang?" tanya Arjuna gugup di mana Loria kini menangis karena dikeluarkan paksa dari kolam renang.


"Sejak kalian berduet. Hehe," jawab Jonathan santai, tapi membuat mata pasangan itu melotot seketika.


"Ini salahmu! Benar-benar memalukan!" gerutu Naomi memukul lengan Arjuna dengan wajah sebal, dan Arjuna hanya meringis menahan sakit.


"Tenang saja. Hanya kami yang melihat. Bukan masalah besar," sahut Alex, tapi membuat Naomi lemas dan seperti akan menangis karena ada sekitar 20 orang yang berkumpul.


"Biarkan mereka membersihkan diri dulu. Kami akan menunggu di sini," ucap Sakura dengan senyuman.


Arjuna dan Naomi mengangguk pasrah meninggalkan para tamunya untuk bilas lalu berganti pakaian.


Hari itu, para mantan mafia kembali berkumpul untuk merayakan pesta ulang tahun Sig. Jordan yang sedang sibuk menyiapkan pesta pernikahannya tetap datang meski terlambat.


Sayangnya, Sandara tak ikut serta karena ia mulai merasakan mual dari kehamilannya. Orang-orang memaklumi hal tersebut dan berharap Sandara cepat membaik.


Jordan ditemani Jason, Daniel dan Amanda selama di mansion Han di Hong Kong. Pesta berlangsung meriah.


Jordan dan Naomi tak tampak kikuk seperti saat pertama kali mereka bertemu usai bercerai.


Para tamu menginap dan baru kembali ke negara masing-masing dua hari setelahnya karena beberapa mantan mafia elite tersebut menyempatkan untuk membahas bisnis legal yang semakin dilebarkan.


Mereka mengaku jika bisnis semakin pesat dan mereka mulai menikmati kehidupan sebagai warga sipil tanpa diganggu oleh militer.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE

__ADS_1



Ngabisin stok koin buat tambah2 tabungan debay. Kwkwkw😆 ada yg mau nambahin gak nih?


__ADS_2