4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
BLACK ARMYS JUNIOR*


__ADS_3

Ternyata, Afro tak bisa menemui Vesper dan timnya ke Djibouti, Afrika. Doug mengatakan jika Afro masih masa pemulihan akibat luka tembak yang dideritanya dari serangan Yudhi.


Doug khawatir jika misi tersebut akan membahayakan nyawa Afro nantinya. Doug sudah menganggap Afro seperti keponakannya.


"Aku mengerti, Doug. Terima kasih atas perhatianmu pada calon menantuku itu. Titip salamku untuk Afro. Dan mengenai Dara, jangan katakan apapun padanya. Aku takut jika Afro akan nekat mencarinya," ucap Vesper dari sambungan telepon.


"Terima kasih, Nyonya. Dan semoga, Dara segera ditemukan," jawab Doug lalu menutup panggilan telepon tersebut.


Para bodyguard Vesper menatap Bos mereka saksama saat mereka siap lepas landas.


"Eiji. Apa kau sudah menemukan alamat dari tagihan pajak di Djibouti?" tanya Vesper menatap bodyguard-nya yang terlihat sibuk dengan laptop di atas meja.


"Ya, sudah, Nona Lily. Itu sebuah rumah. GIGA berhasil menangkap visual dari rumah itu. Cukup cantik, sayangnya rumah itu tak memiliki kamera pengawas. Kamera di jalanan juga jauh dari kediaman itu. Jikapun ingin mengawasinya, ya ... hanya bisa dari satelit," jawab Eiji seraya menunjukkan rumah tersebut di layar laptop.


"Oke, setidaknya kita sudah tahu lokasi tujuan kita. Baiklah, aku ... harus transfusi darah dulu. Bangunkan aku jika sudah tiba," pinta Vesper dan orang-orang itu mengangguk pelan.


Seif sebagai pendonor, mengikuti Vesper ke kamar. Buffalo membantu selama proses transfusi.


Sedang para bodyguard Vesper terlihat sibuk selama di pesawat dengan laptop di atas meja, untuk menyelesaikan pekerjaan sebagai penanggungjawab bisnis legal Vesper yang berada di seluruh dunia.



Di sisi lain. Slovenia.


Agent M masih memburu orang-orang The Circle karena menculik satu-satunya anak tunggal kesayangannya.


Arjuna dikabarkan akan ikut pencarian jika sampai usai pernikahan Yuki-Torin, asistennya belum ditemukan. M berterima kasih dengan niatan baik putera dari Han tersebut.


Agent C kini bertanggungjawab di Markas Pemalang karena Drake dan Buffalo sedang ditugaskan.


C mengirimkan beberapa Black Armys milik Vesper yang tergolong masih muda dan asli Indonesia untuk membantu M.


Namun, sebuah ekspresi unik muncul dari wajah mantan Agent Colombia tersebut saat melihat empat anak buah barunya.



"Kalian ... Black Armys?" tanya M menyipitkan mata.

__ADS_1


"Yes! Agent M!" jawab empat pria itu serempak dengan mantap.


M mengangguk pelan dengan empat Black Armys Senior yang sudah ikut bersamanya sejak berada di Austria.


"Apa ... kalian tahu yang harus dilakukan dalam misi ini?" tanya M ragu.


"Yes, Agent M!" jawab orang-orang itu lantang dengan siap sempurna, mengenakan seragam tempur Black Armys dan persenjataan lengkap.


"Oke," jawab M seperti tak yakin.


Ternyata, M menghubungi agent C saat empat pria itu dibawa masuk ke sebuah mobil SUV oleh 4 anggota Black Armys Senior.


"C!" panggil M terlihat kesal menjauh dari mobil.


"Kenapa? Bukankah tim bantuan telah tiba?" tanya C dari sambungan telepon.


"Mereka Black Armys level berapa? Kau yakin mengirimkan mereka dalam misi berbahaya ini? Mereka terlihat lemah dan tak bisa diandalkan. Aku cukup yakin, sekali tembak, mereka langsung mati," ucapnya berbisik penuh sindiran.


Namun C, malah terkekeh. "Sudahlah ... kau terima saja pemberianku. Banyak protes. Nama mereka juga aku buat lebih simpel. Karena nona Lily tak ingin melakukan perekrutan lagi dan mereka terlanjur Drake latih, jadi empat orang itu tak memiliki nomor. Kau tanya saja pada mereka untuk lebih jelasnya," jawab C yang membuat M menggaruk kepalanya terlihat pusing.


"Oia, satu lagi. Empat orang itu terkadang suka menggunakan bahasa daerah ketika sedang serius dalam bekerja. Jadi ... maklum saja. Intinya, kau cari tahu sendiri tentang mereka. Aku masih ada pekerjaan. Segera temukan anakmu dan ... semoga berhasil," sambung C santai lalu menutup telepon.


Dua buah mobil melaju pesat menuju ke teluk Trieste. Jejak terakhir ditemukan oleh empat Black Armys sebelumnya di wilayah Koper.


Mobil berhenti di dermaga tersebut di hari yang terik. M membawa orang-orang barunya ke sebuah kapal di mana ia dan timnya menyewa sebuah yacht untuk menyusuri sekitar.


"Listen. Kita akan menyusuri beberapa wilayah sampai ke Croatia, Montenegro, Albania, Greece dan sekitarnya," tegas M. Empat anggota Black Armys rekrutan baru itu malah mengedipkan mata terlihat seperti orang bingung. M menghembuskan napas panjang. "Sudah kuduga, mereka tak bisa diandalkan," ucapnya mengeluh.


Tiba-tiba, P-K mengangkat tangan kanannya seperti murid di kelas yang sedang mendengarkan penjelasan dari guru. M menunjuk pemuda itu yang terlihat gugup saat akan mengutarakan pemikirannya.


"Kita akan menyusuri negara-negara itu untuk mencari keberadaan Sun? Aku rasa ... itu akan membuang waktu, Agent M. Maaf, bukan bermaksud menyinggung, hanya saja ... kenapa tak menggunakan GIGA? Apa wajah Sun tak bisa dikenali atau ... tak bisa ditemukan?" tanya P-K serius.


"GIGA menemukan jejak terakhir Sun meninggalkan Slovenia kemarin di dermaga ini. Sun berhasil melakukan pemberontakan dengan membuka penutup wajahnya," jawab Agent M seraya menunjukkan kain hitam yang diyakini milik Sun.


P-K segera mengambil kain itu dan merabanya. Semua orang menatapnya saksama. "Sudah mencoba mencari dengan anjiing pelacak? Apa Anda memiliki sesuatu milik Sun yang bisa kita gunakan untuk mencari jejak? Aku rasa, kita membutuhkan bantuan hewan?" tanya P-K mengusulkan.


"Bagaimana jika kita menerbangkan drone untuk menyusuri sekitar? Sinyal drone disinkronkan dengan satelit GIGA. Tuan Eiji sudah memperbaharui sistem itu. Pasti nyonya Monica bersedia membantu. Kami bisa menerbangkannya. Kami juga membawa benda itu dalam tas ransel kami," sahut P-M menambahkan dan diangguki oleh timnya.

__ADS_1


"Apakah yacht yang digunakan para penculik sudah teridentifikasi? Apakah diketahui siapa pemiliknya? Nama perusahaan penyedia? Karena menurut pengamatanku, yacht yang berada di tempat ini disewakan, seperti kapal kita. Jadi, aku merasa jika kapal yang digunakan untuk membawa Sun, pasti juga sewaan," sambung P-I.


Agent M terdiam mengedipkan mata. Ia baru menyadari hal itu. M yang panik dan sibuk mencari keberadaan anaknya, merasa otaknya buntu karena tak terpikirkan hal tersebut.


"Jika itu kapal sewaan, pasti rute tujuan juga telah diketahui dari surat perizinan. Kapal-kapal itu tak bisa sembarangan memasuki batas wilayah tanpa surat izin. Kalau boleh tahu, terakhir kali Sun terlihat, hari apa, pukul berapa, dan berapa orang yang membawanya?" tanya P-I penuh selidik.


M terdiam untuk beberapa saat. Empat Black Armys Senior segera berdiri dan menghubungi pusat untuk mencari tahu dari beberapa masukan Black Armys Junior itu.


"Hem, kalian boleh juga. Semoga ... aksi di lapangan sesuai dengan apa yang kalian ucapkan. Kita berangkat," ucap M menunjuk empat orang yang duduk di bangku berjejer rapi, menunjukkan wajah lugu mereka.



Kapal yang dinahkodai oleh salah satu Black Armys Senior segera meninggalkan Koper. Empat Black Armys Junior segera menyiapkan drone untuk diterbangkan.


Kapal sengaja bergerak perlahan dan dekat dengan tepian. Drone-drone diterbangkan begitu menjauhi wilayah Koper yang terhubung dengan satelit GIGA DARA dibantu Monica.


"Bagaimana jika Sun dibawa ke Italia?" tanya M berdiri di depan empat junior itu.


"Gak mungkin, Mas. Di Italia dijaga ketat oleh anak buah Afro dan Jordan. Gak mungkin mereka berani menginjakkan kaki ke negara itu, sama aja cari mati. Percaya wes sampeyan sama saya," jawab P-C seraya mengendalikan drone dengan joystick dalam genggamannya sembari melihat layar tablet di depannya.


"Kulo sependapat sama P-C. Rute pencarian Sun udah bener kok, Mas M. Kalau perlu, sampeyan minta sama anggota Dewan di pos darurat yang ada di negara-negara yang akan kita kunjungi untuk bantu mempersempit pencarian. Sun cerdas kok, Mas M. Dia pasti bakal kasih petunjuk seperti kain yang sengaja dilepaskan itu tadi. Nek sampeyan setuju, kita butuh doggy buat bantu lacak Sun. Arek-arek niki mboten kagungan ilmu kanuragan endusan kiriik, Mas M," jawab P-K dengan wajah serius.


M mengedipkan mata. Ia teringat dengan perkataan C jika terkadang, anak buah barunya itu akan berbicara dengan bahasa daerah.


M yang merasa jika replika Eko berkumpul mulai panik karena ia tak begitu paham yang mereka katakan. Namun, M tetap terlihat profesional.


"Sial, aku butuh earphone translator," gumannya lalu pergi dari geladak menuju ke kabin untuk mengambil benda tersebut.


"Kalian ngomong apa, woi! Gua kagak ngerti!" sahut P-M kesal.


"Ra kandani," sahut P-C terkekeh bersamaan dengan P-K yang berdiri saling memunggungi.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE & PERSONAL PICTURE

__ADS_1


Jadi ya to, kwkwkw empat P ini adalah anggota Mafia Family LAP ya gaes. Sebagai ucapan trims lele karena mereka masih setia mengikuti jejak novel lele sajak Vesper, bahkan komentar mereka menghiasi beranda, jadi lele sempilkan menjadi beberapa tokoh di novel. Gimana? Ganteng apa bikin sakit mata mas-masnya? Kwkwkw😆 Hari ini 1 eps aja krn stok koin abis. Tengkiyuw 💋


__ADS_2