
Covernya udah ganti, horee!! Sengaja dibuat agak mirip dengan yang dulu cuma yg ini tokohnya udah sesuai ya. Semoga suka cover barunya dan akan ada merchandise baru dengan cover ini. Uhuy. Doain naik level jadi 10 biar nanti lele bisa kasih gift away buat reader tercinta. Amin^^
------ back to Story :
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Non-baku Indonesia campuran.
Napoly, Italia. Salah satu kediaman Amanda Theresia, aset Emma Madison Theresia.
Terlihat, Jonathan berdiri di depan pasukan The Circle yang ia minta datang ke Italia untuk menjalankan misi darinya.
Dua puluh lima orang berdiri membentuk barisan rapi dengan lima orang dalam tiap deret di aula kediaman Amanda.
Naomi berdiri di sebelah Jonathan, menatap orang-orang itu tajam. Para pria yang mengenakan gelang pemenggal di kaki terlihat siap untuk menerima misi dari bos baru mereka.
"Siapa diantara kalian yang sudah pernah memasuki Perusahaan Farmasi Elios?" tanya Jonathan serius, menyilangkan kedua tangan di depan dada.
"No, Sir!" jawab orang-orang itu serempak.
Jonathan melirik mantan bodyguard Arjuna yang berdiri di sampingnya. Naomi maju selangkah mengambil alih.
"Siapa orang The Circle yang pernah ditugaskan di sana?" tanya Naomi tajam.
Seorang pria maju selangkah dan Naomi menunjuknya dengan wajah serius.
"Click and Clack. Dulu, mereka yang bertugas untuk mengelola tempat itu. Namun, setelah kematian Madam, tempat itu dikelola oleh The Mask, Mr. White lebih tepatnya," jawab pria berambut hitam yang disisir rapi ke samping.
"Siapa namamu?" tanya Naomi lagi.
"TC-B-097, Mam," jawabnya serius.
Naomi mengangguk pelan. Gadis Jepang itu menyenggol lengan Jonathan dan anak ketiga Vesper tersebut membalik tubuhnya saat Naomi juga melakukan yang sama.
Kini, dua orang itu memunggungi para pria di belakang mereka.
"Click and Clack belum ada kabar. Aku sedikit khawatir dengan keadaan mereka. Tugaskan anak buahmu untuk masuk ke dalam. Sangat berbahaya jika kita yang melakukannya. Sudah tiga hari kita mengintai dan tak menemukan celah untuk menyusup ke gedung tersebut. Lebih baik, biarkan orang The Circle yang melakukannya," ucap Naomi mengusulkan dan Jonathan mengangguk paham.
Keduanya lalu membalik tubuhnya dan kembali serius.
"Nathan siapin pakaian baru di lemari itu. Ganti pakaian kalian. Rasanya aneh mau jalanin misi kok pake baju kaya orang kantoran. Kalian mau perang atau mau jadi sales?" sindir Jonathan dan para pria itu saling melirik dengan kawan di sebelahnya terlihat bingung.
"Malah lirik-lirikan. Udah ganti sana cepet. Lalu, gantung baju kalian di lemari itu," tegas Jonathan bertolak pinggang terlihat kesal karena baginya, pasukan barunya sungguh lelet padahal mereka sudah memakai earphone translator.
Para lelaki itu segera bergegas mendekati lemari besar yang terpepet dinding ruangan dan mengambil pakaian yang di hanger.
__ADS_1
Naomi membalik tubuhnya dan memilih untuk membuka laptop sembari menunggu kabar dari Biawak Cokelat dan Kuning yang masih berada di sekitar gedung farmasi.
"Mm, maaf, Bos. Ini ... ada nama di lengan kanan dan kiri. Apakah, ini nama baru kami?" tanya seorang pria terlihat bingung sembari menunjuk lengannya yang terbalut kaos hitam lengan panjang ketat di tubuhnya, mirip baju menyelam.
"Yup, bener banget. Susah nyebut nama kalian dengan kombinasi huruf dan angka yang belibet. Di tiap baju yang kalian gunakan, itu adalah nama baru kalian. Selain itu, mulailah belajar bahasa Indonesia. Jangan mengandalkan alat translator. Itu adalah nama dari negara mamaku dibesarkan," jawab Jonathan mantab.
"Oh, oke," jawab lelaki itu kikuk.
Kedua puluh lima lelaki itu saling melihat lengan kawannya dan membaca nama unik mereka. Terlihat, mereka sedikit kesulitan dalam berucap. Jonathan dan Naomi menahan senyum.
"Oke. Kita absen. Kembali berbaris. Yang namanya kusebut, maju kedepan," ucap Jonathan serius dan semua pria kembali berbaris dengan sikap tegap sempurna.
Jonathan memegang sebuah tablet 11 inch di tangan kiri dan tangan kanan mirip alat barcode portabel tanpa kabel, tapi bagian depannya adalah sebuah kamera.
"Siput!" panggilnya lantang.
Seorang lelaki yang berdiri di barisan kedua, menyenggol kawannya yang memiliki nama Siput pada lengannya.
Pria itu langsung melangkah maju dengan tergesa dan kini berdiri di hadapan Jonathan terlihat gugup.
"Wah, kamu gesit juga. Harusnya bukan siput, tapi gak papa. Siput itu menggemaskan meski berlendir dan hih, intinya ... your name is Siput. Oke," tegas Jonathan dan pria itu mengangguk cepat.
Jonathan memindai wajah orang itu dan merekam suaranya dengan memintanya mengulang nama barunya.
Data pada tablet mensinkronkan dengan data terdahulu anggota The Circle yang telah diinputkan saat pelantikan di Grey House.
"Oke, selanjutnya," panggil Jonathan dan Siput segera membuat barisan baru di sisi sebelah kiri dengan posisi vertikal.
Naomi terlihat lesu saat Biawak Kuning dan Cokelat tak mendapatkan petunjuk apapun untuk bisa menyusup ke tempat yang memiliki penjagaan ketat tersebut.
Naomi kini membantu Jonathan dalam menginputkan pergantian data dengan memindai wajah dan merekam suara orang-orang The Circle satu persatu.
Satu jam lamanya, akhirnya proses penginputan itu selesai. Jonathan terlihat pegal karena memegangi tablet-nya cukup lama. Sedang Naomi masih terlihat bugar.
"Oke. Misi kita kali ini adalah menyusup ke dalam Perusahaan Farmasi Elios. Lumpuhkan para pekerja di dalam tanpa harus membunuh mereka. Afro, ahli waris sah dari perusahaan tersebut. Berkas legal tersebut, sudah dipegang dan diurus oleh Vesper. Hanya saja, setelah kematian Elios dan hilangnya Afro, perusahaan itu diklaim dan diakusisi oleh Mr. White. Kalian tahu, pemimpin kalian dulu sangat tak tahu malu. Mereka mengambil yang bukan miliknya dan kini, saatnya bagi kita untuk merebut kembali!" tegas Naomi sembari menunjuk monitor 50 inch yang terpasang di dinding sebagai layar presentasinya dengan tampilan gedung Farmasi Elios terlihat jelas di sana.
Para anggota baru itu mengangguk mantab, terlihat siap untuk ditugaskan.
"Meskipun kalian dulunya di bawah kepemimpinan Madam, tapi kini, pemimpin kalian adalah Jonathan Benedict. Berkhianat, kalian akan kehilangan kaki saat pengkhianatan itu dilakukan. Kalian paham?" tegas Naomi lagi penuh penekanan dan orang-orang itu mengangguk paham.
Jonathan meringis. Ia terlihat takut karena Naomi cukup seram dalam memimpin misi. Jonathan memilih diam.
"Kalian akan kubagi menjadi lima kelompok. Satu tim berisi lima orang. Ingat nama kalian baik-baik," sambung Naomi menatap kedua puluh lima pria di depannya dengan sorot mata tajam.
Para pria berpakaian hitam tersebut mengangguk mantab. Saat Jonathan akan memberikan tablet-nya yang berisi nama baru orang-orang itu, ia terkejut, karena Naomi menghafal nama mereka semua. Jonathan mematung.
__ADS_1
"Tim Molusca. Siput, cumi, gurita, kerang dan lintah. Kalian akan bertugas di sisi barat bangunan."
"Yes, Mam!" jawab kelima lelaki itu yang kini membentuk kelompok tersendiri sesuai nama baru mereka. Jonathan tersenyum.
"Tim Serangga. Belalang, Kecoa, Lalat, Nyamuk dan Lebah. Kalian akan bertugas di sisi timur bangunan."
"Yes, Mam!"
Jonathan terkekeh karena tak menyangka nama-nama anggota barunya cukup menggelikan karena menggunakan nama hewan atas saran dari Biawak Kuning dan Cokelat.
"Tim Tawar. Gurame, Nila, Koi, Bawal dan Lele. Kalian akan bertugas di sisi selatan bangunan."
Segera, kelima lelaki tersebut berkumpul dan kini berdiri di hadapan Jonathan dengan sikap sempurna. Jonathan menutupi tawanya dengan tablet di wajah.
"Tim Laut. Hiu, paus, tongkol, kakap dan teri. Kalian akan bertugas di sisi utara bangunan."
Kelima pria yang disebut namanya mengangguk dan segera berkumpul.
"Dan yang terakhir. Tim Bunga," ucap Naomi berdiri di hadapan lima pria yang kini berkumpul dengan sendirinya terlihat siap menerima perintah.
Namun mendadak, Naomi seperti menahan senyum saat akan memanggil nama para pria itu.
Semua orang terlihat bingung karena Naomi malah terkekeh geli dan tak bisa bicara. Jonathan paham dan ia mengambil alih.
"Oke. Tim bunga yang terdiri dari ... mawar, melati, semuanya indah. Hehe, aduh jadi nyanyi. Ulang ya. Mawar, melati, matahari, kamboja dan anggrek, akan satu tim dengan Nathan. Kita sebagai tim penyelamat dan komunikasi yang akan menghubungkan seluruh tim di bawah komando Nathan. Oke?" tegasnya menunjuk wajah kelima pria di hadapannya dan anggota tim bunga mengangguk mengerti.
"Ketua tim misi kali ini adalah Naomi," sambung Jonathan sembari menunjuk satu-satunya wanita dalam kelompok dan Naomi membungkuk memberikan hormat.
Para pria di hadapan Naomi balas membungkuk menirukan gaya hormat seperti orang Jepang dengan sungkan.
"Lalu, Biawak Cokelat dan Kuning, akan bertugas sebagai sniper. Mereka akan melindungi kita di tempat yang gak akan kalian temukan. Jadi, sekali lagi kutekankan, jangan berkhianat atau ... kepala kalian akan berlubang karena tembakan dua pria gila tersebut. Oke?" ucap Jonathan pelan penuh penekanan.
Kedua puluh lima pria tersebut mengangguk pelan.
"Nathan percaya sama kalian seperti Lucifer Flame yang mempercayakan peninggalan berharganya kepadaku. Nathan udah berjanji dan disumpah begitupula kalian. Jadi, jangan kecewakan Nathan, oke?" ucapnya lagi dan para lelaki berbaju hitam tersebut mengangguk dalam diam. Jonathan tersenyum.
"Oke. Segera siapkan diri kalian. Malam ini, kita berangkat," perintah Jonathan.
"Yes, Bos!" jawab kedua puluh lima orang itu dengan menunjukkan tanda "HOME" menggunakan tangan mereka.
Naomi melakukan hal yang sama dan Jonathan, menggunakan gaya khasnya untuk menjawab panggilan Home tersebut.
***
tengkiyuw tipsnya. lele padamuđź’‹đź’‹đź’‹pemanasan dulu sebelum ngap-ngapan.
__ADS_1