4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Anggota Keluarga Baru


__ADS_3

Malam itu, mereka tiba di Apartemen Theresia New York, di mana Naomi kini berada entah ada urusan apa di tempat tersebut.


"Naomi mengatakan jika dia ingin menemuiku di basement," ucap Sun usai mengirimkan pesan pada Naomi jika ia telah tiba di tempat yang dijanjikan.


Arjuna menarik nafas dalam. Entah kenapa, orang-orang yang berada di dalam mobil ikut berdebar serasa mereka yang menjadi Arjuna.


TING!


Orang-orang itu terkesiap, ketika mendapati Naomi keluar dari lift sendirian dan seperti mencari sosok Sun yang tak ia dapati di sana. Sun melirik Arjuna yang masih duduk diam terpaku.


"Tuan muda?"


"Ya, aku tahu. Tetaplah di sini," jawab Arjuna sendu seraya membuka pintu mobil samping tempat ia duduk.


KLEK!


Mata Naomi membulat penuh ketika mendapati sosok Arjuna keluar dari sebuah mobil hitam, berdiri di kejauhan menatapnya lekat. Naomi terlihat kebingungan, dan seketika ponselnya kembali berdering.


"Maaf, Naomi. Hanya saja, ada yang ingin Tuan muda katakan padamu. Katanya, ini sebuah pembuktian. Aku harap kau bisa menahan diri. Biarkan Tuan muda mengatakan semuanya. Sekali lagi maaf," tulis Sun dalam pesan elektronik.


Naomi memejamkan mata sejenak. Ia merasa dibodohi. Naomi menundukkan wajah dan pandangan ketika Arjuna berjalan mendekatinya perlahan. Kini, putera Han tersebut telah berdiri di hadapannya.


"Kau ... semakin cantik, Naomi," sapanya sebagai awal pembicaraan.


"Oh," jawabnya lirih dengan pandangan tertunduk.


Terlihat jelas, Arjuna seperti berusaha untuk menenangkan hatinya yang dirundung kebimbangan. Ia gelisah, hingga kedua tangannya sibuk bergerak-gerak, dan pada akhirnya ia masukkan ke saku celana karena gemetar.


"Aku ... aku mencintaimu."


Naomi terdiam untuk sementara waktu. "Oh."


Kening Arjuna berkerut. "Tak adakah kata lain yang bisa kau ucapkan?" tanyanya mulai menaikkan intonasi.


"Terima kasih," jawabnya dengan perkataan lain.


Nafas Arjuna menderu. Naomi masih tak sudi menatap wajahnya. Ia memilih lantai basement sebagai pemandangannya.


"Apa kau marah padaku? Membenciku?"


"Yes."


Kini, giliran Arjuna yang terdiam. "Aku meninggalkan Tessa demi dirimu, Naomi. Tidak bisakah kau melihat jika itu buktiku bahwa aku mencintaimu?"


Naomi tersenyum sinis. Arjuna semakin menatap wanita cantik itu lekat.


"Dicampakkan lebih tepatnya," jawabnya ketus. "Jika hanya ini yang ingin kaukatakan, kau sungguh membuang waktumu, Tuan Muda. Selamat malam."


Ucapnya seraya berpaling dan berjalan menuju ke lift. Arjuna kesal, ia memegang salah satu tangan Naomi erat dan menariknya hingga Naomi jatuh dalam pelukannya.


Arjuna memeluk Naomi kuat, tapi wanita cantik itu berusaha agar lepas dari dirinya.


"Aku sangat mencintaimu, Naomi. Kembalilah padaku, tinggalkan Jordan. Kau tak mencintainya."

__ADS_1


TING!


"Mimi!"


Seketika, pelukan Arjuna melemah. Seorang balita keluar dari lift mendatangi Naomi dengan langkah riang meski masih terlihat belum stabil. Naomi mendorong majikannya dulu dengan kuat, hingga Arjuna mundur ke belakang.


"Mimi?" Arjuna teringat akan panggilan King D kepada kakaknya—Lysa—yang berarti Ibu.


Di belakang balita yang memiliki senyum manis itu, muncul Jordan sedang menggendong seorang bayi mungil dalam dekapannya. Arjuna mematung.


Ia melihat balita menggemaskan itu memeluk Naomi dan minta digendong olehnya. Keduanya terlihat begitu bahagia karena saling tersenyum dan tertawa.


"Terima kasih atas kedatanganmu. Ingin mengucapkan selamat, atas kelahiran bayi baru di keluarga kami?"


Arjuna melangkah mundur. Naomi diam menatap Arjuna dengan balita cantik dalam pelukannya ikut memandanginya.


"What?" tanyanya dengan pandangan tak menentu.


"Kau tak membawa hadiah?" tanya Jordan lagi seraya mencium kening bayi mungil yang sepertinya berjenis kelamin lelaki karena memakai pakaian berwarna biru layaknya pelaut.


Arjuna terlihat seperti orang sesak nafas. Ia langsung berpaling dan berjalan gontai meninggalkan kumpulan orang-orang yang terlihat bahagia itu.


Tanpa Arjuna sadari, ia berlinang air mata. Sun dengan sigap membuka pintu mobil untuk Tuan mudanya. Biawak Putih dan Hijau terlihat kaget akan kemunculan balita cantik dan bayi dalam gendongan Jordan.


"Tuan muda, kau tak apa?" tanya Sun karena Arjuna terlihat seperti orang terengah dan terlihat begitu kecewa.


Arjuna sampai membungkam mulutnya, ia memejamkan mata. Sebuah tetesan air menuruni pipinya yang halus dan semua orang di mobil tahu jika itu adalah air mata kesedihan.


Sun melihat Naomi dari kejauhan yang berpaling dan menunjukkan wajah dingin. Sedang Jordan, malah melambaikan tangan dan tersenyum tipis. Sebuah ekspresi yang jarang sekali dilihat oleh orang-orang yang mengenalnya.


Mobil yang membawa Arjuna pergi menjauh meninggalkan basement berikut gedung Apartemen Theresia.


Arjuna tak bisa menghentikan tangisannya. Ia terisak, meski wajahnya sudah ia tutup rapat dengan kedua tangan.


Sun, Biawak Hijau dan Putih terlihat kebingungan menyikapi hal ini. Mereka memilih diam meski tak tega karena melihat Arjuna sampai memukul dadanya berulang kali dengan air mata terus menetes seperti berusaha dengan kuat agar hatinya kembali membaik, tapi semua sia-sia saja.


Di tempat Naomi berada, basement geduang Apartemen Theresia.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris.


"Kenapa kau masih memanggilku Mimi, Irina? Naomi. Apakah namaku sulit?" tanya Naomi menatapnya gemas.


"Na-o-mi."


"Nah, kau bisa. Kau memang pintar. Oh, warna matamu berubah. Seperti hijau," ucap Naomi menatap bola mata Irina lekat sampai matanya ikut melebar. Irina hanya tersenyum dan bertepuk tangan.


"Ayo, kembali ke atas. Kasihan kak Sia sudah menunggu bayinya. Dia pasti khawatir karena aku tiba-tiba membawanya pergi," ucap Jordan masih berada di dalam lift, menghentikan benda tersebut agar tak menutup dalam waktu lama.


Naomi tersenyum seraya menggendong Irina. "Kau pasti sengaja," ucapnya melirik kekasihnya yang tingginya sama dengan dirinya.


Jordan tak menjawab dan memilih mencium kening bayi mungil itu terlihat begitu menyayanginya. Naomi tersenyum tipis. Sekilas, mereka terlihat seperti pasangan muda yang memiliki keluarga bahagia.


Usai Jordan mengembalikan Irina dan bayinya kepada ibunya, Jordan menggandeng Naomi seperti ingin bicara hal serius dengannya. Semua orang yang berada di ruangan itu hanya melirik dan memilih tak berkomentar.

__ADS_1


Di pinggir kolam renang, Apartemen Theresia.


"Ada apa?" tanya Naomi menatap Jordan lekat.


"Aku sudah membicarakan hal ini kepada ibuku, berikut kak Sia dan lainnya, termasuk Jason," ucapnya terlihat gugup dan masih menggenggam tangan kekasihnya erat.


"Tentang apa?"


"Pernikahan kita."


Naomi terkejut. Jordan bisa merasakan sentakan tangan Naomi dalam genggamannya, tapi putera dari Boleslav itu malah semakin memeganginya erat. Naomi terlihat gugup.


"Kau masih mencintainya?" tanya Jordan yang kini mengunci wajah Naomi dalam pandangannya.


"Awalnya begitu, tapi setelah pertemuan tadi, semuanya sudah hilang," jawabnya lirih masih tak berani menatap mata kekasihnya.


"Kenapa bisa berubah secepat itu?"


"Dia selalu mengatakan bahwa dia mencintaiku, tapi ... Arjuna tak pernah menanyakan padaku, apakah aku mencintainya?"


Jordan diam dan bisa melihat kesedihan yang bercampur dengan kekecewaan dalam diri kekasihnya.


"Lalu ... apa kau mencintaiku?" Naomi tersenyum dan mengangguk pelan. "Aku tahu, kau masih ragu denganku. Mungkin ada banyak alasan kau tak bisa mencintaiku sepenuhnya. Namun, aku melihat kebahagiaan dari kehidupan orang-orang di sekitarku saat mereka menikah, Naomi," ucap Jordan pelan.


Naomi mulai menaikkan pandangan. "William lupa ingatan, tapi ia bisa merasakan cinta kasih kak Sia padanya. William menerima takdirnya, dan tak pernah mencari tahu tentang masa lalunya sampai saat ini. Begitupula ibuku. Dulunya dia tak terlibat dalam dunia mafia hingga hal buruk terjadi padanya, sampai ia bertemu dengan ayahku. Ia akhirnya bisa menerimanya. Begitupula Daniel yang menikahi wanita sipil dan sampai sekarang, wanita itu tak pernah mempermasalahkan jati diri suaminya. Pertanyaanku, apakah kau seperti mereka?"


Naomi terdiam dengan air mata berlinang. Ia mengangkat tangan Jordan yang memeganginya erat dan kini ia tempelkan di kedua pipinya.


Jordan hanya bisa pasrah saat kedua tangannya di satukan dan kini di genggam erat oleh Naomi di dadanya. Jordan bisa merasakan detak jantung Naomi dari tangannya.


"Kenapa harus ada pria sepertimu, Jordan? Ucapanmu sungguh seperti sebuah mimpi. Kau begitu tulus dan setia padaku. Aku bisa melihat perjuanganmu untuk mempertahankanku, dan aku juga bisa melihat sikapmu yang makin dewasa dalam membuat keputusan, seperti tadi." Jordan terus menatap Naomi lekat dalam diam. "Awalnya kupikir kau akan bertarung hingga babak belur dengan Arjuna, yah meski kau menggunakan cara licik, tapi tak menimbulkan pertarungan itu ... adalah hal bijak menurutku," sambung Naomi dengan senyuman, dan kini ia berani menatap wajah kekasihnya.


"Oke. Kau bertele-tele, tapi aku suka," jawabnya dengan wajah datar, tapi membuat Naomi cemberut. "Jadi ... menikah denganku?"


Naomi mengangguk pelan. Jordan mematung untuk beberapa saat karena ia tak bergerak, bahkan seperti tak bernafas. Naomi bingung.


"Jordan?"


"Ha? Ah, terima kasih. Aku ingin kita menikah tahun ini. Aku ... sudah mempersiapkan semua. Aku terpaksa memanipulasi identitasku agar tak membuatmu malu karena jarak kita yang terpaut cukup jauh. Hem, menggelikan, tapi ... aku suka," jawabnya mulai terlihat santai.


"Kau tahu, entah kenapa aku bahagia tiap mendengar kau bicara panjang lebar. Katakan hal lain, aku suka suaramu yang tak bernada itu. Dingin, seperti semilir angin," ucapnya dengan senyuman, tapi bagi Jordan seperti sindiran.


"Lain kali saja," jawabnya malas dan mengajak Naomi kembali ke ruang keluarga, di mana keluarga besar Theresia sedang mengadakan pesta keluarga atas kelahiran keturunan dari Sia dan William.


Meski sampai saat ini, Amanda dan lainnya tetap merahasiakan jati diri mereka di depan William.


***


hehe maap up nya telat. lele jadi ibu rumah tangga dulu sampai ngetik aja belom mandi😆 kwkw. yg kemarin pd tanya lepti itu apa, itu leptop maksudnya nak bukan orang. kwkwkw


tengkiyuw tipsnya😍 jangan lupa bantu boom like novel Simulation karena dalam masa penilaian dari tim juri mangatoon. setidaknya biar tiap eps min 100 gitu jumlah likenya. tolong ya ya ya😘


__ADS_1


__ADS_2