4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Pergerakan 13 Demon Heads*


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


"Arjuna membelot. Kau tak boleh pilih kasih, Han. Anakmu sungguh keterlaluan. Tak tahu balas budi dan lihat dampak terburuknya. Vesper sampai jatuh sakit karena memikirkan anakmu tak tahu diri itu," tegas Amanda terlihat begitu marah menatap Han tajam di Lobi Utara Black Castle.


"Aku tahu," jawabnya lesu.


"Sebaiknya mama dipindahkan ke Melun saja, kediaman Darwin. Di sana mama akan ditemani oleh King D dan Otong. Tante Dewi juga bersedia membawa Jubaedah untuk tinggal di sana sementara waktu merawat mereka. Aku merasa, jika mama dekat dengan cucunya, kondisi mentalnya akan membaik," sambung Lysa seraya berjalan mendekati kumpulan orang-orang yang terlihat serius membahas kasus Arjuna.


"Aku setuju. Selain itu di kediaman Darwin, nona Lily akan lebih aman dari serangan No Face dan The Circle pecahan Jonathan. Di sana nona Lily dijaga oleh para Pion dan juga anak buah Tobias. Venelope dan lainnya tak akan berani menyerang tempat Tobias berada," sahut Drake setuju dengan penawaran Lysa.


"Aku akan ikut tinggal di sana bersama Jonathan. Jika benar Venelope yang melakukan hal keji dengan membuatku lumpuh, aku harus menghukumnya. Aku tak peduli jika dia sepupuku," sahut Sierra menunjukkan keseriusannya dengan Click and Clack berdiri di belakangnya.


"Ke manapun Jonathan pergi, di situlah kami berada. Kami sudah berjanji," sahut Clack dan semua orang dalam jajaran Vesper terlihat lega karena dukungan dari kubu The Circle jajaran Sierra-Tobias.


"Baiklah, sisanya tetap jalankan misi. Sekarang kau, Kim Han Bong. Apa yang akan kau lakukan?" tanya Amanda menatapnya tajam.


"Tora," panggil Han dan lelaki gundul itu membungkuk hormat padanya. "Karena Tobias sudah menjadi sekutu kita, maukah kau membantuku menghajar Mr. White dan lainnya? Kita juga punya misi untuk membawa Arjuna dan Sandara kembali."


"Tentu saja. Mereka adalah utusan Madam yang membuat tuan Hashirama, puteri Jiao Yu dan Vesper-sama menderita. Tak akan kubiarkan orang-orang itu bernafas di bumi ini. Aku ikut, Han-sama," jawabnya kembali membungkuk dan Han tersenyum dengan anggukan.


"Paman Tora, aku ... aku minta maaf atas kematian paman Mitsuki dan Tokio. Aku ... aku sungguh menyesal. Itu di luar akal sehatku," ucap Lysa gugup.


Tora tak menjawab. Hal itu membuat Lysa makin merasa bersalah. Semua orang ikut bingung dalam bersikap.


"Kai. Jangan terjun ke lapangan. Kau tak ingat? Kepalamu, kepalamu bisa hancur meski sedikit saja terbentur. Jangan menambah kesedihan Lily lagi dengan kau terluka. Tetap di markas dan jadilah mata kami melalui GIGA. Kau paham?" tegas Han menunjuk kepalanya.


"Aku mengerti. Kali ini aku menurut, Pak Tua. Namun ingat, Sandara. Bawa dia hidup-hidup," tegas Kai dan Han mengangguk mantab.


Teleconference dilakukan di ruang meeting dipimpin oleh Han didampingi oleh ketujuh bodyguard Vesper dan Kai.


Bangku-bangku dipenuhi oleh anggota Dewan, Amanda, Jordan, Naomi, Doug, Sherly, Sierra, Click and Clack. Jonathan tak ikut serta karena menemani Vesper tidur di kamar.


Semua orang-orang dalam jajaran Vesper dan para anggota Dewan yang termasuk dalam orang nomor dua, mulai menerima perintah dari para pemimpin mereka melalui sambungan video live tersebut.


"Siapkan seluruh pos untuk mengirimkan bantuan ketika tim di lapangan terdesak. Kita akan serang mereka habis-habisan. Tak perlu negosiasi. Misi utama, membawa kembali Arjuna dan Sandara hidup-hidup. Musnahkan Venelope, Mr. White dan Smiley. Rebut semua aset mereka dan bangunan fisik yang dimiliki. Mereka target utama yang harus dilenyapkan. Para pasukan The Circle yang membelot dari Jonathan, Lysa, Tobias dan Sierra, bunuh semua!" tegas Han mengomandoi.


"Yes, Sir!" jawab orang-orang yang ditugaskan dalam misi tersebut.


Para anggota Dewan segera menghubungi semua markas yang mereka miliki untuk bersiaga.


GIGA SIA dan DARA mulai melakukan penelusuran untuk mencari keberadaan orang-orang yang menjadi target utama misi.

__ADS_1


Tanda-tanda merah dari markas utama milik 13 Demon Heads menyala terang.



Sierra terlihat cukup terkejut saat titik berwarna biru ikut muncul ketika para petugas di markas milik para anggota Dewan menyatakan siap untuk memberikan dukungan.


Tiga orang dari kelompok The Circle pecahan Madam menganga lebar saat melihat titik-titik itu berada di beberapa kota dari negara tersebut. Click and Clack menelan ludah.


Sierra, Click and Clack membantu dengan memberitahukan di mana saja lokasi markas dan kediaman yang dimiliki oleh Smiley, Venelope dan Mr. White. Eiji segera menandai lokasi-lokasi tersebut dengan titik berwarna kuning.


Mata semua anggota Dewan menyipit saat mengetahui markas tersembunyi yang dimiliki oleh Venelope dan orang-orangnya.


"Ternyata mereka menempel dengan wilayah kita selama ini. Kalian licik, Sierra," ucap Bojan melirik gadis bermata biru.


"Bukan kalian satu-satunya penguasa dunia ilegal di bumi ini, Tuan Bojan. Kami juga ada di dalamnya. Saat Madam dan lainnya menyerang, jujur saja, aku tak pernah terlibat. Kalian bisa menanyakan pada Click and Clack mengenai hal itu," jawab Sierra dengan anggun menyeruput teh dari cangkir keramik sembari melirik dua bodyguard Jonathan.


Dua pria gundul itu menelan ludah saat ditatap tajam oleh para anggota Dewan.


"Dengar. Setelah kematian Madam, kami tak tahu perkembangan selanjutnya mengenai pecahan The Circle. Saranku, kumpulkan semua pasukan milik Lysa dan Jonathan. Aku setuju jika mereka dipasangkan gelang pemenggal di kaki. Dengan begitu, kita bisa membedakan mana kubu Jonathan dan mana kubu Venelope," sahut Click mengusulkan.


"Ide bagus. Aku setuju. Bangunkan Jonathan dan minta ia kumpulkan semua anak buahnya di sini. Kita harus segera bertindak," tegas Han.


Saat Click and Clack membalik tubuhnya, mereka terkejut ketika mendapati Jonathan sudah berjalan menuju ke ruang meeting dengan rambut berantakan.


"Oh, Pangeran Tidur sudah bangun rupanya. Kau melewatkan banyak hal," sindir Rohan.


"Kata siapa? Aku dengar semuanya. gelang pemenggal di kaki Click and Clack memiliki perekam suara. Aku sudah memanggil seluruh anak buahku untuk datang kemari. Paling dua hari semuanya sudah tiba. Siapkan jemputan," jawab Jonathan santai dengan ponsel dalam genggaman.


Para anggota Dewan terlihat sebal karena Jonathan terlihat santai dalam menyikapi ketegangan dalam misi penyerangan ini. Click and Clack saling melirik dalam senyuman.


"Mulutmu bau. Minum teh ini," gerutu Sierra menyodorkan cangkirnya saat Jonathan akan menciumnya.


Jonathan menurut dan menghabiskan teh dalam cangkir calon isterinya dengan cuek. Jonathan berdiri dan menatap layar besar di hadapannya sembari mengamati tiga titik dengan warna berbeda yang berkedip.


"Aduh, mata Nathan sliwer," ucapnya sembari mengedipkan mata berulang kali. Sierra tersenyum. Semua orang memilih diam tak berkomentar.


"Paman Doug. Apa Black Castle punya stokan gelang pemenggal? Kita butuh banyak buat anak buah Kak Lysa nanti," tanya Jonathan dan Doug meminta waktu untuk memeriksanya.


"Haruskah? Aku tak tega, Nathan," sahut Lysa iba.


"Harus, Kak. Gak inget? Venelope itu licik banget. Tar kalo anak buahmu kena gas mabok, mereka lalu membelot gimana? Nanti kamu yang celaka loh. Ibu hamil kudu waspada," jawab Jonathan mantab dan Lysa akhirnya mengangguk setuju.

__ADS_1


"Sebaiknya Mimi temani mama Vesper saja di rumah. Tak usah ikut misi di lapangan. Cukup mengawasi saja," sahut Sierra dan Lysa tersenyum menerima saran orang-orang yang perhatian padanya.


"Kalau gitu, Kak Lysa siapin barang-barang mama dulu. Kita terbang ke Perancis setelah anak buah Kak Lysa datang. Di sini mulai ramai, kasihan mama," ucapnya.


Semua orang mengangguk mengizinkan. Lysa ditemani oleh Lucy untuk mempersiapkan kebutuhan Vesper selama tinggal di kediaman Darwin nanti di mana Tobias berada.


Han ikut mengambil tindakan dengan meminta Alex untuk mengambil jabatan Arjuna lagi. Tentu saja hal ini cukup mengejutkan Naomi.


Jordan melirik kekasihnya yang tertunduk seperti merasa iba akan kondisi Arjuna yang kini menjadi incaran 13 Demon Heads karena dianggap sebagai pengkhianat.


"Tak usah cemas, Naomi. Arjuna akan baik-baik saja. Setidaknya, dia akan belajar banyak dari pilihan egoisnya ini. Biarkan dia merasakan bagaimana menjadi buronan sepertiku dulu. Aku penasaran, antara aku dan Arjuna, siapa yang lebih hebat dalam bersembunyi," sahut Afro seraya melihat layar di mana GIGA SIA dan DARA melakukan penelusuran pencarian sosok Arjuna di seluruh dunia dari tiap kamera yang terpasang di kawasan publik. Dua GIGA tersebut meretas sistem untuk mencari para buronan 13 Demon Heads.


Naomi hanya tersenyum tipis sembari melirik Afro yang berdiri di sampingnya dengan kedua tangan dimasukkan dalam saku celana.


Tiba-tiba, Naomi tersentak saat Jordan memeluknya dari belakang dan meletakkan dahinya di bahu kiri Naomi. Semua orang yang melirik keduanya diam memperhatikan.


"Jangan mengkhawatirkannya. Hal itu membuatku cemburu," ucapnya lirih membenamkan wajah.


Afro dan beberapa orang menahan senyum karena tak menyangka jika Jordan sangat sensitif padahal Naomi tak mengatakan apapun.


Naomi merasa canggung dan menepuk punggung tangan Jordan di perutnya dengan wajah merona karena dilihat banyak orang.


"Jika kau tak mengajarkan 'gengsi' pada Arjuna, seharusnya anakmu itu hidup bahagia bersama Naomi. Tak ada yang salah dengan menikahi bawahan, Han. Aku tahu anakmu tak pernah menyukaiku, tapi rasa tidak suka itu karena kau yang mengajarkannya," ucap Kai tiba-tiba yang membuat Han langsung menoleh ke arahnya dengan mata terbelalak lebar. "Sudah lama sekali aku ingin mengatakannya, tapi aku pendam. Namun, setelah kupikir-pikir hal ini perlu kusampaikan agar kau tahu. Aku mengerti, kau hanya ingin agar Arjuna mendapatkan wanita yang sederajat dengannya. Hanya saja, apa gunanya sebuah kekuasaan tanpa cinta di dalamnya. Naomi bukan sekedar bawahan. Ia tahu siapa dirinya, dia tahu jika ia tak pantas bersanding dengan anakmu. Dia mengendalikan perasaannya selama ini dan itu bukanlah hal mudah. Aku tahu itu. Hingga anakmu sendiri yang mengatakan jika ia mencintai Naomi, tapi terpaksa menikahi Tessa, itu ... sangat menyakitkan, Han. Dengarkan ini, agar kau tahu apa yang anakmu katakan pada gadis malang itu," ucap Kai seraya memberikan sebuah alat perekam dengan earphone wireless di tangan Han.


Dengan ragu, Han memasang salah satu earphone itu di telinganya. Ia menekan tombol "Play" dan mendengarkan rekaman dari pembicaraan Arjuna di mobil ketika ia dan Naomi terkena racun.


Pandangan Han tak menentu, ia melirik Naomi yang bersikap ramah kepada semua orang yang mengajaknya bicara.


Gadis Jepang itu juga terlihat sigap saat memberikan arahan kepada Sierra serta Click and Clack mengenai prosedur pengiriman bantuan saat misi berlangsung.


"Apa yang sudah kulakukan?" ucap Han lirih terlihat sedih. Kai tersenyum di kejauhan dan pergi mendatangi ketujuh kawan bodyguard-nya dulu yang terlihat sibuk di meja tersendiri membahas misi.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE



Makasih tipsnya. Happy weekend. Oia yang belom baca Marco-Polo bisa DM lele di IG ya. Yang belom tau IG-ny nih lele sisipin.

__ADS_1



__ADS_2