4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Menyadarkan Mereka


__ADS_3

Agustus Minggu Keempat.


Sun akhirnya tiba di Hong Kong, kediaman Kim Han Bong yang kini ditempati oleh Kim Arjuna beserta isteri dan orang-orang dalam jajarannya. Sayangnya, kedatangannya malah dianggap sebagai ancaman.


BUAKK!!


"Hah. Ternyata, hanya segini kemampuan dari anak buah Kim Arjuna yang dijuluki Bala Kurawa? Apanya yang lulusan Camp Militer? Tak bertenaga," sindir Sun setelah berhasil menendang jatuh lawannya tepat di dada hingga pria itu tersungkur di atas conblock halaman depan.


"Harghhh!" teriak salah satu anggota Bala Kurawa lain yang kini menyerang menggunakan katana.


Sun tetap terlihat tenang saat menghindari sabetan pedang tersebut. Pemuda itu bahkan masih menggendong tas ransel dan melawan menggunakan tangan kosong.


Sun sengaja datang menggunakan seragam Black Armys Ninja karena bagaimanapun, dia adalah orang dalam jajaran Vesper meski dulunya bekerja untuk anak kedua sang Ratu Mafia.


DUAKK!


"Ugh!" erang pria tersebut saat Sun merunduk dan malah menggunakan kepalanya untuk menyundul perut lawan saat pria itu menyabetkan pedangnya ke atas.


Sun yang gesit, tak terlihat lelah menghadapi sekumpulan anak buah Arjuna.


"Serang dia!" teriak salah satu anggota Bala Kurawa geram dan akhirnya mengerahkan seluruh penjaga mansion untuk mengeroyok Sun.


Sun terlihat sigap kali ini. Ia tampak serius dalam menghadapi lawan. Ia memanfaatkan kekuatan lawan untuk menyerang kawan sendiri.


Sun menangkap salah satu tangan lawan saat ingin menusuknya dengan katana. Sun memegang pundak lawan dan memutar tubuhnya.


Pria itu melotot lebar saat Sun menjadikannya seperti boneka dengan menggunakan tangannya yang memegang pedang untuk menyerang kawan-kawannya.


Praktis, anggota Bala Kurawa lain yang telah maju malah mundur dengan panik karena kawan mereka menyerang dengan sabetan pedang.


"Heahhh!" teriak salah satu anggota Bala Kurawa saat akan membelah Sun dari belakang.


Sun menoleh dan membungkuk dalam posisi membelakangi lawan, tapi masih memegangi tubuh bonekanya. Ia meluruskan kaki kanannya ke belakang dan DUAKK!! BRUKK!


Pria tersebut terhuyung dan jatuh ke lantai saat Sun menggunakan telapak kakinya menendang rusuk pria itu hingga lawannya mengerang kesakitan


Saat anak buah Arjuna makin berambisi untuk menjatuhkan Sun, tiba-tiba ....


BROOM!!


"Hentikan!" teriak Arjuna langsung turun dari mobil bersama Tessa dan anak buah yang dulunya bekerja untuk Andreas.


"Agg, Tu-Tuan muda. Di-dia ... dia memaksa masuk," erang anak buah Arjuna saat tubuhnya terangkat ke atas karena Sun mencengkeram kerah bajunya.


Sun memasang wajah dingin dan menoleh ke arah bosnya dulu.


"Halo, Tuan Kim. Aku datang membawa pesan penting. Kau akan membiarkanku tetap di sini, atau ... mempersilakanku masuk dan duduk?" tanya Sun datar.


Arjuna menarik napas dalam. "Ayo masuk," jawabnya tenang meski wajahnya terlihat tegang karena anak buahnya babak belur dan mereka terkapar di halaman.


BRUKK!!


"Agg," erang anak buah Arjuna saat Sun menjatuhkan pria itu begitu saja.


Sun berjalan dengan melewati orang-orang itu lalu berdiri di samping pintu menunggu dibukakan.

__ADS_1


Arjuna bergegas meminta penjaga mansion untuk membuka pintu ruang tamu dengan gerakan jarinya.


"Halo, Sun," sapa Tessa dengan senyuman.


Sun balas tersenyum dengan anggukan. Ternyata, orang-orang Andreas ikut menyalami Sun bahkan menjabat tangannya.


"Senang kau kembali," sapa Miguel.


"Soal itu, lihat saja nanti. Mungkin aku hanya sekedar mampir," jawab Sun santai, tapi membuat orang-orang Arjuna cemberut.


Di ruang tamu mansion.


"Apa katamu? Miles berencana melakukan peledakan serempak ke seluruh mafia dalam jajaran 13 Demon Heads? Kau yakin dengan informasi itu?" tanya Arjuna dengan mata menyipit.


"Aku rasa informasi itu benar, Sayang. Aku cukup mengenal Miles. Dia selama ini memang hanya menjadi pesuruh layaknya Cassie, tapi setelah melihat sepak terjangnya, dia sudah pasti merencanakan ini dalam waktu yang cukup lama tanpa disadari oleh 8 Mens sendiri. Dia ... seperti duri dalam daging di The Circle," ucap Tessa mengungkapkan pendapatnya.


Arjuna diam terlihat berpikir serius. Tiba-tiba, Sun berdiri dan membungkuk seperti akan pamit pergi. Orang-orang bingung.


"Kau mau ke mana?" tanya Arjuna heran.


"Tugasku sudah selesai. Aku hanya diminta untuk memberikan kabar dan peringatan. Bukankah Anda sudah memilih untuk tak lagi terlibat dengan para mafia dalam jajaran 13 Demon Heads sejak kasus di Jepang bersama Yusuke? Anda bahkan sudah tak lagi menjadi anggota Dewan. Anda sekarang mandiri, seperti Jonathan, Lysa dan Sandara Liu," jawab Sun tenang dengan wajah datar. Ia berdiri tegap di hadapan Tuan Mudanya.


Tessa langsung berdiri dan mendatangi mantan asisten Arjuna tersebut.


"Tinggalah, Sun. Kami sangat membutuhkanmu. Aku minta maaf jika sikap kami selama ini menyinggungmu. Kau pasti sudah mendengar hal ini sebelumnya, 'manusia selalu melakukan kesalahan, tapi hanya manusia bijak yang bisa memaafkan kesalahan'. Aku rasa, kaulah tipe manusia itu, Sun," ucap Tessa menatap Sun penuh harap.


Sun melirik Arjuna dan pria bertato bunga Sakura di leher itu menundukkan wajah.


"Terima kasih atas pujianmu, Nyonya Tessa. Namun sepertinya, Tuan Kim Arjuna tak sepemikiran denganmu. Dia tak membutuhkanku. Selamat malam," jawab Sun lalu berjalan dengan cepat menuju ke pintu keluar.


"Sun!" panggil anak buah Arjuna mengejar pemuda tersebut.


"Sun! Berhenti!" teriak Arjuna lantang dari tempatnya berdiri, tapi suaranya sampai ke pintu depan di mana Sun telah berdiri di teras.


Arjuna melangkah keluar rumah perlahan. Semua orang menyingkir memberikan jalan untuk Tuan mudanya. Arjuna berdiri di samping Sun dan menatap mantan asistennya dulu.


"Aku sepemikiran dengan Tessa. Tinggalah. Aku membutuhkanmu," ucapnya.


"Hanya itu? Ayahku mengatakan, jika dia masih berkeinginan untuk menghajarmu atas sikap burukmu padaku terakhir kali."


Arjuna tampak terkejut, tapi Sun terlihat serius berbicara. Pemuda itu bahkan tak memandang Arjuna.


Tessa dan anak buah Arjuna ikut menatap Arjuna lekat seperti memohon agar ia mempertahankan Sun.


"Aku minta maaf. Aku ... kau tahu sendiri aku orang yang bagaimana. Aku harap kau mau memaafkanku dan tinggal bersamaku lagi," ucap Arjuna pada akhirnya meski terlihat gugup.


"Oke," jawab Sun santai dan langsung membalik tubuhnya.


Pemuda itu berjalan dengan cepat memasuki ruang tamu. Arjuna dan lainnya bingung melihat sikap Sun seperti menganggap rumah itu adalah miliknya.


"Aku mau kamar lamaku. Jika ada yang menempatinya, segera pergi," ucapnya begitu saja seraya menaiki tangga.


"Hei! Jangan buang barang-barangku!" teriak Jose panik karena kamar Sun ditempati olehnya.


Tessa tersenyum dari tempatnya berdiri. Arjuna berjalan mendekati isterinya yang tengah hamil besar dan sebentar lagi melahirkan.

__ADS_1


"Terima kasih, Sayang. Tak sulit 'kan mengatakan maaf," ucap Tessa tersenyum, tapi Arjuna memalingkan wajah tak berkomentar.


Tessa merangkul lengan suaminya dan mengajak ke kamar untuk beristirahat.


Sedang di tempat Jonathan berada. Ceko.


BYURRR! BLUB ... BLUB ... SPLASH!


"Ohok! Uhuk! Uhuk! Dasar gila! Apa kalian sadar yang kalian lakukan, ha? Kalian—"


Jonathan dicelupkan ke dalam kolam renang oleh Click and Clack karena pemuda itu dianggap sudah tidak waras oleh dua bodyguard berkepala botak tersebut.


Siapa sangka, Jonathan tinggal sendirian di rumah itu tanpa satu pun anak buah yang menjaganya.


Jonathan, menyerahkan anak buahnya kepada Miles begitu saja dan hal itu membuat dua mantan algojo Madam geram.


"Apa kau sudah tak waras, ha? Susah payah kau mendidik dan merekrut mereka malah kau berikan pada Miles?! Aku saja yang orang rekrutan The Circle sejak umur 15 tahun tak segila dirimu, Jonathan!" pekik Clack marah besar dan mencelupkan kepala Jonathan lagi ke air hingga pemuda itu meraung-raung mencoba membebaskan diri, tapi tenaga dua pria itu sungguh besar. Jonathan bukan tandingan mereka.


SPLASH!


"Ohok! Hah, hah," engah Jonathan mulai lemas saat dua pria itu sudah puas menenggelamkan anak ketiga Vesper tersebut sejak kedatangan mereka.


"Sierra masih hidup, dasar bodoh. Venelope juga. Sudahkah kau gali kuburan itu? Apa Sierra yang dikubur di dalamnya?" tanya Click menatap Jonathan tajam di pinggiran kolam sambil berjongkok.


Jonathan yang basah kuyup dan terlihat letih itu menggeleng. Click and Clack memalingkan wajah seperti sudah menduga dengan jawaban Jonathan meski ia tak berbicara.


"Lalu apa yang kaulakukan di sini sendirian selama ini? Mabuk-mabukan? Atau berusaha menggali kuburanmu sendiri? Kulihat ada nisan dengan namamu pada papan kayu di halaman," tanya Clack menatap Jonathan tajam.


Pemuda itu mengangguk dan kini merebahkan kepalanya di pinggiran kolam. Click and Clack menatap Jonathan iba yang terlihat kurus, berantakan dan seperti tak memiliki gairah hidup.


Click lalu memberikan tangannya. Jonathan diam menatap tangan yang terulur itu seperti ragu untuk menyambutnya. Namun, Clack juga melakukan hal yang sama.


Jonathan akhirnya menerima dua sambutan tangan itu. Tubuhnya ditarik oleh dua pria besar tersebut dengan mudah ke tepian kolam.


"Bersihkan dirimu lalu kita bicara. 10 menit," tegas Clack menunjuk dan Jonathan mengangguk pelan.


Pemuda itu berjalan sempoyongan memasuki rumahnya yang tak terawat. Rumput dibiarkan tumbuh subur hingga hampir setinggi lutut bahkan banyak barang-barang berserakan di sekitar pekarangan.


Click and Clack tak menyangka jika hidup Jonathan akan sekacau ini. Keduanya akhirnya ikut masuk ke dalam mansion dan semakin yakin, jika Miles pernah menyerang rumah itu lalu melakukan tipuannya.


10 menit kemudian. Di ruang tamu mansion.


"Jadi, Cassie tak menemuimu? Lalu ... di mana dia?" tanya Clack heran.


"Entahlah. Gak ada yang datang kemari selain kalian berdua," jawab Jonathan sudah mengganti pakaiannya meski rambutnya masih basah.


"Apa yang akan kaulakukan sekarang? Kau sudah dengar tentang rencana Miles dari kami. Masih ingin berpihak dengannya? Jika ya, aku akan menguburmu hidup-hidup di lubang yang sudah kau gali itu," tanya Click.


Jonathan menelan ludah terlihat pucat. "Nathan punya firasat kalau Cassie cari Miles. Dia pasti ingin menghentikan aksi gila ayahnya. Sayangnya, Nathan gak tahu mulai dari mana," jawab Jonathan seraya mengapit kedua tangannya diantara paha seperti kedinginan.


"Kita mulai dari rumah ini. Kita cari benda yang mencurigakan. Aku yakin, Miles meletakkan peledak di rumah ini, tapi kita tak pernah menyadari keberadaannya," sahut Clack serius.


Jonathan mengangguk pelan. Ketiganya lalu berdiri dan memulai pencarian dari ruang tamu hingga ke seluruh sudut rumah sampai pekarangan jika diperlukan.


***

__ADS_1



uhuy tengkiyuw tipsnya Qayy ampe belom ke SS😍baru sempet up lagi nih🤭met malam minggu semua😘


__ADS_2