
Siapa sangka, dua insan meski terikat dalam saudara sepersusuan itu akhirnya mendapatkan restu.
Kejujuran dan kepolosan keduanya saat mengaku saling mencintai kepada jajaran Theresia serta Boleslav, membuat orang-orang itu luluh termasuk Amanda selaku ibu dari Jordan.
Mereka berbicara dalam bahasa Rusia. Terjemahan.
"Kami tahu jika banyak diantara kalian yang pasti menentang hal ini. Namun, aku sangat berharap kalian merestui hubunganku dengan Sandara. Kami sudah memikirkan dengan serius risiko dan hal buruk lainnya di masa depan. Kami juga sudah mengantisipasi sejak dini agar hal itu tidak terjadi," ucap Jordan menjelaskan.
Semua orang diam terlihat serius mendengarkan. Sandara duduk di samping Jordan dan menggenggam tangan calon suaminya erat terlihat tegang karena ditatap tajam oleh orang-orang di ruangan tersebut.
"Aku tak pernah meminta banyak hal, malah mungkin bisa dibilang, aku dituntut banyak hal. Aku tak masalah dengan hal itu karena bagaimanapun, aku penerus daddy dan aku siap melanjutkan perjuangannya. Akan tetapi, tolong kabulkan permintaanku kali ini. Biarkan aku dan Sandara menikah lalu hidup layaknya kalian semua yang sudah berkeluarga. Selama aku berulang tahun, tak pernah ada hadiah yang kuminta. Jadi, inilah hadiah yang kuharapkan," imbuh Jordan panjang lebar saat seluruh jajaran berkumpul di kediaman Amanda, Napoli, Italia.
"Sudahlah, Mommy. Biarkan Jordan menikah dengan Sandara. Kita mengenal Sandara sejak ia masih bayi. Dia bukan orang lain. Dia gadis yang sangat cantik, pintar, tangguh dan menggemaskan. Jajaran kita akan menjadi sangat kuat dengan adanya Dara," sahut Jason menggebu.
Semua orang menahan senyum.
"Hem, aku setuju. Menurutku, keputusan Jordan merelakan Naomi ada benarnya. Dia tertekan selama serum monster itu ada dalam dirinya. Jordan tahu jika dia bisa menjadi ancaman bagi keluarganya dan hanya Dara yang bisa mengendalikan hal itu. Dia tahu cara mengobati Jordan karena ia juga memiliki senyawa monster dalam dirinya. Mereka berdua sama-sama bernasib buruk dan sama-sama bernasib baik karena selalu dipertemukan. Mungkin, inilah yang dinamakan takdir dan jodoh karena keduanya saling menolong," timpal Sia ikut mengemukakan pendapatnya.
"Terima kasih," ucap Sandara dan Jordan bersamaan, tapi malah membuat keduanya ikut terkejut karena satu pemikiran.
"Yah, baiklah. Aku juga tak memiliki alasan apapun lagi untuk tak merestui kalian. Jadi ... musim gugur?" tanya Amanda dan membuat pasangan itu mengangguk pelan.
"Kami ingin menikah di Kastil Borka. Aku hanya ingin orang-orang dalam jajaran saja yang diundang. Tak perlu mewah karena aku ingin mereka sebagai saksi siapa suamiku dan siapa ayah dari janinku. Aku tak ingin hal ini ditutupi agar tak menjadi salah paham di kemudian hari," jawab Sandara.
"Tentu saja, Sayang," jawab Amanda yang membuat Sandara dan Jordan tersenyum lebar.
Senyum keduanya yang jarang ditunjukkan membuat kaget sekaligus bahagia bagi semua orang karena mengenal keduanya.
Undangan dan persiapan pesta pun dengan sigap tersebar. Bahkan, Jonathan ikut kaget karena sang adik akan segera menyusul untuk menikah termasuk pasangan Arjuna dan Naomi.
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
"Wah, musim kawin!" seru Jonathan riang saat menerima undangan itu melalui email dengan Neil di pangkuannya.
"Jojon!" panggil Eko yang muncul dari balik pintu dengan wajah gembira.
"Ya, Om!" serunya seraya berdiri dengan Neil sudah terlihat tampan mengenakan jas yang membuatnya bergaya seperti bos mafia kecil.
"Buruan itu ditunggu sama orang-orang. Lagian aneh banget. Mau nikah kok foto prewedding-nya malah baru dijepret sehari sebelumnya. Nyusahin orang," ucap Eko sebal.
"Yee, orang baru inget. Ya udah, Neil pegang dulu. Jangan sampai lecek. Udah ganteng kaya Nathan dia," ucap Jonathan gemas seraya menempelkan kumis palsu pada anak lelakinya.
"Haha! Kita kembar, Kuda Nil. Sama-sama botak dan unyu!" seru Eko gembira yang mengangkat bayi itu ke atas dan membuat Neil tertawa cekikikan.
Sedang Jonathan dan Cassie, sudah tampak siap melakukan sesi foto di Black Castle. Cassie terlihat senang karena impiannya untuk mengenakan gaun pengantin saat pernikahan akan segera terwujud.
"Oke, bagus! Selanjutnya! Ingat, kita harus cepat! Sampai sore nanti, ada 5 tema yang harus kita selesaikan!" seru Zaid tampak kerepotan untuk menyanggupi permintaan saudaranya itu.
"Yes, Boss!" jawab para Black Armys yang kini bekerja sebagai tim Wedding Organizer milik Zaid-Yena meski Jonathan ikut menanamkan modalnya dalam bisnis legal itu.
__ADS_1
Jonathan yang kerepotan karena banyaknya bidang usaha untuk dipulihkan kembali, mempercayakan usaha itu kepada sepasang suami isteri tersebut di mana sebelumnya usaha itu milik Jonathan dan Zaid.
Cassie nantinya akan membantu Jonathan dalam bisnis legalnya bersama Click and Clack. Sedang Sierra, fokus pada usaha peninggalan The Circle.
"Kau lelah?" tanya Cassie saat ia berganti pakaian di ruang yang sama dibantu oleh Yena.
"Gak dong. Nathan malah semangat banget!" jawab Jonathan gembira di mana sesi foto berikutnya adalah mereka akan mengendarai motor sport atas kado dari Ivan Benedict karena Cassie lebih menyukai kendaraan roda dua tersebut ketimbang mobil.
Black Castle tampak sibuk hari itu karena esok hari, acara pernikahan Jonathan-Cassie akan dilangsungkan. Selanjutnya, pernikahan Jonathan-Sierra di Paris pada bulan berikutnya.
Para tamu undangan sudah memadati kastil peninggalan William Charles di musim semi. Para mafia dari seluruh jajaran diundang.
Sayangnya, Sierra dan bayinya enggan muncul karena gadis cantik itu khawatir akan cemburu jika turut serta dalam pernikahan.
Ia memilih untuk menyiapkan pesta pernikahannya sendiri bersama Beny dan orang-orang yang tersisa dari jajarannya.
"Wah! Kau mengikuti jejak ibumu, Jonathan. Semoga, fisik dan mentalmu kuat," ucap Martin seraya menepuk pundak pemuda itu kuat dengan senyum lebar, tapi berkesan menyindir.
"Ya, Om Martin. Makasih doa gak ngenakinnya," ucap Jonathan meringis, tapi membuat semua orang terkekeh geli.
Sedang Cassie, mendapatkan ucapan selamat dari banyak orang terutama kaum perempuan muda.
"Kau tahu dengan jelas watak dari Jonathan. Kau harus sabar menghadapinya. Aku tahu jika Vesper sudah mengajarimu banyak hal dari bisnis, tingkah laku, dan lainnya saat di Lugu Lake," ucap Sisca mantan kekasih Jonathan.
"Ya. Oleh karena itu, hanya aku dan Sierra yang bisa menangani kebodohan serta kecerobohan suami gilaku itu," jawab Cassie seraya melirik Jonathan yang bersulang wine dengan para mantan anggota dewan.
Sedang bayi Neil menjadi rebutan para ibu-ibu. Bayi tampan itu seperti sebuah barang yang berpindah dari satu tangan ke tangan lain hanya sekedar diajak berfoto, dicubit gemas dan diciumi.
"Sekali foto bayar 100 ribu. Sekali cubit bayar 200 ribu. Sekali cium bayar 500 ribu!" ucap Eko yang menjadi pedagang di hari pernikahan itu di mana ia malah dengan suka rela menjadi baby sitter Neil.
"Ini bisnis, Tong! Kamu kudu belajar banyak. Sini bantu Bapak. Nanti Bapak kasih persenan," bisik Eko dan Otong dengan semangat menjadi seperti pedagang yang menjajakan produknya kepada para pembeli.
Sayangnya, saat ibu-ibu itu puas menggerogoti Neil, mereka pergi begitu saja tak membayar.
"Woi! Bayar dulu! Gak terima ngutang!" seru Eko menahan segerombolan para isteri anggota dewan.
"What are you talking about? We don't understand what you're saying," jawab isteri Martin menatap Eko keheranan.
"Jiah! Mereka gak pakai alat translator, Pak! Rugi kita!" seru Obama Otong saat menyadari alat itu tak terpasang di telinga para wanita tersebut.
"Alah hiyung!" keluh Eko menggaruk kepalanya karena gagal mendapatkan uang.
Para wanita itu menatap Eko dan Otong dengan keheranan. Mereka lalu berpaling dan berjalan menuju ke tempat jamuan untuk menikmati hidangan.
Sedang Eko dan Otong, meratapi nasib bersama bayi Neil yang terlihat seperti teler karena lelah dikeroyok oleh para wanita beringas itu akibat kelucuannya.
Pesta pernikahan berlangsung meriah hingga malam menjelang. Para tamu menginap di Black Castle.
Sandara dan Jordan turut hadir meski akhirnya bertemu dengan pasangan baru Naomi-Arjuna di hari bahagia itu.
"Selamat untuk kalian berdua. Jujur, sebenarnya dari awal aku sudah menduga hal ini, tapi ... aku ragu mengingat kalian bersaudara. Namun, kalian bisa mengatasinya," ucap Arjuna saat bertemu Sandara dan Jordan dengan bayi Sig serta Loria dalam gendongannya.
__ADS_1
"Kau terlihat pantas menjadi ayah, Kak Juna," ucap Sandara dengan senyum tipis seraya mencolek dagu dua bayi itu bergantian.
"Ya, begitulah. Lelah, tapi menyenangkan. Semoga ... kau juga segera merasakannya, Dara. Aku juga cukup kaget saat tahu calon anakmu itu adalah benih dari Sun. Hanya saja, mungkin kita harus mencarikan jodoh untuknya. Kasihan, ia hidup sendiri dan masih enggan untuk bekerja denganku. Aku khawatir dengan masa depannya. Ia pintar dan sangat bisa diandalkan," jawab Arjuna seraya melihat Sun yang sedang berbincang dengan Rohan di kejauhan tampak serius.
Tiga orang itu iba pada kondisi Sun yang masih membujang hingga saat ini. Namun sepertinya, pasangan baru akan segera muncul karena terlihat Lucy dan Yusuke Tendo datang bersama mengenakan pakaian senada.
"Kapan kalian menikah?" tanya Jordan to the point.
"Wah! Kita langsung ditodong pertanyaan. Apakah kita terlalu mencolok, Sayang?" tanya Yusuke yang membuat Lucy tersenyum tipis.
Senyum Arjuna merekah. Ia tak menyangka jika tebakannya benar atas kedekatan teman mafia-nya itu.
"Kami akan ikut serta membuat padat jadwal pernikahan di tahun ini," sahut Lucy yang membuat semua pendengar terkejut.
"Oh ya? Kapan?" tanya Naomi yang berjalan mendekat seraya membawa piring berisi potongan buah.
Jordan tersenyum kaku dan Naomi membalasnya dengan senyum lebar.
"September. Setelah pernikahan Jordan dan Sandara. Aku ucapkan selamat bagi kalian berdua," jawab Lucy dan diangguki semua orang.
"Aku merasakan uangku akan terkuras habis di tahun ini," keluh Jamal saat menikmati anggur di sofa dengan wajah malas.
Para mafia lainnya terkekeh karena hal itu benar adanya. Bahkan, Nandra selaku ibu dari Ryan Giamoco turut hadir meski kedatangannya membuat heboh para mafia karena ia membuat sebuah pernyataan yang cukup mengejutkan.
"Eh-eh, liat noh si Sun," ucap Hadi menyenggol Bayu yang berdiri di sampingnya.
"Eh? Mungkinkah? Dia udah gak sama si pion siapa itu?" tanya Bayu heran.
"Enggak kayanya semenjak dia kerja di perusahaan farmasi Elios. Jomblo dia," jawab Hadi yakin seraya menusuk daging di piring meski matanya terfokus pada Yu Jie di kejauhan.
"Wah ini, ini, kudu digosipkan biar jadi kenyataan," sahut Bayu semangat dan Hadi mengangguk mantap.
Bayu dengan sigap berbisik ke kumpulan pria yang menjadi mantan anak buah pak Sutejo dulu. Tentu saja mereka terkejut saat dikabarkan hal tersebut.
"Yang bener?" tanya Bambang sampai matanya melotot.
"Kita comblangin aja. Mereka 'kan sama-sama sipit. Cocok itu," sahut Bayu.
"Kamu kok rasis. Jodohin orang karena matanya sipit," balas Bejo ikut menyipitkan mata.
Namun, kumpulan orang-orang itu sepakat dan akhirnya mengeroyok dua insan tersebut. Yu Jie dan Sun panik karena awalnya mereka sedang berbicara tentang tawaran untuk bekerja di perusahaan Elios milik Sandara di Italia, tapi berbuah salah paham.
Yena mengumumkan jadwal pernikahan para mafia dalam jajaran di tahun itu dan semua orang dengan serius mendengarkan.
Bulan Mei pernikahan selanjutnya adalah Jonathan dan Sierra di Perancis. Lalu bulan Juni pernikahan Arjuna-Naomi di Kastil Hashirama, Jepang. Sandara-Jordan menikah saat musim gugur bulan Agustus di Rusia. Yusuke-Lucy bulan September di Meksiko. Rohan dan Nandra pada bulan Oktober di India. Dan diakhiri dengan pernikahan Afro-Venelope pada bulan Desember.
***
ILUSTRASI
SOURCE : GOOGLE
__ADS_1
Tipsnya sekarat gaiss, ditunggu sedekahnya😁 Makasih tipsnya jeng, lele padamu😘