4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Dia Mengaku Membunuhnya


__ADS_3

Setelah kurang lebih menempuh 10 jam penerbangan. Vesper dan timnya tiba di Jerman.


Habib menginformasikan jika jenazah Tobias sudah siap untuk dikuburkan di kediaman Theo Sanders yang kini menjadi markas milik Han.


Alex diminta oleh Han untuk langsung menuju ke rumah duka mempersiapkan segala keperluan. Han beralasan jika menunggu para bodyguard Vesper dan asisten Han tersebut mengangguk siap.


Namun, Vesper tak menunggu para bodyguard-nya seperti yang Han sampaikan. Vesper menemui Tora di mana pria itu telah berada di Jerman sebelumnya dan Vesper mengetahui hal tersebut.


"Tora," panggil Vesper saat pria berkepala gundul itu hanya menundukkan wajah ketika membuka pintu yang diketuk. Vesper dan Han menatap Tora tajam yang berdiri terlihat gugup tak berani memandangi Tuannya. "Kau akan membiarkan kami berdiri di luar sini?"


Tora tertegun dan akhirnya mempersilakan para tamunya masuk ke sebuah tempat penginapan.


Vesper melihat ada orang lain di tempat itu dan wanita tersebut adalah salah satu isteri Tora—Lian—dan Jibran Sudan.


"Urusanku di sini sudah selesai. Aku pergi. Sampai jumpa," ucap Jibran yang pergi begitu saja usai bertemu dengan Vesper dan Han.


Han melirik pria berambut silver yang sudah dijemput oleh anak buahnya di depan pintu kamar Tora. Vesper membiarkan Jibran pergi.


"Apakah isi surat dariku kurang jelas, Tora?" tanya Vesper menatap salah satu bodyguard-nya lekat seraya melangkah perlahan mengelilinginya.


Lian yang duduk di seberang Han, terlihat ketakutan karena ditatap tajam hampir tak berkedip oleh suami dari majikannya itu.


"Sangat jelas, Vesper-sama," jawabnya masih menundukkan wajah.


"Apa kausudah puas dengan tindakanmu? Kau, tak mengindahkan amanatku. Kau bahkan menyeret Lian dalam hal ini. Apa kausadar hukuman yang akan kauterima, hem?" tanya Vesper terlihat menahan amarah, meski suaranya masih terdengar lirih.


"Aku tahu," jawab Tora terlihat tertekan.


"Kau bahkan berkomplot dengan Jibran."


"Dia mendatangiku. Dia tahu dendamku. Dia membantuku membalaskan dendamku atas kematian Mitsuki dan Tokio. Tobias, pantas mati. Dia seharusnya mati sejak dulu, tapi aku selalu menunda kematiannya," jawabnya tegas meski pandangannya masih tertunduk.


"Lalu ... katakan padaku. Apa yang kaurasakan sekarang?" tanya Vesper menghentikan langkah tepat di hadapan bodyguard-nya.


Vesper merapatkan tubuhnya hingga jarak wajahnya dengan Tora hanya berjarak sekitar 2 cm saja. Vesper bisa melihat jelas wajah pria yang membunuh anak angkatnya itu. Lian gemetaran di kursinya berusaha tetap tenang, tapi gelagatnya tak menunjukkan demikian.

__ADS_1


"Lega, tapi ... aku tak merasakan kepuasan setelah Tobias tewas. Anehnya, malah perasaan bersalah muncul dihatiku," jawabnya seraya meremat yukata hitam di dadanya.


"Merasa bersalah? Menyesal?" tanya Vesper berbisik dengan mata menjelajahi tiap inci dari wajah lelaki itu.


Tora mengangguk dengan kening berkerut. Liam membungkam mulutnya rapat berusaha menguatkan mentalnya. Terlihat jelas, wanita itu sangat takut jika suaminya mendapatkan perlakuan buruk dari majikannya.


"Apa kausadar dampaknya padaku, Tora?" tanya Vesper terlihat sedih.


Tora menaikkan pandangan. Ia melihat wajah Vesper saksama yang nampak sendu. Pria itu menggeleng.


"Aku, harus menanggung dosamu itu," jawabnya lirih.


Semua orang terkejut dengan ucapan Vesper barusan. Tora menatap wajah Tuannya lekat yang kecewa padanya. Vesper menepuk pundak Tora lembut dan tersenyum tipis.


"Kali ini, aku memberikan amanat terakhir padamu. Apakah ... aku bisa mempercayaimu, Tora?" tanya Vesper sendu.


"Tentu saja. Kali ini aku bisa! Aku bersumpah!" jawabnya mantap, tapi Vesper terlihat seperti tak mempercayainya.


SRING!


Lian terlihat miris dengan aksi suaminya. Vesper menatap Tora lekat yang mengajaknya berjabat tangan dengan darahnya yang menempel di telapak tangannya. Vesper melihat genggaman kuat itu dalam diam.


"Kali ini, aku tak akan melanggar amanatmu lagi. Jika aku berbohong, aku akan bunuh diri. Jika suatu saat nanti, Lysa dan para Pion menuntut balas atas kematian Tobias, aku bersedia mati. Meskipun, bagiku tetap tidak adil. Tobias, membunuh banyak orang. Nyawanya tak sepadan dengan jiwa-jiwa malang yang mati di tangannya," ucap Tora mantap menatap Vesper lekat.


"Aku pegang ucapanmu. Lian dan Han saksi dari janjimu. Jika kau tak menepatinya, aku sendiri yang akan membunuhmu, Tora. Pegang janjiku," jawab Vesper menatap Tora lekat dengan wajah datar, tapi ucapannya membuat terkejut semua orang.


"Aku siap," jawabnya mantap.


Lian seperti ingin berteriak, tapi ia tahan. Ia memejamkan matanya rapat tak bisa melakukan apa pun.


"Kau, ingin aku melakukan apa, Vesper-sama?" tanya Tora penasaran masih menjabat tangan Vesper.


"Masalah yang kautimbulkan, akan menyebabkan kekacauan, dan keretakan dalam keluargaku. Jadi ... bersandiwaralah. Jika suatu saat nanti kau dicurigai sebagai pembunuh Tobias, tunjukkan saja isi surat merah maroon pemberianku. Itu ... bisa menyelamatkan nyawamu dan keluargamu," jawab Vesper terlihat sedih. Tora mengangguk pelan.


"Jujur Tora, kau, masih belum bisa berubah. Dendam menyelimuti hatimu. Kau, belum bisa merelakan orang yang telah pergi. Jangan lupa, kita mafia, kita penjahat, pilihan kita hanya dua. Dibunuh atau membunuh. Dan aku sudah merasakan dua hal itu. Hanya tinggal kematian sesungguhnya yang belum kurasakan. Aku penasaran, bagaimana rasanya mati dan aku tak membuka mata lagi untuk selamanya."

__ADS_1


Praktis, ucapan Vesper membuat Han langsung berdiri dari tempat duduknya. Han melepaskan jabat tangan itu dan menarik isterinya yang tampak lesu.


Han menatap Tora tajam lalu membawa isterinya menuju ke dapur untuk membasuh tangannya yang terkena noda darah.


Vesper diam saja saat Han melakukannya. Namun perlahan, senyum Vesper terpancar saat Han mengeringkan tangannya yang sudah bersih tak ada cairan anyir itu lagi.


"Kenapa kau tersenyum?" tanya Han heran.


"Tak ada. Jika kukatakan, kaupasti akan marah," jawabnya dengan wajah tertunduk.


"Hem, coba saja," jawab Han menantang dan kini menatap sang isteri lekat.


"Colombia. Yang kaulakukan barusan, sama persis yang dilakukan Erik padaku. Aku dulu takut darah. Aku baru menyadari perbuatan kejiku saat aku melihat darah menempel di kedua tanganku dan tak bisa dihilangkan. Aku merasa, ada jiwa lain didiriku saat itu dan pada akhirnya, aku menyadarinya. Ya, itulah Vesper, bukan Lily atau Liana," jawab Vesper seraya menatap suaminya lekat.


Han menatap wajah sang isteri yang terlihat sedih. Han memegang kedua pipi Vesper lembut lalu mencium bibirnya penuh kasih. Vesper memejamkan matanya dan menyambut ciuman itu.


"Aku dan Erik masuk dalam hidupmu dalam waktu yang hampir bersamaan, Lily. Namun, aku lebih dulu. Walaupun pertemuan kita tak menyenangkan karena kita berdua masih sama-sama egois dan gila, aku rasa ... kini aku bisa meredam rasa cemburuku tak seperti dulu. Kenapa aku harus cemburu pada orang yang sudah mati? Benar 'kan?" tanya Han dan Vesper mengangguk pelan. "Jangan takut, aku sudah berjanji akan selalu melindungimu. Jadi ... kausiap menghadiri pemakaman?" tanya Han dan Vesper segera merangkul lengan suami tertuanya itu dengan senyuman.


Vesper, Han, Tora, dan Lian meninggalkan motel tempat Tora menginap selama di Jerman.


Dua buah mobil yang ditumpangi oleh Vesper dan timnya menunggu di pinggir taman dengan enam Black Armys penjaga.


Para bodyguard Vesper yang berkumpul di bandara, segera menemui bos besar mereka di tempat yang telah dijanjikan.


Vesper beralasan agar mereka tetap bersama mengingat Miles dan anak buahnya belum ditemukan keberadaannya. Vesper khawatir jika Miles akan menjadi ancaman.


Vesper terpaksa berbohong dan kembali bersandiwara bersama Han, Tora dan Lian. Vesper mengkambinghitamkan Miles dalam pembunuhan Tobias, dan semua orang dibuat percaya akan hal itu.


***



alhamdulilah~ makasih semua atas dukungannya❤️ Novel Monster Hunter juara 2 uhuy. naik pangkat setelah simulation kemarin juara 6 hadiahnya 100rb. sama Allah dilipatkan. Tengkiyuw Allah Lele padamu😍


baiklah doain simulation dan 4YMS2 dapat tamat dengan baik akhir tahun ini dan mulai novel baru The Red Lips yang jadinya diboyong kesini tukeran sama King D💋 siapa yg kemarin nebak pembunuh Toby si Tora? Angkat keteknya!

__ADS_1


__ADS_2