
Pagi itu. Smiley akan meninggalkan markas yang dijadikan sebagai tempat untuk menyekap Jonathan.
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Non-baku bahasa Indonesia campuran.
CEKLEK!
"Smiley!" panggil Venelope berjalan tergesa menuju ke arahnya di mana Ungu genit juga berada di sana sedang menikmati segelas kopi susu—minuman kesukaannya.
"Lima menit. Aku tak boleh terlambat," jawabnya yang sudah menenteng sebuah koper kerja berwarna hitam dalam genggaman tangan kanan.
"Jangan lupa kesepakatan kita," jawabnya tegas.
Smiley tersenyum, ia menoleh ke arah Ungu dan keduanya seperti memiliki pemikiran yang sama.
"Masa kejayaanmu telah berakhir semenjak kembalinya puteri Sierra, Venelope. Kau kembali menjadi pelayan lagi," jawab Smiley dengan senyuman seperti sebuah sindiran.
"Tak bisa begitu. Kalian bisa merasakan kepemimpinanku saat Sierra tak ada, bukan? Dia saja masih tak bisa berjalan. Ia tak bisa bertempur sepertiku. Aku unggul darinya dalam semua hal!" tegasnya dengan nafas menderu.
"Oh, benarkah? Tapi, kau jangan lupa julukan Sierra padamu. 'Keturunan palsu', dan kau tahu apa artinya," jawab Smiley menatapnya lekat.
"Aku bisa menjadi salah satu puteri No Face karena ambisiku untuk membunuh Vesper lebih besar dari siapapun, dan tetap sama sampai sekarang. Oleh karena itulah, Madam menunjukku," jawabnya ngotot.
"Madam menunjukmu, bukan berarti kau lantas menjadi pemimpin, apalagi penggantinya. Sierra cacat, itu ulahmu. Hem, jangan kau kira kami tak tahu. Sierra sudah menjelaskan semua saat orang-orang dari 13 Demon Heads berusaha menyembuhkan kakinya," jawab Smiley menatapnya tajam.
Venelope terkejut dan langsung mundur ke belakang. Smiley berjalan mendekat dan pandangannya terkunci pada mata gadis berambut pirang di depannya.
Venelope terlihat takut, dan pada akhirnya tak bisa mundur lagi karena punggungnya terpepet dinding.
"Sierra masih berbelas kasih padamu, di mana ia tak pernah seperti itu sebelumnya. Mungkin ... pengaruh 13 Demon Heads yang sedikit melekat padanya saat ia dalam kondisi lemah. Kau diberikan kesempatan dengan pekerjaan mudah hanya untuk mengawasi Jonathan dan menjadi baby sitter-nya. Sebaiknya, kaulakukan pekerjaan itu dengan benar, atau Sierra akan mengirimmu ke Bagdad seperti yang dilakukan oleh Erik Benedict kala itu pada ibumu," ucap Smiley memepetkan wajahnya dan gadis itu hanya bisa memejamkan mata. Ungu tersenyum miring. "Kau dianggap keturunan palsu karena Anita menikahi pelayan salah satu 8 Mens. Para Pion itu bukan keturunan asli Flame. Namun, karena kebaikan Diego Flame, ibumu diberikan sebuah tempat, meski pada akhirnya tewas di tangan Vesper," sambungnya.
"Masa kepemimpinanmu telah habis, Venelope. Kau kini budak seperti kami. Nikmatilah selama kau dibayar dan dibiarkan hidup sampai kau lelah lalu memilih bunuh diri. Hihihihi," jawab Ungu terkekeh geli dan diikuti kekehan Smiley.
__ADS_1
"Lima menit telah habis. Kau mengajakku bicara sebuah omong kosong. Sampai jumpa, dan ingat, kami mengawasimu," tegas Smiley dan Venelope hanya bisa menundukkan wajah.
Ungu genit melambaikan tangan lalu menyeruput kopi susunya dengan anggun. Kemudian, ia meletakkan cangkir kopi di meja kerja tempat Smiley biasanya mengerjakan semua tugasnya.
"Malangnya nasibmu, Venelope. Mr. White telah tewas, dan kini tak ada lagi yang memihakmu. Begitulah, dunia mafia sepertinya lebih cepat berputar ketimbang dunia aslinya. Selamat menikmati profesi barumu sebagai ... baby sitter. Pergilah, persiapkan Jonathan hari ini," ucap Ungu genit duduk dengan kaki menyilang dan senyum tersudut.
Venelope keluar dari ruang kerja Smiley dan menutup pintu. Gadis cantik itu terlihat sedih, terlihat dari berjalannya yang pelan dan wajahnya yang tertunduk.
Siang itu, saat Venelope akan mengantarkan makanan dan mengoleskan salep untuk Jonathan, pemuda tampan itu menyadari perubahan sikap Venelope karena seperti orang melamun.
"Love, mau kamu oles sampai setebel apa lengan Nathan? Dari tadi di situ mulu, yang satunya belom nih," tanyanya dengan kening berkerut.
Venelope tertegun dan segera mengoleskan salep di lengan lainnya. Jonathan kembali melakukan coretan pada skema di papan putih untuk presentasinya nanti sambil berdiri.
"Kamu kenapa?" tanyanya tanpa melihat Venelope.
Gadis cantik itu tertegun dan melirik Jonathan sekilas seraya terus mengoleskan salep di lengan pemuda itu tipis-tipis.
"Tak ada. Hanya ... merindukan mamaku. Aku tak pernah mengenalnya. Aku ingin tahu seperti apa dirinya. Yang kutahu, dia menderita sepanjang hidupnya karena Vesper," jawabnya dengan wajah datar.
"Kalau mamamu menderita, gimana dengan mamaku? Dia sampai koma, trauma, bahkan benci papa Nathan. Kau kira, mamaku bisa sampai sekarat karena ulah siapa? Mamamu itu. Papa Nathan nyiksa mama Lily, dan sebagai balasan, papa hampir di bunuh sama oma Rose saat tahu kalau mama keguguran anak dari papa. Dari situ, papa Erik nyesel dan akhirnya jatuh cinta sama mama," jawabnya dengan wajah datar dan terus menulis.
Mata Venelope terbelalak. Ia menatap Jonathan lekat.
"Ka-kau tahu hal itu dari siapa?" tanya Venelope dengan pandangan tak menentu.
"Om Axton, papi Ivan, om Martin, banyak lah. Jangankan kamu, Nathan aja shock waktu tahu kejadian sebenarnya. Selama ini Nathan selalu anggap papa Erik yang terbaik, tapi ternyata ... gak begitu juga. Mama Lily itu seribu kali menderita ketimbang mamamu. Kalau Anita dibuang ke Bagdad ya itu salah dia. Dia fitnah mama Lily. Lalu mamamu balik dan bales dendam sama papa Erik hingga dia lumpuh. Tapi karena hal itu, mama Lily jadi maafin kesalahan masa lalu papa Erik dan akhirnya mereka nikah. Tapi, mama gak terima karena papa Nathan dicelakai. Apalagi setelah tahu pelakunya mamamu, ya begitulah, mamamu tewas di tangan mamaku. Namun, kau tahu bagian yang mengejutkannya?" tanya Jonathan yang akhirnya menatap lawan bicaranya itu.
Venelope menggeleng.
"Papa Erik marah karena mama Lily bunuh Anita. Baginya, lumpuh yang diterimanya adalah balasan yang pantas karena telah melakukan hal buruk pada banyak orang. Jadi menurut Nathan, salah besar kalo kamu benci mama Lily. Yang jadi pertanyaan besar Nathan adalah ... kenapa mamamu sampai nekat celakain papa Nathan? Dia udah berhasil keluar dari Bagdad, dan katanya diselametin sama The Circle. Hidupnya kembali enak, kenapa malah cari ribut sama 13 Demon Heads lagi? Menurutmu ... kenapa?" tanya Jonathan menatap Venelope tajam.
Saat Venelope akan menjawab ....
__ADS_1
CEKLEK!
"Hei!" teriak Ungu yang tiba-tiba masuk dengan wajah garang diikuti oleh dua orang lelaki bertubuh besar di belakangnya.
Spontan, Jonathan mundur dengan Venelope berada di belakang tubuhnya. Keduanya kaget dan menatap Ungu seksama.
"Kau!"
"Agh!" rintih Jonathan saat lehernya dicengkeram kuat oleh Ungu dan membuat pemuda itu tak bisa berkutik.
Venelope panik, tapi tak bisa melakukan apa pun karena dua pria besar di belakang Ungu menatapnya tajam.
"Jangan memutar-balikkan fakta. Apa kau berusaha menghasut Venelope?" tanya Ungu melotot tajam.
"Agh, ka-kalau Nathan boong, ke-kenapa, eggg kamu tiba-tiba dateng? Heh, takut ketauan busuknya ya, eggg," jawabnya berusaha untuk tetap bicara, meski wajahnya sudah memerah karena kekurangan oksigen.
Ungu melirik Venelope tajam. BRUKK!
"Uhuk, hah, hah, agg," rintih Jonathan saat ia dilemparkan dan jatuh di lantai. Jonathan memegangi lehernya yang sakit dan membuatnya kesulitan bernafas.
"Kau, tak diizinkan lagi untuk bicara dengan Jonathan," ucapnya tegas menunjuk Venelope. Gadis berambut pirang itu hanya bisa diam. Mata Ungu genit beralih ke arah Jonathan. "Mulai hari ini, urus sendiri luka tatomu. Ayo pergi," sambung Ungu seraya menarik tangan Venelope dan menyeretnya keluar.
Gadis berambut panjang itu melihat Jonathan yang masih kesakitan memegangi lehernya. Sel Jonathan kembali ditutup rapat dan ia kini sendiri.
"Heh, rasakan. Kita liat, apa Venelope akan berpihak sama Nathan," ucapnya menyeringai. "Aduh, sakit ... masih ganteng gak nih kalo mukanya sampai mengkeret karena nahan sakit. Si genit, cekikannya kuat banget, untung gak mati," ucap Jonathan berusaha bangun dan kembali bernafas meski masih terasa sulit.
***
ILUSTRASI
SOURCE : IDN Times (google)
Diingatkan lagi, senin sampai jumat terhitung seminggu besok, lele up 1 eps aja ya karena mau selesein naskah buat cetakan SIMULATION. Doain lancar dan semoga besok hasil tes darahnya aman. Amin. Tengkiyuw tipsnya. Pas banget tips koin abis. Kode kode. Kwkwkw. Lele padamu❤️
__ADS_1