4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Tersadar


__ADS_3

Keesokan harinya, yacht Tobias berlayar meninggalkan Morocco menuju Cuba. Lysa terlihat sudah mulai membaik meski masih lesu dan pucat.


Tobias yang kelelahan karena memikirkan banyak hal dan terus menemani sang isteri yang sedang sakit, pagi itu tertidur lelap memeluk Lysa seperti guling.


"Emph," keluh Lysa saat ia mulai merasakan pegal di tubuhnya dan serasa tertindih.


Saat Lysa membuka mata dan menoleh ke samping, betapa terkejutnya, ia melihat Tobias tidur di sampingnya begitu nyenyak.


Jantung Lysa berdebar kencang dengan mata melotot lebar. Ia melihat tangan Tobias berada di atas dadanya dengan sebuah cincin melingkar di jarinya.


Lysa teringat jika ia telah menikah dengan Tobias meski tak ingat secara pasti kapan itu terjadi.


"Ya Allah, ini ... agh, kepalaku pusing. Halusinasi atau nyata? Tapi ... oh, ini nyata. Aku bisa merasakan hembusan nafas Toby di leherku. Kenapa aku bisa ada di sini? Ini di mana?" tanya Lysa panik dalam hati.


Lysa mencoba menenangkan hatinya. Ia melihat tangannya dipasangi infus. Lysa menduga jika ia sedang sakit dan sedang diobati.


Lysa melihat ke balik jendela kecil di mana pemandangan laut terlihat jelas di matanya. Lysa makin bingung dan berusaha untuk tetap tenang.


"Wait. Coba kuingat-ingat kejadian terakhir. Saat itu ... aku masih berada di mansion Darwin di Paris. Lalu ... oh! Gas! Ya! Ada gas menyeruak ketika aku masuk ke kamar Darwin dengan Tobias bersamaku. Setelah itu ... agh, aku tak ingat. Eh, sebentar," batinnya lagi dengan pikiran berkecamuk.


Lysa mencoba berpikir keras untuk mengingat apa yang terjadi padanya. Ia masih kesulitan dan bingung karena banyak bayangan di kepalanya. Ia tak bisa membedakan antara khayalan atau nyata.


"Aku seperti ... oh! Benarkah? Mama? Yuki? Torin? Lalu ... emm, sepertinya aku bertemu paman Mitsuki dan Tokio di sebuah rumah ... amm, aku seperti pernah ke sana sebelumnya. Agh, kepalaku sakit ... apa aku bermimpi? Wait ... oh, ini sungguh membingungkan!" pekiknya dalam hati karena bingung dengan dirinya.


Lysa mendadak merasa haus dan ingin ke kamar mandi. Ia menyingkirkan tangan Tobias di dadanya. Lysa perlahan duduk meski rasanya dunia seperti berputar.


Saat Lysa akan melepaskan jarum infus di tangannya, GRAB!


"Ah!" pekik Lysa terkejut dengan mata melebar ketika Tobias memegang tangannya kuat dan menatapnya tajam.


Jantung Lysa seakan mau meledak. Nafasnya tercekat dan membuatnya seperti orang sesak nafas.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris.


"Kau sudah bangun? Apa yang kau lakukan? Apa kepalamu masih sakit, Sayang?" tanya Tobias langsung duduk dan memegang wajah Lysa dengan kedua tangannya.


Entah kenapa, sentuhan Tobias terasa familiar di kulitnya. Lysa tak merasa canggung ataupun risih dipegang olehnya. Pikiran buruk kembali padanya.


"Jika sampai aku tak terusik dengan sentuhan Tobias di tubuhku, jangan-jangan ... oh, shit!" pekiknya dalam hati dengan pandangan tak menentu.


"Lysa? Hei, kau tak apa?" tanya Tobias terlihat khawatir, menatap Lysa seksama.


"Ya. aku ... ingin ke kamar mandi. Tanganku sakit, Toby. Aku ingin melepaskan infus ini, aku sudah tak apa. Sungguh," ucapnya memelas.


Tobias mengangguk. Ia segera berdiri dan membantu Lysa melepaskan jarum infus di lengannya. Lysa menggosok bekas jarum yang menyakiti kulitnya perlahan, tapi ....


CUP!


Lysa kembali terkejut saat Tobias malah menciumi bekas tangannya yang tertusuk jarum. Jantung Lysa berdebar, ia tak pernah melihat Tobias begitu lembut padanya. Lysa terdiam.


"Aku antar," ucap Tobias sembari memegangi pinggul Lysa dan menurunkannya dari ranjang perlahan.


Lysa malah terpaku dan menurut ketika Tobias memapahnya ke kamar mandi. Lysa terlihat canggung saat Tobias malah berdiri melihatnya ketika akan duduk di toilet.


"Keluarlah, Toby. Aku malu," pintanya canggung.


Tobias menatap Lysa seksama. "Malu? Biasanya kau malah mintaku untuk melepaskan celana bahkan mengelap kemal*anmu dengan tisu," jawabnya terlihat curiga.


Lysa diam seketika.


"Aku mau buang air besar. Nanti kau bau. Sudah, keluar sana!" teriak Lysa sebal.


Tobias terdiam, tapi menurut. Lysa bernafas lega saat Tobias menutup pintu dari luar. Lysa memegangi kepalanya terlihat shock dengan dirinya sendiri.

__ADS_1


"Apa yang terjadi? Shit! Banyak bayangan di kepalaku. Oke, tenang, Lysa. Santai saja, coba ingat satu persatu," ucapnya pada dirinya sendiri terlihat berpikir keras.


Hampir 15 menit lamanya, Lysa terdiam di atas dudukan toilet terlihat frustasi dengan ingatannya. Perlahan, Lysa mulai meneteskan air mata.


"Ya Allah, itu semua benar. Ya, itu bukan mimpi. Aku memang melakukannya. Aku membunuh paman Mitsuki dan Tokio. Aku bahkan bercinta dengan Tobias!" pekiknya dengan suara tertahan.


Saat Lysa dirundung kesedihan, tiba-tiba ....


CEKLEK!


Lysa langsung duduk tegap dengan pandangan tertuju pada Tobias yang menatapnya tajam di depan pintu.


Jantung Lysa berdebar kencang tak karuan. Wajahnya tergenang air mata kesedihan meski tangisannya reda seketika karena kedatangan lelaki bertato itu.


"Kenapa? Apa sakit kepalamu kambuh lagi? Kau tak bisa menahannya hingga kau menangis?" tanya Tobias menebak.


Lysa terkejut, tapi ia lega karena Tobias tak curiga. Lysa memulai dramanya.


"Em, ini sakit sekali, Toby," rengeknya dengan wajah kesedihan sembari meremas kepalanya.


"Kemarilah. Ayo, kembali ke kamar. Kau sudah selesai?" tanya Tobias melihat dudukan toilet Lysa kering seperti tak melakukan apapun. Lysa mengangguk.


Tobias malah membopong Lysa dan hal itu membuat anak pertama Vesper terkejut. Lysa dibaringkan kembali ke kasur dan Tobias duduk di sampingnya.


"Hempf. Yu Jie mengatakan seharusnya kau tak sakit kepala lagi. Agh, dia berbohong padaku," geram Tobias.


Mata Lysa melebar. Bayangan seorang dokter wanita yang memeriksanya muncul lagi di kepalanya. Ia baru menyadari jika dokter berkerudung tersebut adalah Yu Jie, kawan semasa sekolahnya di asrama dulu.


"Aku haus, Toby," pinta Lysa memelas.


Tobias mengangguk dan segera keluar kamar untuk mengambilkan isterinya minum. Nafas Lysa tersengal. Ia terlihat shock dengan ingatannya yang sudah mulai pulih secara bertahap.


"Namun, ada satu hal yang dilakukan Yu Jie padaku saat ia memintaku ke kamar mandi, tapi apa ya? Aku sungguh tak ingat. Agh, sial," geramnya kesal dengan kening berkerut.


Kali ini, ia sungguh haus dan tenggorokannya terasa kering, ditambah kenyataan pahit yang sedang ia hadapi.


"Kita akan tiba sebentar lagi. Kita akan tinggal di Cuba sampai kau melahirkan nanti, Sayang," ucap Tobias dengan senyuman.


DUKK!


Tobias dan Lysa sama-sama tertegun ketika gelas kaca tersebut jatuh ke atas karpet. Beruntung tidak pecah.


Tobias segera mengambilnya. Lysa shock dengan apa yang ia dengar. Pandangannya tak menentu.


"Kau kenapa? Kau sangat aneh, Sayang," tanya Tobias yang kini menatap Lysa tajam.


Jantung Lysa berdebar kencang tak karuan. Wajah Tobias perlahan semakin mendekat seakan mata pria bertato itu siap untuk menusuk wajahnya.


"Oh! Aku senang sekali!" ucap Lysa langsung memeluk Tobias dan menyembunyikan ketakutan di wajahnya.


Tobias tertegun. Ia diam saja saat Lysa memeluknya erat. Namun, Tobias langsung mendorong Lysa, melepaskan pelukannya. Lysa ikut terkejut.


"Hem, kau senang? Sungguh? Namun yang kulihat sepertinya ... kau tegang dan ketakutan, Sayang," tanya Tobias menunjukkan wajah iblisnya, memegang kedua wajah Lysa erat dengan kedua tangannya.


"Hihi, tentu saja aku senang. Oh, aku berharap anak kita perempuan," jawab Lysa tiba-tiba dengan wajah berbinar, memegang kedua tangan Tobias di wajahnya.


Mata Tobias menyipit, semakin menatap Lysa tajam.


"Toby, sebaiknya, aku potong rambut saja. Rambut panjang ini menyusahkanku," ucapnya sembari menarik-narik ujung rambutnya yang tergerai indah.


"Aku suka rambut panjangmu," jawab Tobias masih memegangi wajah isterinya dan menatapnya lekat.


"Jika aku memiliki bayi, dia akan menjambak-jambak rambutku. Itu menyakitkan, Toby," rengek Lysa menirukan sikap manjanya saat bersama Tobias di mana ia mulai teringat akan perjalanan hidupnya bersama lelaki bertato itu.

__ADS_1


Tobias tak menjawab. Perlahan, ia malah mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Lysa lembut. Lysa tertegun dan sepersekian detik, nafasnya terhenti karena kaget.


"Aku kira kau akan kembali membenciku, Lysa. Aku takut sekali," ucapnya dengan wajah sendu mengusap wajah sang isteri dengan dua ibu jarinya.


Lysa tersenyum lebar sembari merangkul leher Tobias manja.


"Kau bilang apa? Kenapa aku membencimu? Aku ...," ucapnya terpotong. Tobias diam menatap Lysa lekat. "Aku mencintaimu, bukankah kau juga begitu?" tanya Lysa dengan senyum lebar di akhir kalimatnya.


Tobias tersenyum. Ia langsung menerkam Lysa dan terlihat bergairah untuk mengajaknya bercinta. Lysa panik.


"Toby wait! Aku sedang hamil. Akan berbahaya jika sampai sp*rmamu mengenai janinku. Sebaiknya jangan dulu, aku bisa keguguran," ucapnya menahan dada Tobias yang sudah berada di atasnya.


Tobias diam dan menatap Lysa lekat.


"Benarkah?" tanyanya ragu. Lysa mengangguk cepat.


"Nanti saja, ketika aku sudah hamil besar. Saat anak kita nanti sudah siap untuk melihat dunia," jawabnya manja.


Tobias diam masih menatap Lysa lekat entah apa yang dipikirkannya. Tobias mengangguk dan bergulung ke samping menatap langit-langit.


"Aku sangat menginginkan memilki anak darimu, Lysa. Aku sangat menginginkannya," ucapnya mengulang terlihat serius dengan kedua tangan di atas dada.


Jantung Lysa berdebar, ia mengangguk pelan. Lysa teringat akan sikapnya pada Tobias yang selalu manja.


Ia khawatir jika Tobias curiga akan perubahan darinya. Lysa menarik nafas dalam, ia kembali berakting.


"Jadi ... Cuba? Kau memiliki rumah di sana? Kenapa kau tak pernah memberitahuku?" tanya Lysa mendekatkan dirinya.


Lysa merebahkan kepalanya di salah satu lengan suaminya sembari memeluknya mesra. Tobias terdiam. Ia balas memeluk Lysa meski terlihat ragu.


"Kau ingin potong rambut? Hem, boleh juga. Aku rasa, meski kau botak sekalipun, kau tetap cantik, Sayang," jawab Tobias memiringkan tubuhnya sembari merapatkan pelukan sang isteri.


Lysa gugup saat Tobias mulai menciuminya dengan rakus. Lysa memejamkan matanya rapat. Ia bingung dengan keadaan ini.


Namun, ia bisa merasakan jika Tobias sungguh mencintainya terasa dari perlakuan lembutnya. Lysa melihat jari manisnya yang terpasang cincin seperti milik Tobias.


"Dia suamiku. Tobias kini suamiku," batin Lysa menguatkan hati dan meyakinkan dirinya.


Perlahan, Lysa membalas ciuman panas Tobias. Lelaki bertato itu mulai bergairah seperti menginginkan lebih, tapi tiba-tiba ia melepaskan ciumannya dan langsung duduk. Lysa bingung.


"Hah, sayang sekali. Ini sungguh menyebalkan. Kita harus menundanya, Sayang. Berdekatan denganmu sungguh membahayakan. Aku tak ingin anakku terluka karena keganasanku. Sebaiknya, kau jangan menggodaku," ucap Tobias menunjuk Lysa.


Anak pertama Vesper terkekeh meski tak bersuara. Namun, Lysa malah sengaja berpose menggoda. Tobias mengepalkan kedua tangannya dengan wajah seperti menahan marah.


"Agh! FVCK! Aku harus menahan diri selama 9 bulan lamanya, begitu?! Aku akan gila!" pekiknya kesal.


Lysa tersenyum licik saat Tobias tak melihatnya. Lysa sengaja merangkak mendekati Tobias sembari menggesekkan ujung hidungnya ke leher suaminya itu. Tobias menoleh dan melotot tajam ke arah isterinya.


"Awas saja, jika kau berani berselingkuh di belakangku. Aku akan pergi darimu selama-lamanya," ancam Lysa.


"Hah! Jangan samakan aku dengan Sultan brengsek itu. Tak ada satupun wanita di luar sana yang mampu memuaskanku kecuali kau, Sayang. Berani kau kabur dariku atau kembali kepada Sultan brengsek itu, aku tak segan memotong kedua kakimu agar kau tak lari lagi. Hem?" balasnya mengancam.


Lysa tertegun saat Tobias menyeringai sembari memegang dagunya. Tobias mencium bibir Lysa penuh gairah lalu beranjak dari tempat tidur. Tobias mengunci Lysa di kamar sendirian.


"Oh! Bagaimana ini? Dia mencintaiku, tapi ... dia tak segan menyakitiku? Psikopat gila itu tak berubah. Agh! Apa yang harus kulakukan?" pekik Lysa yang kini duduk di atas ranjang dengan dua kaki tertekuk.


Lysa membenamkan wajahnya di atas dua lututnya sembari meremat rambut panjangnya hingga berantakan.


***


makasih tipsnya. baiklah. besok masih dobel eps😍 cuma kl bsk gak ada tips koin masuk sesuai kesepakatan cuma up 1 eps ya. tengkiyuw lele padamu💋💋💋


__ADS_1


__ADS_2