
------ back to Story :
Di Black Castle, Inggris. Satu jam menuju malam pergantian tahun.
Vesper memasang wajah datar saat membaca pesan dari layar ponselnya di ruang perapian, ditemani secangkir cokelat panas dengan kayu manis dan daun mint sebagai pelengkapnya.
"Sayang, ada hal penting yang ingin kubicarakan," ucap Kai seraya berjalan mendekati sang isteri yang duduk menyender pada sebuah sofa berwarna putih.
"Sandara?" tebaknya melirik.
Kai tersenyum dan malah duduk di pangkuan sang isteri. Vesper terkejut dan meletakkan ponselnya di meja sembari melebarkan kaki. Kai malah menyenderkan punggung dan menjadikan dada sang isteri sebagai sandarannya.
"Aku melacak pergerakan Dara dari GIGA. Ia tadinya berada di Italia, tapi bergerak menuju Inggris menggunakan pesawatku. Seharusnya, sebentar lagi ia tiba di sini. Namun, apa kau tahu di mana Dara sebelumnya?" tanya Kai melebarkan kaki saat tangan kanan Vesper menyelinap ke dalam celana kain-nya.
"Tidak," jawab Vesper genit yang terlihat lebih tertarik dengan aksinya ketimbang penuturan suami termudanya. Vesper menaikkan kedua kaki di atas paha Kai.
"Perancis. Ia mendatangi kediaman Afro," ucap Kai tegas setelah mendengar pengakuan Afro tentang hidupnya usai pertempuran Arizona termasuk di mana ia tinggal.
"Oh, begitu," jawab Vesper lirih yang tangannya sudah mendarat dengan mulus ke titik yang ia inginkan.
Kening Kai berkerut. "Hei! Lepaskan tanganmu! Kita di tempat terbuka. Agh, aduh," rintih Kai saat menyadari jika tangan isterinya sudah memegang daging panjangnya dan tak dilepaskan.
"Hahaha! Tanganku tersangkut, Kai," kekehnya tak melepaskan cengkraman.
"Vesper a ... Oh!" pekik Sherly terkejut saat melihat tangan kanan Vesper di dalam celana Kai dan pria Asia itu di dekap kuat dengan tangan kiri Vesper hingga membuatnya tak berkutik.
"Hahaha!" tawa Vesper karena Kai dan Sherly canggung seketika. "Katakan saja, Sherly. Tak usah kaget begitu. Aku hanya ingin memastikan jika milik Kai masih berada di tempatnya," sambung Vesper menarik tubuh Kai agar makin rapat ke dadanya .
Kai malu bukan main. Ia mengambil bantal sofa di dekatnya dan menutupi kejantanannya karena Vesper masih enggan melepaskan cengkeramannya.
Sherly terlihat bingung dalam bersikap. Ia memilih mengalihkan pandangannya meski tetap berdiri di depan mereka. Kai pasrah dengan kondisinya yang menyedihkan.
"Aku ... em, ini tentang Venelope. Aku sepertinya memiliki petunjuk tentangnya," ucap Sherly yang membuat tangan Vesper berhenti memijat kejantanan Kai yang mulai mengeras karena aksi nakalnya.
"Benarkah?" tanya Kai dan Vesper bersamaan.
__ADS_1
"Ya. Kalian tahu 'kan jika aku ini wanita sosialita. Aku mempelajari tentang kehidupan Sierra dan Tessa diam-diam. Mereka memiliki persamaan dan ikut dalam kelompok sosialita terkemuka di tiap kota besar di dunia seperti menjadi salah satu pemerhati dalam kegiatan sosial serta fashion. Dan ... siapa sangka, ternyata aku salah satu anggota dari kelompok yang mereka ikuti. Di situlah aku yakin jika ada Venelope di sana," ucapnya mantap.
"Begitukah?" tanya Vesper berkerut kening. Sherly mengangguk yakin. Vesper dan Kai saling memandang terlihat gugup.
"Menurut pengakuan dari beberapa orang yang kutanyakan saat pertemuan sosialita beberapa pekan lalu di Swiss, mereka mencurigai satu sosok yang selalu datang, tapi menutupi parasnya. Wanita itu selalu menggunakan topeng meski berganti-ganti gaya. Ia juga menyumbang dalam jumlah besar untuk aksi kemanusiaan yang kami galang. Ia mengaku pemilik dari Perusahaan Farmasi yang bergerak di bidang kosmetik di Italia. Aku sangat yakin jika gadis itu adalah Venelope," sambung Sherly panjang lebar dengan antusias.
"Siapa namanya ketika di grup sosialita itu?" tanya Vesper curiga sembari memijat lembut kejantanan Kai dan hal itu membuat Kai berusaha sekuat tenaga untuk menutupi gairahnya di depan Sherly.
"Itulah masalahnya. Aku rasa ... ini ada hubungannya dengan masa lalu, Vesper," jawabnya terlihat cemas sembari memainkan kedua tangan di depan perutnya.
"Apa maksudmu?"
"Anita. Kau ingat? Wanita Erik Benedict yang kau bunuh?" jawabnya gugup.
Vesper mematung seketika. Kai ikut terkejut dan menatap Sherly tajam yang tersenyum paksa.
"Venelope? Jangan-jangan ... benarkah? Apa menurutmu begitu?" tanya Vesper langsung menarik tangannya dari dalam celana Kai dan berdiri di atas dudukkan sofa berwajah serius.
"Itulah yang menjadi pertanyaan terbesarku, Vesper. Setahuku, setelah Erik membuangnya ke Bagdad, ia menghilang hingga muncul lagi dan membuat kakinya terluka, untuk balas dendam."
"Ya, kau benar, Sherly. Pengakuannya padaku seperti itu sebelum aku membunuhnya," jawab Vesper terlihat tegang. Kai diam menyimak.
Vesper memejamkan matanya sejenak. Ia lalu turun dari kursi dengan pandangan sayu mendekati jendela, menatap halaman Black Castle yang kembali tertutupi salju.
"Maaf, aku masih belum begitu paham. Apa hubungannya Venelope, Anita dan Erik?" tanya Kai bingung.
"Venelope, anak dari Anita, Kai. Meski aku belum tahu kebenarannya, tapi gadis misterius dalam kelompok sosialita yang beranggotakan Sierra dan Tessa, ada satu nama yang kukenal. Anita Marinette Franco, ada namanya di sana padahal kita semua tahu jika Anita telah tiada," jawab Sherly terlihat sedih.
Kai melebarkan mata. Ia terlihat kaget dan langsung menoleh ke arah sang isteri yang terlihat sedih sama seperti Sherly.
"Venelope adalah jelmaan sebagai wujud balas dendam Anita padamu Vesper. Aku sangat yakin jika Anita melahirkan seorang anak dari pria anggota 8 Mens atau keturunan Flame saat di tempat pembuangan. Ia memberinya nama mirip sepertinya untuk meneruskan dendamnya padamu. Hidupmu dalam bahaya Vesper," ucap Sherly khawatir.
Vesper tersenyum dan perlahan membalik tubuhnya seraya berjalan mendekati Sherly yang terlihat cemas akan keadaannya.
"Biarkan saja. Jika Venelope ingin menyelesaikan dendam ibunya padaku, aku akan menunggunya. Mungkin, aku akan membiarkan dia melakukannya. Saat aku mati nanti, aku bisa bertemu Anita dan minta maaf padanya," ucap Vesper lirih.
Kai dan Sherly shock mendengar penuturan Vesper yang tak mereka sangka.
__ADS_1
"Tak akan kubiarkan! Berani Venelope menyakitimu, aku sendiri yang akan membunuhnya. Kematian Anita pantas, Nona Lily. Dan kau, tak perlu merasa bersalah karena telah menghabisi nyawanya," tegas Kai berdiri mendatangi Vesper yang terlihat lesu.
Vesper hanya tersenyum seraya mengecup pipi Kai lembut. Vesper berjalan begitu saja meninggalkan Sherly dan Kai yang terlihat kebingungan akan sikapnya.
Vesper berjalan dengan wajah tertunduk saat menyusuri koridor entah apa yang dipikirkan.
"Kau tak menyapaku, Mah?"
Vesper terkejut dan menaikkan pandangannya seketika. Ia melihat sosok Sandara, gadis kecil yang kini telah beranjak dewasa di depannya.
Sandara datang tanpa make-up di wajahnya. Ia seperti gadis polos dan lugu yang Vesper kenal. Vesper tersenyum dan mendekatinya.
"Mama sangat merindukanmu, Sayang. Bagaimana kabarmu? Apa kau baik-baik saja? Kau terlihat murung," tanya Vesper lirih saat memeluk anak gadisnya.
Sandara diam. Entah kenapa pelukan dan ucapan Ibunya seakan tahu apa yang ia sembunyikan. Perlahan, Sandara membalas pelukan Vesper dengan erat. Ia merasakan kenyamanan dari perhatian seorang Ibu.
"Aku menyayangimu, Mah," ucapnya dengan mata terpejam.
"Mama tahu. Kau sepertinya mengalami tekanan hingga kau menjadi seperti ini, Sayang," ucapnya yang membuat Sandara terkejut.
Vesper bisa merasakan Sandara tersentak saat ucapan terakhirnya. Vesper melepaskan pelukannya perlahan dan menatap wajah anaknya lekat yang tertunduk.
Vesper tak bicara. Ia menggandeng tangan anaknya menuju ke kamar yang akan ia tempati nanti. Sandara bingung, tapi menurut ketika Vesper membawanya ke jendela yang tertutup karena hujan salju di luar.
"Lihatlah," ucap Vesper menunjuk luar jendela.
Sandara mendekati jendela tersebut dan melihat keluar. Seketika, matanya melebar. Ia terkejut melihat Afro yang sedang duduk bersama Doug dan Tuan Robert di taman ruang kaca menunjukkan tawanya.
"Apa yang terjadi antara kalian berdua? Kejujuranmu menentukan keputusanku. Apakah kau bisa menemuinya atau tidak," ucap Vesper melirik Sandara tajam dan gadis cantik itu terlihat gugup seketika.
ILUSTRASI
SOURCE : PINTEREST
***
uhuy makasih tipsnya~
__ADS_1
besok satu atau dua eps ya?? hari ini eps pendek aja menyesuaikan dg koin yg masuk. Lele padamu😍