4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Memutar Balikkan Fakta*


__ADS_3

Lysa terlihat mencemaskan keadaan suaminya yang mengerang menahan sakit karena kakinya terluka, tertusuk pecahan kaca di betis kirinya meski telah dicabut.


Lysa, Tobias dan para D berhasil meloloskan diri melalui palka rahasia dalam hutan dekat rumah yang diledakkan.


Palka besi berupa terowongan panjang yang mengarah ke pinggiran pantai. Sebuah yacht terparkir di dermaga kapal bersama dengan kapal sipil lainnya.


Mereka mengendap agar tak ketahuan di mana terlihat orang-orang dalam jajaran Vesper menyusuri sekitar pulau.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris.


"Sial! Kita tak bisa kabur dari pulau ini sekarang," geram Darwin yang ikut terluka di salah satu lengannya.


"Kita bisa berdiam diri di dalam kapal sampai keadaan aman. Kita masih bisa menyusup sampai keadaan aman," jawab Pion Darion mengusulkan dengan luka di salah satu kakinya.


"Arghh! Shit! Shit! Ini sakit sekali, Brengsek!" umpat Tobias memegangi kakinya yang berdarah hebat.


"Oke. Kalian akan kulindungi. Dalam hitungan tiga, segera bergerak," sahut Lysa serius dengan pistol dalam genggaman.


Para Pion yang tak terluka parah bersiap. Pion Damian dan Dexter memapah Tobias di kanan kirinya.


Pion Dakota berjalan mengendap mendekati kapal untuk membuka pintu. Lysa terlihat waspada dengan pistol dalam genggaman, siap menembak siapapun yang berusaha melukai orang-orangnya.


Hingga akhirnya, Dakota memberikan kode jika pintu berhasil dibuka.


"Go now! Now!" pekik Lysa dengan suara tertahan.


Lysa berjalan di depan Tobias menjaganya dari segala serangan dan diikuti oleh pion lainnya menuju ke yacht dengan tergesa.


Semua orang dalam kubu Tobias berhasil masuk ke kapal. Tobias segera dibawa ke kamarnya dan semua jendela ditutup agar cahaya dari dalam tak terlihat.


Seluruh pakaian Tobias di buka dan kini ia hanya mengenakan celana da*am saja. Lysa menemani Tobias di sampingnya, terlihat cemas.


"Harrghhh! Haggg!" rintih Tobias saat para D berusaha mengobatinya karena banyak pecahan kaca tertancap di beberapa bagian di kakinya.


"Emph, emm," rintih Tobias dengan suara tertahan saat Lysa menciumnya ganas.


"Kau akan baik-baik saja, Sayang. Itu hanya luka kecil. Kau akan berjalan kembali. Jangan berteriak, kau akan membuat posisi kita ketahuan," ucap Lysa memegangi wajah Tobias dan menatapnya sembari memonyongkan bibir.


"Cium aku lagi, Sayang. Hempf, i love you," pinta Tobias dengan menahan sakit di kakinya.


Lysa kembali mendekatkan wajahnya. Mereka kembali berciuman dengan penuh gairah.


Para pion memanfaatkan hal itu dengan segera mencabut serpihan kaca yang menusuk kaki pemimpinnya dan menyuntikkan bius lokal agar Tobias tak mengerang lagi.


Namun, saat pion Daido akan menjahit kaki Tobias, mata para D malah tertuju pada tangan Lysa yang menyelinap ke dalam celana da*am lelaki bertato itu dan meremat kejantanannya.


Daido menelan ludah. Rintihan kesakitan Tobias berubah menjadi erangan kenikmatan saat Lysa memanjakan kejantanannya dengan tangan kanannya saat mereka masih berciuman.


"Hei, hei, fokus. Kau bisa mencari wanita penghibur setelah ini," senggol Darion ke lengan Daido yang memegang jarum.


Daido tersadar dari pemandangan yang merusak konsentrasinya. Para pion terlihat malas karena dua orang itu benar-benar tak tahu tempat saat menyalurkan hasrat.


"Sudah belum? Lama sekali!" tanya Tobias berteriak dengan wajah sudah memerah karena bergairah.


"Yes. Kau bisa beristirahat, Bos," jawab Daido.

__ADS_1


"Keluar. Jangan ganggu aku sampai aku yang datang untuk mengganggu hidup kalian. Pergi," usir Tobias dan para Pion pergi keluar kamar.


Damian menutup pintu dan membiarkan dua insan itu kembali bermesraan. Tobias bertepuk tangan saat Lysa melepaskan pakaiannya dan membiarkan dirinya telanjang.


"Hahaha! Oh, kau sungguh tahu yang kumau, Sayang. Kemarilah, aku sudah tidak sabar," ucap Tobias riang.


Lysa segera melepaskan celana da*am Tobias dengan wajah menggoda. Tobias terlihat begitu senang saat Lysa malah mengibaskan rambutnya untuk menampar kejantanannya.


"Ohohoho! Siksa aku, Sayang. Puaskan aku," pinta Tobias dengan wajah berbinar saat Lysa merangkak di atasnya sembari menciumi tubuh lelaki bertato itu.


Tobias terlihat begitu puas dengan gaya bercinta Lysa. Sikap Lysa sangat berbeda seperti bukan dirinya. Ia terlihat begitu bahagia bersama Tobias. Selalu tertawa bahkan usai bercinta mereka mabuk bersama.


"Muachh! Hem, apa kau mencintaiku, Sayang?" tanya Tobias dengan botol wine dalam genggaman usai mencium pipi isterinya.


"Yes, Babe. I love you so much. Muach! Muach!" jawabnya dengan senyum terkembang dan mencium pipi Tobias dengan rakus.


Tobias tertawa senang. Keduanya kembali bercinta padahal Tobias baru saja mengeluarkan pelumasnya di rahim Lysa. Seharian, Lysa dan Tobias tak keluar kamar.


Para D tak mau mengusik mereka hingga tiba-tiba, lewat tengah malam, Lysa keluar kamar dan mendatangi mereka yang berada di crew area.


Ruangan besar yang jadi satu dengan dapur dan tempat berkumpul. Para D menatap Lysa tajam.



"Siapa wanita yang dipanggil Tobias dengan sebutan "Mom" dan tak jadi menembakku? Padahal aku cukup yakin jika dia bisa melakukannya," tanya Lysa menatap para lelaki di depannya tajam.


Para Pion saling melirik.


"Dia ... ibu Tobias. Namanya, Vesper. Aku cukup yakin alasannya tak menembakmu karena, kau isteri Tobias," jawab Pion Dakota memulai sandiwara memutar balikkan fakta.


Nafas Lysa menderu, ia terlihat marah. Para pion berlagak lesu sembari terus menatap Lysa yang terlihat marah setelah mengetahui cerita palsu itu.


Namun, tiba-tiba, Lysa terhuyung. Para D terkejut karena ombak malam itu cukup tenang tak membuat kapal bergoyang.


Lysa memegangi kepalanya terlihat seperti orang hampir kehilangan kesadaran.


Pion Dexter segera mendatangi Lysa dan memeganginya. Ia menatap Lysa seksama yang berulang kali menutup dan membuka mata seperti mencoba untuk tetap sadar.


"Kau sudah meminum vitaminmu? Kau harus meminumnya, Lysa. Jika kau sampai sakit, Tobias akan sangat sedih. Sebaiknya, kau kembali ke kamar dan temani Toby. Istirahatlah, kami bisa menjaga diri," pinta Pion Dexter penuh perhatian.


Lysa mengangguk. Daido mengikuti mereka berdua ke kamar Tobias. Terlihat, Tobias tidur dengan lelap usai bercinta.


Lysa di dudukkan di kasur samping suaminya sembari meminum "vitamin" pemberian Daido.


"Tidurlah dan jangan pikirkan kejadian hari ini. Kami akan berusaha membawa kalian keluar dari sini. Oke," ucap Daido lembut dan Lysa mengangguk berterima kasih.


Lysa merebahkan dirinya di samping Tobias dan memeluknya erat.


Tobias sempat terbangun dan langsung tersenyum ketika mendapati Lysa merebahkan kepala di lengannya. Tobias balas memeluk Lysa erat dan mencium keningnya dengan mata terpejam.


Dua pion menutup pintu dan kembali ke crew area. Para Pion yang terluka dan telah diobati, menatap dua kawannya yang kembali bergabung.


"Bagaimana kondisi Lysa?" tanya Damian.


"Kita harus menemui Venelope. Hanya saja, aku tak yakin. Atau kita menemui Smiley saja, untuk meminta pil itu?" tanya Pion Darwin.

__ADS_1


"Tobias enggan mencuci otak Lysa, dia hanya melemahkan ingatannya saja. Kombinasi gas halusinasi Jeremy dan pil pelemah ingatan dari Smiley, memang cukup ampuh, tapi tak berdampak secara permanen seperti yang Tessa lakukan pada William," sahut Pion Darion.


"Jadi bagaimana? Kita tak bisa membangunkan Tobias untuk meminta saran ini. Vote?" tanya Dakota mengusulkan dan ketujuh Pion mengangguk.


Akhirnya, vote dilakukan dengan sebuah sendok dan garpu. Yang memilih Smiley meletakkan garpu, sedang yang memilih Venelope, meletakkan sendok di meja makan.


"Well, kita sudah mendapatkan hasil vote. Bisa kita berangkat sekarang?" tanya Pion Damian melirik Pion Dakota yang meneropong dari balik jendela.


"Aku rasa, kita bisa pergi setelah matahari terbit. Aku melihat masih ada speedboat dari jajaran Vesper yang berpatroli di sekitar tempat ini. Menyebalkan," gerutu Dakota.


"Baiklah. Kita bagi shift untuk berjaga. Kalian istirahatlah lebih dulu," ucap Pion Damian menunjuk Darion dan Darwin yang terluka karena terkena ledakan saat di kediaman Tobias.



Darwin dan Darion tidur di kamar khusus untuk para D yang memiliki kasur bertingkat. Sedang Tobias, memiliki kamarnya sendiri karena ia tak suka privasinya diusik.



Sebuah yacht mewah dengan helikopter terparkir di helipad, kini menjadi rumah sementara bagi Tobias dan para D.


Hingga akhirnya, Pion Dakota memastikan jika keadaan sudah aman dan kapal bisa berlayar lagi.


Yacht berhasil meninggalkan Newfoundland menuju ke titik selanjutnya di mana kini, mereka sedang mengejar waktu agar Lysa tetap dalam pengaruh dan kendali mereka sebelum ingatannya pulih.


Lysa dan Tobias masih tertidur lelap di saat matahari mulai menunjukkan sinarnya. Yacht melaju dengan kecepatan sedang dengan Pion Dakota sebagai nahkodanya.



Di sisi lain.


"Masukkan aku dalam tim pencarian, Vesper-sama. Aku gagal menyelamatkan Mitsuki dan Tokio. Aku tak bisa pulang ke Jepang. Aku tak sanggup bertemu keluarga mereka," pinta Tora duduk di hadapan Vesper dengan Yukata hitam.


Vesper diam sejenak menatap Tora tajam.


"Baiklah. Empat anggota Black Armys akan ikut denganmu. Fokusmu ke Melun, Perancis, kediaman Darwin Flame dan kediaman Sierra di Colmar. Setiap petunjuk yang kau dapat, informasikan langsung padaku. Jangan gegabah, jangan bertindak sendiri dan jangan melibatkan dendam atau kau akan kalah. Kuasai emosi dan kebencianmu dalam memburu mereka. Kau paham, Tora?" tegas Vesper sembari memasukkan pedang Silent Blue dalam koper khususnya.


"Yes, Vesper-sama," jawab Tora membungkuk hormat.


Tora langsung beranjak dan pergi meninggalkan kamar yang di tempati Vesper untuk mulai perburuan.


Vesper dan beberapa anak buah dalam tim inti, meninggalkan Jumbo Island siang itu. Mereka berpencar dengan misi baru, memburu Tobias dan para D serta Lysa di seluruh penjuru dunia.


Sayangnya, setelah dua hari melakukan penelusuran, para anak buah Vesper baru menyadari jika Tobias dan orang-orangnya, berhasil kabur dari pulau.


Anak buah Vesper, menemukan palka tersembunyi yang menembus ke sebuah dermaga. Mereka geram bukan main.


***


ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE


Tengkiyuw votenya. Lele padamu Oya~


Happy weekend. Adeh ni ngetiknya pilek jadi kayaknya bakal ada typo lagi entah ada dimana dirinya. Typo yuhuu dimana dirimu?? Tiap eps kok ada typo loh. Memalukan.

__ADS_1



__ADS_2