4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Strategi Tobias


__ADS_3

Mata semua orang yang melihat tampilan penyerangan brutal dari para anggota The Mask, membuat Lysa semakin geram karena mereka membantai anak buahnya dengan sadis.


Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


"Aku berubah pikiran. Bangunkan Tobias," pinta Vesper dan Kai memberikan kode pada Eko untuk memanggil suami Lysa tersebut.


Yuki mendatangi sahabatnya dan memintanya untuk tetap tenang meski ia juga sangat marah karena para remaja itu ditembak, lalu ditusuk saat mereka sudah merintih kesakitan.


Lysa memejamkan matanya rapat dengan air mata menetes. Javier melihat mantan isterinya terlihat seperti begitu terpukul.


Saat pria kelahiran Timur Tengah itu mencoba menenangkan hati Ibu dari King D, tiba-tiba ....


"Kurang ajar! Tak bisa dimaafkan! Berikan earphone itu padaku!" pekik Tobias yang membuat semua kepala menoleh ke arahnya.


Pria bertato itu berjalan memasuki Ballroom dengan bertelanjang dada dan hanya memakai celana kain panjang, tapi terlihat jelas tongkatnya menyumbul karena tak mengurungnya dengan semvak.


Beberapa perempuan sempat terpaku, tapi mereka langsung tersadar dan memilih memalingkan wajah. Vesper menghela nafas pelan.


"Benar-benar mirip Joel. Ya Tuhan, ampuni dosanya di alam-Mu sana," ucap Vesper lirih, tapi di dengar oleh Han dan Kai. Dua pria itu memilih diam.


"Kau! Sambungan ke radio anak buahku, cepat!" perintah Tobias lantang menunjuk Eiji yang terlihat sibuk dengan laptop khusus di depannya.


"Ah, o-oke. Kau mau markas yang mana?" tanya Eiji bingung.


"Semua. Semua anak buah The Eyes!" jawab Tobias melotot.


Eiji panik. Jarinya sampai kesulitan untuk menekan keyboard di laptopnya. Kai dengan sigap mendatangi kawannya itu.


"Hei, apa yang kau butuhkan?" tanya Kai berusaha membantu.


"Password! Berikan aku kata sandi untuk masuk ke jaringan kalian, cepat!" teriak Eiji dari tempatnya duduk.


Para anggota Dewan saling melirik terlihat enggan karena itu bersifat privasi.


"Cepat!" bentak Tobias dengan mata melotot.


"927J1," jawab Jamal, dan Eiji dengan cepat memasukkan kode itu ke dalam kolom password yang muncul di layar laptopnya.


"Yes! Terhubung, Toby! Kau online sekarang!" jawab Eiji menatap Tobias dengan mata berbinar.


"The Eyes! Kalian mendengarku?" panggil Tobias lantang dan seketika, para anak buah Lysa yang berada di markas Jamal, India, terdiam di tengah-tengah penyerangan. "Gerakan Scorpion. Cepat lakukan!"


Kening semua orang di Ballroom pernikahan berkerut. Anak buah Lysa yang dikomandoi Tobias segera berkumpul ke sebuah ruangan.


Para penyerang dari The Mask terlihat bingung karena para remaja itu malah menghindar seperti kabur.


Vesper melangkahkan kaki mendekati layar yang menampilkan situasi penyerangan di markas Jamal.

__ADS_1


Sang Ratu minta tampilan di ruang tengah di fokuskan. Vesper terlihat penasaran dengan yang para remaja itu lakukan.


"Scorpion? Kalajengking?" tanya Jonathan ikut mengamati dan Sierra tersenyum.


"Sudah lama aku tak melihat gerakan itu. Awal mula, itu hanya keisengan Daddy saja karena bosan tak ada misi pembunuhan. Ia meminta kepada para Pion untuk melakukan sebuah formasi yang ternyata itu cukup efektif untuk melakukan serangan dalam sebuah kelompok. Aku tak menyangka, jika akan melihatnya lagi," ucap Sierra tenang. Jonathan makin serius menyaksikan.


Kesepuluh remaja berpakaian hitam yang tersisa, membentuk sebuah barisan panjang dengan tiga orang di bagian depan.


Gerakan mereka malah seperti orang menari karena membungkuk dan bergoyang ke kanan dan ke kiri tak seirama. Kedua tangan mereka menggenggam senjata, baik pistol ataupun belati. Vesper menyipitkan mata.


"KLAK! KLAK!" ucap Tobias tiba-tiba yang mengejutkan semua orang karena suara aneh yang ia bunyikan.


Seketika, SHOOT! JLEB!


Salah seorang anggota The Mask terkejut saat sebuah anak panah melesat dari barisan paling belakang dari gerakan Scorpion itu.


Anggota The Mask mulai siaga karena mereka malah terhipnotis akan gerakan aneh yang dibuat para remaja itu.


The Shadow, The Circle pecahan Jonathan, dan Black Armys, sampai terbengong melihat gerakan unik itu.


"KAKAKAKAK!" ucapnya cepat sampai rahang Tobias menganga lebar.


Dengan cepat, DOR!


SHOOT! JLEB! JLEB!


Barisan pertama yang berisi 3 orang, melakukan gerakan seperti sebuah gertakan dengan mengarahkan moncong pistol ke para pria bertopeng seperti akan menembak mereka. Senjata tajam juga mereka sodorkan seperti akan menusuk.


Usai menembak, barisan di paling belakang kembali melesatkan panah otomatisnya ke arah para anggota gagak dan berhasil mengenai dua orang sisanya.


Pasukan gagak yang masih bertahan mulai geram. Mereka terlihat tak peduli dengan gerakan aneh itu lagi.


Namun, tiap salah satu anggota gagak akan menembak, salah satu remaja dari barisan Scorpion itu berdiri dan melesatkan tembakan.


Hal itu terjadi secara terus-menerus dan acak, sehingga tak diketahui siapa yang akan melakukan serangan.


Tiga anak di bagian depan menjadi tameng dengan membalik badan. Mereka menggunakan punggung sebagai perisai karena jas yang dipakai anti peluru.


Badan dari barisan Scorpion itu melakukan tembakan secara bergantian. Para remaja itu seakan tak takut jika terkena tembakan dan terus bergerak dengan lincah.


"KAKAK! KAK! KAK!"


Seketika, bentuk dari Scorpion hitam itu berubah. Mereka kini semua berjongkok. Para anggota gagak kembali terkejut.


Mereka yang dikepung di dalam markas karena anak buah dari Jamal sudah berhasil melumpuhkan para hewan liar, tak bisa kabur. Semua lorong dan pintu dijaga oleh The Shadow, Black Armys dan The Circle Jonathan.


Anggota gagak dibuat tak berkutik. Barisan bagian depan memulai serangannya saat melihat pistol mulai di arahkan ke tubuh mereka.

__ADS_1


Salah satu diantara mereka yang berada di depan melompat dengan kedua tangan dan kaki di atas lantai. Tiba-tiba ....


JLEB!


DOR! DOR! DOR!


Remaja paling depan sebagai umpan. Remaja di barisan kedua melompat seraya melemparkan pisaunya ke tubuh salah seorang anggota gagak dan tepat mengenai kakinya.


Pria itu roboh dan tiga tembakan dilepaskan oleh remaja di barisan tiga untuk menyelesaikan tugas kawannya.


"Mereka seperti katak. Namun aku heran, sebenarnya mereka sangat mudah diserang dalam posisi seperti itu. Para gagak ini bodoh atau bagaimana?" tanya Jonathan heran sampai mengedipkan mata.


"Terhipnotis," sahut Sierra. Kepala semua orang menoleh ke gadis cantik bermata biru yang menunjukkan senyumnya. "Ketika kalian melihat suatu hal yang aneh, pasti kalian penasaran ingin mengetahui kelanjutannya. Ya, itulah yang terjadi pada pasukan gagak itu. Mereka seakan lupa dengan tujuannya. Inilah kelemahan manusia, yakin dengan pemikiran dan keputusannya," ucap Sierra tenang, tapi terasa seperti menyindir bagi yang mendengar.


"Lanjutkan," pinta Vesper.


"Bisa dibilang, inilah salah satu alasan mudahnya menjatuhkan manusia. Lawan kita selama ini adalah manusia. Berbeda saat pasukan kita yang sudah terlatih, tiba-tiba harus melawan para hewan. Para binatang itu menyerang karena naluri, dan malah ditambah serum monster yang memicu keganasan mereka. Gerakan para binatang itu tak bisa diprediksi. Oleh karena itu, kita kalah. Karena manusia, melawan mereka menggunakan logika dan pengamatan, sedang hewan, insting."


Semua orang terdiam, padahal suasana mencekam sedang terjadi di markas yang kini sedang diserang.


"B8493!" ucap Bojan lantang dari tempatnya duduk. Semua orang malah bingung, termasuk Tobias yang ikut menoleh ke arah pria tersebut. "Password untuk masuk ke jaringanku. Cepat! Mereka akan membunuh semua pasukanku!" sambung Bojan terlihat kesal.


Eiji baru tersadar. Ia segera menyambungkan ke markas milik Bojan.


"Aku! 005R21," sahut Rohan.


"Y888T555!" teriak Yusuke dari kejauhan.


Akhirnya, semua anggota Dewan memberikan kode sandi mereka kepada Eiji, agar Tobias bisa mengomandoi pasukannya.


Seringai Tobias terpancar dan semua orang tegang seketika.


"BIG HOLE!" teriaknya lantang yang diakhiri oleh tawa menggelegar.


Lysa bahkan sampai kaget karena Tobias bersikap lain seperti menggila. Ternyata, hal itu juga terjadi pada Sierra.


"Dad! Libatkan aku! Aku ingin bermain!" pinta Sierra dengan wajah berbinar dan tepuk tangan seperti gadis kecil.


Tobias mengangguk. Gadis cantik itu segera berdiri mendatangi layar besar di hadapan Vesper. Semua orang kini menatap Sierra seksama.


"Aku ambil Yusuke, Rohan, Javier dan Ivan," ucapnya senang dan Eiji mengangguk paham.


"Oke, kau online!" sahut Eiji terlihat gugup.


Semua mafia dalam jajaran Dewan dibuat terbengong akan aksi ayah-anak yang tak mereka sangka. Mereka tak tahu, apa yang akan Tobias dan Sierra lakukan dengan aksi penyerangan kali ini.


***

__ADS_1


tengkiyuw tipsnya. kalau ada yg ngrasa epsnya pendek, seperti yg lele bilang. disesuaikan dg jumlah tips yg masuk. level novel bikin lele menggila gaes, jadi lele ikut menyesuaikan dg regulasi MT yg kian mencekik. meski demikian, lele padamu💋💋💋



__ADS_2