
The Shadow yang dikirimkan oleh Red tetap memantau pergerakan militer dunia yang masih mengancam keselamatan dan kedamaian para mafia dalam jajaran 13 Demon Heads.
Namun, Ara, Catherine dan Jack memastikan jika CIA tak lagi membidik 13 Demon Heads usai mereka membuktikan jika para mafia tersebut bukan ancaman, mengingat tak ada lagi teror yang terjadi di beberapa wilayah khususnya benua Amerika.
Meski demikian, pemerintah Rusia masih tak yakin mengingat terjadi serangan besar di salah satu wilayahnya kala itu dan hampir melenyapkan daratan di pesisir pada akhir tahun lalu.
Namun, aksi empat algojo berhasil membuat militer tak mengusik para mafia dalam jajaran 13 Demon Heads usai mereka melumpuhkan ingatan para penyidik yang mendatangi lokasi kejadian.
Mereka sengaja meninggalkan mayat anak buah Miles berikut sepucuk surat yang Vesper tulis sebagai pesan terakhirnya kepada pihak militer melalui Souta di mana surat tersebut telah diperbanyak.
Cucu Takeshi tersebut menyelipkan surat itu kepada pemimpin pasukan saat terkena gas halusinasi. Surat tersebut bahkan sampai ke Menteri Pertahanan Rusia.
Vesper menuliskannya dalam bahasa Rusia. Terjemahan.
Perang diantara 13 Demon Heads dan militer dunia telah berakhir begitupula dengan musuh bebuyutan kami, The Circle. Pegang janjiku. Tak akan ada lagi teror yang terjadi di beberapa negara setelah surat ini kaubaca. Jika terjadi keributan lagi, pastikan kalian lihat tubuh dari orang-orang itu. Apakah ada simbol dari keanggotan 13 Demon Heads atau tidak? Jika tidak, bukan kami pelakunya. Namun musuh baru, yang mungkin saja kalian ciptakan sendiri karena rindu berperang. Sayangnya, kami bosan meladeni kalian. Jadi, jangan libatkan kami yang kini merasakan kedamaian. Kami tak segan kembali jika kalian mengusik kebahagiaan kami.
Vesper.
Ketua 13 Demon Heads.
Surat itu ternyata tersebar ke seluruh penjuru dunia. Tentu saja, pihak militer dibuat bingung dan kaget. Mereka mencoba mencari tahu kebenaran tersebut.
Tiap anak buah Vesper atau salah satu mafia dalam jajaran anggota dewan yang berhasil ditangkap, mereka dinyatakan bersih dari penggeledahan dan bukti-bukti keterlibatan kasus ilegal karena tak ditemukan senjata ciptaan Vesper dan sejenisnya.
Para mafia itu mengaku, semua senjata dari Vesper sudah habis dalam perang terakhir melawan The Circle di Rusia. Mereka kini hidup layaknya warga sipil dengan menjalankan usaha legal.
__ADS_1
Sayangnya, pihak militer tetap tak percaya, bahkan mengancam tetap mengawasi pergerakan mereka.
Para mafia itu tak takut dan mempersilakan para polisi untuk mengintai atau menyelidiki pergerakan mereka.
Militer kini lebih berhati-hati tak bisa asal bunuh, mengingat para mafia itu orang-orang yang berkecimpung dalam dunia politik dan memiliki pengaruh besar dalam perekonomian suatu negara.
Jatuhnya salah satu dari mereka, berakibat buruk seperti kasus beberapa tahun silam dengan merosotnya nilai mata uang berikut krisis moneter.
Tingkat kejahatan merajalela dan sipil terkena dampak akan aksi teror karena orang-orang kehilangan mata pencarian.
Dengan tetap dibiarkannya para mafia itu berkecimpung dalam bisnis, tatanan hidup sedikit lebih seimbang meski tak dapat dipungkiri, kekhawatiran terus muncul dikarenakan sebuah pemikiran, pergerakan para mafia itu bagaikan bom atom di masa depan.
Mereka berbicara dalam bahasa Spanyol. Terjemahan.
"Kalian buang-buang waktu. Kalian menghabiskan uang rakyat yang digunakan untuk menggaji kalian dengan menguntit kami. Jika tak ada pekerjaan, tak perlu sungkan memintanya kepada kami. Akan kami berikan pekerjaan yang cocok untuk kalian," tegas Martin saat pabrik ganjanya di Colombia didatangi oleh pihak kepolisian.
"Ya. Pembunuh hama-hama yang membuat tanaman ganjaku mati. Kalian tahu berapa kerugian yang harus kutanggung karena ngengat-ngengat itu? Ganjaku legal dan terdaftar! Bahkan dibutuhkan oleh perusahaan farmasi untuk pengobatan medis. Jika kalian mencari penyelundup narkoba dan sejenisnya, cari di tempat lain. Aku sudah tak memiliki rekanan yang akan menerima pasokan dari barang ilegalku," tegas Martin santai.
"Kenapa?" tanya pemimpin pasukan curiga.
"Mereka semua sudah mati di tangan Vesper. Kami sudah lelah berurusan dengan dunia hitam, jadi ... buat apa? Kami sudah kaya. Kami menguasai pasar di tiap negara. Kaupikir, gaji kalian semua dari siapa? Dari pajak yang kubayarkan dengan angka yang fantastis tiap tahunnya! Jadi, pergi dari rumahku dan hentikan omong kosong ini!" teriak Martin murka.
Pria itu mengusir para polisi yang gagal menangkap mantan anggota dewan tersebut karena tak ditemukan bukti kecurangan atau praktik ilegal.
Orang-orang kiriman militer diusir paksa oleh para Black Armys dan The Shadow yang bertugas menjadi pegawai di tempat usaha Martin.
__ADS_1
Lambat laun, militer menyerah karena tak ditemukan bukti kuat jika para mafia tersebut masih melakukan praktik ilegal di negara mereka.
Mereka berbicara dalam bahasa Indonesia.
"Jadi ... sekarang bagaimana, Pak?" tanya Kepala BNPT saat menemui Menteri Pertahanan di kantornya.
"Tetap awasi. Aku masih belum percaya sepenuhnya dengan para mafia itu. Jangan sampai lengah. Aku yakin, suatu saat mereka akan bergerak dan melakukan teror. Militer harus bersiap," jawab Menteri Pertahanan Indonesia tampak serius dengan surat Vesper dalam genggaman.
"Siap, Pak!" jawab Komjen Pol dengan hormat, lalu beranjak meninggalkan ruangan.
Para mantan anggota dewan tetap saling terhubung dengan jalur komunikasi khusus meski tak lagi dalam 13 Demon Heads.
Mereka saling memberikan informasi terbaru atas pergerakan militer. Meskipun mereka kini dominan bergerak dalam usaha legal, tapi mereka tetap waspada akan ancaman militer.
Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Terjemahan.
"Ini seperti kembali ke zaman dulu saat kita kucing-kucingan dengan militer pemerintah. Aku merindukan kepemimpinan Vesper yang tak takut dirinya dibidik bahkan rumahnya tak segan diledakkan. Malah, semakin dirinya ditindas, kemampuannya semakin berkembang pesat," ucap Ivan dan diangguki orang-orang yang hidup pada masa kejayaan Vesper dulu.
"Ya, kau benar, Ivan. Namun, kita harus menghormati keputusan terakhir Vesper. Ia takut, jika generasi kita tak mampu menghadapi militer seperti ketika ia memimpin dulu. Ia sadar kemampuan kita. Oleh karena itu, kita diminta untuk alih profesi demi keamanan anak cucu kita," tegas Jamal.
Para mafia senior mengangguk setuju. Meski demikian, Dominic tetap memproduksi persenjataan Vesper Industries diam-diam untuk mengamankan wilayah para mafia dalam dua jajaran.
***
__ADS_1
makasih tipsnya😍 ada yg sedekah uyy😁 eps ini pendek dulu tapi lele kasih dobel eps. satunya lagi up malam ya. lele padamu❤️