4 YOUNG MOBSTERS S2

4 YOUNG MOBSTERS S2
Si Ungu*


__ADS_3

Mereka bicara dalam bahasa Inggris. Non-baku bahasa Indonesia campuran.


Semua orang panik. Tapi, Eko tiba-tiba tersentak seperti teringat sesuatu.


"Eh, eh, enggak, Jo. Junet!" pekiknya tiba-tiba menepuk pundak Jonathan kuat.


"Apa sih, Om?" sahut Jonathan kesal karena pundaknya sakit.


"Ungu udah mati. Eko yang kasih bonus!" jawabnya mantab.


"Hah? Gimana sih?" tanya Jonathan bingung.


"Ini aneh Jo, sumpah. Namun, jujur. Diantara 10 Biawak itu, si Ungu yang paling kuat," jawabnya mantab.


Tiba-tiba, panggilan telepon kembali berdering. Eko segera menerimanya.


"Ya, Nak Eiji."


"Eko! Ternyata banyak data hilang! Sepertinya ada yang menghapus data-data pada laporan misi!" ucapnya panik.


"Apa?!" pekik Eko dan Jonathan serempak.


"Wes, penyusup ini! Ya wes nak Eiji. Kamu selesein pe'er mu, Eko juga ada kerjaan gaswat yang harus dikerjain. Selamat berpusing-pusing ria!" ucapnya sembari menutup panggilan telepon. Jonathan ikut kesal. Ia menggaruk rambutnya sampai berantakan. "Bentar, Eko telpon Ijo dan Putih dulu buat mastiin."


Semua orang yang berada di mobil tegang seketika. Eko memperdengarkan panggilan tersebut.


"Ya, Ko. Ada apa?" tanya Biawak Putih.


"Kang! Ungu udah mati 'kan?"


"Si gendut? Udah. Kenapa emang? Si Naomi yang bunuh," jawabnya santai.


"Mayatnya ke mana?"


"Ha?"


"Malah ha. Eko inget sama laporan kalian waktu di warkop. Kalian bilang Biawak Ungu mati di dor sama Naomi. Junet pingsan ya to, terus kalian bawa ke rumah sakit. Abis itu kalian cek lagi gak mayat si Ungu?" tanya Eko menggebu.


"Kita kubur. Mati doi. Sumpah! Gali kalau gak percaya!" sahut Biawak Hijau sewot. "Emang ada apa sih?"


"Eko nemu jaket si Ungu. Eko apal banget sama baunya. Persis punya dia!" pekiknya yakin.


"Bisa aja jaket itu dipakai sama orang lain. Orang mati gak mungkin idup lagi," sahut Putih mempertegas.


"Ungu?" celetuk Hijau tiba-tiba.


"Apa-apa? Kamu temuin petunjuk apa?" tanya Eko dengan mata melebar.


"Inget gak? Dulu sebelum si Ungu itu yang dijadikan salah satu BIAWAK sama pak Sutejo, kan ada Ungu yang lain."


"Oia! Si Ungu kembar!" pekik Biawak Putih dan Eko bersamaan.


Jonathan tertegun.


"Nah. Mereka berdua mirip banget. Kaya Jordan dan Jason, bedanya Duo Ungu sikap dan sifatnya mirip. Kita semua gak ada yang bisa bedain kecuali pak Tejo. Ungu 'kan paling licik diantara kita. Paling ambisius dan irian orangnya. Mungkinkah?" tanya Putih terdengar cemas.


"Duh biyung. Terus gimana ini?" tanya Eko terlihat pusing sampai meremat-remat kedua telinganya.

__ADS_1


"Tenang, Ko. Kita lagi kosong. Kita aja yang selidiki. Putih masih inget beberapa tempat yang biasa Ungu datengin. Semoga dugaan kita salah," sahut Biawak Putih menenangkan.


"Ya wes, Kang. Eko njaluk tulung ya. Si Ungu ini biang kerok beneran. Kalo ketemu langsung babat aja! Jangan kasih ampun. Kalau perlu, gak usah dikubur! Cincang aja kasih makan ke Piranha!" jawabnya penuh emosi.


"Siap, Ko!" jawab Biawak Putih dan Hijau semangat.


"Sabar, Om Eko, sabar ...," ucap Jonathan menenangkan sembari mengelus punggung Eko lembut.


"Bukan gitu, Jo. Ungu itu kejem. Mereka itu jahat sudah sejak masih bocah ketika direkrut. Mereka itu kaya psikopat. Mereka dulu tugasnya melakukan pembedahan organ ilegal usaha Bapak. Ngeri orangnya," ucap Eko yang membuat Jonathan pucat seketika. Ia teringat kejadian di Black Stone.


"Ah ...," sahut Jonathan dengan wajah tegang.


"Pak Tejo dulu terpaksa jadiin salah satu diantara mereka anggota BIAWAK. Duo Ungu ngancem keluarga Pak Tejo bakal dibunuh sama mereka kalau gak dijadiin orang kepercayaan, sepele memang, tapi mereka serius orangnya. Duo Ungu itu bisa dibilang terlalu terobsesi pengen jadi orang kepercayaan Pak Tejo. Mereka setia banget sama Bapak dan selalu ngaku anaknya, padahal bukan. Mereka itu anak pungut pinggir jalan," ucapnya menceritakan.


Jonathan mengangguk paham. "Kalau Ungu ada 2, satunya ke mana, Om?" tanya Jonathan bingung.


"Satunya, Pak Tejo jadiin orang kepercayaan yang ngurus penjualan organ ilegal. Dia ngebantu Ahmed. Nah, Eko lalu dijadiin asisten Pak Tejo. Sempet tuh, Eko diancem juga sama mereka karena ngiri. Jabatan Eko selalu diincer mereka. Ya saat itu, Eko terpaksa bohong dengan cerita menyayat hati dan memelas," ucapnya memasang wajah sedih.


"O ... ke," sahut Jonathan ragu dengan acting Eko saat itu.


"Akhirnya mereka percaya dan relain Eko. Sejak itu, Si Ungu kepisah. Ungu beringas ikut BIAWAK, Ungu centil ngurus organ di Timur Tengah sono. Eko bedain Duo Ungu dengan sebutan itu. Mm, tapi ... setau Eko, Ungu centil sakit. Makanya, dia gak dijadiin BIAWAK, fisiknya lemah," jawabnya mantab.


"Sakit?" tanya Jonathan dengan kening berkerut. Eko mengangguk. "Om, Om. Nathan punya firasat buruk deh," sahutnya terlihat gugup.


"Apa tu, Jo?" tanya Eko ikut tegang.


"Tadi Om bilang kalo si Ungu centil kerjasama dengan om Ahmed. Apa jangan-jangan, serangan waktu itu ... ulah Ungu? Serangan di Black Stone," jawabnya yakin. Eko terlihat serius menyimak. "Terus tewasnya kakek Adipura, jangan-jangan ... didalangi sama Ungu? Kalau itu bener, Yudhi sama om Ahmed dalam bahaya, Om! Telepon mereka cepet!" pinta Jonathan memegangi lengan Eko dan menggoyangnya kuat.


Eko panik seketika. Ia segera menghubungi Ahmed. Jantung semua orang berdebar menunggu jawaban. Eko men-speaker panggilannya lagi.


"Ahmed!" pekik Eko lantang.


Mata Eko dan semua pendengar terbelalak. Wajah Eko berubah bengis seketika.


"Jadi bener, kamu biang kerok selama ini?"


"Hihihihi, ketauan deh. Habisnya, kalian ngeselin. Ungu sebel," jawabnya centil, tapi Jonathan malah bergidik ngeri.


"Ingat janjimu sama pak Tejo, Ungu. Kamu gak boleh nyakitin keluarganya," tegas Eko dengan sorot mata tajam melihat layar ponsel dalam genggaman yang terlihat nama Ahmed di sana.


"Boleh. Syaratnya gampang. Kasih semua aset pak Tejo ke Ungu."


"Gak bisa."


"Ya udah, kalau gitu, babay. Ungu kasih salam dari Ahmed dan Yudhi," jawabnya manja.


"Eko!" teriak Yudhi dan Ahmed lantang dari sambungan telepon, tapi seketika, panggilan itu terputus.


"Om! Om! Kita harus selametin mereka, Om!" pinta Jonathan panik.


Eko pusing bukan main. Ia hari ini melakukan banyak panggilan. Eko kembali menelepon.


"Ya, Kang?"


"Kumpulin semua Kamvret! Ahmed dan Yudhi disandera sama Ungu genit! Cepet!"


"Ha? Wait, Ungu Genit?" tanya Hadi dari sambungan telepon.

__ADS_1


"Ungu ada 2 Hadi. Jangan bilang lupa."


"Ya salam! Lupa, Kang! Siap! Kumpul di mana?" sahut Hadi cepat.


"Jogja! Rumah Naomi," tegasnya.


"Yes, Komandan!"


Eko memijat kepalanya terlihat begitu pusing memikirkan hal ini. Kabar meninggalnya Adipura membuat geger keluarga yang ditinggalkan.


Kai bahkan sampai shock saat ia masih di perjalanan setelah kehilangan jejak dari mobil yang dibuntuti oleh Click and Clack.


Eko menginformasikan kabar mengejutkan ini berikut temuan dan misi yang ia buat secara spontan kepada seluruh orang dalam jajaran Vesper. Tentu saja, hal ini membuat semua mafia tercengang.


"Papa Kai!" panggil Jonathan saat tiga mobil bertemu di titik temu.


Kai dan semua tim berkumpul di markas Naomi.


"Ini sangat rumit," ucap Kai ikut pusing sampai memijat dahinya.


"Sama, Kai. Eko sampai gak inget kalo Ungu ada 2. Ini salah Eko. Maaf ya," ucapnya merasa bertanggungjawab.


"Tak apa. Kita pasti bisa menyelesaikannya," jawabnya yakin meski dengan kening berkerut.


"Sekarang bagaimana?" tanya Jonathan bingung.


"Nona Lily menghubungiku. Ia setuju dengan rencanamu memburu Biawak Ungu."


"Bukan Biawak, Ungu doang, gak pakai Biawak. Ungu genit gitu," sahut Eko cepat.


Kai dan tim yang baru mendengar hal tersebut terlihat bingung.


"Oke, Ungu genit," ucapnya dengan hembusan nafas pelan. "Mereka mirip jadi ... akan mudah mengenalinya. Aku jadi semakin yakin jika si Ungu genit ini berkomplot dengan Venelope dan lainnya. Nona Lily curiga karena kita sering kecolongan. Bisa jadi, si Ungu genit ini menyusup ke markas-markas kita saat kita melakukan penyerangan ke suatu tempat. Dia mengambil peluang tersebut. Selain itu, Jeremy sering merasa kecolongan dengan serum-serum buatannya. Dugaanku, si Ungu genit yang mencurinya," ucap Kai yakin.


Eko menepuk jidat dan Jonathan ikut lemas membayangkan mereka dibobol selama ini tanpa disadari.


"Emas bertuan, jangan-jangan yang datengin Yudhi saat itu si Ungu genit?" sahut Jonathan dan Kai mengangguk sepemikiran.


"Pantes, mereka gesit banget. Mereka nongol dalam waktu dekat. Saat serangan di Wonosari sampai Dara ketangkep polisi, lalu muncul lagi di Australia ambil emas, kemudian serangan waktu gempur markas 8 Mens malah jadi komandannya, dan pas Kak Juna nyerang di Villa. Untung kak Naomi berhasil bunuh satu," sahut Jonathan menambahkan dan semua orang mengangguk setuju.


"Namun jujur, selama kami mengikuti Madam dan bekerja di dalam jajaran The Circle, tak ada pria yang kalian sebut Ungu. Kami sudah melihat wajahnya dari kiriman Eko tadi, tapi ... kami tak pernah bertemu atau berurusan dengannya," sahut Clack yakin.


"Bagaimana jika Venelope dan lainnya musuh dalam selimut? Gak inget kata bang dad yang bilang, Venelope terobsesi ingin menjadi pemimpin gantiin Madam? Bisa jadi Venelope mengkhianati kalian selama ini diam-diam," imbuh Jonathan yang membuat Click and Clack tertegun seketika.


"Sekarang semuanya jelas. Kita harus bergerak. Namun kali ini, biarkan aku yang mengurusnya. Aku relakan Nona Lily menemani Han. Ini harus diselesaikan," ucap Kai serius menatap semua orang tajam.


Orang-orang itu mengangguk siap.



ILUSTRASI


SOURCE : GOOGLE


***


uhuy, jadi ... kebongkar semua ya~ satu-satu kita rampungkan biar novelnya gak punya utang tokoh😆 brankas koin kosong. tolongggg!!!

__ADS_1



__ADS_2